Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 31


__ADS_3

beberapa menit kemudian, An Ling telah sampai di depan pintu penginapannya. dia membuka pintu dengan sangat perlahan


"teman teman?" An Ling mencoba memanggil teman temannya namun dia tidak melihat satu orang pun di dalam rumah bahkan tidak ada penerangan sama sekali di semua ruangan


An Ling berjalan dengan perlahan menunju ke saklar untuk menghilangkan lampu ruang tamunya


ceklek...!


"kejutan...!" teriak semua teman temannya sangat kompak


ternyata semuanya menunggu kepulangan An Ling dan memberikan kejutan kepadanya karena mengetahui jika hubungan An Ling dan Jie Yu direstui oleh Ratu Jie Han


mereka mengadakan pesta kecil kecilan seperti biasanya di rumah mereka


perasaan mereka senang dan juga sedih. senang karena hubungan An Ling dan Jie Yu direstui oleh Ratu Jie Han dan sedih karena keberangkatan mereka ke pulau tangan dewa ditunda untuk beberapa hari


Ratu menyatakan, siapa pun yang berhasil menemukan pelaku yang membunuh pangeran Jie Wu, dia akan diberikan hadiah yang sangat besar dari Ratu sendiri


tidak ada yang boleh meninggalkan kerajaan dewa air selama masa pencarian dilaksanakan. walaupun Ratu sudah mengetahui yang sebenarnya, akan tetapi hal itu dilakukan oleh Ratu agar tidak menimbulkan rasa curiga terhadap sekte cahaya agung


An Ling bahkan baru mendengarnya setelah teman temannya memberitahukannya kepada dirinya. ratu Jie Han sama sekali tidak memberitahukan kepadanya tentang hal itu


seperti biasa ketika berpesta, An Ling dan juga teman temannya menghabiskan malam mereka dengan meminum wine sampai tidak ada seorangpun yang dapat berdiri lagi


malam ini karena suasana hati yang sangat damai, An Ling menghabiskan paling banyak wine ketimbang teman temannya


untuk sementara ini An Ling dapat melupakan masa lalu suramnya dan juga tujuan hidupnya


wine persediaan mereka untuk satu bulan ke depan telah mereka habiskan malam itu juga. kini tidak ada seorangpun pun yang dapat berdiri sebab sudah terlalu banyak minum. yang terdengar hanyalah suara jangkrik yang saling bersahut sahutan ditengah keheningan malam


matahari kembali menyinari bumi mereka, mengusir embun pagi yang membuat tubuh merasa sejuk


An Ling terbangun dari tidurnya. dia merasa tubuhnya seperti telah dipukuli oleh masa

__ADS_1


"aduh aduh aduh... tubuhku" An Ling mulai membuka matanya dan duduk ditempat itu juga


perlahan An Ling mulai bangkit. dia berjalan menuju dapur yang terlihat sedikit terang


dia tidak melihat satu pun orang dirumahnya. An Ling duduk di samping meja makan di dapurnya lalu mencoba mengingat ingat kembali kejadian semalam


dari mulai An Ling pulang ke penginapan sampai mereka tertidur lelap


"ahhh benar juga mereka pasti sedang berkumpul di alun alun kerajaan untuk mengikuti sayembara" ucap An Ling dengan santainya. dia sangat puas karena bisa mengingat ingat kembali dengan sangat jelas


An Ling bahkan lupa jika sayembara itu wajib diikuti oleh seluruh masyarakat kerajaan dewa air. yang tidak mengikutinya bisa saja di cap sebagai pelaku pembunuhan dan akan di eksekusi di depan umum


seketika suasana menjadi hening kembali. wajah An Ling terlihat pucat. keringatnya pun mulai menetes


"uwaaa! kenapa aku bisa lupa..." teriak An Ling sambil berlari sangat kencang menuju alun alun kota tempat berkumpulnya semua orang sebelum memulai sayembara


"huf huf huf untung masih sempat" ucap An Ling terengah engah karena berlari tanpa henti ke alun alun kerajaan


ketika tengah berjalan dengan santainya, tiba tiba saja ada seseorang yang menarik tangannya dan membawanya pergi


"tunggu tunggu! mau kau apakan aku? kumohon lepaskan aku... huhuhu" rengekan An Ling seperti seorang anak kecil yang tidak dibelikan permen oleh ibunya


orang yang menarik An Ling pun melemparnya hingga An Ling terbaring di tanah. seketika An Ling terlihat seperti seekor anak kucing dengan muka memelasnya


"sepertinya terselamatkan oleh keberuntungan mu lagi ya? tukang tidur?" ucap Yu Nie dengan sangat tegas. dia bahkan seperti Ling Yu ketika memarahi An Ling diwaktu An Ling tengah membuat masalah di masa lalu


"tolong aku... kapten Chu tolong aku belum ingin mati..." An Ling berlari ketakutan bersembunyi di belakang tubuh kapten Chu Leng yang sangat kekar


"kesini kau An Ling! urusan kita belum selesai!"


entah kenapa Yu Nie terlihat sangat kesal terhadap An Ling


"sudahlah lebih baik kita mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh tetua itu!" ucap kapten Chu Leng mencoba melerai mereka dari perkelahian antar anak muda

__ADS_1


"huh lain kali aku tidak akan memaafkanmu!" Yu Nie pun mengalihkan pandangannya ke arah tetua kerajaan yang akan segera menyampaikan pesan pesan sebelum sayembara dimulai


"sebenarnya ada dengan Yu Nie, padahal aku belum terlambat menghadiri acara ini kan? kalian bahkan tidak membangunkan ku sama sekali." ucap An Ling dengan santainya. namun karena ucapan itulah semua orang menjadi sangat kesal terhadapnya


wajah teman temannya terlihat sangat geram dengan An Ling. kali ini tidak hanya Yu Nie saja yang sedang kesal dengan An Ling. kapten Chu Leng, Zao Hua dan juga Xiao Chu ikut kesal terhadapnya


"he he sepertinya kau sudah bosan hidup ya? An Ling?" ucap Zao Hua sambil mengepalkan tangannya. aura yang dikeluarkan Zao Hua bahkan lebih menakutkan dibandingkan dengan aura Yu Nie


"apa kau tahu seberapa besarnya usaha kami ketika membangunkan mu?" tanya Zao Hua sedikit menahan emosinya


"emmm sebesar kacang? atau... oh aku tahu..."


belum selesai An Ling berbicara, kapten Chu Leng, Zao Hua dan Xiao Chu langsung memotong pembicaraannya karena merasa tambah kesal dengan sikap An Ling


"diam!!" ucap kapten Chu Leng, Zao Hua dan Xiao Chu secara kompak


"karena kau sudah tidak ingin hidup lagi maka biarkan aku mengantarmu kembali ke alam kekal!" Zao Hua sudah tidak tahan lagi dengan An Ling. dia ingin segera meras remasnya dan mencincangnya hingga menjadi beberapa potongan


"tunggu tunggu tunggu... aku hanya bercanda! kapten Chu, Xiao Chu! tak bisakah kalian membantuku yang sedang kesusahan ini?" An Ling yang mendengar jika Zao Hua akan mencincangnya langsung meminta pertolongan kepada kapten Chu Leng dan Xiao Chu yang berada di samping Zao Hua


An Ling kembali mengeluarkan muka memelasnya, memohon kepada kapten Chu Leng dan Xiao Chu agar menolongnya dari kemarahan Zao Hua


namun kapten Chu Leng dan Xiao Chu tidak mempedulikan rengekan An Ling sama sekali. malahan mereka ikut Zao Hua menyiksa An Ling dengan menggelitiknya hingga An Ling merasa lemas tak berdaya


"buwahaha henti... kan buwahaha... tolong hentikan... siapa saja buwahaha tolong aku!!!!!" An Ling berteriak meminta tolong namun tidak seorang pun yang mempedulikannya


"kau tahu apa yang telah kau lakukan tadi pagi!!!" ucap Zao Hua dengan sangat marah


"benar sekali! sebaiknya kau segera memohon kepada dewa agar bisa bertahan dari jurus kombo kami bertiga!!" sambung Xiao Chu


"dan juga kau harus bertanggung jawab penuh akibat apa yang kau lakukan kepadaku!!!" geram kapten Chu Leng yang sudah tidak tahan lagi terhadap An Ling


Yu Nie hanya berdiri di samping mereka berempat yang tengah berkelahi sambil menahan rasa malu yang ada pada dirinya atas kejadian tadi pagi

__ADS_1


__ADS_2