Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 37


__ADS_3

"Mas adiit" kata icha dengan nada agak tinggi. Adit yang mendengarnya binggung dan jantungnya berdebaran. Tidak mungkin ada foto renata disana. Tidak mungkin.


"Sini lihat, beneran aku nggak tau sayang" setelah dicek oleh adit, ia melihat foto renata yang tengah tersenyum selfi dengan ponsel nya.


"aku nggak suka ada foto wanita yang tidak aku suka mas, mas adit harus ngerti dong perasaan aku. dia itu jahat sama aku mas" ucap icha menggebu gebu.


"Maaf ya sayang, sepertinya tadi dia pakai hp ku buat selfi, aku minta tolong buat hubungi dokter chandra pakai hp ku" adit menekan delete pada foto itu.


"Kenapa harus renata coba. Mas adit harus hati hati sama dia. nyebelin banget sih dia. mas adit nggak boleh deket deket sama renata" ucap icha kesal


"Iya iya. Tadi kan urgent. Maaf ya" kata adit


"dia itu selalu mengambil apa yang aku miliki mas, aku tidak mau dia mengambil mas adit dari aku" katabicha sambil berkaca kaca


"itu tidak akan terjadi. dia hanya rekan kerja bagiku" adit mencoba menenangkan istrinya.


"janji ya? aku beneran takut mas" icha memgingat ucapan doni saat ia bertemu dengan nya, renata akan merebut adit dari nya. icha sangat takut jika itu sampai terjadi. ia sangat tidak rela kehilangan lelaki yang teramat ia cintai untuk kedua kalinya.


"aku janji, dia tidak akan bisa mengganggu kita. sudah Jangan ngambek dong. Coklatnya dimakan" adit menyodorkan coklat silverqueen.. icha pun menerimanya dan memakan coklat itu sambil mulutnya masih mengomel.

__ADS_1


Ternyata tidak benar kata orang kalau coklat dapat meredakan amarah, buktinya istrinya makan coklat sambil ngomel ngomel. Adit memghembuskan nafas kasar, sepertinya ia harus memikirkan cara untuk membuat renata berhenti mengganggunya.


"Mas adit melamun apa?" Tanya icha


"Enggak. Weekend ini kita pulang ya" kata adit.


"Mau mau, aku sudah rindu sama ibuk bapak mas" ucap icha riang.


Memang semenjak menikah, adit dan icha belum pernah mengunjungi orang tuanya.


"Tapi kamu nggak boleh gampang ngambek ya, harus percaya sama suami" ucap adit. Icha menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Fans ku siapa?"icha berbalik bertanya pada adit sambil menyipitkan matanya.


"Tanggo atau siapa itu" ucap adit.


"Renggo bukan tanggo.haha" icha tertawa terbahak bahak.


"Hmm ya itu" adit melihat keatas.

__ADS_1


"Dia sudah tidak menggangguku, malah sebaliknya sepertinya dia mulai dekat degan gina" kata icha sambil terus makan coklat yang tidak disadari sudah hampir habis.


"Sahabat mu yang gendut itu?" Tanya adit lagi.


"Seksi bukan gendut. Jahat banget mas adit. Trus kalau aku jadi gendut gitu mas adit nggak cinta gitu sama aku" icha mulai mengomel kembali. Adit menundukkan wajah nya lemas. Sepertinya apa yang diucapkan nya selalu salah dimata icha.


"Nggak gitu sayang, kamu segede gajah pun aku tetep cinta, tapi masak kamu mau segede itu?" Tanya adit sambil menggenggam tangan istrinya.


"Ooh jadi sekarang mas adit nyumpahin aku jadi segede gajah? Terus mas adit biar bisa ninggalin aku gitu? Trus sama renata? Mas adit jahat sekali" icha melempar tangan adit yang menggenggamnya, berlari sambil menangis ke kamarnya.


"Nggak gitu cha, chaa kok ngambek sih" adit menggaruk garuk kepalanya seakan frustasi. Ngambek pakai acara nangis segala. Adit binggung harus berbuat apa.


"Cha buka pintunya"adit mengetuk pintu kamar yang ternyata dikunci oleh istrinya.


"Ayo dong, maksud ku nggak gitu sayang. Buka dong pintunya" adit berusaha membujuk istrinya yang sedang menangis.


"Mas adit jahat sekali" teriak icha dari dalam kamarnya.


"Dengerin dulu, cha. Buka dong pintunya" adit menggelengkan kepalanya, apa yang salah dari kata katanya itu. Tidak ada yang salah, lalu kenapa istrinya ngambek sekali? Kalau sudah begini coklat pun tidak bisa membuat suasana hati istrinya bagus kembali. Adit hanya berdiri di depan kamar sambil terus memanggil nama istrinya berharap istrinya akan segera membuka pintu

__ADS_1


__ADS_2