Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 55


__ADS_3

Ia mengambil tespect tersebut dan melihat nya, icha mengerjap beberapa kali saat melihat hasilnya. Ia sampai menutup mulutnya seolah tidak percaya.


"Sayang, kok lama" Kata adit dari balik pintu kamar mandi, ia pun harap harap cemas menanti hasil tespack itu


Icha keluar dari kamar mandi dengan tatapan sedih, ia menyembunyikan tespack dibelakangnya.


"Hey kok wajah nya sedih? Biasanya kalau keluar dengan wajah sedih artinya positif tapi kamu mau ngeprank aku kan. Ha..ha" Adit tertawa.


Icha menyerahkan kedua tespack tersebut pada suaminya. Ia menitikan air mata.


"Sini coba aku lihat" Kata adit meraih tespack tersebut.


Wajahnya yang ceria berubaah menjadi sedih saat melihat 1 garis merah pada kedua tespack tersebut. Kemudian ia melihat kearah istrinya yang sedang menahan air mata. Icha tertunduk sambil memainkan tangannya.


"Sini sini,nggak papa" Adit memeluk istrinya, ia sebenarnya kecewa, namun ia tahu istrinya jauh lebih kecewa darinya. Air mata icha tumpah seketika, ia merasa telah memberikan harapan palsu terhadap suaminya.


"Hiks..hikss... Maafkan aku mas. Ternyata aku nggak hamil" Ucap icha sambil menangis tersedu di dada suaminya. Adit mengelus rambut istrinya dengan lembut


"Nggak papa sayang, jangan sedih, kita bisa mencoba lagi. Tenang saja" Kata adit mencoba menenangkan istrinya.


"Tapi mas adit kecewa sama icha. Maafin icha mas" Ucapnya masih terus menangis.


"Enggak. Nggak apa kok sayang. Mungkin sama allah kita disuruh pacaran dulu. Semangat dong. Kita kan masih muda" Kata adit, lalu ia mencium kening istrinya 2x.


"Makasih ya mas. Terus kenapa ya aku lemes dan perutku juga kerasa sakit" Tanya icha sambil mengusap air matanya dengan jari jemarinya


"Mungkin karna kamu kelelahan, stress makan mu juga kurang kan. Akirnya kamu lemes kurang bertenaga, nah badan jadi sakit2 karena darah kotor tidak keluar" Adit menjelaskan.


"Mungkin sih mas. Yaudah lah. Mungkin ini belum waktunya, insyaallah nanti akan diberikan allah diwaktu yang tepat kan" Ucap icha penuh keyakinan.


"Nah gitu dong. Nanti malam pakai lingerie yang hitam ya" Ucap adit sambil mengedipkan mata genit nya. Icha tertawa sambil mengangguk.


"Oke,aku akan dandan cantik nanti malam" Adit merangkul istrinya dan masuk kedalam kamar


"Iyah, tunggu aku pulang ya, kamu nggak boleh tidur duluan" Kata adit


"Siap boskuu" Icha berpose hormat pada suaminya.


Di Rumah sakit.


"Loh kamu belum pulang ren? Perasaan tadi kamu sudah pulang" Kata dewi, renata dinas malam kemarin, tadi pagi dewi sudah melihat nya pulang setelah oper jaga, namun saat ini ia melihat renata kembali di igd.

__ADS_1


"Iya, aku mampir bentar, apa dr. Adit sudah datang?" Tanya renata, hari ini adit dinas siang, seharusnya setelah ini ia sudah berada di IGD.


"Belum kelihatan" Jawab dewi singkat, ia tidak menyukai sikap renata terhadap adit. Renata masuk kedalam ruang istirahat dokter jaga. Hari ini ia datang lagi sengaja untuk menemui adit.


"Assalamualaikum" Kata adit saat masuk kedalam IGD, ada beberapa pasien disana yang sedang ditangani dokter dina dan perawat.


"Waalaikum salam" Ucap dewi. dr.adit masuk kedalam ruang dokter jaga untuk meletakkan tas nya di laci,


"Hey ren, kamu dinas siang?" Tanya adit sambil meletakkan tas nya di laci.


"Enggak. Aku nungguin dr.adit" Jawab renata, aditpun duduk di depan renata.


"Kenapa nunggu aku?" Tanya nya.


"Ini dok, aku bawain sesuatu buat dr.adit" Renata mengambil sesuatu di dalam tas nya.


"Taraaaaa,,,, aku masak ini buat mas adit. Mas adit belum makan siang kan, soalnya kalau dinas siang mas adit selalu makan di kantin" Ucap renata senang. Ia menyodorkan tepak makan bewarna biru muda ke depan adit.


"Kamu kenapa bawain bekal aku. Aku nggak masalah beli dikantin. Jangan begini dong ren. Nggak enak sama yang lain" Ucap adit.


"Oh jangan salah paham, tenang aja besok aku bawain juga buat teman teman. Ini pertama mas adit dulu. Aku berencana buka catering mas suatu hari nanti, jadi aku mau minta pemdapat mas adit soal masakan ku" Kata renata menjelaskan.


"Maaas, mas adit itu penilaian nya paling objektif, kalau temen temen aku yakin paling hanya bilang enak enak aja. Kalau mas adit kan nggak gitu. Tolonglah bantuin renata" Ia memohon pada adit dengan tatapan memelas.


"Okey, aku bantu kali ini ya. Nanti aku review" Ucap adit lalu memegang tepak makan yang diberikan renata.


"Yaudah dimakan dong mas" Ucapnya manja. Adit kemudian membuka kotak makan tersebut, renata membuat daging sapi lada hitam tumis pokcoy dan ada tempe goreng.


"Wah sepertinya enak nih" Ucap adit. Ia mencuci tanganya di wastafel lalu kembali ke meja untuk menikmati makan siang nya. Ia menyuapkan 1 sendok ke mulut nya, mengunyahnya sambil merasakannya.


"Gimana mas" Tanya renata dengan tatapan berbinar.


"Enak sih,cuma kalau lada hitam nya ditambah dikit ini akan lebih mantap ren. Terusss" Adit menghentikan ucapanya, ia mengambil pokcoy dan merasakannya. Ia terdiam sejenak.


"Bumbunya meresap, cuma ini menurutku kurang asin sedikit kalau dimakan pakai nasi, tapi ini enak. Aku suka" Kata adit, renata tersenyum puas mendengarnya,


Dari luar, dewi mengintip renata dan adit, ia menguping pembicaraan mereka. Pasalnya bau bau renata menyukai adit sudah tercium kuat di IGD.


"Kamu ngapain sih?" Ucap dokter dina.


"Stttt....." Kata dewi yang sedang asyik menguping pembicaraan adit dan renata tanpa melirik siapa yang ada di belakangnya.

__ADS_1


"Minggir dew, aku mau masuk" Ucap dokter dina, dewi yang mengetahui kalau yang berbicara adalah dokter dina langsung mundur teratur.


"Maaf dok" Ia kembali ke mejanya.


Dokter dina masuk kedalam ruangan itu, ia melirik kearah adit dan renata.


"Waah enak sekali sepertinya" Kata dr. Dina saat melihat adit yang sedang makan ditemani renata.


"Hey dok din. Iya ini tester catering nya renata" Kata adit


"Waah cuma adit doang yah yang dikasi tester, spesial banget kayaknya" Ucap dokter dina


"Enggak kok dok, besok ku bawain temen temen lainya. Tenang aja dok" Kata rena.


Dokter dina mengambil tas nya di laci, ia sebenarnya bisa menangkap maksud renata. Renata yang lepas dinas malam lalu pulang untuk memasakkan adit makan siang dan kembali lagi ke rumah sakit, apalagi kalau bukan berusaha mengejar cinta adit. Ia sebenarnya sudah risih namun bagaimana lagi.


"Yaudah dok, saya pulang dulu ya" Kata renata, ia berdiri dari duduk nya


"Oh iya, thanks ya ren" Kata adit. Ia masih melanjutkan makan bekal pemberian renata.


"Gitu itu kalau icha tau gimana ya perasaan nya dit?" Tanya dokter dina, ia semula berdiri kemudian duduk dihadapan adit. Ia menatap teman nya itu dalam dalam sambil memperhatikan yang sedang makan dengan lahap nya.


"Katanya ini hanya tester din, santai aja. Katanya nanti kalian juga dibawakan kok" Jawab adit, ia menutup kotak makan itu.


"Klise" Tutur dokter dina sambil berdiri meninggalkan adit sendiri. dr. Dina adalah teman 1 kuliah dengan adit, ia bahkan tau bagaimana adit bersikap pada setiap perempuan. Adit memang lelaki yang mudah merasa iba pada perempuan, ia suka menolong, oleh karena itu banyak kaum hawa yang berusaha menarik hatinya. Walaupun selama ini tidak ada yang berhasil masuk kedalam hati adit, adit hanya menganggapnya perbuatan baik kepada rekannya.


Dina tau adit adalah laki laki yang setia, namun sekarang ia sudah menikah, bukannya seharusnya adit memikirkan perasaan istrinya sebelum bertindak. Itu batin dina, ia pun juga tidak ingin jika suaminya bersikap manis terhadap wanita lain.


Di kos kosan, renata merasa puas. Ia merebahkan dirinya di kasur yang berukuran kingzise. Ia bahagia ternyata kerja kerasnya membuahkan hasil. Renata akan berusaha menarik perhatian adit, membahagiakannya dengan memasak penuh cinta, berdandan cantik didepan adit agar ia bisa meraih hati adit sedikit demi sedikit.


"Lihatlah cha, aku akan mengambil adit. Karena aku yang lebih pantas buat adit. Bukan kamu" Kata renata sambil memandang langit langit kamarnya.


Renata bangun dan mengambil sesuatu dari lacinya. Ia memegang benda tersebut


"Inilah awal mula aku membencimu cha" Kata renata saat memandangi benda tersebut.


"Dulu aku sudah cukup puas sudah merebut doni. Yaah tapi bagaimana ya, sekarang aku menyukai adit, itu kesalahanmu karena menjadi istri adit. Maafkan aku yang akan merebutnya lagi. Ha..ha..ha" Renata tertawa puas. Ia sangat yakin dapat merebut hati adit.


"Apa aku buang saja benda jelek ini, sepertinya sudah tidak penting" Ucap nya sambil membolak balikan benda itu yang tak lain adalah sebuah ..,.........


jangan lupa ya guyss untuk like,subscribe dan komennya. Jika berkenan beri bintang 5 nya ya, author doain kalian semua sehat dan melimpah rejekinya. Aamiin

__ADS_1


__ADS_2