Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 25


__ADS_3

"Assalamu'alaikum readers. semoga ibadah puasanya lancar ya. oya dukung penulis yuk agar lebih semangat lagi dengan cara meninggalkan jejak setelah readers baca ya dengan like,comment dan vote tentunya. trimakasih readers yang budiman"


Renata tidak menyangka icha datang ke igd, ia melirik kearah tangan adit dan icha yang bergandengan, mungkinkah icha adalah istri adit? Gumam renata dalam hati.


"Kamu kenal sama renata?" Tanya adit. Dan semua teman nya memandang kearah icha.


"Iya, teman lama" jawab icha singkat, ia tidak mau memperpanjang urusan di IGD. Lagian sebentar lagi akan datang pasien kecelakaan, tentu adit dan tim harus segera bersiap.


"Mas adit kerjalah. Aku pulang dulu ya" kata icha sambil mencium tangan suaminya.


"Lain kali main kesini ya mbak" seru dewi, icha mengangguk. Ia melirik sinis saat melewati renata, sedangkan renata masih mematung memandang icha hingga keluar dari pintu IGD.


"Ayo ayo bersiap" tutur adit sambil menepuk kedua tangan nya.


Beberapa menit kemudian ambulan tiba. Perawat segera bersiap memindahkan pasien, adit pun sudah menangani pasien. Melihat renata yang masih diam ia seger meneriakinya.


"Hei kamu mau kerja tidak?" Teriak adit yang membuat renata bergegas membantu teman teman nya.


Sedangkan icha setelah keluar dari IGD ia segera menuju ke cafe tempat ia dan gina berjanji. Seperti biasa gina sudah duduk menunggu icha.


"Hai gin?" Sapa icha sambil duduk di depan gina.


"Dateng dateng wajah mu kusut banget kayak baju nggak disetrika 1 minggu" kata gina.


"Yeee baju nggak disetrika brapa haripun tetep sama lah kusut nya" sanggah icha.


"Yaudah mau pesen apa?" Tanya gina


"Jus alpukat aja aku sama pisang keju" kata icha.


"Nggak makan?" Gina memandang icha

__ADS_1


"Sudah kenyang. Kamu saja makan biar makin lebar" goda icha


"Biarin lebar yang penting kan penyabar, rejeki lancar walau nggak punya pacar, haha" kata gina tertawa disusul icha yang tertawa.


Gina memanggil pelayan dan memesan pesanan mereka.


"Tadi aku baru saja ketemu wanita penggoda" cetus icha kesal.


"Wanita penggoda?siapa?" Gina penasaran


"Renata" jawab icha singkat.


"What?? Renata si perebut calon suami mu dulu?" Kata gina terkejut.


"Iya. Dia bekerja 1 Rumah sakit sama mas adit. Satu unit lagi" ucap icha kesal


"Bahaya tuh cha, jangan sampek dia ngrebut suami kamu" kata gina


"Apa? Sukurin tuh. Itu lah pernikahan akibat nyrobot calon sahabat sendiri. Nggak akan bahagia" kata gina berapi api.


"Sahabat kamu lah bukan aku. Haha" icha tertawa dan tidak mau mengakui renata yang dulu menjadi sahabatnya


Mereka bercanda bersama, setalah icha menikah memang waktu bersama gina menjadi kurang. Dulu setiap minggu mereka selalu hangout bersama karena keduanya memang sama sama jomnlo.


Setelah dari cafe mereka ngemall seperti biasa. Hanya sekedar mencuci mata atau membeli baju baju yang lucu.


***


Malam itu adit pulang larut malam, karena masih banyak pasien sehingga ia membantu bobi berjaga di igd hingga pukul 10 malam.


Adit sampai rumah sekitar pukul 22.30. Ia melihat lampu rumah nya sudah padam. Icha juga sudah tidur dikamarnya. Adit segera membersihkan diri dan merebahkan tubuh nya dikasur. Sebenarnya ia ingin sekali bertanya pada icha tentang renata, karena saat adit bertanya pada renata ia terkesan cuek dan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Adit terlelap karena ia sangatlah lelah hari ini. Esok ia akan bertanya pada istrinya ada hubungan apa ia dengan renata.


Pagi pun tiba, hari ini adit bangun terlalu siang. Seusai shalat subuh seperti biasa ia menuju kedapur, kopi nya sudah siap diatas meja. Adit meneguk kopinya sambil menoleh kekanan dan kekiri mencari icha.


"Kemana dia kok tidak ada" gumam adit.


Sekitar pukul 6 ia keluar ke halaman depan rumah untuk berolah raga ringan. Adit mulai stretching lalu melakukan push up dan sit up.


Kreeek...


Icha membuka pagar rumah, sehingga adit menoleh kearah suara itu. Ia berdiri dan kedua tangan nya memegang pinggang.


"Kamu dari mana?" Tanya adit


"Olah raga lah" jawab icha singkat lalu mengunci kembali pagar rumah dan duduk di kursi teras.


"Olah raga? Tumben" ucap adit lalu duduk di kursi samping icha.


"Kalau hari minggu aku kan suka jogging" kata icha sambil meluruskan kakinya.


"Oya. Kok aku nggak tau?" Jawab adit sambil memandang kearah icha.


"Emang apa yang mas adit tau dari aku. Nggak ada" kata icha sedikit ngegas.


"Ada kok" kata adit.


"Apa?" Tanya icha sambil wajah nya seakan meledek adit.


"Kamu istriku" adit tersenyum puas dan sangat manis sekali yang membuat icha terdiam dengan jawaban adit.


"Hiiih nggak lucu" kata icha malu.

__ADS_1


Kalau difikir fikir adit memang menggemaskan, ia sering membuat ungkapan ungkapan yang tidak terfikirkan oleh icha. Hal hal itu yang membuat jantung icha sering berdegup kencang dibuatnya


__ADS_2