Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 53


__ADS_3

"Yasudah kita berangkat yuk" Ajak adit.


Adit mengantar icha ke kantor, untung saja hari ini adit tidak ada jadwal dinas, ia merasa bahwa istrinya sedang tidak baik baik saja, dari kemarin icha terlihat mudah kelelahan dan saat ini wajahnya nampak pucat.


"Nanti kabari aku ya" Ucap adit. Icha mencium tangan suaminya.


"Iya. Mas adit hati hati ya" Icha melambaikan tangan pada suaminya. Ia segera masuk kedalam kantor, setelah melakukan rekam kehadiran ia sengaja tidak menuju ke labiratorium mikrobiologi, icha masuk kedalam ruang admin laboratorium parasitologi.


"Hey cha, pagi pagi kok lemes banget kayaknya" Ucap bu rini, kepala instalasi tersebut.


"Iya nih bu, nggak tau kenapa icha rasanya lemes aja hari ini" Kata icha, ia duduk di depan meja gina. Kebetulan gina masih belum ada disana.


"Jangan jangan kamu hamil cha" Ucap bu rini. Icha berfikir sejenak. Memang sepertinya ia belum menstruasi bulan ini, apa jangan jangan ia benar benar hamil.


"Belum tau sih bu. Doanya saja" Kata icha.


"Assalamualaikuuuuum" Ucap gina dengan keras nya.


"Waalaikum salam" Icha dan bu rini menjawab secara bersamaan


"Eh ada nyonya adit, tumben kesini" Kata gina. Secara kebetulan dua sahabat ini bekerja ditempat yang sama namun masuk pada tahun yang berbeda.


"Rindu sama sahabat empuk ku" Kata icha sambil memeluk sahabatnya itu.


"Pasti ada maunya" Selidik gina.


"Nggak ada apa apa. Kangen aja sama kamu. Beberapa hari kita kan nggak ketemu gin" Ucap icha


"Entar deh, kamu kenapa pucat sekali. Kamu sakit?" Gina meletakkan tangan nya di kening icha


"Nggak panas kayak hatiku saat melihat dia bersamanya tuh" Ucap gina.


"Apa sih gin. Aku nggak apa. Kamu sudah sarapan belum? Ke kantin dulu yuk" Ucap icha


"Kalau di traktir mau" Gina meletakkan tas nya di kursi.


"Oke. Iya traktir" Mereka akhirnya ke kantin di samping kantor. Gina memesan teh panas dan roti bakar sedangkan icha memesan jahe anget.


"Aku tau kamu mau cerita sesuatu kan. Kamu kenapa sampek pucet gitu. Ada masalah apa?" Tanya gina, ia hafal dengan sahabatnya. Icha akan mendatanginya dan mengajaknya ke tempat makan saat ia ingin curhat. Karena ketika icha baik baik saja ia tidak akan mengajak gina ke cafe atau makan bersama, mereka lebih suka menghabiskan waktu untuk menonton, jalan jalan di mall atau ngobrol di ruangan atau ditempat kos.


"Aku agak gundah aja sih sebenernya. Ngerasa kayak hubunganku sama mas adit banyak banget yang nggoda" Kata icha menjelaskan.

__ADS_1


"Renata?" Tanya gina


"Salah satunya. Kenapa ya aku harus berurusan terus sama dia. Kadang aku ngerasa lelah gitu. Kenapa dia harus ganggu hidupku terus gin" Ucap icha, gina memegang tangan icha


"Sabar yah. Setiap rumah tangga pasti ada aja rintanganya. Ada aja cobaanya. Ada rumah tangga yang diuji dengan orang tua, mertua, ipar suami, anak bahkan teman seperti yang kamu alami. Tapi allah sudah mengatur porsinya masing masing. Porsimu diuji dengan hadirnya renata. Berarti kamu mampu melewatinya cha" Ucap gina bijak


"Aku tau sih. Cuma aku takut apa yang dulu terjadi sama aku terjadi lagi sekarang. Dia tuh kek ngancam aku gin" Ucap icha.


"Oyaaa? Dia ngancam apa cha? Tega bener yah itu orang" Gina mulai geram


"Ya dia bilang kalau dulu dia bisa mengambil doni dariku, sekarang dia juga bisa melakukan hal yang sama" Kata icha sedih.


"Emang ya perempuan itu, nggak tahu malu ya. Masih saja merasa kurang bersyukur" Gina tersulut emosi.


"Aku yakin sih mas adit tipe pria yang setia. Tapi mas adit itu terlalu baik. Dia nggak tegaan sama orang. Aku takut dia dimanfaatin. Gimanapun kalau kucing dikasih ikan pasti dimakan lah" Ucap icha.


"Tapi kalau kucing itu sudah sangat kenyang, dia tidak akan mau makan ikan" Tutur gina sambil tersenyum


"Maksudnya gin?" Icha menyipitkan matanya.


"Maksudku gini, ketika adit sudah merasa senang dengan istrinya, dari segi apapun dia sudah bersyukur punya kamu. kamu memberinya cinta dan memperhatikan dengan baik, aku yakin dia tidak akan tergoda dengan ikan asin" Icha sontak tertawa saat mengganti renata dengan sebutan ikan asin.


"Dan nih, adit kan katamu rajin shalat, dari segi agama dia paham juga kan. Insyaallah deh aman cha. Kamu tidak boleh kawatir berlebihan" Kata gina melanjutkan


"Jaga tuh penampilan mu di rumah. Harus cantik dan seksi" Gina mengedipkan matanya


"Ya betul juga katamu" Icha tersenyum


"Ada lagi sih sebenernya yang mau aku ceritain. Tapi nggak sekarang gin. Kita balik yuk" Kata icha lalu menghabiskan minuman nya.


"Kalau belum mau crita jangan bilang gitu dong ah elaaah. Kan jadi penisirin aku" Gina memicingkan matanya.


"Ha...haa... Iya sudah waktunya kerja yuk" Icha menarik tangan sahabatnya itu.


"Bayar dulu bos" Ucap gina mengingatkan. Icha menepuk keningnya pelan. Lalu ia menuju ke kasir untuk membayar.


di Lencana cafe


"Ini kamu kan" Kata icha menunjukkan sebuah foto dari CCTV.


"Bu...bukan aku yang melakukanya" Katanya terbata, ia nampak panik ternyata icha mengetahui kebenaranya.

__ADS_1


"Awalnya aku ragu. Rasanya tidak mungkin kalau kamu dalang nya. Tapi mendengar jawaban mu itu, aku jadi yakin" Ucap icha sambil tersenyum getir.


"Apa maksudmu, sudah kubilang bukan aku" Ia masih saja menyangkalnya.


"Jika memang itu bukan kamu, kenapa kamu bilang bukan kamu pelakunya? Aku hanya menunjukkan sebuah foto. Harusnya kamu bersikap tenang dan mengamati foto itu lalu kamu bisa bilang padaku, itu siapa? Atau bilang, masak iya mirip aku. Bukan kah ini sangat jelas" Ucap icha yang membuatnya terdiam.


"Kamu tidak memiliki bakat berbohong rangga" Rangga terdiam sambil memejamkan matanya, ia memainkan jari jemarinya.


"Icha, aku...." Kata katanya terhenti seolah ia tidak tau harus menjelaskan apa pada icha.


"Kita sudah temenan lama. Aku tau kamu bukan orang jahat, kamu pun tidak bakat berbuat jahat. Tapi kenapa kamu memasukan Ce**na Da*am anak anak ke belanjaan kami?" Tanya icha menggebu.


"Maafkan aku cha, aku khilaf. Kamu tahu kan gimana perasaanku selama ini, siapa yang menemanimu saat kamu terpuruk karena doni? Siapa yang lebih dulu ngejar kamu cha? Siapa ? Aku cha. Bukan adit" Rangga menarik nafas nya dalam dalam


"Rangga, kam,...." Icha hendak berbicara, namun rangga menghentikan nya.


"Stop, dengerin aku dulu" Icha mengangguk


"Kamu tidak pernah memikirkan perasaanku maupun memberi kesempatan untuk membalas perasaanku. Betapa sakit ny hati ku tiba tiba kamu menikah, kamupun tidak memberitahuku. Kenapa?kamu egois, kamu tidak pernah menganggapku ada" Ucap rangga kesal. Terlihat ada air di pelupuk matanya.


"Aku sangat sangat berharap kamu bisa melihatku sekali saja cha, apa aku terlihat culun? Aku sampai mengubah penampilanku demi kamu. Tapi kenapa kamu tidak pernah peduli"


Icha merasa bersalah pada rangga. Memang selama ini dia terkesan cuek padanya, rangga adalah laki laki yang sangat baik, ia perhatian sekali dikala doni mencampakkan icha, ia pun sering mengirim bunga padanya. Namun kala itu hati icha tertutup, ia tidak mau memikirkan tentang lelaki, ia cuek terhadap rangga. Terlebih ada sahabatnya gina yang mencintai rangga dalam diam.


"Rangga, aku minta maaf untuk semua yang sudah kulakukan padamu. Kamu tahu kan setelah gagal dengan doni aku menutup hati untuk laki laki manapun. Maafkan aku yang acuh terhadapmu" Ucap icha ia terdiam mengamati rangga yang saat ini menundukkan kepalanya.


"Pernikahanku dan mas adit juga suatu perjodohan. Aku awalnya juga tidak mencintainya, tapi bagiku ini takdir ngga, allah berikan rasa cinta itu dihatiku. Kamu tahu kan gimana dulu hancurnya aku. Apa sekarang kamu tega membuatku patah lagi?disaat aku sudah jatuh cinta pada mas adit" Icha meneteskan air matanya, ia tertunduk. Kedua tanganya saling bermain.


"Heey,,, maaf. Aku sadar perbuatanku salah. Aku sangat malu. Maafkan aku icha" Ucap rangga. Ia sangat tidak tega melihat icha bersedih. Ia ingat sekali dulu kala saat doni meninggalkannya, rangga melihat icha hancur. Itu semua membuat hatinya pun hancur. Kini ia sadar, ternyata ia lebih bahagia melihat icha tersenyum dengan adit. Rasanya ia tidak tega menghancurkan kebahagiaan icha.


"Aku khilaf. Aku sudah sadar kesalahanku. Maafin aku. Aku tidak akan mengulanginya. Aku janji" Ucapnya dengan serius.


"Makasih ya ngga, aku tau kamu orang yang baik" Ucap icha senang.


"Kalau gitu aku boleh minta tolong?" Tanya rangga kemudian


"Boleh dong. Mau minta tolong apa?" Tanya icha


"Emmmm... Itu" Rangga ragu untuk melanjutkan kata katanya.


"Ngga?kamu mau ngomong apa?" Ucapnya dengan senyuman terbaiknya, ia tau sahabatnya itu tengah memendam sesuatu.

__ADS_1


"Jadi gini cha......"


"hai readers,,,maaf ya absen agak lama, sedang ada kendala. Author ingetin yaaa jangan lupa like dan komen biar aku makin semangat update nya. Thanks"


__ADS_2