
An Ling menggertakkan giginya dan berteriak menyuruh semua temannya agar pergi menjauh
"Cepat pergi, aku akan menahannya!, "
Jika itu adalah seorang Pendekar Spirit, An Ling akan mudah untuk menanganinya. Akan tetapi, berbeda dengan Spirit Beast yang mempunyai kemampuan khusus jika sudah berumur ratusan tahun
Kapten Chu Leng dan yang lainnya tidak bisa berdiam diri saja. Apalagi meninggalkan An Ling sendirian menghadapi kematian
"Kami tidak akan meninggalkanmu sendirian disini!, " Ucap kapten Chu Leng dengan serius. Tatapannya lebih tajam daripada biasanya. Begitu juga dengan yang lainnya
Mereka semua segera membuat formasi. Membentuk lingkaran yang mengepung segala sisi ular raksasa itu
An Ling merasa tidak kuat lagi menahan gigitan ular raksasa itu. Dengan sekuat tenaga, dia melepaskan pedangnya yang digigit sangat kuat oleh ular raksasa itu
Tubuhnya terpental sekitar tiga meter karena kejutan yang dihasilkan
"An Ling!, " Teriak semua orang bersamaan melihat An Ling yang terpental bahkan sudah memuntahkan sedikit darah
An Ling segera melambaikan tangannya. Memberikan isyarat kepada teman-temannya jika dirinya tidak kenapa-kenapa
Melihat reaksi An Ling yang sedikit kelelahan, kapten Chu Leng langsung berteriak sambil melompat. Mengarahkan tombak pusakanya ke tubuh ular raksasa itu
Sungguh terkejut dirinya ketika mengetahui tubuh ular raksasa itu bagaikan baja yang sangat kuat. Bahkan Spirit Weapon milik kapten Chu Leng saja tidak bisa menembusnya
"Jangan gegabah!, " An Ling yang melihat kapten Chu Leng mulai menyerang ular itu langsung berteriak. Memerintahkan teman-temannya agar memikirkan strategi terlebih dahulu sebelum menyerang
Kapten Chu Leng segera kembali ke posisinya dan memikirkan strategi lainnya
Karena sudah merasa terancam, ular raksasa itu segera membalas serangan kapten Chu Leng menggunakan ekornya
Satu kibatan ekornya membuat Kapten Chu Leng terpental hingga kurang lebih sepuluh meter
"Uhukkk!!, " Seteguk darah segar mulai mengalir melalui mulut kapten Chu Leng
"Kapten!, " Zao Hua berteriak dan langsung melesat kearah kapten terpental. Dia lalu memberikan pil penambah stamina kepada kapten Chu Leng agar staminanya terisi kembali
"Cihh!, Dasar makhluk rendahan!, " Rintih kapten Chu Leng dengan geram
Kondisi saat ini sangatlah tidak menguntungkan bagi An Ling dan teman-temannya. Di dalam goa yang sangat sempit ditambah dengan kondisi pulau yang tertutup oleh kabut ilusi
An Ling mencoba menyerang ular itu dengan jurus pertamanya, Langkah Kematian
__ADS_1
**
Langkah Kematian, jurus pertama An Ling. Langkah Kematian adalah jurus Langkah Angin yang bermutasi milik An Ling
**
Swushhh!!, Swushhh!!, Swushhh...!!
Tika kali lesatan ditambah dengan tebasan. Tubuh ular itu sudah sekuat baja. Jurus An Ling yang mematikan itu bahkan tidak mempan sama sekali terhadap ular raksasa itu
Ular raksasa itu sangat geram dengan An Ling. Dia segera mendesis dengan sangat keras lalu salah satu kepalanya membuka mulutnya hendak memakan An Ling hidup-hidup
An Ling yang tanpa persiapan itu tak bisa mengelak sama sekali. Seluruh tubuhnya sudah tertelan oleh ular raksasa itu. Bahkan Pedang Iblisnya juga ikut tertelan
"An Ling...!!!, " Teman-temannya berteriak histeris
Salah satu teman baiknya berhasil dimangsa oleh ular raksasa berkepala dua
"Cih, dasar hewan menjijikkan!. Terimalah ini, hiyakkk!!!, " Xiao Chu yang sudah tidak bisa menahan emosinya langsung menyerang ular raksasa itu dengan sengatan petirnya secara asal-asalan
Yu Nie tak mau kalah. Dia menghunuskan Pedang Ganda yang didapatnya di pelelangan beberapa waktu lalu
Blarrr!!, Blarrr!!, Sing!!, Sing...!!!
Bahkan Xiao Chu sudah menyambarnya dengan petir tegangan tinggi. Akan tetapi ular raksasa itu hanya merasa biasa-biasa saja. Dia bahkan terlihat bagaikan sedang mandi hujan petir
"Huft, huft, huft!!, " Xiao Chu dan Yu Nie mulai terengah-engah kehabisan tenaga
"Sialan, tubuh ular itu sangat kuat!, " Rintih Yu Nie dengan nafas yang masih terengah-engah
Zao Hua yang masih berdiri ditempat kapten Chu Leng segera melemparkan satu buah pil penambah stamina kepada masing-masing temannya
"Kalian, tangkap ini!, "
Yu Nie dan Xiao Chu segera mengkonsumsi pil yang sudah diberikan oleh Zao Hua agar stamina mereka terisi kembali
Ular raksasa itu mendesis menakutkan lalu menggetarkan tubuhnya. Membuka kedua mulutnya dan memusatkan energi spiritual telat di tengah-tengahnya, hingga membentuk sebuah bola-bola yang ukurannya sebesar kepala ular tersebut
Dua buah bola energi yang berwarna hijau keputihan yang terbuat dari kumpulan elemen angin, di tembakan kearah Xiao Chu dan Yu Nie
Sebelum ular itu sempat menembakkan bola-bola spiritualnya, tiba-tiba saja ular mendesis dengan sangat keras
__ADS_1
Salah satu kepalanya menyundul langit-langit goa hingga batu kerikil mulai berjatuhan
Semua orang sudah memasang wajah panik. Xiao Chu bahkan sudah menyilangkan kedua tangannya tepat di depan kepalanya untuk menahan serangan dari ular raksasa itu
Mereka tidak tahu menahu. Ular raksasa itu tiba-tiba tergeletak jatuh ke tangan yang menyebabkan tanah sedikit berguncang
Dari dalam mulut kedua kepalanya mengalir darah yang berwarna hitam keunguan
"Ada apa ini?!, " Xiao Chu sangat keheranan dengan pemandangan yang ada di depannya. Wajahnya yang semula panik berubah menjadi ekspresi kebingungan. Begitu juga dengan yang lainnya
Crashhh...!!!
Tepat ditengah-tengah tubuh ular raksasa itu, sebuah Pedang Hitam menembus daging dan kulitnya
Pedang yang sama dengan milik An Ling
Pedang itu mulai menebas tubuh ular raksasa dari dalam hingga terbelah menjadi dua bagian
An Ling dengan wajah pucat, tubuh yang lemas dengan sedikit luka bakar di tangan dan punggungnya. Keluar melalui perut sang ular yang sudah terbelah
"An Ling...!!, " Semua temannya yang melihat An Ling keluar langsung berlari mendekatinya
An Ling sudah terlihat sangat lemas. Sedikit demi sedikit, kesadarannya mulai memudar. Pada akhirnya An Ling terjatuh pingsan di dekat tubuh ular raksasa
"An Ling, bertahanlah!, " Kapten Chu Leng segera menggendong tubuh An Ling menggunakan kedua tangannya
Dia hendak membawanya sedikit menjauh dari tubuh sang ular
Xiao Chu segera menyalakan api unggun kembali agar penglihatan mereka sedikit jelas. Yu Nie mengeluarkan persediaan air dan langsung mendidihkan air menggunakan tungku di atas api unggun
Zao Hua menyiapkan obat luka bakar menggunakan tanaman herbal yang ada di dalam cincin penyimpanannya
Tubuh An Ling terlihat sangat pucat. Perlahan tubuhnya juga mulai menggigil kedinginan. Giginya bergetar bertabrakan antara rahang atas dan bawah
"Yu Nie, cepatlah!, " Kapten Chu Leng segera memerintahkan Yu Nie agar secepatnya mengompres dahi An Ling menggunakan kain yang dicelupkan dengan air yang sudah dididihkannya
Yu Nie mulai mencelupkan kain yang sudah disiapkannya kedalam air panas. Memerasnya hingga sedikit kering lalu menempelkannya tepat di kening An Ling
Perasaan tulus yang dilakukannya, membuat tubuh An Ling sedikit merasa baikan. An Ling sudah tidak lagi menggigil seperti tadi
"Sepertinya berhasil!, " Ucap kapten Chu Leng sedikit lega
__ADS_1
Mereka semua memang ekspresi lega karena usaha mereka yang asal-asalan ternyata sedikit berbuah hasil. Mereka berharap jika An Ling dapat membuka kedua matanya dengan segera