Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 55


__ADS_3

An Ling menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan memasuki kuil kuno yang berbeda tepat di depan matanya


Sama seperti sebelumnya, di dalam kuil hanya ada sebuah patung yang menyerupai Dewa Air dan juga aksara kuno


An Ling lalu menempelkan telapak tangannya dengan patung Dewa Air. Hal yang sama juga terjadi, dia memasuki alam ruang dan waktu


Dimana tidak ada seorangpun yang ada di dalamnya. Hanya ada Spirit Weapon yang An Ling lihat. Dia lalu meraihnya dan langsung membuat kontrak darah dengan Spirit Weapon itu


Sebuah armor yang berwarna Biru Laut. Warnanya sama persis dengan Pelindung Lengan yang dipakai oleh An Ling


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi An Ling untuk menjinakkan Armor tersebut yang biasa disebut dengan Armor Naga Laut


Setelah itu, An Ling langsung keluar dari alam ruang dan waktu. Hal serupa terjadi untuk kedua kalinya. Aksara kuno yang ada di dinding-dinding bagian dalam kuil memancarkan cahaya yang sangat terang


Pintu rahasia juga terbuka. An Ling lalu mengajak Ratu Jie Han untuk bersama memasuki ruangan rahasia tersebut


"Ibunda..., Silahkan masuk!, " Ucap An Ling


Ratu Jie Han sangat terkejut ketika melihat penampilan An Ling yang sedikit berbeda setelah An Ling keluar dari dalam kuil


Dia melihat sesuatu yang tidak dikenakan oleh An Ling sebelumnya. Di dada An Ling kini sudah terpasang sebuah Armor legendaris. Armor Naga Laut yang sangat melegenda di Benua Air


Sang Ratu tak menghiraukan itu, dia lalu mengikuti An Ling berjalan di belakangnya memasuki ruangan rahasia


Satu ruangan yang dipenuhi dengan koin emas dan juga perhiasan mewah yang sangat langka, membuat Ratu Jie Han semakin tercengang. Dirinya tidak menyangka jika kuil yang selama ini dia jaga ternyata memiliki sebuah ruangan rahasia yang berisi penuh koin emas


"I..., Ini. Aku tidak percaya ini!, " Ucap Sang Ratu terbata-bata


"Ibunda..., Aku tidak akan mengambil sepeserpun. Aku hanya akan mengungkap misteri yang ada di dalam sini!, " Ucap An Ling

__ADS_1


An Ling pun berjalan menyusuri ruangan rahasia itu untuk mencari harta karun yang sebenarnya. Dia berharap akan mendapatkan gulungan jurus lagi karena dia sekarang kekurangan gulungan yang dapat membantunya menjadi kuat


Dari kejauhan, An Ling sudah melihat patung kepala naga dengan mulutnya yang sedikit terbuka. Lalu dia mempercepat langkahnya mendekati patung naga tersebut


An Ling sengguh merasa sangat kecewa karena dia sama sekali tak menemukan gulungan jurus. Yang ada di dalam mulut patung kepala naga itu hanyalah sebuah tanaman herbal yang belum pernah dilihat oleh An Ling sebelumnya


Dengan penuh kekecewaan, An Ling memasukkan tanaman herbal itu kedalam cincin penyimpanannya dan langsung pergi meninggalkan patung kepala naga


"Apa yang kamu dapatkan hingga tidak menginginkan sepeserpun dari koin emas ini?, " Tanya Ratu Jie Han


An Ling menjelaskan jika harta karun yang sebenarnya ada di dalam mulut patung kepala naga. Akan tetapi wajahnya berubah menjadi murung karena dia tidak mendapatkan suatu yang berharga


An Ling pun menunjukkan tanaman herbal yang dia temukan kepada sang Ratu. Dia mengeluarkan tanaman herbal itu dari dalam cincin penyimpanannya


Lagi-lagi Ratu Jie Han dibuat tercengang oleh penemuan An Ling itu. Dia tidak menyangka jika An Ling berhasil menemukan tanaman herbal yang sangat langka itu


"I, ini. Kamu bilang ini tidak berguna?, Dasar bodoh. Bagi istrimu, itu adalah sebuah tanaman yang sangat berguna. Lebih baik kau berikan kepadanya!, " Ucap Sang Ratu menjelaskan


"E, itu..., " Setelah mendengar luapan emosi dari Sang Ratu, An Ling menyadari jika tak ada barang yang tidak berguna di dunia ini. Semuanya bermanfaat walaupun terkadang bukan kita yang membutuhkannya


An Ling segera menyimpan kembali Krisan Badai itu kedalam cincin penyimpanannya dan bergegas keluar setelah Ibundanya selesai memasukkan semua koin emas yang ada di dalam ruangan rahasia


Semua urusannya dengan Sang Ratu sudah selesai. Kini An Ling tengah berjalan pulang menuju penginapannya


Dirinya tak menyangka jika perlakuan semua orang kepadanya berubah drastis. Semua orang yang berpapasan dengannya memasang wajah yang sangat menyenangkan jika dipandang


Entah mengapa An Ling merasa sangat nyaman dengan perasaan ini. Belum pernah sekalipun An Ling diagungkan oleh seseorang seumur hidupnya


"Aku pulang..., " Setelah sampai di penginapannya, An Ling langsung membuka pintu yang tidak pernah dikunci itu sambil mengucapkan salam seperti biasanya

__ADS_1


Dia tak melihat seorangpun di ruang tamu, akan tetapi di dapur terlihat sangat ramai


Ternyata mereka tengah menyiapkan makan besar untuk merayakan kemenangan An Ling


An Ling pun segera duduk hendak menjelaskan tentang kepergian mereka ke Pulau Tangan Dewa yang sudah mereka tunda selama berminggu-minggu


"Penampilanmu sangat luar biasa kawan!, " Ucap Zao Hue memuji penampilan An Ling yang luar biasa diatas arena pertarungan menurutnya


"Benarkah?. Kupikir biasa saja!, " An Ling merasa jika penampilannya diatas arena biasa-biasa saja


"Ya, begitulah. Jawaban itu sudah aku tebak sebelum kau akan menjawabnya, " Entah kenapa wajah Zao Hua seketika berubah menjadi sangat tidak enak untuk dipandang


Sebenarnya, Zao Hua berharap jawaban dari An Ling akan lebih heroik sedikit. Akan tetapi, dia malah merendah diri


"Sudahlah, lebih baik kita makan saja. Aku sudah sangat lapar!, " Ditengah-tengah rasa kekecewaan Zao Hua, tiba-tiba saja Xiao Chu berkata jika dirinya sudah sangat lapar dan menyuruh teman-temannya untuk segera makan bersama


Yu Nie dan kapten Chu Leng sangat setuju dengan saran dari Xiao Chu. Mereka semua lalu makan bersama setelah kapten Chu Leng selesai memimpin doa


"Wahhh, kenyang sekali!, mbekk...!!, " Zao Hua tiba-tiba bersendawa seperti seekor kambing membuat semua orang tertawa terbahak-bahak karena merasa itu sangat lucu


Di tengah-tengah kebahagiaan mereka, An Ling teringat jika besok mereka sudah bisa berangkat berlayar ke Pulau Tangan Dewa


"Ehh, teman-teman. Urusanku dengan Yang Mulia Ratu sudah selesai, bagaimana jika kita berangkat besok!, " An Ling menyarankan agar mereka berangkat secepatnya supaya Jie Yu tidak mengetahui keberangkatan mereka


"Besok?, mendadak sekali?, " Zao Hua sama sekali tidak menyangka jika keberangkatan mereka kali ini bahkan tidak ada persiapan sama sekali


"Aku sudah menyiapkan beberapa pil dan juga ada sedikit makanan di dalam cincin penyimpananku!, " An Ling segera memberitahukan kepada teman-temannya jika dirinya sudah menyiapkan beberapa pil dan makanan


"Kau yakin akan berangkat besok?, " Kapten Chu Leng juga tidak menyangka jika An Ling mengajak mereka secara mendadak

__ADS_1


An Ling segera menjelaskan secara rinci tentang masalahnya dengan Jie Yu. Semua temannya mengangguk. Sebab jika sampai Sang Putri terbangun lagi, maka keberangkatan mereka akan ditunda lagi. Atau mungkin mereka tidak bisa berlayar bersama An Ling


__ADS_2