Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 63


__ADS_3

Ini kaaan......" Adit sontak kaget saat melihat wajah gadis itu. Ia memandang sahabatnya lekat lekat dengan tatapan penuh peringatan.


"Kok gitu banget bro lihat nya. Kan bukan icha" Tutur bobi,


"Jangan macem macem sama adeku bob" Gadis cantik yang ditunjukkan oleh adit adalah tita adek adit yang saat ini sedang menempuh pendidikan dokter di surabaya. Adit tidak habis pikir kenapa bobi mengincar adiknya


"Slow bro, kita juga ketemu di aplikasi chatting kok. Awalnya aku nggak tau itu adekmu, beberapa hari lalu dia posting foto kalian berdua. Aku kaget bro. Temuin aku dong sama tita" Ucap bobi.


"Jangan macem macem lu bro. Awas aja." Adit mencoba memperingatkan bobi, pasalnya sahabatnya ini dulu suka gonta ganti pacar. Bahkan dia juga pernah memiliki 2 pacar. Adit rasanya ngeri kalau sampai adik perempuanya harus berkencan dengan bobi


"Awas kenapa? Karna aku playboy? Play boy itu kan cuma karena cari yang cocok. Pas udah dapat yang cocok pasti akan setia lah. Karena udah bosen ganti ganti wanita" Ucap bobi membela diri, selama ini ia tidak pernah serius dengan wanita, ia sering ganti ganti pacar bahkan pacaran hanya sebulan hingga 3 bulan saja.


"Sudah sampai mana hubungan mu dengan adekku?" Cecar adit. Ia merasa harus tau dan akan mengambil langkah.


"Hanya sebatas teman chatting. Sejauh ini aku ngerasa nyaman. Makanya bantu aku ketemu tita dong. Nggak macem macem janji, lagian aku takut bro sama kakaknya tita. Galak" Ia membisikkan kata galak. Adit memelototkan matanya.


"Dia sibuk. Biar dia fokus belajar aja" Ucap adit. Adit dan tita walau saudara sekandung namun tita tidak pernah membicarakan masalah pribadinya kepada adit. Namun kali ini adit merasa harus bicara dengan adik perempuannya itu.


Di IGD suasana sedang kondusif, tidak ada pasien darurat. Beberapa perawat sedang berkumpul, mereka menggosipkan renata. Setelah adit keluar dari ruang dokter, salsa hendak masuk namun ia melihat renata yang menangis. Salsa pun mengurungkan niat nya untuk masuk kedalam ruang dokter.


"Kira kira kenapa sal?" Tanya lisa yang kepo.


"Mana aku tau. Mungkin ditolak sama dokter adit" Ucap salsa. Lalu mereka semua diam saat melihat renata menghampiri mereka.


"Kenapa diam?" Tanya renata yang curiga dengan sikap aneh teman teman nya.


"Nggap papa ren, sudah selesai nggosipnya soalnya" Ucap salsa yang membuat lisa dan 2 perawat lainya gugup, kenapa salsa harus berterus terang kalau tadi mereka sedang bergosip.


"Ada gosip apa memangnya?" Tanya renata.


"Lagi ngomongin kamu lah ren siapa lagi" Ucap salsa lagi. Membuat teman temannya bergidik ngeri. Bisa bisanya salsa bicara seperti itu. Teman teman nya saling senggol dan berpandangan.


Renata mengernyitkan matanya, kenapa teman teman nya membicarakannya.


"Aku kenapa?" Tanya renata.


"Kata fahma tadi kamu dijambak sama ibu hamil ya sampek rambut mu rontok?kok bisa?" Tanya salsa. Teman temannya menghela nafas lega, mereka pikir salsa akan membicarakan tentang gosip renata dengan dr. adit.


"Iya iiih, menyebalkan sekali. Aku dulu melahirkan juga nggak gitu gitu banget" Ucap renata kesal. Ia kesal lantaran adit tadi meliatnya dalam keadaan acak acakan.


"Sabar, namanya juga ibu hamil mbak ren" Kata lisa.


Di rumah, icha tengah memasak makan malam untuk suaminya, ia kini rajin belajar memasak demi memanjakan lidah suaminya. Seperti biasa ia menonton youtube sambil langsung praktek memasak.


Menu malam ini adalah penyetan. Saat ini icha sedang membuat sambal. Ia menumis cabe, bawang merah bawang putih dan tomat sampai layu kemudian ia angkat dan di tuangkan kecobek batuk yang berukuran sedang.


Walau menurut orang membuat sambal adalah hal yang mudah, tidak dengan icha, karena selama ini ia tidak pernah membuatnya, kini ia sedang mengulek sambal, menambahkan garam dan gula juga terasi.

__ADS_1


Ia merasakan sambal buatanya. Ia membuat juga ikan gurame goreng. Setelah ia selesai dengan pekerjaan dapur, ia pun segera bergegas untuk mandi.


Selesai shalat magrib ia duduk rapi di meja makan menunggu suaminya pulang. Kemudian ia menelepon adit yang belum kunjung datang.


"Assalamualaikum mas" Kata icha.


"Iya sayang ada apa?" Tanya adit dari telepon nya.


"Mas kok belum pulang?" Tanya icha, ia sudah tidak sabar untuk makan malam bersama suaminya.


"Kan hari ini aku pulang malam sayang. Kan aku dinas siang tadi" Ucap adit.


"Loh iya ya? Aku pikir pulang habis magrib. Kan tadi mas adit jam 10 berangkat" Ucap icha. Ia lupa jika hari ini suaminya pulang malam. Ia sudah terlanjur menyiapkan makan malam untuk suaminya. Icha pun kecewa.


"Kenapa memang nya? Sudah rindu?" Tanya adit


"Nggak papa sih. Aku sudah siapin makan malam. Yasudah nggak apa. Mas adit kerja lagi deh" Ucap icha yang merasa kecewa,ia terlalu bersemangat hari ini hingga lupa bahwa suaminya pulang malam.


"Nanti aku makan ya sayang, kamu makan dulu saja" Ucap adit, ia merasa tidak enak dengan icha. Malam ini ia memutuskan untuk tidak makan malam agar bisa makan masakan icha.


Icha menunggu suaminya pulang di ruang tamu sampai ia ketiduran. Adit sampai dirumah sudah pukul 10 malam. Malam ini IGD sedang ramai pasien sehingga ia pulang telat. Adit melihat istrinya yang tertidur lelap di sofa ruang tamu.


"Krucuk krucuk" Suara perut adit terdengar sangat nyaring, adit rela menahan lapar agar bisa menikmati masakan icha. ia menuju ke dapur untuk melihat makanan yang telah dibuat oleh istrinya.


Adit mencuci tangan nya lalu mengambil makanan di meja makan, ada gurame besar yang tidak utuh lagi karena sudah dimakan oleh istrinya.


Icha akhirnya terbangun dan mendapati adit sedang makan disampingnya


"Mas adit" Ucap icha. Ia mengusap matanya, lalu duduk dan menatap suaminya


"Enak sayang. Makasih ya" Kata adit yang lahap menikmati masakan icha.


"Mas adit belum makan malam?" Tanya icha


" Belum. Sengaja ingin makan buatan istriku" Ucap adit.


"Ya ampun mas. Lain kali makan lah dikantin. Nanti kamu sakit kalau telat makan" Ucap icha terkejut karena suaminya belum makan sedari tadi. Ia sangat tersentuh, suaminya rela menahan lapar karena ia sudah memasak makan malam.


"Nggak apa, biar bisa makan masakan istriku. Trimakasih ya. Enaaaaak banget" Ucap adit dengan ekspresi penuh kenikmatan. Icha pun tersenyum bahagia.


"Aku buatin minuman dulu ya" Kata icha, ia berdiri dan menuju ke dapur untuk membuatkan adit minuman hangat.


Adit menyusul icha kedapur dengan membawa piring kotor. Ia pun juga mencuci piring nya sendiri.


"Mas adit, biar icha saja. Mas adit mandi dulu gih" Ucap icha, ia mengambil alih piring kotor dari tangan adit.


"Nggak apa sayang, berasa raja aja aku kalau gini" Kata adit terkekeh.

__ADS_1


"Memang raja. Raja hutan" Ucap icha asal.


"Aa apa? Raja hutan? Singa?" Tanya adit


"Enggaak. Raja dihatiku kok. Masak ganteng ganteng gini raja hutan" Sahut icha.


"Hmmm jadi pengen peluk. Tapi aku belum mandi" Ucap adit menanggapi gombalan istrinya. Icha kemudian duduk didepan adit yang sedang menikmati jahe anget, ia menatap suaminya sambil kedua tangannya menopang dagu.


"Cuma pengen peluk?" Ucap icha sambil mengerlingkan matanya.


"Oooh mulai nakal ya sekarang" Kata adit ia menatap istrinya seolah ingin menerkam icha.


"Aku ngantuk, bobok dulu yah. Dahh sayang" Kata icha, ia berlalu setengah berlari meninggalkan suaminya.


"Yaang, kok bobok sih. Lingerie merah ya" Teriak adit yang merasa terbangunkan oleh istrinya. Ia tidak menyangka sekarang istrinya pandai menggoda.


***


"Mas rasyad?" Ucap icha saat melihat rasyad ada di kantor nya.


"Looh icha?" Rasyad yang merasa namanya dipanggil pun menoleh kearah icha, ia menghampiri icha.


"Mas rasyad ada keperluan apa kok kesini?" Tanya icha


"Aku janjian sama pak heru. Katanya mau pengadaan alat lab" Ucap rasyad menjelaskan.


"Oh gitu, tapi kenapa kamu turun sendiri? Kan punya anak buah" Ucap icha. Secara rasyad adalah pemilik CV matahari, seharusnya anak buahnya yang menghandle masalah ini bukan pemiliknya.


"Ini first order cha, jadi aku mau turun langsung. Aku sama anak buah ku kok, tuh disana" Rasyad menunjuk anak buah nya yang masih berada di pos satpam.


Beberapa teman icha yang lewat melirik kearah nya dan rasyad, mata mereka seperti dimanjakan dengan kehadiran sosok tampan.


"Aku antar menemui pak heru" Ucap icha menawarkan. Setelah rekan rekan rasyad selesai urusanya di pos satpam mereka diantar icha ke lobby. Kemudian icha menelepon pak heru.


"Sebentar lagi pak heru turun" Ucap icha, sesekali rasyad mencuri pandang kearah icha.


"Masyaallah, cantiknya istri orang" Batin rasyad, kemudian ia menggelengkan kepala untuk menyadarkan diri, tidak seharusnya ia mengagumi istri sepupunya sendiri. Ia menundukkan kepala agar tidak berbuat dosa.


"Nah itu pak heru" Ucap icha, mereka saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri.


"Kalau gitu icha pamit ya pak. Mas" Tutur icha dengan sopan.


"Oh iya cha, makasih ya" Ucap pak heru


"Iya makasih ya cha" Kata rasyad, icha kemudian pergi. Pak heru dibuat heran dengan panggilan rasyad kepada icha, seperti seudah kenal baik.


"Pak ari kenal sama mbak icha?" Tanya pak heru

__ADS_1


"Iya pak itu mantan saya" Pak heru terlihat binggung dan terkejut dengan jawaban rasyad.


__ADS_2