
Icha sudah siap dengan baju kerja nya, ia mencari suaminya di dalam kamar namun ia tidak menemukanya, icha mendengar suara gemricik air dari kamar mandi, ia tersenyum dikalah telah menemukan keberadaan suaminya.
Icha hendak memanggil adit, namun sepertinya ia punya rencana yang lebih asyik.
Ia mendekat kearah pintu kamar mandi lalu membuat sebuah suara pelan.
"Haaaaaa" Icha mendekatkan mulutnya ke pintu. Ia membuat suara yang dibuat dengan nada diserakkan yang jauh berbeda dengan suara aslinya.
"Huaaaaaaaa" Ia mengulangi lagi suaranya sedikit lebih keras sambil menahan tertawa
Di dalam kamar mandi adit merasa seperti mendengar suara, suara pertama ia menganggapnya hanya salah dengar, ketika keluar suara kedua ia menghentikan aktivitas nya.
"Aaaadiiit, haaaaa" Icha membulatkan mulutnya agar suara yang keluar terkesan besar dan seperti suara laki laki. Setelah meyakini bahwa suaminya mendengarnya ia segera bersembunyi di samping lemari dengan berjalan berjingkat secara perlahan.
Ia tidak lagi mendengar suara aktivitas mandi, namun kenapa suaminya tidak kunjung keluar.
Didalam kamar mandi adit merasa merinding, pasalnya ini kali pertama ia mengalami kejadian seperti ini, sebelum mandi ia juga melihat istrinya tengah sibuk di dapur, lantas suara siapakah itu.
Adit masih terdiam, ia ragu akan membuka pintu kamar mandi. Bagaimana jika ada sosok astral yang tiba tiba mengejutkannya. Tapi ia tidak mungkin berdiam diri disana.
Secara perlahan, ia membuka pintu kamar mandi.
Cekleeek....
Ia melihat kedepan, ke kiri namun tidak ada siapapun disana.
"Daaaaaaarrrrr" Icha tiba tiba keluar dan mengagetkan suaminya.
"Astagfirullah haladzim" Adit mengelus dadanya sambik geleng geleng.
"Ha..ha..haa.. Lama sekali keluarnya. Mas adit ternyata penakut ya" Ledek icha
"Aduuuuh. Nggak lucu tau yang. Aku pikir beneran. Aku nggak takut, cuma binggung aja kok ada suara" Kata adit lalu masuk kedalam kamar mandi mengambil handuk untuk mengeringkan badannya.
"Takut apa binggung? Kelihatan banget kok mas adit takut" Goda istrinya.
"Nggak takut lah. Kita kan tidak boleh takut sama hantu" Ucapnya.
"Kalau nggak takut kenapa waktu itu sampai nggak bisa tidur waktu aku jadi kunti?" Tanya icha, ia mengambil pakaian dal@m suaminya dan menyerahkan kepada adit.
"Ya kamu serem mirip hantu. Bisa bisa nya ngerjain suaminya ya. Awas lo ya" Kata adit yang membuat icha malah tertawa.
"Pakai baju nya dulu gih" Icha menyerahkan baju untuk digunakan suaminya. Sambil menunggu suaminya, ia membereskan meja rias yang terlihat berantakan.
"Kamu buat sarapan apa?" Tanya adit sambil mengenakan kaos berwarna biru dongker yang dipilihkan icha.
"Buat pecel mas, kemarin dibawain sama gina. Ibunya gina enak banget lo kalau buat sambel pecel. Mas adit harus coba" Kata icha mempromosikan.
"Yaudah yuk makan. Aku jadi laper" Ucap adit meraih tangan istrinya.
__ADS_1
"Okey, ayok" Kata icha. Mereka segera menuju ke dapur.
Icha mengambilkan nasi untuk suaminya, mengambilkan sayuran dan menuangkan bumbu kacang diatas nya. Ia mengambil tempe tepung dan meletakkan nya di atas nya.
"Ini mas" Kata icha sambil menyerahkan piring kepada suaminya.
"Trimkasih sayang" Adit melahap makanan tersebut. Sedangkan icha mengambil sarapan untuk dirinya.
"Hmmm. Enak bumbu kacang nya ya. Tempenya juga enak. Tepung nya tipis tapi krenyes dan yang pasti rasa tempe nya masih menonjol" Ucap adit.
"Iya dong" Kata icha yang juga ikut makan bersama dengan adit. Icha bahagia karena suaminya menyukai sarapan yang icha buat hari ini.
"Oya mas, itu sudah aku cuci tempat makan nya, aku bawain rengginang juga buat temen kamu. Rengginang nya juga buatan ibunya gina. Dijamin sangat enak. Rasa ikan" Ucap icha sambil menunjuk bungkusan di meja yang ditaruh tas kain bewarna coklat.
"Kenapa repot repot cha. Nggak usah" Kata adit, ia tidak menyangka istrinya sebaik itu, terlebih ia juga merasa bersalah karena tidak jujur pada istrinya.
"Nggak apa, nggak baik mengembalikan kotak makan dalam keadaan kosong mas. Lagian aku beli rengginang nya banyak kok" Kata icha yang membuat adit merasa semakin bersalah.
Setelah selesai makan, icha berpamitan pada suaminya untuk berangkat kerja,
"Kalau mau pakai mobil pakai aja sayang" Ucap adit.
"Enggak ah. Lebih cepet pakai motor aja mas. Yaudah aku berangkat dulu ya. Hati hati dirumah. Jangan nglamun. Kalau ada suara suara jangan takut" Ucap icha memberikan wejangan pada suaminya sambil menggoda.
"Lebih serem kamu dari pada hantu" Kata adit sambil tertawa kecil.
***
"Bagus" Satu kata dari adit saat ia mencermati penampilan istrinya, baju renang itu sengaja adit belikan untuk icha beberapa hari yang lalu.
"Malu mas, nggak bisa renang aja gaya gayaan pakek baju renang" Ucap icha merasa risih dengan apa yang ia kenakan saat ini.
"Cantik cantik, udah ayo" Adit menarik tangan istrinya, sampailah mereka dipinggir kolam. Suasana saat itu tidak begitu ramai, kolam renang sangat luas dengan ketinggian mulai dari kolam anak kedalaman 60cm sampai kolam dewasa dengan kedalaman 110-150 cm.
"Kita pemanasan dulu ya" Kata adit sambil melakukan pemanasan di pinggir kolam renang, mereka melakukan pemanasan sekitar 10 menit
"Ayo lompat" Kata adit.
"Nggak berani lah bercanda ya" Ucap icha. Adit melompat ke air berenang menjauh dari icha. Ichapun memandang kepergian suaminya dengan kesal.
"Terus aku gimana nih" Gumamnya. Icha duduk di pinggir kolam renang sambil kakinya bermain air. Beberapa saat kemudian Ia melihat suaminya berenang kearahnya.
"Ayo dong masuk air. Masak dipinggir kolam kayak putri duyung lagi berjemur" Ucap adit sambil menciprati istrinya dengan air.
"Nyebelin banget sih mas" Ucap icha kesal. Ia cemberut. Suaminya ini tidak ada romantis romantisnya seperti di film film.
"Sini aku pegangin. Turun ya" Kata adit. Ia memegang pinggang istrinya. Icha mengalungkan tangannya di leher adit dan sedikit membungkuk karena posisi adit yang lebih rendah. Lalu adit memasukanya kedalam air dengan pelan pelan
"Byuuur" Tinggi kolam renang itu sedada icha.
__ADS_1
"Belajar berenang ya, kamu pegangan pinggiran kolam renang terus coba ayunkan kaki mu seperti ini" Adit mencontohkan pada icha. Icha mengamati dengan seksama lalu menirukannya.
"Begini?" Tanya icha sambil terus mengayunkan kakinya.
"Iya, gitu terus selama 1 jam" Ucap adit dengan ekspresi serius.
"Haa?? Serius gitu latihanya? Kakiku bisa gempor dong mas" Katanya dengan masih mengayunkan kakinya.
"Bercanda sayang" Ucap adit sambil tertawa.
"Jahil banget sih" Kata icha,bibirnya manyun karena hari ini suaminya jahil sekali padanya.
"Oke sekarang kamu kenalan dulu sama air, kamu masuk kedalam air beberapa detik lalu ambil nafas, gini ya" Adit memberikan contoh kepada istrinya
"Kalau kenalan sama kamu gimana caranya" Tanya icha sambil mengedipkan mata.
"Maaf saya sudah punya istri, tidak mau kenalan" Jawab adit.
"Udah ah ayo serius" Ucap adit kemudian.
"Hai mas adit, wah nggak nyangka kita ketemu disini ya" Ucap renata yang tiba tiba muncul, icha dan adit saling bertatapan, kenapa mereka harus bertemu saat ini
"Oh ren bisa kebetulan sekali ya ketemu disini" Ucap adit. Icha kesal sekali melihatnya, saat ini renata mengenakan baju renang yang seksi, menunjukkan lekuk tubuhnya. Baju renang tanpa lengan dan tinggi celana diatas lutut.
"Iya mas, aku lagi ingin berenang" Ucap renata lalu masuk kedalam kolam renang.
"Eh sama icha ternyata, kamu apa kabar cha? Kamu kan nggak bisa renang ya" Ucap renata ramah sekali.
"Baik alhamdulilah. Iya nggak bisa makanya ini diajari sama suamiku" Ucapnya sambil melirik kearah suaminya.
"Mas. Kita lomba yuk, biar icha yang jadi wasit nya. Gimana?" Ajak renata. Icha merasa kesal namun ia meredam amarahnya, ia harus terlihat slow di depan renata. Ia tidak mau menjadi wasit menyaksikan suaminya harus berenang bersama renata fikir icha. Ia melirik kearah adit tanda tidak suka.
"Enggak ren, kamu kalau mau renang, renang aja. Aku masih mau ajari istriku" Ucap adit sopan.
"Iya betul. Kalau kamu pengen lomba mending kamu daftar di event lomba renang aja ren. Kalau bisa yang diluar negeri" Ucap icha.
"Sayang" Adit menatap istrinya. Renata merasa kesal dengan kata kata icha.
"Aku berenang dulu ya mas" Kata renata lalu pergi.
Kini adit fokus lagi mengajari istrinya berenang, ia juga menarik tangan icha dengan berjalan mundur agar istrinya dapat berenang tanpa tenggelam.
Melihat keromantisan adit dan icha renatapun sangat kesal, sebelumnya ia mendengarkan percakapan rio dan adit saat dirumah sakit, adit mengatakan akan mengajak istrinya untuk berenang di atlas, sehingga renata tau lokasi dan kapan adit akan berenang. Ia berniat untuk tampil seksi agar adit meliriknya. Namun ia salah, adit sama sekali tidak meliriknya.
Renatapun memikirkan cara agar adit mau meliriknya. Dan terbesit dalam fikiranya untuk menenggelamkan diri, ia pernah menonton sebuah drama saat wanita mengalami keram kaki dan tenggelam, laki laki yang ia sukai akan menolong dan memberikan nafas buatan.
"Aaakhhhh" Pekik renata, ia pura pura tenggelam.
"Kaki ku kram, aaakkh" Renata naik turun permukaan,
__ADS_1
"Mas adiiit" Teriak renata.
Adit dan icha menoleh kearah renata yang sedang meminta pertolongan. Adit dan icha kaget saat melihat renata yang tenggelam. Mendengar namanya disebut oleh renata, adit hendak pergi untuk menolong renata.