
Tiga tahun kemudian
Kini umur An Ling telah berusia sepuluh tahun dan kultivasinya sekarang berada di ranah Zhongdeng level delapan
Sementara itu Xiao Yu yang merupakan adik angkatnya telah berusia tiga tahun dan sudah bisa membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring menyapu lantai dan sebagainya
Akan tetapi karena Xiao Yu masih kecil, Ling Yu menyuruhnya agar tidak terlalu capek dalam membantunya
Seperti biasa di pagi hari An Ling akan pergi ke hutan spirit beast untuk membunuh setidaknya satu ekor spirit beast sebagai latihannya
Langkah angin yang telah diajarkan Ling Yu kepadanya pun meningkat ke tingkat dua dan kecepatannya pun bertambah.
Bahkan An Ling hampir unggul ketika balapan menggunakan langkah angin dengan Ling Yu walaupun Ling Yu tidak menggunakan kekuatan penuhnya
"huhhh seperti biasa aku hanya menemukan spirit beast berumur puluhan tahun!" ucap An Ling kepada dirinya sendiri
Kala itu Xiao Han tengah memancing di tepi air terjun seperti biasanya. Seketika dia merasakan aura yang sangat kuat sedang menuju rumahnya dengan sangat cepat
Xiao Han pun segera melesat ke rumahnya dan membuat Aray pelindung yang melindunginya dan juga anak dan istrinya
"Duarrrr!!!" Sebuah ledakan terdengar oleh An Ling dari arah rumahnya. An Ling pun segera pulang ke rumahnya tanpa berpikir panjang
"Ha ha ha sudah lama tidak bertemu dewa obat!" Tawa seorang kakek tua berambut dan berjenggot putih dari atas rumahnya yang telah hancur lebur akibat serangan barusan
Kakek tua itu terlihat melayang di angkasa menggunakan sayap seperti seekor burung
"Kauuu...!!" Geram Xiao Han
"... Siapa yaaa!?" Sambungnya sambil mengusap usap kepalanya
Kakek tua itu merasa sangat di permainkan oleh Xiao Han. Dia pun marah dan langsung menyerang Xiao Han menggunakan jurus yang sama seperti yang dia gunakan sebelumnya
Serangan itu hanya gertakan dari kakek tua itu yang merupakan salah satu tetua dari sebuah sekte suci dari barat yang bernama sekte cahaya agung. Kakek itu bernama Lu Ye
Dengan menggunakan array yang sama Xiao Han menangkis serangan yang di luncurkan oleh kakek tua itu
"Jangan ganggu keluargaku!!" Teriak An Ling sambil menghunuskan pedangnya ke arah kakek itu dengan menggunakan langkah angin miliknya
__ADS_1
"Tidak An Ling!!" Teriak Ling Yu yang sedang berdiri di belakang Xiao Han sambil melindungi Xiao Yu
An Ling pun terpental karena menyerang tetua Lu Ye yang berada di ranah surgawi level lima sama seperti Xiao Han dan Ling Yu
Lalu dengan menggunakan langkah angin, Ling Yu pun menangkap An Ling yang terpental sedikit jauh dari tempat tetua Lu Ye berdiri
"Buwahaha sekelompok keluarga sampah!!" Ucap tetua Lu Ye dengan sombongnya
"Sebentar lagi pasukan sekte cahaya agung akan segera datang ke tempat ini!" Sambung tetua Lu Ye sambil tertawa
"Cihhh" Ling Yu lalu menyuruh An Ling bersama dengan adiknya Xiao Yu agar bersembunyi di dalam hutan spirit beast
An Ling pun dengan perasaan yang sangat sedih menggendong adiknya berlari masuk ke dalam hutan spirit beast
"Mama..." Tangisan Xiao Yu yang enggan berpisah dengan ibunya Ling Yu
An Ling mempercepat langkahnya hingga menemukan sebuah gua yang ada di tepi jurang di dalam hutan spirit beast. An Ling masuk ke dalam gua dan langsung menutupnya menggunakan sebuah array yang sudah diajarkan ayahnya kepadanya
Xiao Yu yang ketakutan kemudian memeluk An Ling dengan sangat erat. Wajar saja seorang anak berusia tiga tahun tiba tiba di kejar oleh pasukan yang sudah berada di ranah Bumi
Begitu juga dengan An Ling. Walaupun dia sangat berbakat namun tingkat kultivasi dan pengalaman bertarung mereka sangatlah terpaut jauh
Pertempuran mereka sangatlah sengit hingga mengundang beberapa petir legendaris yang menyambar di sekitar mereka
Situasi Xiao Han dan Ling Yu sebenarnya sudah sangat mendukung dan hampir mengalahkan tetua Lu Ye. Akan tetapi bala bantuan dari sekte cahaya agung datang di waktu yang tepat
Mereka adalah tetua Xue Jing yang berada di ranah surgawi level lima dan juga ketua tetua dari sekte cahaya Leng Chen yang berada di ranah surgawi level tujuh
Dengan datangnya dua tetua dari sekte cahaya, Xiao Han dan Ling Yu hanya bisa menggunakan kekuatan terakhir mereka yang bisa menghancurkan satu kerajaan dalam sekali serang
Akan tetapi jika mereka menggunakan kekuatan itu, mereka akan kehilangan nyawa mereka
"Kau siap istriku..!?" Tanya Xiao Han kepada Ling Yu
"Selama anak kita bisa terus hidup, aku rela mengorbankan nyawaku sekali pun!" Jawab Ling Yu yang sudah bersiap menggunakan jurus terakhir mereka
Jurus mereka berdua itu adalah gabungan dari Medan api milik Ling Yu dan lembah racun milik Xiao Han
__ADS_1
Medan api milik Ling Yu adalah jurus yang bisa membakar hangus semua yang berada di areanya yang bisa mencapai satu kilometer
Ditambah dengan lembah beracun milik Xiao Han yang dapat membuat semua yang ada di dalam area lembah racun miliknya mati membusuk hingga hanya tersisa tulang tulangnya saja
Xiao Han memuntahkan darah dari tubuhnya begitu juga dengan Ling Yu setelah mengeluarkan jurus terhebat mereka
Akan tetapi kedua tetua dari sekte cahaya agung berhasil selamat karena telah menggunakan perlengkapan yang memang sengaja dipakai oleh mereka untuk melawan Xiao Han yang juga dijuluki sebagai dewa racun
Namun, walaupun mereka telah menyiapkannya matang matang mereka tetap saja kewalahan karena menahan serangan Xiao Han dan Ling Yu secara langsung
"Hehh... sepertinya aku gagal melindungi kalian!?" Ucap Xiao Han sambil menahan dirinya agar tidak ambruk akibat sudah kehabisan tenaga
Tetua Xue Jing dan tetua Leng Chen berjalan ke arah Xiao Han berdiri lalu menusukkan pedang miliknya ke tubuh Xiao Han
Xiao Han pun tergeletak di atas tanah di dekat air terjun yang sekarang sudah menjadi air terjun lahar yang sangat panas
Tetua Xue Jing pun membawa Ling Yu yang sudah tak sadarkan diri yang terbaring di samping Xiao Han bersamanya kembali ke sekte cahaya agung yang berada di barat
Perasaan An Ling terasa sangat tidak enak. Dia tidak bisa berdiam diri di dalam gua menunggu pertempuran berakhir sambil memikirkan yang aneh aneh
An Ling berdiri dan menyuruh Xiao Yu agar tetap tinggal di dalam gua menunggu An Ling kembali menjemputnya namun Xiao Yu sangat ketakutan dan bersikeras untuk ikut dengan An Ling
Lalu An Ling menggunakan tanaman herbal yang bisa membuat orang tertidur kepada Xiao Yu agar Xiao Yu bisa tetap tinggal di dalam gua
Lalu An Ling menidurkannya di atas sebuah batu yang terletak tidak jauh dari tempatnya duduk di dalam gua
"Ayahhhh ibuuu tunggu aku... Aku pasti akan menyelamatkan kalian!!" Ucap An Ling di dalam hatinya
An Ling pun segera kembali ke rumahnya menggunakan langkah angin
Begitu terkejutnya An Ling ketika melihat rumah tempat kelahirannya telah menjadi lautan lahar
An Ling menangis sambil berlari memanggil ayah dan ibunya
"Uhuk uhuk!!"
An Ling mendengar suara seseorang dari dekat air terjun yang telah menjadi air terjun lahar
__ADS_1
"Ayahhhh!!!" Teriak An Ling sambil berlari menghampiri ayahnya yang sudah sekarat
An Ling menangis sambil mengeluarkan beberapa pil dari dalam cincin penyimpanannya dan berharap bisa menyelamatkan ayahnya