
"Bahagia dong, kita berhasil memisahkan adit dan icha, ha...ha..ha" Ucap renata dengan tertawa renyah. Membuat ari dan gina saling menatap. Gina sungguh syok dengan apa yang ia dengar dan lihat, hingga matanya memerah.
"Iya setuju, icha juga nggak mau pulang kerumah, malah pulang ke kosnya gina, ini kesempatan kita makin terbuka lo ren" Ucap rangga dengan bahagianya
"Cewek mu yang ngabarin ya? Bagus deh, kamu kan bisa sering sering main pura pura apel tapi untuk ketemu icha, cewek itu gampang dimasuki hatinya kalau lagi galau" Renata menjelaskan, gina mengkode ari untuk memvideo mereka dari kursi seberang, ia menuliskan note di sebuah kertas, ari berdiri dan mengambil tempat ia bisa mengambil video dari jarak agak jauh.
"Haii, iya, aku dengarkan curhatmu kok" Ucap ari berpura pura menerima video call, ia mengenakan headset bluotooth yang dimatikan. Ia berjalan menutup wajahnya dengan sikunya yang sengaja ia tarik ke atas sambil membenarkan hoodie.
Ari pura pura video call namun kameranya menghadap kebelakang sehingga dapat merekam wajah rangga tidak dengan renata, ia memilih merekam rangga karena ia tidak mengenal ari.
Kini gina mendengarkan pembicaraan rangga dan renata sambil berkaca kaca.
"Lumayan yah ada si gina, dia terlalu cinta sama aku ren jadi sampek bodoh banget mau aku kibulin, selama ini aku dapat informasi tentang icha ya dari si gina itu" Ucap rangga merasa bangga karena dikejar oleh gina.
"Dia cantik gitu ngga, kamu nggak tertarik?" Tanya renata sambil menyeruput jus buah nya yang telah dipesan kan oleh rangga
"Sekarang cantik, tapi kalau ku inget waktu gendut dulu hiiii amit amit lah ya, kita fokus ke rencana kita aja deh, apa nih rencananya biar icha dan adit makin renggang dan berpisah" Ucap rangga, tidak terasa air mata gina menetes, ia tidak menyangka jika ialah yang menjadi sumber informasi yang mengakibatkan sahabatnya terluka, juga kini hatinya hancur setelah tau kebenaran tentang perasaan rangga.
Ia sudah banyak menaruh harapan pada rangga, namun ternyata dia hanya dimanfaatkan oleh rangga.
Rangga dan renata membahas langkah selanjutnya untuk memisahkan icha dan adit, mereka berencana akan membuat kesalah pahaman baru dimana adit akan mengira bahwa istrinya membalas dengan berselingkuh dengan ari.
Renata dan rangga tertawa bersama dengan nyaring nya, membayangkan keberhasilan rencana mereka. Gina menekan tombol stop lalu segera keluar dari cafe tersebut, ari segera menyusul gina.
"Waaah kita team yang keren nih gin, bisa mendapat bukti seperti ini" Ucap ari senang, gina tidak menjawabnya, ari menoleh kearah gina yang ternyata wanita itu sedang berlinang air mata.
"Gin, kenapa?" Ari mencekal tangan gina.
"Nggak papa, ayo ke kos ku, kita tunjukkan pada icha" Ucap gina. Mereka kemudian menuju ke kos gina, selama perjalanan gina terlihat mengusap usap air matanya, ari belum menyadari penyebab gina seperti itu, ia juga tidak berani menenangkan wanita itu.
__ADS_1
ditengah perjalanan gina minta ari untuk berhenti.
"Syad, kita kirim kan lewat ponsel aja biar cepat" Ucap gina, gina dan ari mengirim rekaman suara dan video yang telah mereka peroleh.
Adit sangat kecewa lantaran rencananya hari ini telah gagal, bobi mengabarkan bahwa hari ini renata tidak bekerja, ia mengambil cuti hari ini,lagi lagi rencana adit harus tertunda.
Adit melajukan mobil nya menuju masjid al falah, ia ingin mencurahkan isi hati dan kekecewaan nya pada rabb nya,
Icha begitu terkejut saat membuka video dan rekaman yang dikirimkan oleh gina dan ari, sampai ia meneteskan air mata, antara terkejut dengan pelakunya dan bahagia karena sudah ada bukti.
"Rangga" Ia membayangkan bagaimana hancurnya perasaan gina saat ini, ia mencoba menelepon ari.
"Halo cha" Ucap ari
"Gina sama kamu?gimana gina? Pasti dia terpukul" Ucap icha
"Kalau mau nangis, nangis aja. Mumpung sepi, aku nggak lihat kok, abaikan aja, anggap patung juga boleh" Ucap ari duduk berlawanan arah dengan gina.
Akhirnya gina menumpahkan tangisnya disana, hati ari ikut tersayat mendengar tangisan wanita itu. Ia dengan sigap langsung berdiri dan berpindah duduk di samping gina, menepuk nepuk pundak gina dan menempatkan gina pada dada bidang nya.
Ari tidak mengatakan apapun, ia hanya meminjamkan dadanya dan menepuk kecil pundak gina, ia menunggu hingga tangis gina reda.
"Thanks ya syad, maaf ya aku jadi nangis nagis gini di depan kamu" Ucap gina, ia menghapus air matanya, suasana hatinya sudah lebih baik.
"Its okay, dari pada kamu nangis dipinggir jalan kan, dilihatin banyak orang" Ucap ari, ia kemudian memberikan minuman untuk gina.
"Lagian gin, ngapain sih kamu nangisin cowok cupu gitu. Nggak pantes tau buat kamu" Ucap ari
"Bukan urusan mu. Trus maksudmu siapa yang pantes?" Tanya gina
__ADS_1
"Coba lihat aku? Keren iya, tajir iya, badanku atletis, tampang? Pasti ganteng dong, jelas pantes, nah dia? Kurus kering krontang gitu, cupu, gantengnya standart paling bawah. Kalah lah ya" Ucap ari, mempromosikan diri.
"Kepedean juga ya kamu. Aku nggak pernah lihat orang dari fisik" Ucap gina
"Ha..ha..haa... Terus lihat dari apa? Apa spesial nya dia? Fisik kalah lah sama aku, tukang nipu lagi dia. Dan satu hal nih. Dia mandang kamu dari fisik, coba mana istimewanya?" Ari tertawa, gina menyadari ia salah jatuh cinta dengan rangga, dulu rangga begitu baik, lembut dan pekerja keras, tidak terlintas difikiranya ia akan berubah menjadi manusia yang licik.
"Udah deh syad, aku lagi nggak pengen berantem" Ucap gina kesal
"Siapa yang pengen berantem, pengen berakhir dengan hati aja sih" Kata ari
"Narsis juga ya ternyata kamu" Ucap gina dengan suara keras
"Namanya juga pejuang, harus narsis" Kata ari dengan sangat percaya diri
"Anterin aku pulang aja lah, tambah pusing kalau sama kamu" Ucap gina, ia beranjak dari duduknya dan segera menuju ke motor ari. Ari mengekor dibelakang gina sambil tersenyum senyum
Sedangkan kini icha segera bersiap siap untuk mencari adit, ia mencoba menghubungi adit namun tidak diangkat, ia memutuskan untuk menghubungi rio, untunglah rio tau dimana keberadaan suaminya karena rio sempat menelepon sahabatnya itu.
Icha segera memesan taksi online untuk menuju ke masjid al falah surabaya, ia tidak sabar bertemu dengan suaminya yang tidak ia temui selama 3 hari ini.
Saat sampai di masjid al falah, ia mencoba menggubungi adit lagi, namun suaminya juga tidak mengangkatnya. Icha kemudian masuk kedalam, mencarinya di tempat ibadah laki laki, karena biasanya adit tidak dapat dihubungi saat sedang beribadah, namun tidak menemukanya,ia meluar lagi.
Ia memutar pandangan untuk menemukan sosok suami yang dicintainya, sampai menemukan suara yang tidak asing baginya, seseorang yang sedang bersandar pada dinding dan membuka mushaf, ya dialah suami icha, yang icha cari sedari tadi
Icha tersenyum, lalu duduk 2 meter dari suaminya, mendengarkan lantunan kitap suci yang sedang dibaca oleh adit, icha memandangi kagum kearah suaminya. Sampai adit menyadari ada wanita yamg tengah memperhatikannya, adit mengakhiri bacaan nya.
Adit menoleh pada sosok wanita tersebut.
"Assalamualaikum lelaki pilihan" Ucap icha tatkala adit menoleh padanya, adit memandang istrinya dengan tatapan keheranab, benarkah ini bukan mimpi, batin adit. Beberapa kali ia mengucek matanya mencari pembenaran bahwa pandangan nya tidaklah salah.
__ADS_1