Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 82


__ADS_3

Piton Api mendesis setelah melihat Naga Air milik An Ling


Dengan tatapan membunuhnya, dia melesat dengan mulut yang terbuka lebar


An Ling tersenyum dingin dan berkata, "Sangat lambat!!. "


Dia lalu mengerahkan Naga Air untuk menyerang Piton Api dengan gerakan yang sama persis. Dengan jarak yang sangat dekat itu, Piton Api tiba-tiba saja memusatkan energi api di mulutnya lalu menembakkannya


Sontak wajah An Ling menjadi cemas. Dia tidak menyangka jika Piton Api dapat melakukan serangan dadakan seperti itu


Beruntung serangannya tergolong lambat. An Ling segera melompat meninggalkan Naga Air. Sehingga wujud Naga Air mendidih hingga hancur memercikkan air panas kesekitarnya


An Ling terus melompat kebelakang. Menghindari percikan-percikan air panas yang hendak mengenainya


Dia menggertakan giginya, "Tidak kusangka kau bisa melakukan itu. Waktu bermain sudah habis. Aku akan segera mengalahkanmu!!. "


Sontak tatapan An Ling berubah menjadi tatapan membunuh yang sangat mengerikan. Dia memusatkan energi api kedalam Pedang Iblisnya. Lalu melesat kearah Piton Api


Tebasan demi tebasan An Ling lancarkan ke tubuh Sang Ular. Sehingga meninggalkan luka gores yang sangat banyak di tubuh Piton Api yang menyebabkan darah berwarna hitam mengalir deras


Piton Api mendesis kesakitan. Dia sama sekali tidak bisa menghindari serangan An Ling yang sangat brutal dan cepat itu


Setelah puluhan kali tebasan, akhirnya Piton Api berhasil dibuat tak bernafas oleh An Ling karena kehabisan darah


An Ling segera menghentikan serangannya. Dia lalu berdiri didekat bangkai Piton Api sambil berkata, "Dengan kekuatanku sekarang, bahkan aku harus mengalahkannya dengan tiga puluh lebih tebasan!!. "


Perlahan, bangkai Piton Api hangus terbakar oleh panasnya Api Hitam milik An Ling. Sehingga tak menyisakan apapun setelah ular itu mati


An Ling melihat sekitar. Dia baru menyadari jika Piton Api dapat meninggalkan jejak panas seperti itu


Setiap benda yang menyentuh tubuh Piton Api akan meleleh. Bahkan jejaknya juga meninggalkan lahar yang sangat panas

__ADS_1


An Ling berjalan mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh Piton Api hingga pada akhirnya dia sampai ditepi kawah gunung merapi


"Jika dilihat-lihat, sepertinya ini adalah sarangnya. Mungkinkah ada sesuatu didalamnya?. " Ucap An Ling keheranan


"Lalu bagaimana caraku masuk?. "


An Ling melihat sekitar kawah. Namun dia sama sekali tidak menemukan sesuatu yang dapat membantunya untuk menyelam kedalam kawah


An Ling lalu mengambil kerikil yang ukurannya hanya sebesar jari kelingking. Dia lalu melemparkannya kedalam kawah. Batu kerikil itu bahkan meleleh sebelum menyentuh lahar panas


An Ling menghela nafas dalam-dalam. Dia bergumam, "Sepertinya memang tidak bisa. Sudahlah, lebih baik aku melanjutkan perjalananku!!. "


Dengan perasaan kecewa, An Ling berjalan meninggalkan kawah. Menuruni gunung menggunakan Langkah Anginnya, hingga dirinya sampai di depan pintu gerbang Kerajaan Dewa Api tepat sebelum matahari terbenam


Dia menghembuskan nafas lega, "Akhirnya aku sampai juga disini. Kuharap, aku bisa menemukan sesuatu yang dapat membantuku di masa depan!!. "


Tujuan pertama An Ling kali ini adalah, mencari penginapan yang murah agar dia dapat tinggal sedikit lama di Benua Api


Sudah hampir setengah jam An Ling berjalan mencari penginapan. Akan tetapi, dia belum juga menemukan penginapan dengan harga yang terjangkau


Dengan wajah kecewanya dia berkata, "Jika saja aku mengambil emas saat berada didalam kuil, pasti aku tidak akan kesusahan seperti ini. Aku tidak menyangka jika harga satu kamar untuk satu bulan sangat mahal?!. "


"Tuan, apa yang sedang anda cari. Aku lihat anda sedang kebingungan?!. " Ucap seseorang dari belakang yang membuat An Ling segera membalikkan badannya


Seorang laki-laki yang terlihat sepantaran dengannya. Memakai pakaian bagaikan seorang keluarga kerajaan


An Ling mengusap-usap kepala belakangnya, "Iya, aku sedang mencari penginapan yang paling murah. Apakah anda bisa membantuku?. "


Sontak wajah laki-laki itu penuh harap, "Benarkah, tentu saja aku bisa membantu tuan. Aku menyewakan beberapa penginapan yang harganya tergolong murah. Satu malam cukup seratus keping koin emas, bagaimana apakah anda tertarik?. "


An Ling mengkerutkan keningnya, "Apakah anda tidak bisa sedikit menguranginya. Aku ingin tinggal lebih lama di Benua Api. "

__ADS_1


Entah mengapa raut wajah laki-laki itu berubah setelah mendengar ucapan An Ling


An Ling merasa kasihan terhadapnya. Dia lalu menarik kembali ucapannya, "Tuan, seratus keping koin emas untuk satu malam tergolong murah. Bagaimana jika anda mengantarkanku untuk pergi ke penginapan sekarang. Aku sangat lelah setelah perjalanan panjang. "


Laki-laki itu tiba-tiba saja tersenyum, "Tidak apa-apa jika tuan ingin aku mengurangi harga permalamnya. Anda bisa membayar setengahnya saja. Akhir-akhir ini, aku mendapatkan sedikit keberuntungan!!. "


Mendengar laki-laki itu setuju untuk mengurangi harga permalamnya, tanpa basa-basi An Ling segera menyuruhnya untuk mengantarnya ke penginapan sebelum dia berubah pikiran


Didalam perjalanan, laki-laki itu teringat jika mereka belum berkenalan. Dia melirik kearah An Ling yang berjalan disampingnya lalu bertanya kepadanya, "Tuan, siapa nama anda?. "


An Ling melambaikan tangannya, "Tidak usah sungkan seperti itu. Kau bisa memanggilku An Ling. Lagipula, kita sepantaran. "


Laki-laki itu tersenyum manis mendengar ucapan An Ling. Dia lalu memperkenalkan dirinya dengan senang hati, "Baiklah tuan An Ling, ehh maksudku baiklah An Ling. Kalau begitu, kau bisa memanggilku Shao Bai. "


Mereka berdua saling berbincang, menciptakan kepribadian mereka satu sama lain. An Ling dengan mudah mempercayai Shao Bai sebab dia sama sekali tidak melihat kebohongan dalam ucapannya


Begitu juga dengan Shao Bai yang sama sekali tidak merasakan niat jahat dari hati An Ling yang baru saja dikenalnya


Namun, Shao Bai tidak menceritakan identitasnya yang sebenarnya kepada An Ling karena suatu hal


Hal itu karena Shao Bai tidak ingin sesuatu yang tidak dia inginkan terjadi. Sebuah masalah yang mungkin akan sangat sulit diselesaikan jika dia menceritakan semuanya kepada An Ling


Sebuah rahasia besar yang ada didalam Benua Api. Yang tidak akan diketahui oleh orang luar sama sekali. Sebab, tak ada seorangpun yang dapat hidup setelah mengetahui rahasia terbesar Benua Api. Kecuali beberapa orang


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf ya kak, bab ini agak pendek 🙏🙏 Soalnya author masih belum sembuh nih


Doain author biar cepat sembuh ya, Biar bisa nulis dengan kondisi sehat wal Afiat 🙏🙏😁😁


Makasih buat kalian yang udah dukung author sampai sejauh ini 😘😘 Jangan lupa buat like, dan jangan lupa buat tambahkan novel ini kedalam rak favorit kalian, juga jangan lupa comment jika kalian ada saran buat author

__ADS_1


Makasih semuanya 😘😘


__ADS_2