Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 44


__ADS_3

An Ling pun segera mengajak Jie Yu untuk segera pergi agar mereka bisa mempersiapkan diri


setelah An Ling membalikkan badannya, Ratu Jie Han tiba tiba teringat jika belum lama ini dia mendapat surat dari keluarga Gue yang berisikan, bahwasanya Ratu Jie Han di suruh menjadi saksi mata di pertarungan antara An Ling dan Gue Jin Tong


"tunggu sebentar!" Ratu Jie Han menyuruh An Ling untuk tidak pergi terlebih dahulu karena dia akan memberikan sebuah surat kepada An Ling


"kemarilah!" Ratu Jie Han menyuruh An Ling untuk mendekatinya. tanpa basa basi An Ling langsung berjalan menghampiri Ratu Jie Han di singgasananya


"lihat ini!" Ratu Jie Han memberikan surat kepada An Ling agar An Ling membacanya sendiri


surat dari keluarga Gue, yang berisikan permintaan mereka agar Ratu Jie Han menjadi saksi mata di pertandingan An Ling besok


"ohh maaf Ra_ e_ ibunda! tadi siang ada seseorang yang menantang ku di restoran ketika kami sedang makan!" An Ling lalu menjelaskan kepada Ratu Jie Han tentang kejadian yang sebenarnya terjadi


"tidak apa apa! mungkin kau harus memperlihatkan kekuatan dari seorang calon menantu sang Ratu ini!" bukannya memarahi An Ling, Ratu Jie Han malahan membela An Ling bahkan menyuruhnya untuk memberitahu semua siapa yang pantas menjadi menantu sang Ratu


"baiklah ibunda! terimakasih!" An Ling mengucapkan terima kasih kepada sang Ratu. hatinya merasa sangat lega karena Ratu bahkan tidak memarahinya sama sekali


"kalau begitu, kami pamit dulu!" An Ling pun meminta ijin pamit kepada sang Ratu karena hari juga sudah mulai gelap


"ayo sayang!" An Ling langsung menggandeng tangan Jie Yu dan pergi meninggalkan ruangan singgasana ratu


Jie Yu masih terpikirkan tentang pembicaraan An Ling dan ibundanya barusan. juga mengenai pria bernama Xiao Han yang dia dengar adalah ayah dari An Ling


"emm... sayang sayang! e_!" Jie Yu hendak menanyakan apa yang sedang mengganjal di hatinya akan tetapi An Ling tiba tiba saja memotong pembicaraannya


"sudahlah! besok kau juga akan mengerti!" An Ling seperti sudah paham apa yang akan di katakan oleh Jie Yu. karena An Ling belum ingin Jie Yu mengetahuinya, dia langsung memotong pembicaraannya sebelum Jie Yu selesai bicara

__ADS_1


Jie Yu tidak bisa memaksa An Ling sebab latar belakang keluarga adalah sebuah privasi untuk setiap orang kecuali setelah mereka menikah


setelah seseorang sudah resmi menikah, maka mereka wajib memberitahu kepada pasangannya tentang latar belakang keluarga yang sesungguhnya


walaupun sedikit kecewa, Jie Yu tetap tersenyum manis karena latar belakang keluarga tidaklah penting baginya. yang terpenting baginya saat ini adalah membantu An Ling agar segera naik menjadi kaisar spiritual agar mereka bisa segera menikah. setelah itu Jie Yu bisa puas menanyakan latar belakang keluarga An Ling


setelah berjalan beberapa saat, mereka berdua akhirnya sampai di depan pintu kamar Jie Yu. An Ling mengucapkan selamat tinggal dan selamat malam kepada Jie Yu. tidak lupa, An Ling juga mengecup keningnya


walaupun dalam hati Jie Yu tidak ingin jauh jauh dari An Ling, akan tetapi An Ling juga membutuhkan waktu untuk sendiri begitu juga dengan An Ling. sebenarnya An Ling tidak ingin jauh jauh dari Jie Yu namun mereka belum resmi menikah, An Ling takut mengecewakan Ratu Jie Han dan menurunkan reputasi keluarga kerajaan


mereka berdua saling melambaikan tangan sebagai salam perpisahan. An Ling berjalan menjauh meninggalkan kamar Jie Yu, menuju pintu gerbang, dan bergegas untuk kembali ke penginapan


disana, teman temannya pasti sudah menunggu kedatangannya. sebab mereka semua pasti ingin secepatnya membahas kepergian mereka ke pulau tangan dewa


sesampainya An Ling di penginapan, dia tanpa mengetuk pintu langsung menerobos masuk ke dalam penginapan. dia sangat terkejut karena apa yang terjadi di penginapan tidak sesuai dengan apa yang sudah dia bayangkan


ternyata lampu penerangan sudah dimatikan, yang ada hanya lampu tidur berwarna oranye yang menyala di setiap kamar


entah kenapa, sejak pertama kali bergabung di dalam tim dan masuk ke penginapan, An Ling sangat suka tidur di atas sofa. padahal kapten Chu Leng sudah menyiapkan kamar yang sempurna untuk An Ling


An Ling pun berbaring di sofa, menatap langit langit rumah dan mulai memejamkan matanya dengan perlahan. akhirnya dia pun terlelap. Kini suasana dalam penginapan sangatlah sunyi. yang terdengar hanyalah suara jangkrik dan juga cicak yang saling bersahutan


pagi pun tiba, semua orang terbangun dari tidurnya secara bergantian. yang pertama keluar dari kamar adalah Yu Nie seperti biasanya, ke dua adalah Xiao Chu, ketiga kapten Chu Leng dan yang ke empat adalah Zao Hua sedangkan An Ling masih tertidur sangat pulas


mereka berempat bergantian untuk mandi karena kamar mandi yang hanya ada satu di dalam penginapan


seperti biasa, yang pertama memasuki kamar mandi untuk mandi adalah Yu Nie. sebab peraturan sudah di tetapkan. siapapun yang pertama kali keluar dari kamarnya, dialah orang pertama yang akan memasuki kamar mandi

__ADS_1


beberapa saat kemudian, mereka semua telah mandi. badan mereka yang bau keringat kini telah berubah menjadi bau harum dari sabun yang mereka pakai


hari ini mereka memutuskan untuk mendiskusikan lagi tentang keberangkatan mereka ke pulau tangan dewa


ketika tengah berjalan menuju ruang tamu, tiba tiba saja terdengar suara dengkuran yang sangat keras


"ngroookk..., fiuuu..., ngroookk..., fiuuuu...,!" suara dengkuran itu ternyata adalah An Ling yang tengah tertidur sangat pulas


mereka semua tertawa terbahak bahak setelah mendengar suara dengkuran An Ling yang menurut mereka itu sangatlah lucu


setelah mereka puas tertawa, mereka berdua tiba tiba saja teringat kejadian beberapa hari yang lalu


langkah mereka pun terhenti, mereka semua mematung dan saling menatap satu sama lain. dipikiran mereka semua hanya ada suatu kejadian yang sangat menakutkan bagi mereka


"kapten, sebaiknya kau beri kami semua contoh pemimpin yang baik!" ucap Zao Hua menyuruh kapten Chu Leng agar segera membangunkan An Ling


"tidak tidak! sebagai kapten, aku berhak menyuruh salah satu anak buahku untuk membangunnya! Xiao Chu, cepatlah!" kapten Chu Leng enggan membangunkan An Ling dan malah dia menyuruh Xiao Chu untuk segera membangunkan An Ling dengan alasan dia adalah seorang kapten dan berhak untuk menyuruh anak buahnya


"apa?! lalu bagaimana jika kejadian di masa lalu yang sangat menyeramkan itu terulang? kau ingin aku mati muda?" Xiao Chu juga enggan untuk membangunkan An Ling. baginya, kejadian di masa lalu itu adalah mimpi buruk yang sangat menakutkan. mengingatnya pun bisa membuat Xiao Chu mendadak lemas


mereka bertiga pun menatap Yu Nie dengan mata yang berbinar. dengan penuh harapan mereka berharap jika Yu Nie menjadi pahlawan bagi mereka


"haishh, kalian para laki laki, bisa bisanya membiarkan seorang wanita mengatasi masalah!" Yu Nie hanya mengkerutkan keningnya melihat tingkah teman temannya yang seperti itu


Yu Nie pun dengan berat hati berjalan mendekati An Ling untuk segera membangunnya


Yu Nie menowel nowel kaki An Ling dengan perlahan untuk mengantisipasi kejadian yang sangat mengerikan di masa lalu

__ADS_1


"hei An Ling! bangunlah! An Ling!" karena tak kunjung bangun juga, Yu Nie pun menyebut nama An Ling dengan harapan dia akan segera bangun


cukup lama Yu Nie menowel nowel sambil memanggil namanya. akan tetapi An Ling tak kunjung bangun juga. Yu Nie merasa sangat geram. kesabarannya kini sudah habis. dia pun berteriak dengan sangat kencang agar An Ling segera terbangun


__ADS_2