
Icha melihat gelagat suaminya yang berbeda dengan biasanya, ia tampak lebih bersemangat dan bahagia entah apa penyebab nya, setiap berpapasan suaminya selalu tersenyum ceria.
"Mas, mas adit kenapa sih? Nggak biasa deh" Ucap icha yang mulai binggung dengan suaminya.
"Tebak kira kira apa?" Tanya adit, ia duduk di kursi makan, icha kemudian mencuci tanganya dan duduk di depan adit.
"Aku nggak pandai tebak tebak an mas" Ucap icha sudah menyerah sebelum berusaha.
"Selamat ya, kamu akan casting di hollywood" Ucap adit sambil menjabat tangan istrinya.
"Haa? Serius. Mas adit sudah ketrima di havard?" Ucap icha bahagia, adit menganggukkan kepalanya mantap. Keinginannya untuk pergi ke amerika akan tercapai.
"Kapan mas kita berangkat?" Tanya icha
"1.5 bulan lagi insyaallah. Kita mulai lembaran baru ya disana" Kata adit,
" Oya mas, gimana renata sama rangga?" Tanya icha, ia belum mendengar kabar tentang mereka sejak adit datang ke kantor polisi.
Sekitar 3 hari yang lalu adit pergi ke kantor polisi untuk menemui rangga dan renata sebagai pelapor.
"Dok, saya minta maaf dok. Jangan penjarakan saya. Saya janji tidak akan mengganggu kalian lagi" Ucap rangga memohon pada adit,
"Mas, mas jangan seperti itu sama aku. Aku ini sayang banget sama kamu mas, aku yakin kok kamu punya perasaan yang sama kan kayak aku" Ucap renata, ia berusaha memegang tangan adit namun ditepis nya.
"Kalian itu harus merasakan apa yang sudah kalian perbuat terhadap keluarga saya. Dulu bikin ulah, sekarang minta maaf ketakutan dipenjara. Kalau kalian nggak ketahuan? Bakal terus kan nyusahin hidup saya" Ucap adit dengan emosi
"Sudah cukup saya beri kalian kesempatan, sekarang kalian pertanggungjawabkan perbuatan perbuatan kalian" Kata adit, ia ingin hal hal seperti ini tidak akan terulang lagi
"Saya benar benar menyesal dok, saya sadar sekarang kalau saya salah. Maaf dok" Ucap rangga lagi, sedangkan renata hanya terlihat menangis.
"Mas adit harus lihat aku" Teriak renata. Membuat adit dan rangga terkejut dan menoleh pada nya.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu, aku nggak bisa tanpa mas adit, mas adit harua pilih aku" Kata renata menggebu, ia tidak bisa mengendalikan dirinya, ia sampai menarik tangan adit, adit yang ketakutan merasa hal aneh terjadi pada renata pun memanggil polisi.
"Lepassss, mas adit, mas adit hanya punya ku" Ucap renata sambil meronta, ia ditarik oleh polisi menuju ke sel tahanan. Hingga ia sudah tidak terlihat oleh adit.
"Tunggu pak" Kata rangga menghentikan polisi yang akan membawanya.
"Sekali lagi maaf, dan sampaikan permintaan maafku pada icha, maaf aku jadi segila ini dengan bekerjasama dengan renata. Baiklah aku akan trima hukumanku" Kata rangga, ia kemudian dibawa oleh polisi tersebut ke sel tahanan.
Mereka juga dilakukan tes psikolog, dan begitu terkejut saat polisi memberitahukan bahwa renata terdapat ketidaknormalan pada jiwanya, mereka masih mendalami seberapa parah gangguan yang diderita oleh renata. Dan ada kemungkinan renata akan dibebaskan.
"Mas, mas adit kok melamun sih" Ucap icha saat mendapati suaminya tengah termenung, ia memang belum menceritakan kepada icha tentang renata.
Ting tung
Suara bel berbunyi, menandakan ada seseorang yang datang. Adit kemudian berpamitan untuk membuka pintu pagar rumah, icha mengintip dari balik kaca jendela ruang tamu
"Iya bu, mau cari siapa?" Tanya adit sebelum membuka pintu pagar rumah nya.
"Ada bu" Adit membukakan pintu pagar rumahnya, icha kemudian keluar dari rumahnya.
"Tante mira?" Kata icha saat menyadari wanita tersebut adalah mira, ibu dari renata. Dulu mereka sering bertemu saat icha main kerumah renata yang berada di sidoarjo. Terakhir kali icha melihat tante mira saat inge meninggal, itupun mereka tidak saling bertegur sapa karena mira malu kepada icha
"Ichaaa" Ucap mira sambil menghampiri icha lalu memeluknya, mira terlihat berkaca kaca melihat icha.
"Mari tante masuk" Kata icha saat mira melepaskan pelukannya, mereka duduk di ruang tamu. Adit masih belum tau siapa wanita yang ada dihadapannya ini.
" Mas, ini tante mira, ibu nya renata" Ucap icha memperkenalkan mira.
"Ooh iya, saya adit. Suami icha" Ucap adit memperkenalkan diri, ia sudah bisa menebak bahwa kedatangan ibu renata pasti untuk meminta kebebasan untuk anaknya.
"Ada apa tante mira tumben main kerumah icha?" Ucap icha lembut, bagaimana pun ibu renata adalah wanita yang baik padanya, dan icha tidak memiliki masalah dengan mira.
__ADS_1
"Tante binggung harus kemana, tante ingin cerita sesuatu yang tante pendam selama ini" Ucap mira , matanya berkaca kaca, wajahnya sudah terlihat goretan keriput yang memperlihatkan wanita tersebut sudah semakin tua.
"Cerita apa tante" Tanya icha, adit berpamitan ke belakang untuk mengambilkan minuman.
"Dulu renata adalah anak tante yang baik cha, dia sangat penurut dan dia pendiam, waktu dia smp dia pernah berontak dan histeris saat tidak mendapatkan yang dia inginkan, awalnya tante anggap hal biasa, namun lama lama dia suka teriak, mengamuk dan melakuka tindakan aneh" Cerita mira, ia mengusap air mata yang hampir jatuh dari pelupuk matanya.
"Tante bawa dia ke psikolog, ternyata renata ada gangguan jiwa, dia pendiam namun dia punya perasaan untuk merebut apa yang dia inginkan, jika ia tidak dapat dia akan stress dia cemas" Mira menghela nafas, icha tidak pernah mengerti tentang ini sebelumnya, selama ini renata terlihat normal, namun memang dia juga pendiam.
Dan kata kata mira terbukti dengan sifat renata yang suka merebut milik orang lain, adit yang mendengar tentang gangguan jiwa pun mempercepat jalannya menuju ruang tamu.
"Ini salah tante icha, pengobatan renata memang belum tuntas karena dia sewaktu SMA menunjukkan gejala yang baik dan tidak pernah kumat, dan tante menyadari dia mulai kambuh saat merebut doni dari kamu" Ucap mira dengan berurai air mata.
"Kenapa dulu tante tidak bilang sama aku?" Tanya icha, dulu mereka adalah sahabat, seharusnya mira memberitahukan keadaan renata pada icha.
"Iya maaf, tante yang salah. Ini salah tante. Tante terlalu malu waktu itu. Dan renata bilang dia bahagia dan tidak akan mengganggu orang. Makanya tante diam" Ucap mira, ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan.
"Seharusnya tante bicara sama aku. Sekarang gimana? Semua sudah terlanjur kan" Ucap icha kecewa
"Tante dulu yakin renata sudah sembuh, saat menikah dengan doni dia terlihat bahagia bahkan dia juga diterima sebagai perawat kan. Tante mohon maafkan renata cha" Mira memelas, meminta belas kasihan dari icha
"Kalau soal maaf, insyaallah icha sudah memaafkan renata tante tidak usah kawatir" Ucap lcha.
"Tante minta tolong cha, bebaskan renata, tante akan bawa dia berobat" Pinta mira dengan tulus.
"Biar tim dokter dari kepolisian yang menilai kondisi renata tante, kalau memang kondisinya diharuskan masuk rumah sakit jiwa ya tidak apa apa" Ucap adit yang tidak setuju pembebasan renata secara cuma cuma.
"Tante akan pastikan dia tidak akan mengganggu kalian lagi, tante akan bawa dia ke solo" Ucap mira memohon, icha merasa iba dengan mira.
"Tim dokter kepolisian masih memeriksa tingkat keparahan renata tante, kita serahkan dulu sama mereka, jika memang renata harus dirawat di rumah sakit atau bagaimana kami ikut saja dengan prosedur" Ucap adit.
"Mas adit sudah tau kalau renata sakit?" Tanya icha, lantaran disini hanya icha yang tidak tau apa apa
__ADS_1
"Iya sayang, maaf belum sempat memberitahumu" Ucap adit, ia merasa tidak enak karena istrinya tahu dari orang lain terlebih dahulu.