Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 86


__ADS_3

"Rumah sakit kami insyaallah aman pak adit, penjagaan kami ketat" Ucap dokter jiwa tersebut, adit takut jika renata kabur dan bisa saja ia menyerang icha atau berbuat aneh aneh pada dirinya.


"Baiklah, tolong dipantau perkembangan renata" Ucap adit, ia kemudian mengajak icha untuk pergi dari sana, diluar rumah sakit mereka berpapasan dengan mira,ibu renata. Mira terlihat menangis sambil berjalan tergupuh gupuh .


"Tante mira, panggil icha" Adit dan icha menghampiri mira


"Icha, adit. Tante diberi tahu bahwa renata masuk kesini" Ucap mira


"Iya, dia mengamuk di penjara akhirnya pingsan, tante sabar ya" Ucap icha mengusap pundak tante mira yang pastinya berat untuk nya, renata besar tanpa sosok seorang ayah, jika difikirkan sebetulnya dia teramat kasihan, namun bagaimana lagi, jika renata sakit ia harus diobati, agar ia tidak lagi menyakiti orang lain.


"Iya, tolong. Ijin kan saya membawa renata ke solo saja. Biarkan dia dirawat disana" Ucap mira memohon sambil melihat kearah adit dan icha secafa bergantian.


"Tante, biar renata ditangani dulu di rumah sakit ini, nanti silahkan tante bawa renata ke solo jika memang menurut tante mira yang terbaik" Ucap adit dengan bijak. Renata bukan lagi tahanan yang harus dihukum, kini adit menyerahkan semua urusan pada kepolisian rumah sakit dan juga ibunya,


"Trimkasih. Tante masuk dulu ya, semoga kalian selalu sehat" Ucap mira yang dijawab aamiin oleh icha dan adit secara bersamaan.


Setelah mira mendapatkan penjelasan dari dokter, mira diperbolehkan menjenguk renata diruang rawat inap. Ia masuk kedalam ruangan dan mendapati renata masih tertidur, hatinya sakit saat melihat anak sematawayangnya tertidur dengan kondisi tangan di ikat pada bed pasien, ia merasa bersalah pada renata karena membesarkan renata tanpa cinta keluarga. Ia juga tidak tuntas mengobati sakit renata saat anaknya masih sekolah.


Ia menghampiri renata dengan menangis, ia menggenggam tangan itu, tangan yang dulu jarang ia genggam, hari harinya sibuk dengan mencari uang dan uang tanpa memberikan perhatian lebih pada putri nya yang saat itu pasti membutuhkan kasih sayang.


Mungkin itulah penyebab renata menjadi orang yang diam namun dibalik diam itu dia menyimpan banyak dendam. Menjadi sosok yang tidak memiliki jiwa yang sehat.


Mira juga terlalu membela anaknya dulu, saat doni jatuh miskin ia juga mendukung perbuatan renata untuk semena mena pada suaminya, salah mira merasa salah dan gagal sebagai ibu yang baik untuk renata, dia terlalu cuek. Sekarang ia berjanji akan mencintai putrinya sebanyak mungkin, ia ingin melihat putrinya sembuh dari gangguan jiwa yang sering terjadi jika ia tidak bisa mendapatkan yang dia inginkan.


Renata menggeliat, ia memejamkan matanya, mira menghapus air matanya.


"Ren, mama disini" Ucap mira lirih.


"Mama? Aku dimana?ke kenapa tangan ku di ikat?" Ucap renata, ia berusaha mengangkat tangan nya namun pergerakannya terbatas.


"Kamu dirumah sakit, tadi renata pingsan" Ucap mira sambil membelai lembut rambut renata.


"Mas adit mana ma? Mas adit itu calon suamiku. Mama sudah tau belum? Dia dokter ganteng" Ucap renata dengan berbinar.

__ADS_1


"Renata, kamu harus sadar sayang, adit itu milik orang lain. Stop ren menyiksa dirimu. Ayo nak kamu sadar. Nggak boleh seperti ini lagi" Ucap mira mencoba menyadarkan anaknya.


"Mama ngomong apa sih? Enggak. Nggak bisa, cuma renata yang boleh milikin adit. Renata sayang banget sama dia ma. Mama harus bawa adit kesini" Teriak renata, ia tidak terima jika adit dimiliki oleh orang lain


"Ren, sudah sudah. Kamu istirahat. Jangan berpikir lagi soal ini. Sudah ya, jangan memikirkan adit lagi. Dia suami sahabat kamu icha" Ucap mira, ia ingin anaknya sadar


"Aaaaa, tidak. Icha lagi icha lagi. Kenapa dia selalu memiliki yang aku inginkan. Aku nggak sudi. Dia nggak boleh bahagia jika aku nggak bahagia ma" Renata mulai histeris kembali


"Sayang, sudah tenang sayang" Mira berusaha menenangkan anaknya


"Aku mau ketemu mas adit, lepaskan, lepaskan. Aku mau menikah sama mas adit. Ha...ha...ha" Renata berteriak dan tertawa tidak terkendali, melihat itu, mira lantas keluar dan memanggil suster,


Suster datang dan menyuntikkan obat penenang untuk renata hingga dia lemas.


"Mas adittt, aku sayang kamu" Ucap renata di sisa sisa tenaganya. Sungguh hancur hati mira, air matanya bercucuran.


***


"Kamu ada rencana cari kerja disana nggak" Tanya adit, ia menoleh sekilas dan fokus lagi pada jalanan


"Iya dong mas kalau bisa, bosen kan dirumah cuma nungguin mas adit sekolah. Mending aku cari duit" Kata icha


"Oke aku setuju kok" Kata adit tersenyum. Mereka menuju ke rumah desy karena diundang oleh desy. Hari ini adalah hari ulang tahun desy yang ke 50 tahun.


Sesampainya di sana mereka disambut oleh desy yang berdiri di depan rumah


"Hay, tante tungguin dari tadi. Akhirnya kalian datang juga" Ucap desy.


" Maaf tante, masih ada yang diurusi. Selamat ulang tahun ya, sehat selalu panjang umur" Ucap adit


"Trimkasih ponakan tante" Kata desy sedikit centil


"Tante desy, selamat ulang tahun, semoga bahagia selalu dan awet muda" Kata icha ber cipika cipiki dengan desy.

__ADS_1


"Aamiin, kamu juga ya sayang" Kata desy.


"Ini kami ada hadiah buat tante, semoga suka" Icha menyerahkan goodie bag kepada desy


"Waaa ya ampun kalian ini kok repot repot sih, yaudah ayo masuk" Ucap desy, ia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah dari adit dan icha. Desy sudah menyiapkan berbagai menu makanan di meja makan.


"Hai mas adit, icha" Kata ari menyambut hangat kehadiran sepupunya ini. Mereka ber empat duduk di meja makan .


"Ini undangannya sudah ini aja tante?" Tanya adit.


"Iya cuma kalian yang tante undang" Ucap desy


"Tau nih mama, sudah tua minta dirayain ulang tahun nya mas" Celetuk ari


"Ya kan mama lama nggak makan sama adit dan icha, mama sebenarnya kan pengen makan bersama gini. Mumpung mama ulang tahun pasti kan kalian mau memgabulkan keinginan mama" Ucap desy, selama ada prahara yang menimpa adit dan icha, desy belum berani menghubungi mereka.


"Ya ampun tante, tante bisa bilang sama icha dong" Ucap icha


"Tante takut, soalnya kmarin kan gosip nya ari yang fitnah adit, sampek adit marah marah kan yang terakir kesini. Duh tante takut. Tapi alhamdulilah kalau semua sudah clear" Kata tante desy, desy sempat melihat adit marah saat pulang dari rumah desy, saat itu ia sedang membuat minuman di dapur, saat kembali terlihat adit yang marah dan segera pergi dari rumah desy


"Iya itu salah paham saja tante, alhamdulilah semua juga sudah baik baik saja" Ucap adit tersenyum


"Dan sepertinya ada yang sudah menemukan wanita idaman sih tante" Kata icha


"Wanita idaman? Ari dong? Kan nggak mungkin adit. Ri?" Tante desy menoleh kearah anak nya, ari tetap santai sambil meneguk minuman.


"Apa sih ma?" Tanya ari


"Kamu punya pacar? Kok nggak cerita ke mama?" Tanya desy sambil mencubit paha anaknya.


"Sakit ma sakit, aduuuh. Belum kok. Masih pdkt. Doain aja lah makanya.


Mereka akhirnya menikmati makan siang dengan bahagia, di sisi lain gina nampak pucat, ia berjalan gontai di lorong laboratorium sampai akhirnya ia jatuh pingsan

__ADS_1


__ADS_2