
An Ling yang melihat semua orang merasa ketakutan akibat dirinya langsung mengambil jubahnya dan memakainya kembali agar Aura Dewa Iblisnya segera menghilang
Dia lalu menyuruh Gue Jin Tong agar segera menyerah karena merasa sangat kasihan terhadapnya. Di samping itu, An Ling juga sudah tidak ingin membunuh manusia lagi
Gue Jin Tong yang merasa jika ini adalah akhir dari hidupnya seketika langsung bersujud kepada An Ling karena sekarang dirinya sudah mengetahui kekuatan An Ling yang sebenarnya
Dia lalu berterima kasih atas segala kebaikan yang An Ling berikan kepadanya setelah semua kejadian yang terjadi
"Terimakasih, terimakasih banyak atas semua kebaikan mu. Jika tuan berkenan, aku akan menjadi pengikut tuan, " Ucap Gue Jin Tong. Keningnya bahkan sudah lebam setelah menjedutkannya beberapa kali ke lantai
"Kau? Ingin menjadi bawahan ku? Bahkan untuk menatap ku saja kau tidak pantas!, " An Ling merasa sangat jijik dengan tingkah Gue Jin Tong yang tiba tiba berpihak kepadanya
Gue Jin Tong hanya bisa terdiam tanpa merubah posenya sama sekali. Tubuhnya semakin bergetar. Bahkan celananya sudah sedikit basah setelah mendengar jawaban dari An Ling
An Ling pun segera pergi meninggalkan arena hendak pulang ke penginapannya dan melanjutkan tidurnya
Akan tetapi, sebelum An Ling benar benar pergi, dia mendengar sepatah suara yang memanggilnya dari kejauhan. Suara seorang wanita yang selalu terngiang-ngiang di telinganya
"An Ling!!, " Teriak wanita itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jie Yu
An Ling segera menghentikan langkahnya dan melirik ke arah Jie Yu yang sudah berlari mendekatinya
Setelah sampai tepat di depannya, Jie Yu langsung memegang tangan kiri An Ling dan menariknya untuk segera pergi menjauh dari keramaian
Wasit mengumumkan jika pertarungan dimenangkan oleh An Ling. Semua orang dipersilahkan untuk pergi karena tempat ini akan segera di bereskan
Teman teman An Ling bersorak sorai di dalam bar. Mereka memenangkan banyak sekali koin emas karena kepercayaan mereka terhadap teman baik mereka
Memang sebenarnya mereka sudah tahu jika Gue Jin Tong bukanlah apa apa bagi An Ling. Karena itu mereka membuat bar yang biasa mereka datangi menjadi bangkrut
Di sisi lain An Ling tengah berjalan jalan dengan santai sambil bergandengan tangan dengan Jie Yu. Masa depan mereka kini terlihat sangat cerah di pandangan Jie Yu
Namun berbeda dengan An Ling. Di masa depan dia masih harus menghadapi bahaya yang tiada habisnya. Akan tetapi dia tidak menceritakannya sama sekali kepada Jie Yu karena takut akan membuatnya khawatir
__ADS_1
"Sayang..., " Tiba tiba saja Jie Yu memanggilnya hingga membuatnya tersadar dari lamunannya
Dia melirik wajah cantik Jie Yu yang tersenyum manis tepat di sampingnya
"Kenapa?, " An Ling sama sekali tidak paham dengan sikap Jie Yu saat ini dan segera menanyainya
Jie Yu segera mengerutkan keningnya dan memasang wajah cemberut khasnya. Dia benar-benar percaya sekarang jika An Ling bukan berpura-pura bodoh melainkan benar-benar bodoh dan tidak peka
Di depan adalah pasar kota kerajaan. Jie Yu ingin membeli sesuatu di dalam sana
Ketika tengah berjalan jalan kemarin, Jie Yu melihat sebuah kalung yang terbuat dari kristal murni. Jie Yu ingin An Ling membelikannya untuknya. Karena itulah dia mengajak An Ling untuk pergi ke pasar kota
Setelah berjalan agak lama, mereka akhirnya sampai di tempat pak tua penjual perhiasan yang menjual kalung kristal biru kehijauan yang sangat diinginkan oleh Jie Yu
Jie Yu pun mengambil kalung itu dan memperlihatkannya kepada An Ling. An Ling hanya memasang wajah bodohnya dengan mulut yang sedikit tercengang
"Haishh, dasar ti, dak, pe, ka!, " Jie Yu benar benar tidak tahan dengan sifat An Ling yang satu ini
Bagaimana mana mungkin laki-laki yang sangat hebat dalam bertarung memiliki sifat yang bodoh terhadap wanita seperti ini
Akhirnya setelah sekian lama Jie Yu bisa melihat dengan kedua matanya sendiri jika An Ling bisa memahami apa yang diinginkannya
Sambil tersenyum Jie Yu juga mengangguk anggukan kepalanya sambil memejamkan kedua matanya
Dia sangat lega. Mungkin mulai hari ini dan kedepannya sifat bodoh An Ling akan menghilang perlahan demi perlahan. Pandangannya kepada An Ling tentang laki-laki terbodoh yang pernah dia temui juga memudar dengan perlahan
"Kenapa tidak membelinya saja...?, "
Akan tetapi kata kata yang keluar dari mulut An Ling selanjutnya membuatnya berubah pikiran kembali
Tubuhnya benar benar tidak bisa dia gerakkan sekarang. Jie Yu kini sudah seperti sebuah patung hidup yang memegang sebuah kalung
Dia sadar sekarang, calon suaminya adalah laki-laki terbodoh yang pernah dia temui selama ini
__ADS_1
"Paman, berapa harga kalung ini?, " Jie Yu sudah mulai pasrah dengan sifat An Ling yang satu itu. Di kedepannya dia berharap jika sifat bodoh An Ling benar benar menghilang sepenuhnya dari dirinya
"Kalung itu, tuan Putri bisa mengambilnya dengan dua ratus koin perak saja!, " Jawab pak tua penjual kalung tersebut
Tanpa berpikir panjang Jie Yu langsung mengeluarkan beberapa koin emas dari cincin penyimpanannya dan langsung memberikannya kepada pak tua tersebut lalu berbalik dan pergi meninggalkan An Ling yang masih terbingungkan oleh tingkah Jie Yu yang dianggapnya sangat aneh
Langkah Jie Yu kali ini sedikit cepat ketika meninggalkan An Ling. Dia benar benar kecewa karena ekspetasinya tidak sesuai dengan realita. Di kedepannya Jie Yu memutuskan untuk tidak berpikir yang aneh aneh terlebih dulu jika berharap kepada An Ling
An Ling yang melihat Jie Yu meninggalkannya langsung mengejarnya dan meraih bahunya
Karena Jie Yu diam saja, An Ling langsung menggendong Jie Yu menggunakan kedua tangannya dan langsung melesat menuju tempat biasa mereka berduaan yaitu pulau terpencil
Seperti biasa, hanya membutuhkan beberapa menit saja bagi An Ling untuk pergi ke pulau terpencil
Dia segera menurunkan Jie Yu dari gendongannya setelah kakinya tepat mendarat di pulau terpencil
"Katakan apa yang ingin kau katakan!, " Ucap Jie Yu dengan nada dingin. Berbeda dengan An Ling, Jie Yu sangat peka terhadap sikap An Ling. An Ling bahkan belum mengatakan sesuatu tentang dirinya yang tiba-tiba menggendong Jie Yu pergi ke pulau terpencil
Karena An Ling memang bodoh, dia tidak menyadari sama sekali terhadap sikap Jie Yu yang tiba-tiba saja menjadi dingin terhadapnya. Di tambah Jie Yu memalingkan wajahnya dan membelakangi An Ling
Karena dia menganggap jika Jie Yu sudah tahu, jadi An Ling langsung berbicara ke intinya saja
"Begini, aku akan pergi ke pulau Tangan Dewa beberapa hari lagi!, " An Ling pun langsung menjelaskan kepada Jie Yu
Jie Yu yang mendengarnya seketika merubah sikapnya lagi. Dia tidak rela An Ling meninggalkannya walaupun hanya sehari
Jie Yu langsung membalikkan badannya dan memeluk An Ling dengan sangat erat. Wajahnya kini berubah menjadi sangat cemas
"Kau mau pergi?, " Ucap Jie Yu dengan sangat memelas. Air matanya pun mulai berjatuhan sedikit demi sedikit
Entah kenapa Jie Yu merasa sangat sedih ketika mendengar jika An Ling akan pergi meninggalkannya
An Ling hanya tersenyum menghadapi sikap Jie Yu yang satu ini. Seumur hidupnya, hanya kali ini saja dia bertemu seorang yang sangat mengkhawatirkannya selain ibunya
__ADS_1
An Ling kembali teringat ibunya Ling Yu. Seketika perasaannya berubah drastis. Rasa ingin balas dendam yang sudah melekat di dalam hatinya
Dia tidak ingin Jie Yu mengetahui kebenaran tentang itu dan hanya bisa membohongi Jie Yu sampai hari itu tiba di masa depan. Berharap jika Jie Yu akan tetap menerimanya