Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 69


__ADS_3

"Yang mengikuti icha sudah tertangkap dit, kamu bisa kesini?" Ucap bobi, adit sungguh tidak menyangka ternyata cepat sekali kerja polisi, ia sangat geram ingin segera menemui penjahat tersebut yang mengakibatkan istrinya celaka


Adit menelepon tita untuk menjaga kakak iparnya, sedangkan siang itu adit bergegas ke kantor polisi, sesampainya dikantor polisi, ia melihat 2 orang laki laki yang berusia kira kira 40 an duduk di depan polisi.


"Selamat siang pak?" Ucap adit menjabat tangan polisi tersebut.


"Siang, silahkan duduk pak adit. Ucap polisi tersebut.


" Kami sudah meminta penjelasan dari terdakwa bahwa sebenarnya bapak bapak ini ingin mengambil motor yang di kendarai ibu icha, motor tersebut adalah motor sitaan" Ucap polisi tersebut


Adit syok mendengarnya, motor sitaan? Apakah memang ini disengaja oleh rangga. Batin adit dalam hati.


"Benar pak, kami tidak bermaksud untuk menakuti atau mengejar istri bapak, kami hanya ingin menghentikan di tempat yang sepi saja biar tidak ramai dilihat orang" Ucap bapak tersebut.


"Tapi anda sudah menakuti istri saya, istri saya jadi korban kecelakaan lo, kenapa tidak mengambil motor tersebut dirumah?kenapa harus dijalan" Tanya adit.


"Kami sudah menghubungi pemiliknya namun susah dihubungi, padahal sudah jatuh tempo, kami sudah kerumah nya juga ia tidak disana, kami hanya tau alamat kantor nya sehingga kami menunggu motor tersebut untuk lewat" Ucap bapak tersebut.


Adit menghela nafas panjang, ia sangat geram sekali.


" Perbuatan anda telah mencelakai istri saya" Ucap adit dengan emosi


"Sabar pak adit, kita bicarakan secara kekeluargaan" Ucap polisi tersebut, adit telah membebaskan penabrak istrinya atas permintaan icha, ia pun juga tidak bisa mempidanakan 2 laki laki tersebut.


"Kami minta maaf pak adit jika kami tidak sengaja menakuti istri bapak, kami hanya menjalankan tugas" Ucap bapak tersebut dengan raut wajah yang memohon ampun.


Dilain sisi tita sedang menunggui kakak ipar nya yang saat ini tengah tertidur, ia menyalakan laptopnya untuk mengerjakan tugas.


Tok tok


Suara ketukan pintu itu membuat gadis cantik yang berusia 22 tahun tersebut menoleh kearah pintu.


"Assalamualaikum" Ucap lelaki yang masuk kedalam ruang perawatan istri dr. Adit.


"Waalaikum salam" Ucap tita. Ia kemudian berdiri dan tersenyum saat melihat laki laki yang datang adalah bobi.


"Hai ta, baru datang?" Ucap bobi.


"Sudah hampir 1 jam mas. Aku pikir mas bobi di kantor polisi" Ucap tita, ia duduk di sofa diikuti oleh bobi.


"Iya tadinya, biar adit sendiri yang menyelesaikan" Ucap bobi


Suasana hening, tita kembali fokus pada laptonya, sebenarnya hatinya bergejolak melihat ketampanan bobi, begitu pula dengan bobi yang mengagumi kecantikan adik sahabatnya itu.


"Makan yuk" Ajak bobi


"Nanti aja mas, aku kan disuruh jaga mbak icha, nggak enak kalau ku tinggal. Lagian belum laper kok" Ucap tita, gadis itu bersuara lembut, bobi belum pernah bertemu dengan wanita seperti tita.


Selama ini banyak wanita yang mendekatinya bahkan mereka yang aktif mendominasi pembicaraan agar menarik hati bobi, namun beda dengan tita, entahlah kenapa tita kini justru bisa menggetarkan hatinya.

__ADS_1


"Tita, bobi" Ucap icha yang bangun dari tidur nya. Tita bangun dari duduknya dan menghampiri kakak iparnya.


"Mbak icha, tita kawatir banget denger mbak kecelakaan" Tita memegang tangan kakak iparnya.


"Maaf ya buat kamu kawatir. Alhamdulilah mbak dapat musibah" Ucap icha dengan tersenyum


"Kok malah alhamdulilah to mbak" Ucap tita.


"Semua kan sudah digariskan dek, musibah itu juga anugrah. Allah kasih nikmat, menggugurkan dosa loh. Semua harus disyukuri" Ucap icha dengan bijak.


"Mbak luar biasa banget sih. Kalau aku pasti udah mengeluh, mbak nggak lihat sih gimana wajah mas adit. Uuuuh acak acakan, wajahnya kusut kayak baju nggak disetrika" Tutur tita menceritakan keadaan kakaknya. Icha hanya tersenyum, saat melihatnya tadi pagi pun adit masih terlihat kusut.


"Hai cha, masih inget aku?" Tanya bobi yang datang dari arah belakang tita sambil bergaya.


"Hei, mas bobi. Inget dong. Aku kan pernah jemput mas bobi dibandara dulu" Ucap icha, tita menoleh heran pada bobi, kenapa icha harus menjemput bobi dibandara.


"Eh gini ta, dulu icha jemput adit, nah aku sama rio tuh ikut sekalian. Gitu maksudnya" Jawab bobi yang tidak ingin tita merasa salah paham.


Dikantor polisi kini datang rangga yang juga bergabung dengan mereka.


"Maaf ya dokter adit, saya tidak tahu akan terjadi begini, saya cuma mau bantu icha" Ucap rangga terlihat penyesalan diwajahnya.


"Bantuan mu mencelakakan istri saya" Ucap adit sinis. Ia menaruh curiga pada rangga.


"Saya benar benar minta maaf, saya sudah sampaikan kepada bapak bapak ini kalau saya pasti akan bayar" Ucap rangga menoleh kearah kedua lelaki itu


"Mana? Kami hubungi kamu tidak bisa, ditemui tidak bisa. Ini sudah jatuh tempo" Ucap bapak tersebut dengan emosi.


"Sudah sudah, pak polisi, sepertinya urusan saya disini sudah selesai. Saya tidak memperpanjang lagi. Permisi" Ucap adit lalu keluar dari tempat itu.


Terakhir kali rangga menjebaknya, bisa saja kali ini dia memang sengaja ingin mencelakai istrinya. Dia sudah tidak mau lagi berurusan dengan mereka toh istrinya kini sudah sadar dan akan bisa pulih seperti sebelumnya walau membutuhkan waktu beberapa bulan agar icha dapat berjalan normal lagi.


Adit segera menuju ke rumah sakit, ia menuju ke bagian administrasi rumah sakit.


"Siang mbak, saya mau bayar tagihan istri saya" Ucap adit.


"Tagihan atas nama ibu icha sudah dibayarkan dok" Ucap perempuan tersebut.


"Dibayarkan siapa mbak?" Adit terkejut, siapa manusia baik yang sudah melunasi biaya rumah sakit istrinya.


"Mungkin saat ini beliau mengunjungi istri dokter" Ucapnya.


Adit meninggalkan administrasi lalu menuju keruang perawatan istrinya, ia melihat gadis yang sudah menabrak icha dan ibunya berada agak jauh dari kamar icha. Saat ini mereka tengah berbincang. Adit menghampiri mereka.


"Kamu" Ucap adit menunjuk gadis tersebut.


"Dokter" Ucap gadis itu


" mama, ini suami dari wanita yang meme tabrak" Ucap meme kepada mamanya.

__ADS_1


"Selamat siang dokter, saya mama meme. Saya sangat berterimakasih anda mau mencabut tuntutan anda pada anak saya" Ucap ibu itu.


"Istri saya yang meminta, yah musibah, mau bagaimana lagi" Ucap adit mereka hanya diam.


"Apakah ibu yang sudah membayar tagihan rumah sakit istri saya?" Tanya adit.


"Iya, ijinkan saya bertanggung jawab dok" Ucap ibu meme.


"Tidak perlu bu" Tolak adit


"Tidak apa apa dok. Saya ingin bertanggungjawab. Bagaimanapun anak saya yang menabrak istri dokter, kami akan merasa bersalah terus menerus jika kami tidak melakukan ini" Mohon meme dan ibunya.


"Oke kalau memang itu mau ibu. Apa kalian ingin menemui istri saya?" Tanya adit.


"Iya kalau dokter mengijinkan" Ucap meme yang saat ini merangkul lengan ibunya.


"Iya, silahkan" Ucap adit, lalu mereka bersama masuk kedalam ruang perawatan icha.


Didalam ruang perawatan, bobi tengah menceritakan tentang adit


"Ha..ha..ha, jadi selama 3 bulan itu mas adit nggak tau ya wajah asli mbak icha sampek bilang ke mas bobi mirip anabel" Tawa tita setelah mendengarkan cerita bobi.


"Yang konyol lagi nih ta, waktu dibandara dia salah manggil orang, dipikir itu istrinya, gitu pede banget sumpah, aku sampek syok, beneran kah itu istri adit?" Ucap bobi lagi membuat icha tertawa kecil.


"Aku bisa lihat tuh cha waktu kamu yang samperin adit, langsung wajahnya berbinar nggak nyangka istrinya bak bidadari, dia langsung melonggo kayak gini" Bobi menirukan ekspresi adit yang sedang melonggo mengagumi kecantikan istrinya, membuat tita dan icha tertawa.


"Assalamualaikum" Ucap adit yang tiba tiba masuk membuat icha bobi dan tita menatap kearah pintu.


"Kalian ngapain ketawa ketawa?" Tanya adit heran.


"Biar awet mudah lah" Ucap bobi.


"Mbak tita?" Ucap meme, tita menoleh pada sumber suara yang muncul dibelakang adit.


"Meme, kamu ngapain disini?" Ucap tita pada meme.


"Mbak tita sendiri ngapain disini?" Tanya meme tanpa menjawab pertanyaan tita.


"Kalian kenal? Ini tita adik saya" Ucap adit, dunia ini sangat sempit ternyata batin meme.


"Kakak kenal sama meme?dia adek tingkat tita mas" Kata tita, adit tersenyum sambil mengusap rambut adik nya.


Meme dan ibunya menghampiri icha.


"Mbak, saya minta maaf ya, saya tidak sengaja menabrak mbak. Saya tidak sengaja mbak" Ucap meme dengan jari jari yang saling bertaut. Ibunya merangkul pundak anaknya


Icha tersenyum sambil menatap kearah gadis itu.


"Nggak papa, kamu nggak salah. Aku kan yang muncul tiba tiba, ini musibah" Ucap icha terlihat menguatkan gadis itu, ia sama sekali tidak terlihat lemah.

__ADS_1


"Makasih ya nak, kamu baik sekali, semoga kamu lekas sembuh ya" Ucap ibu meme


__ADS_2