
Karena icha mengantuk dia pun cepat terlelap. Adit memandangi wajah icha dengan seksama.
"Manis banget sih" ia tersenyum. Ini pertama kalinya ia mengamati icha yang tidak mengenakan jilbab. Rambut nya berombak hitam. Muncul perasaan adit ingin mencium kening icha. Lalu adit mendekatkan bibirnya di kening icha dan mencium nya. " selamat tidur" kata adit lalu ia memejamkan mata. Tiba tiba icha menghadap tubuh adit, tanganya memeluk tubuh adit. Adit semakin berdebar debar namun entah kenapa ia sangat senang. Ia pun membali tubuh nya berhadapan dengan icha dan memeluk nya juga hingga adit ikut terlelap.
"Dasar pencurii" teriak icha sambil tangan nya menujuk nunjuk.
"Mana pencuri mana" adit tiba tiba terbangun dan langsung terduduk mencari pencuri dengan wajah yang kebingungan. Ia menoleh kearah istrinya yang kembali tidur dengan anteng.
"Sial, dia cuma ngigau. Mengagetkan saja" ucap adit kesal lalu kembali menarik selimut nya.
"Hiyaaa pencuri rasakan ini" icha kembali mengigau.
Bruuuughh
Icha menendang pantat adit dengan kekuatan super hingga adit terjatuh dari ranjang dan terbangun.
"Aduuuh sakit banget, tidur sama dia lebih serem dari pada ketemu hantu" adit merancau dan memegangi badan nya yang kesakitan. Ia naik lagi ke ranjang.
"Awas ya kamu nendang aku lagi" katanya pada icha yang sedang tidur. Ia mendorong tubuh icha mendekati tembok karena kesal. Adit mencoba memejamkan mata nya kembali.
Icha terbagun dengan fresh karena tidur nya nyenyak sekali. Ia terkejut melihat adit tidur di samping nya. Ia mengingat kejadian semalam tiba tiba adit masuk kedalam kamar nya.
"Bangun mas udah pagi" icha menggoyangkan tubuh adit.
"Hmmm ngantuk" kata adit lalu meringkuk kembali.
"Nanti tidak dapat subuh. Bukanya mas adit shift pagi." Kata icha mengingatkan. adit membuka matanya pelan lalu bangun dengan setengah sadar.
__ADS_1
"Kenapa sih mas adit terlihat capek sekali" tanya icha
"Tanya sama tembok" jawab adit kesal lalu keluar dari kamar icha. Icha sangat binggung dengan kelakuan suaminya. Badan adit sakit sakit pagi itu beberapa kali ia berkacak pinggang. Adit menuju meja makan lalu meminum kopi nya yang masih panas. Ia melihat icha yang sedang memunggunginya.
"Buat sarapan apa?" Tanya nya.
"Roti ya. Mas adit kan buru buru. Aku juga binggung mau masak apa" kata icha lalu menaruh roti dan selai di meja makan.
"Kamu kalau tidur suka kungfu gitu ya" tanya adit
"Memang nya aku kemarin kungfu?" Tanya icha dengan polos, ia tidak tahu kalau sudah membuat adit jatuh dari ranjang.
"Nggak lihat ini badan ku memar memar karena kamu tendang" kata adit kesal.
"Ohhh kan aku tidak sadar. Siapa suruh tidur sama aku" jawab nya enteng sambil menahan tawa karena berhasil membuat adit sebal.
"Kalau dirumah bajunya harus panjang panjang gitu ya?" Adit melihat icha keluar kamar sudah tidak mengenakan jilbab, namun baju icha selalu panjang.
"Ya mungkin" adit tersenyum nakal.
"Dasar mesum" kata icha kesal lalu pergi meninggalkan adit.
***
Adit sarapan di ruang istirahat dokter dengan bobi. Kebetulan bobi habis jaga shift malam.
"Tumben makan nasi bungkus di rumah sakit" tanya bobi penuh selidik.
__ADS_1
"Iya aku kesiangan. Icha juga tidak masak. Jadi cuma makan roti" jawab nya.
"Wajah mu seperti capek banget. Habis main ya semalam" goda bobi.
"Iya main kunfu sampek badan ku babak belur di tendang icha" adit menjelaskan dengan berapi api.
"Hahaha kok bisa" tanya bobi penasaran.
"Suka ngigau dia. Lagi nendang pencuri eh malah aku yang kena getah nya" bobi tertawa mendengar cerita sahabatnya itu.
"Dok sebentar lagi datang pasien kecelakaan 5 orang" kata salsa yang saat itu berjaga dengan adit.
"Ok. Jangan pulang dulu bob. Bantuin. Kamu juga ya renata" kata adit lalu mereka bersiap siap.
Keadaan igd sangat ruwet pagi itu. Karena banyak pasien dan ada 5 pasien kecelakaan. 1 pasien harus dilarikan segera ke kamar operasi. Bobi dan renata yang telat pulang akhirnya ikut membantu team adit. Syukurlah sekitar jam 11 keruwetan itu berkurang adit meminta bobi dan renata untuk pulang karena adit tau mereka berjaga dari tadi malam.
"Kalian pulang saja tidak apa apa. Mkasih ya sudah dibantu" kata adit
"Kan memang tugas kita saling membantu. Iya kan dokter bobi" jawab renata. Bobi pun mengangguk. Mereka akhirnya pulang dan tersisa adit, salsa, bella dan rina.
"Dokter terlihat sangat capek ya" tanya salsa yang sedari tadi memperhatikan adit
"Iya capek. Sini pijitin" adit menunjukan pundak nya yang pegal.
"Yee enak saja. Eh dok. Tadi renata pulang telat tu ingin melihat dokter lebih lama lo. Kayak nya dia suka deh sama dokter adit" adit tersedak mendengar celotehan salsa.
"Ngawur kamu sa. Dia sudah punya suami dan anak" kata adit tertawa.
__ADS_1
"Denger denger rumah tangga nya lagi diambang dok. Sepertinya dia lagi mencari lelaki untuk bersandar" kata salsa serius
"Ngaco ngaco. Kamu tuh segera cari pasangan hidup. Jangan urusin pasangan orang terus" kata adit masih tertawa. Renata memang sengaja pulang telat agar bisa berlama lama memandang adit. Dia merasa memiliki kenyamanan ada di dekat adit. Dan ia membutuhkan sosok seperti adit. Adit sebenarnya sedikit merasakan keanehan pada renata yang sering chat hal hal yang perhatian ke adit yang seharusnya tidak dilakukan seorang istri. Mungkin ketika icha berlaku demikian kepada suami orang adit juga tidak akan menyukainya.