
Kedua Spirit Weapon saling bertemu. Hingga membuat percikan-percikan api ketika kedua Spirit Weapon itu saling bertabrakan
Ting...!!, Tang...!!, Ting...!!,
Tombak panjang dan pedang yang sangat keras saling beradu kekuatan. Kondisi mereka berdua masih sangat stabil sebelum pada akhirnya ketua Bajak Laut itu mengeluarkan jurusnya yang pertama
"Tidak buruk untuk orang biasa sepertimu. Lalu, kita lihat apakah kau bisa menahan jurusku yang satu ini!, Hiyakkk...!!, " Ucap ketua Bajak Laut dengan sangat angkuh
Dia mengerahkan jurus pertamanya untuk menyerang kapten Chu Leng. "Terimalah ini...!!, ". Seketika, bola-bola air yang sangat kuat muncul disekitar ketua Bajak Laut. Dengan cepat ketua Bajak Laut itu langsung menyerang kapten Chu Leng dengan bola-bola air miliknya
Kapten Chu Leng menyadari setiap arah dari bola-bola air yang datang kepadanya. Walaupun sangat kuat, akan tetapi kecepatannya sangat lambat
Kapten Chu Leng hanya menangkisnya menggunakan tombak miliknya. Alhasil, semua bola-bola air itu tidak ada satupun yang dapat melukainya bahkan menyentuh tubuhnya yang kekar
"Cihh, kau pikir aku akan kalah dengan jurus tingkat rendah milikmu!?, " Setelah melihat jurus milik ketua Bajak Laut itu yang ternyata adalah berelemen air, kapten Chu Leng tambah percaya diri karena air akan kalah ketika melawan tanah. Walaupun sangat kuat namun, damage serangan yang diterima hanya setengahnya saja
"Sekarang giliran ku, terimalah ini!, Hiyakkk...!!, " Kapten Chu Leng segera membalas menyerang ketua Bajak Laut itu
Dia memfokuskan pikirannya, mengalirkan kekuatan spiritualnya kedalam tombak panjang yang dia pegang menggunakan kedua tangannya
Kapten Chu Leng lalu melompat ke arah ketua Bajak Laut itu dengan sangat cepat dan penuh percaya diri
Serangan yang sangat kuat diterima langsung oleh ketua Bajak Laut yang menyebabkan ledakan yang sangat kuat juga diatas kapal mereka
Kapten Chu Leng tersenyum puas ketika mengira ketua Bajak Laut itu tidak bisa menahan serangannya dan berkata, "Cihh, hanya segitu kemampuan mu?, "
Sebelum asap tebal menghilang sepenuhnya dari tempat dia menyerang ketua Bajak Laut, suara tawa jahat terdengar oleh kedua telinga kapten Chu Leng
"Buwahaha, hanya segitu saja kemampuanmu?!, " Suara tawa jahat itu ternyata adalah ketua Bajak Laut yang terlihat masih dalam kondisi yang sangat aman
Kapten Chu Leng tidak menyangka jika serangannya yang tepat mengenai sasaran itu tidak menimbulkan efek apapun kepada ketua Bajak Laut
"Sekarang biar aku tunjukkan kekuatan yang sebenarnya!, " Ucap ketua Bajak Laut dengan sangat angkuh
Kali ini, ketua Bajak Laut itu akan segera menyerang kapten Chu Leng menggunakan jurus keduanya
__ADS_1
Dia memusatkan seluruh energi ke sekitar tubuhnya. Terlihat bentuk kepala naga yang terbuat dari kumpulan air yang memadat yang ukurannya sebesar tubuhnya
Ketua Bajak Laut itu berteriak dengan keras dan langsung menyerang kapten Chu Leng yang terlihat agak panik dan belum ada persiapan
Swushhh...!!,
Kepala naga itu melesat ke arah kapten Chu Leng dengan sangat cepat
Kapten Chu Leng segera memutar tombaknya menggunakan kedua tangannya, menahan serangan yang datang ke arahnya
Ketua Bajak Laut itu sangat diuntungkan dengan kondisi tempat ini yang merupakan lautan luas tanpa adanya tanah atau debu sama sekali
Hal itu membuat kapten Chu Leng tidak bisa menggunakan kekuatan spiritualnya dengan maksimal sehingga, pertahanannya berhasil dirobohkan oleh serangan kedua, ketua Bajak Laut
Kapten Chu Leng terpental hingga lima meter jauhnya. Tubuhnya menghantam dinding kapal yang membuatnya memuntahkan seteguk darah dari dalam tubuhnya
Darah segar keluar dari mulut kapten Chu Leng sehingga membuatnya terbaring kehabisan tenaga
Di sisi lain, An Ling dan Xiao Chu sudah hampir menghabisi anak buah Bajak Laut yang berdatangan. Mereka menyadari jika kapten Chu Leng sudah terbaring tidak sadarkan diri
Mereka berdua lalu membawa Yu Nie dan Zao Hua pergi ke tempat kapten Chu Leng dan membaringkannya berdampingan dengan sang kapten
"Xiao Chu, ku serahkan tikus-tikus itu padamu!, " Perintah An Ling yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi kepada Xiao Chu
Xiao Chu mengangguk dan dengan cepat menghadang anak buah Bajak Laut yang masih berdatangan
Sedangkan An Ling akan menghadapi ketua Bajak Laut yang sudah membuatnya sangat geram. Dia menatap tajam ke arah wajah ketua Bajak Laut itu, mengingat ingat seluruh lekukan di wajahnya
Sang ketua Bajak Laut tersenyum puas melihat ekspresi An Ling yang sudah sangat dingin itu. Tatapan membunuh An Ling terlihat sangat lucu baginya
"Buwahaha, kapten mu sudah aku kalahkan. Bagaimana apakah kau akan menjadi anak baik dan menyerahkan barang-barangmu dengan senang hati?, "
Mendengar ucapan dari ketua Bajak Laut itu yang tengah memprovokasinya, An Ling mencoba untuk menenangkan pikirannya. Kali ini dia harus benar-benar menyembunyikan kekuatannya. Jangan sampai orang luar tahu akan dirinya yang sesungguhnya
Yang An Ling takutkan adalah, jika orang-orang dari Sekte Cahaya Agung mengetahuinya, di kedepannya An Ling akan sulit untuk membalas dendam kepada mereka
__ADS_1
An Ling lalu tersenyum dingin membalikkan provokasi dari ketua Bajak Laut itu agar orang itu yang terprovokasi, bukan An Ling
"Jika kau memiliki kemampuan, maka majulah!, " Ucap An Ling dengan wajahnya yang dingin
Tak disangka, satu ucapan kalimat itu berhasil memprovokasi ketua Bajak Laut yang merasa dirinya sangat hebat
Dia menggerakkan giginya dan langsung menyerang An Ling menggunakan pedangnya. Dia mengincar leher An Ling dengan sekuat tenaga
Dia merasa jika tebasan dari pedangnya telah mengenai dan memisahkan kepala An Ling dari tubuhnya. Akan tetapi, entah mengapa tubuh An Ling masih utuh, bahkan An Ling tidak mempunyai bekas luka sama sekali
An Ling tersenyum dengan tatapan dinginnya lalu melontarkan kata-kata lagi agar ketua Bajak Laut itu lebih terprovokasi
"Apa hanya segitu kemampuan bertarung dari ketua Bajak Laut yang sangat hebat?, " Ucap An Ling
Ketua Bajak Laut itu semakin terprovokasi dengan ucapan An Ling. Wajahnya sudah terlihat semakin geram
Dia menebas An Ling secara brutal hendak mengakhiri pertarungan mereka dan membunuh An Ling dengan pedangnya
Sudah lebih dari puluhan tebasan dilontarkan oleh Sang ketua Bajak Laut. Akan tetapi, An Ling masih bisa menghindari setiap serangannya
Emosinya kini sudah sangat memuncak. Dia berteriak dengan penuh amarah hendak mengeluarkan jurus terkuatnya
Ketua Bajak Laut itu memusatkan seluruh kekuatan spiritualnya ke sekitarnya
Sebuah naga dengan bentuk yang sempurna terbuat dari kumpulan air yang memadat. Terbang melingkar mengelilingi ketua Bajak Laut
"Kau benar-benar membuatku marah. Aku akan membunuhmu dengan serangan terkuatku!, " Ucap ketua Bajak Laut dengan sangat geram
"Tidak ada yang bisa bertahan dari serangan terkuatku sebelumnya!, " Sambungnya
Ketua Bajak Laut itu langsung mengarahkan naga airnya ke arah An Ling dengan sekuat tenaga
An Ling yang melihat jurus dari ketua Bajak Laut itu sangat lemah hanya berdiri ditempat semulanya tanpa perlindungan apapun
"Buwahaha, benar-benar anak yang tangguh. Kau bahkan berani menerima serangan terkuatku tanpa pertahanan sama sekali!, " Ucap ketua Bajak Laut dengan perasaan yang sangat puas diikuti dengan tawa jahat khas para Bajak Laut
__ADS_1