Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 91


__ADS_3

An Ling melesat dengan sangat cepat menuju prajurit yang tergeletak di paling kanan


Pedang Iblis telah dipenuhi dengan energi spiritual. Api hitam menyelimutinya. An Ling segera menebasnya sebelum prajurit itu membuat pertahanan diri


Baju perang yang terbuat dari baja yang sangat kuat terbelah menjadi dua. Perlahan dan dengan diiringi oleh teriakan menakutkan, tubuh prajurit yang terbelah menjadi dua bagian itu terbakar tak tersisa


Kedua prajurit yang tersisa menyaksikan pemandangan yang tak terduga. Mereka merasa sangat marah


Salah seorang prajurit berkata dengan nada sangat kesal, "Kau, beraninya kau melawan Kerajaan bawah. Kau harus mati!!."


An Ling tersenyum dingin, "Kalau begitu, lakukanlah jika kau bisa!."


Kedua prajurit itu bersamaan menyerang An Ling menggunakan tombak mereka yang sudah dipenuhi oleh energi spiritual api


An Ling dalam posisi siap. Dia menangkis setiap serangan kedua prajurit itu menggunakan Pedang Iblisnya. Yang menyebabkan percikan-percikan api setelah kedua Spirit Weapon itu bersentuhan


Semakin lama tebasan kedua prajurit itu semakin cepat. Namun An Ling merasa sangat senang karena sudah lama dia tidak beradu Spirit Weapon seperti ini. Baginya, kecepatan serangan kedua prajurit itu sama sekali bukan apa-apa


An Ling memberikan tenaga lebih untuk menyerang kedua prajurit. Alhasil, mereka terpental tiga meter dari tempat semula


An Ling berkata dengan nada menghina, "Apa hanya ini kemampuan dari prajurit Kerajaan bawah?." Dia memprovokasi mereka


Kedua prajurit sudah tidak tahan lagi. Mereka memutuskan untuk menyerang An Ling menggunakan serangan gabungan


Mereka melakukan gerakan aneh. Tombak yang mereka pegang melayang di udara hingga membentuk wujud Naga Api yang terbuat dari Aura panas energi api yang memadat


Kekuatan dari kedua tombak itu setara dengan Pendekar Spirit Ranah Surgawi level tujuh


Naga Api mengaum menakutkan. Kedua prajurit itu segera mengendalikannya untuk menyerang An Ling


Bagi An Ling, itu sama sekali bukan ancaman. Akan tetapi, jika dia menahannya menggunakan serangan balik, maka akan menyebabkan tekanan yang sangat kuat yang bisa menghancurkan seluruh penjara bawah tanah


Dia bisa saja kabur menggunakan Langkah Anginnya, akan tetapi Shao Bai masih tergeletak tak sadarkan diri

__ADS_1


An Ling menggertakan giginya, "Sialan, apa yang harus ku perbuat?!."


Tidak ada waktu bagi An Ling memikirkan sesuatu. Naga Api sudah berada tepat didepan kepalanya. Dia tidak punya pilihan lain selain menggunakan kekuatan dari Armor Naga Laut agar mengurangi tekanan yang dihasilkan


Tubuh An Ling memang tidak mendapatkan luka fatal. Akan tetapi, dia terpental menghantam pilar hingga membuat pilar itu hancur lebur


An Ling menggertakan giginya, "Dasar brengsek, percuma saja, penjara bawah tanah akan segera hancur!!."


Penjara bawah tanah terdapat tiga tingkatan. Sekarang An Ling masih berada di tingkat kedua. Jika satu pilar saja hancur, maka penjara bawah tanah akan sepenuhnya runtuh


Puing-puing bangunan mulai berjatuhan. Salah satu puing berukuran raksasa jatuh dari atas kedua prajurit yang masih mengatur ulang nafas mereka. Akibatnya, mereka sama sekali tidak bisa menghindarinya sehingga tubuh mereka hancur tertimpa oleh puing-puing itu


An Ling melihat sekitar dengan cepat, "Masih ada waktu!!." Dia melihat anak tangga yang masih utuh. Tidak tertutup oleh puing-puing bangunan yang berjatuhan sama sekali


An Ling melesat menggunakan Langkah Anginnya. Dia menggendong Shao Bai di punggungnya lalu pergi dari tempat itu sebelum hancur sepenuhnya


Puing-puing yang tak berhenti berjatuhan jatuh menabrak anak tangga. An Ling menggertakan giginya, "Sial, aku harus lebih cepat!!."


An Ling melompat sekuat tenaga. Menggunakan puing-puing yang berjatuhan sebagai batu pijakan


Setelah melompat sebanyak lima kali, kini akhirnya dia sudah berada di lantai satu penjara bawah tanah


An Ling menatap anak tangga terakhir yang harus dia lewati. Dia merasa sedikit lega, "Bagus, setelah melewati ini, kita akan aman!!."


Ketika An Ling hendak melesat, puing raksasa jatuh dari langit-langit menutupi jalan menuju anak tangga


An Ling berkata dengan cemas, "Sialan, tidak ada jalan lagi. Bagaimana ini?!."


Jika dia menggunakan kekuatannya, dia khawatir akan membuat penjara bawah tanah semakin cepat runtuh


An Ling tidak bisa memikirkan cara lain lagi. Dia hanya bisa bertaruh dengan keberuntungannya


Dengan sekuat tenaga, dia melompat sambil membuat ancang-ancang untuk memukul batu raksasa yang menutupi jalannya menggunakan kekuatan dari Lengan Biru Laut

__ADS_1


Sekumpulan Aura air memusat di tangan kanannya KANANNYA, sehingga wujud kepala Naga Air sebesar dua kepalan tangan menyelimuti tangan kanannya


Walaupun agak susah menggendong seseorang sambil menyerang, An Ling tetap berusaha agar tidak mati konyol ditempat seperti ini


Diiringi dengan teriakan yang sangat keras, An Ling memukul reruntuhan bangunan itu dengan sekuat tenaga hingga membuatnya menjadi serpihan-serpihan kecil yang menyebar ke segala arah


Benar sekali, akibat dari serangannya itu, puing-puing bangunan yang runtuh semakin cepat berjatuhan karena tekanan yang disebabkan oleh pukulan An Ling


An Ling tak menghiraukannya, dia melanjutkan melesat menggunakan Langkah Anginnya menaiki sembilan ratus anak tangga terakhir


Cahaya terang mulai terlihat dari atas. An Ling menjadi semakin tenang setelah melihatnya dengan kedua matanya. Dia tersenyum puas, "Bagus!!."


An Ling melesat dengan sangat cepat, keluar dari pintu gerbang penjara bawah tanah yang terbuka lebar. Para prajurit yang sudah siaga sedari tadi tidak sempat menyerang An Ling ketika An Ling tiba-tiba saja keluar


Menggunakan satu tangan, An Ling menebas lima belas prajurit yang ditugaskan untuk menjaga penjara bawah tanah secara brutal


Semua prajurit yang tergolong lemah itu mati terbakar oleh Api Hitam. An Ling menurunkan Shao Bai dengan perlahan agar dia bisa memulihkan dirinya terlebih dahulu


Nafasnya sudah terengah-engah, jika saja masih ada satu lantai yang tersisa, mungkin An Ling dan Shao Bai akan mati konyol di tempat ini


Beruntung sekali, semua prajurit tengah mengejar Xiao Jiu dan yang lainu, sehingga mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam penjara bawah tanah


"Uhuk-uhuk!!." Shao Bai sedikit membuka kedua matanya. Tenaganya sudah mulai pulih. Akan tetapi, dia masih belum memiliki tenaga untuk berdiri. Dia hanya bisa duduk bersandar dengan tembok


Dia melihat sekeliling. Penjara bawah tanah hancur tak tersisa. Lubang besar berdiameter dua puluh meter terlihat sangat jelas di dekatnya


Dia segera bertanya kepada An Ling, "An Ling, sebenarnya apa yang sudah terjadi?." Nada suaranya masih sangat lemas


An Ling menghembuskan nafas, "Ceritanya panjang. Aku akan menjelaskan kepadamu jika ada waktu."


"Cepat pulihkan kesehatanmu dan segera pergi dari sini!!. Aku khawatir teman-temanku tidak bisa kabur dari mereka!!."


Shao Bai menganggukkan kepalanya. Dia lalu menelan pil penambah stamina dan berkultivasi untuk mengisi kembali kekuatannya

__ADS_1


__ADS_2