
An Ling sudah berada dibelakang Tetua Leng Chen. Menghunuskan pedang tepat di punggungnya, "Apa itu terlalu penting buatmu?!, ". Ekspresi An Ling terlihat sangat mengerikan. Tatapan membunuhnya membuat seluruh Tetua Sekte Cahaya Agung berkeringat dingin. Aura mengerikan yang dikeluarkannya membuat mereka semua gemetaran
"Biarkan aku mengambil Buah Murbai Membara. Mungkin aku akan mengampuni kalian semua!!, " An Ling mengancam mereka semua
Tetua Xue Jing menggerakkan giginya, "Be, beraninya kau mengancam kami. Apa kau tahu siapa kami?!, "
"Sekte Cahaya Agung, sekumpulan sampah yang memuja Dewa. Aku tidak akan mengampuni kalian yang sudah membunuh kedua orangtuaku!!, "
Mereka semua tidak menyangka jika An Ling mengetahui identitas mereka. Tetua Leng Chen mengkerutkan keningnya, "Apa hubungannya kami dengan orangtuamu?!, "
"Hahaha..., Sepuluh tahun yang lalu, di dekat air terjun di Benua Kegelapan!!, "
Jawaban An Ling sontak membuat Tetua Leng Chen dan Tetua Xue Jing terkejut, "Ka, kau..., Anak dari wanita jal*ng itu._, "
Belum selesai Tetua Leng Chen berbicara, An Ling segera menebas lehernya hingga kepalanya menggelinding kearah Tetua Xue Jing
"Kau, beraninya kau!!, " Geram Tetua Xue Jing
Tetua Xue Jing dengan cepat melesat kearah An Ling dengan menghunuskan pedangnya
Dua buah Spirit Weapon saling bertabrakan. Tekanan yang sangat kuat juga terjadi disekitar pertarungan mereka
Tetua yang lain segera membantu Tetua Xue Jing bertarung dengan An Ling. Mereka menembakkan Meteor Api yang sangat banyak jumlahnya kepada An Ling
Dengan naluri bertarungnya, An Ling menghindari setiap Bola-bola Api yang terbang kearahnya
Serangan itu melesat dan mengenai bebatuan yang menutupi pintu masuk goa, "Cihh, dasar sekelompok semut!!, " An Ling segera mengeluarkan jurusnya, "LANGKAH KEMATIAN!!, "
Dua orang tetua yang menembakkan Meteor Api hangus terbakar oleh panasnya Api Hitam milik An Ling diiringi dengan teriakan histeris mereka
Melihat teman-temannya yang sudah tak tersisa lagi, Tetua Xue Jing merasa sangat jengkel, "Beraninya kau. Aku akan membunuhmu untuk membalaskan dendam teman-temanku!!, "
An Ling tersenyum sinis mendengar ucapan Tetua Xue Jing, "Lebih baik kau pikirkan kembali ucapanmu itu. Yang akan membalas dendam adalah aku!!, "
Tetua Xue Jing menggertakan giginya. Amarahnya sudah memuncak sampai ubun-ubun, Terimalah ini!!, "
Dengan pedangnya yang mengkilat, Tetua Xue Jing memusatkan energi api kedalamnya hingga terlihat aura-aura berwarna putih terang disekitar pedang
TEBASAN PEDANG LANGIT
Diiringi dengan teriakan, Tetua Xue Jing menghunuskan pedangnya kearah An Ling disertai dengan tebasan yang kecepatannya tidak bisa dibayangkan
__ADS_1
An Ling menghindari setiap tebasan pedang Tetua Xue Jing. Kecepatannya bahkan tidak sebanding dengan milik ibunya yang sudah melatihnya di masa lalu
Tetua Xue Jing mengkerutkan keningnya lalu berbicara dalam batin, "Sialan, jika energiku belum kuhabiskan untuk mengalahkan binatang rendahan itu, aku tidak akan kalah darinya!!, "
Melihat Tetua Xue Jing memasang ekspresi cemas, An Ling segera memprovokasinya, "Hanya segitu kemampuanmu?, "
Tetua Xue Jing menggertakan giginya, "Kecepatanmu memang sangat luar biasa. Tapi, bisakah kau menahan seranganku yang kedua?!, "
Pedang panjang yang mengkilat milik Tetua Xue Jing perlahan memudar. Energi api yang sangat dahsyat beralih di tangan kanannya
TAPAK MEMBARA
Diiringi teriakan, Tetua Xue Jing melesat kearah An Ling dengan telapak tangan yang terbuka dan dirapatkan juga dikelilingi oleh Api Suci
Hawa yang sangat panas dirasakan oleh An Ling. Dia tersenyum pahit, "Sangat lambat!!, "
An Ling menghindari serangan Tetua Xue Jing dengan sangat mudah. Akan tetapi, Tetua Xue Jing sama sekali tidak menghentikan serangannya. Dia terus melesat hingga keluar dari goa
Tujuan sebenarnya Tetua Xue Jing adalah, pergi meninggalkan An Ling dan kembali ke Sekte Cahaya Agung. Dia paham, dengan kekuatannya yang sekarang tidaklah mungkin baginya untuk mengalahkan An Ling
"Hahaha, dasar bodoh!!, " Teriak Tetua Xue Jing diiringi dengan tawa jahatnya
Tatapan An Ling berubah seketika, dengan Langkah Anginnya dia mengejar Tetua Xue Jing. Akan tetapi, dia tidak melihat sama sekali kemana perginya Tetua dari Sekte Cahaya Agung itu
"Sudahlah, setidaknya aku berhasil mendapatkan Buah Murbai Membara!!, " An Ling menutup kembali Auranya. Dia lalu berjalan memasuki goa untuk memetik Buah Murbai Membara yang masih berada didalam goa
Musang Iblis tiba-tiba saja membuka matanya. Kekuatannya sudah terkuras habis sejak pertarungan melawan tujuh tetua. Bahkan untuk menggerakkan tubuhnya dia tidak bisa
An Ling merasa kasihan dengan Spirit Beast itu. Dia menempelkan telapak tangannya tepat di kening Musang Iblis lalu menyalurkan energi kedalam tubuh Musang Iblis
Roarrr!!!, Musang Iblis mengaum sangat keras setelah energinya terisi penuh
"Hei-hei, tenanglah kawan, " An Ling mengusap-usap bulu halus Musang Iblis seperti sedang mengelus hewan peliharaannya
Sontak tingkah laku Musang Iblis berubah menjadi sangat imut. Dia melompat-lompat seperti anak anjing yang sedang bermain dengan tuanya
"Ohh iya. Aku membutuhkan Buah Murbai Membara, apa aku boleh mengambilnya?, " Tanya An Ling
Musang Iblis mengangguk-angguk dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat senang
Kedua mata An Ling berbinar, dia sama sekali tidak menyangka Musang Iblis akan membiarkan dirinya mengambil Buah Murbai Membara secara cuma-cuma. Tanpa pikir panjang lagi, An Ling langsung memetik Buah Murbai Membara yang masih tergantung di tangkainya yang hanya berukuran sepuluh centimeter
__ADS_1
"Bagus, dengan ini aku bisa membuat Pil YinYang!!, " Ucap An Ling tersenyum puas. "Sebagai tanda terimakasihku, aku akan membantumu berevolusi menjadi Spirit God Beast!!, "
Sontak kedua mata Musang Iblis berbinar, tubuhnya dipenuhi dengan semangat yang membara. Dia kembali melompat-lompat seperti anak anjing
An Ling kembali menempelkan telapak tangannya yang terbuka lebar di kening Musang Iblis. Mereka berdua memejamkan matanya
Kekuatan mulai mengalir dari dalam tubuh An Ling melalui tangannya, menuju kedalam tubuh Musang Iblis
Setengah jam telah berlalu, An Ling mulai merasa jika tenaganya telah terserap habis. Dia tersenyum pahit, "Cihh, tak kusangka dengan kekuatan penuhku Musang Iblis belum dapat berevolusi?!, "
An Ling menelan dua butir pil penambah stamina sekaligus. Energi yang sangat kuat bergejolak didalam tubuhnya hingga dia memuntahkan seteguk darah
Energi yang berada didalam tubuh Musang Iblis juga mulai bergejolak. Tinggal satu langkah lagi maka Musang Iblis akan berevolusi menjadi Spirit God Beast
"Bertahanlah sebentar lagi, tubuhku!!, " Rintih An Ling
Tatapan An Ling berubah menjadi sangat tajam. Keningnya sudah dipenuhi dengan keringat dingin. An Ling hampir kehilangan kesadarannya. Tubuhnya mulai goyah
Perlahan kesadarannya juga mulai memudar, "Kumohon bertahanlah, tubuhku!!, "
Cahaya yang sangat terang, angin kencang berhembus dari dalam goa. Petir mulai menyambar tepat diatas goa
Langit yang cerah sontak ditutupi dengan kumpulan awan hitam yang sangat tebal. Petir yang sangat kuat mulai menyambar didepan mulut goa yang menyebabkan kerusakan yang sangat parah
"Hehehe, sepertinya sudah selesai?!, " An Ling langsung terbaring ditanah dengan tenaganya yang sudah terkuras habis
Musang Iblis perlahan membuka kedu matanya yang telah berubah menjadi merah darah. Di ujung ekornya terdapat bola api yang sangat panas, sepasang tanduk tumbuh diatas alisnya. Cakarnya menjadi lebih tajam daripada sebelumnya
Musang Iblis mengaum sangat keras. Aumannya terdengar hingga ke Kerajaan Dewa Air
Teman-temannya yang mendengar auman yang sangat menakutkan itu segera membuka matanya lalu mengarahkan pandangan kearah timur
Musang Iblis melirik kearah An Ling yang terbaring ditanah. Dia langsung menidurkan An Ling didalam bulu-bulu hangatnya
Dua hari telah berlalu, An Ling membuka kedua matanya dengan perlahan. Dia memegang kepalanya yang terasa sangat pening sambil berusaha untuk duduk
"Urghhh, kepalaku. Sudah berapa lama aku pingsan?, " Rintih An Ling
"Tuan..., " Sontak An Ling terkejut dengan suara yang memanggilnya. Dia membalikkan badannya dengan sangat cepat
Musang Iblis segera menundukkan kepalanya, memberikan salam hormat kepada tuan barunya, An Ling
__ADS_1
"Ohh, ternyata kau. Sepertinya, perubahanmu sangat drastis?, " An Ling memandangi seluruh tubuh Musang Iblis yang berubah drastis
An Ling baru tahu jika Spirit Beast yang berevolusi menjadi Spirit God Beast akan berubah wujud menjadi lebih menyeramkan. Sikapnya juga berubah menjadi lebih dingin dan pendiam