Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 79


__ADS_3

"Loh kok, pinjem mas" Adit meraih mouse monitor tersebut. Menggerakkannya sendiri


"Ini kenapa tidak ada rekaman pak?" Tanya adit, rio melihat lebih dekat untuk memastikan apa yamg dikatakan oleh adit


"Dilokasi lain dit" Ucap rio. Adit meminta cctv di area kamar lantai 3. Namun sama, tidak ada rekaman disana,


"Siaaa**lll" Ucap adit geram, ternyata backing an renata ini canggih juga gumam adit.ia menggelengkan kepalanya.


"Maaf pak, kami baru dapat informasi, cleaning service yang bertugas 2 hari yang lalu yang jaga di lobby adalah pak ucok" Ucap salah seorang laki laki yang menjabat sebagai manager.


"Oke, pertemukan saya dengan dia" Ucap adit sedikit bernafas lega. Ia tersenyum mendengarnya karena ada angin segar yang dapat ia rasakan


"Maaf pak, namun pak ucok sudah resign per hari ini pak" Kata manager tersebut yang membuat adit mengepalkan tangan nya


"Pak, boleh kami tahu alamat pak ucok" Ucap rio,ia tahu sahabatnya itu tengah emosi, ia mau membantu adit dalam situasi sekarang ini


"Semua data ada di HRD,semua adalah rahasia perusahaan. Yang kami tau beliau disini kos, dan saat ini beliau pulang ke sumatera pak" Kini bukan hanya adit saja yang merasa kesal. Rio pun juga sangat kesal. Renata sudah memikirkan peluang peluang bukti untuk disingkirkan.


"Baiklah, terimakasih banyak atas bantuanya. Kami permisi" Ucap rio. Jika berada ditempat tersebut terlalu lama, ia takut sahabatnya bisa emosi.


Rio dan adit segera meninggalkan tempat itu, menuju ke parkiran untuk segera pulang.


"Eh eh, sini biar aku yang bawa mobil, kau emosi bro, takuuut" Ucap rio yang berusaha menyelamatkan nyawanya.


Di dalam mobil, adit terlihat frustasi, ia bersandar dan memegangi kepalanya yang terasa cemot cemot.


"Sabaar, biasanya juga di sinetron sinetron tuh ya satu bulan kemudian paling cepet masalah selesai dit, ini baru 1 hari ngga ada" Ucap rio


"Terus maksud mu aku harus menunggu 1 bulan kemudian gitu buat nyelesein masalah ini? Pokoknya 3 hari harus kelar nih masalah" Ucap adit, 1 hari marahan dengan icha saja sudah membuat dia stress apalagi menunggu 1 bulan kemudian.


***


Hari ini gina tidak masuk kerja, ia menemani icha di hotel, icha sudah menelepon ari untuk datang ke hotel. Ia ingin tau bagaimana detil cerita kejadian dihotel


"Yuk gin, mas rasyad udah di lobby" Ucap icha.


Mereka menuju ke lobby hotel, sudah ada ari disana yang menyambut icha dan gina dengan senyuman.

__ADS_1


"Assalamualaikum" Ucap icha pada saudaranya ini


"Waalaikum salam" Ucap ari


"Gimana kalau kita ngobrol di resto aja sambil ngemil" Ucap icha menawarkan, gina dan ari setuju dengan ide icha. Mereka menuju ke resto hotel.


Icha memesan makanan dan minuman saat mereka telah memilih tempat duduk.


"Cha, aku turut prihatin sama masalah yang menimpa kamu sama adit" Ucap ari membuka pembicaraan


"Prihatin? Masak sih. Bukanya seneng?" Ucap gina sinis, yang langsung di senggol oleh icha.


"Aku sedih lah gin kalau icha sama adit berantem. Nggak mungkin lah kalau aku bahagia diatas penderitaan mereka" Sanggah ari, ia merasa tertuduh sekali karena kejadian ini.


"Sudah, apa sih kalian ini" Icha melerai kedua nya


"Gimana sih ceritanya mas aku pengen denger cerita detil nya seperti apa" Ucap icha berusaha mendapatkan informasi, icha tahu ari adalah sosok yang baik, rasanya tidak mungkin seorang ari menghianati saudaranya sendiri.


"Cerita yang sebenar benarnya coba syad, jangan ada kebohongan" Ucap gina, ari langsung memandang kearah gina.


"Haaa, apa? Syad?" Tanya ari pada gina lantas dirinya yang dipanggil tanpa embel embel mas.


"Kamu tambah cantik tapi tambah rese juga ya gin" Ucap rasyad manggut manggut merasa gemas dengan sahabat icha. Bagaimanapun ari mengakui jika gina sekarang benar benar cantik dengan tubuh yang ideal.


"Sudah dong, kalian ini kenapa sih malah berantem. Jatuh cinta tau rasa lo" Ucap icha kesal


"Nah tuuuh dengerin" Ucap ari menunjuk gina


"Amit amit. Nggak bakal" Kata gina sewot. Lantaran saat ini sudah ada rangga yang mengisi penuh hatinya


Adit berdiri di luar IGD, ia sengaja hari ini ke rumah sakit untuk menemui renata. Ia tidak mau masalah nya dengan icha berlarut larut.


"Dokter adit, bukanya cuti?" Tanya salsa yang lewat di depan adit.


"Panggilkan renata dong sa, aku Ada perlu sama dia" Ucap adit, salsa kemudian masuk kedalam IGD untuk memanggil renata,


Tidak lama kemudian renata datang menghampiri adit dengan sangat ceria, bagaikan di hampiri pacar.

__ADS_1


"Mas adit, waah merasa spesial banget deh disamperin mas adit yang sedang cuti" Ucap renata dengan bangganya.


"Maksud kamu apa menfitnah ku seperti itu?" Ucap adit, tangan nya dilipat di depan dada. Ia ingin renata mengakui kesalahannya


"Fitnah gimana sih mas?kita kan saling menyayangi" Ucap renata, ia berusaha meraih tangan adit, namun adit langsung menghempaskan tangan tersebut.


"Gila ya kamu ren, nggak puas sudah menyakiti icha? Nggak suka lihat icha bahagia sama aku?" Ucap adit dengan suara meninggi.


"Iya nggak suka, kalau aku nggak bisa dapetin mas adit, nggak ada yang boleh dapatin mas adit" Kata renata serius, membuat adit merinding, segila ini kah wanita ini. Sampai adit menyimpulkan bahwa renata ini sakit jiwa.


"Percuma juga bicara sama orang gila kayak kamu" Ucap adit,


"Iya tergila gila sama kamu mas, aku bisa lebih baik dari icha mas, plis beri aku kesempatan mas" Ucap renta memelas, ia sangat mengharapkan adit, ia percaya usahanya tidak akan sia sia.


"Kalaupun aku tidak dengan icha, aku nggak sudi bersanding sama kamu. Ingat itu baik baik" Ucap adit lalu pergi dari tempat itu lantaran sudah banyak mata yang memperhatikan mereka. renata menahan tangis nya dan segera menarik nafas.


"Sabar ren, sebentar lagi adit akan jadi milikmu" Katanya menyemangati dirinya sendiri,


Adit rasanya frustasi, ia binggung bagaimana caranya mengungkapkan semua masalah ini, seakan tidak ada yang berpihak padanya. Kemana lagi ia harus mencari bukti.


Saat ini icha pusing melihat gina dan rio yang selalu berdebat, ia sampai memijit mijit kepalanya.


"Gimana mas?mas rasyad datang jam berapa gitu, terus kronologi nya gimana" Ucap icha lemas, kapan semua ini akan berakhir fikirnya


"Jadi aku datang duluan lalu kira kira jam 18.20 an adit dan renata datang, kami sempat ngobrol dulu bentar sih, trus sempat diskusi bagaimana cara naik ke kamar. Nah renata punya ide dengan minta bantuan cleaning service" Ucap ari, ia menjelaskan dengan detil kejadian yang sebenarnya.


"Kami bisa naik ke lantai 3. Nah tiba tiba tuh si renata nyeletuk kalau bingkisannya ketinggalan, dia nyuruh aku turun buat ambilin bingkisannya. Aku nggak ada pikiran apapun waktu itu, nggak mikir kalau ini rencana adit dan icha untuk berduaan aku juga nggak tau" Ia berhenti sebentar, icha dan gina memperhatikan cerita ari dengan serius


"Saat aku udah dibawah, udah ambil bingkisan, renata telpon, katanya aku nggak usah naik, pak hasyim sudah dijemput anaknya, lagian aku juga nggak bisa naik. Karena kecewa, aku langsung pulang. Aku sempet lirik jam sekitar jam 19.00"


"Tunggu, gimana tadi, kamu pulang jam 19.00 brarti?" Tanya icha, ia menggarisbawahi jam pulang ari


"Iya, jam 7 aku pulang, aku mikirnya sih renata sama mas adit juga pulang, nah nggak tau lagi kalau mereka ada agenda lain" Ucap ari, sebenarnya ia merasa menyesal setelah meninggalkan adit dan renata berdua di lantai 3, apalagi ia pernah mendengar tentang gosip mereka.


"Nggak, sekarang aku yakin mungkin ini jebakan" Icha tersenyum bahagia, memikirkan suatu kemungkinan yang gina dan aripun belum tau.


"Mas adit sampai rumah jam 8 loh, menurut kalian apa sempat mereka ngapa ngapain? Jarak hotel itu ke rumah 30 - 45 menit lo. Kalian ngerti nggak sih maksud ku" Ucap icha dengan mata berbinar

__ADS_1


"Jadi mas adit sampek rumah jam 8? Berarti dia dan renata juga langsung pulang dong, aku setuju sama kamu" Ucap gina sambil menggenggam tangan icha


__ADS_2