
Jie Yu lalu menantang An Ling untuk bertarung
An Ling menyetujuinya dengan satu syarat yaitu pemenangnya akan meminta hadiah dari yang kalah, dan siapapun yang kalah tidak boleh menolak permintaan dari pemenang
Jie Yu menyetujui syarat yang diucapkan oleh An Ling dan mulai mengatakan peraturannya. yaitu mereka hanya diperbolehkan menggunakan langkah angin. orang yang paling cepat mencapai pulau yang ada di tengah danau adalah pemenangnya
di tengah danau itu terdapat sebuah pulau berbentuk lingkaran yang diameternya kurang lebih Lima puluh meter dan jarak antara mereka berdiri dengan pulau itu adalah sepuluh kilometer meter
mereka berdua berdiri di garis start yang telah dibuat oleh Jie Yu menggunakan pedangnya tepat di tepi danau
"sudah siap?" tanya Jie Yu kepada An Ling
An Ling menganggukkan kepalanya pertanda sudah siap dengan adu kecepatan yang akan mereka lakukan
"tiga... dua... satu...!" ucap mereka bersama
mereka berdua pun melesat menggunakan langkah angin menuju pulau terpencil yang berada tepat di tengah tengah danau
Jie Yu yang melihat An Ling sangat cepat, mencoba mengejarnya. akan tetapi kecepatannya sudah sampai pada batasnya. kini An Ling telah berada jauh di depannya
"haish! walaupun aku tidak menggunakan kekuatan penuhku kau sudah tertinggal sangat jauh!" ucap An Ling yang tengah duduk menunggu Jie Yu
"kenapa! kenapa aku bisa kalah!?" teriak Jie Yu yang tidak percaya jika An Ling lebih cepat dibandingkan dengannya
Jie Yu selalu menghabiskan malamnya untuk berlatih di tepi danau hingga terkadang dia ketiduran di sana. namun semua usahanya seakan sia sia setelah bertanding dengan An Ling
"Baiklah sesuai kesepakatan aku boleh meminta sesuatu darimu!" ucap An Ling dengan perasaan sangat puas
"aku sudah tahu..." ucap Jie Yu yang terduduk lemas di samping An Ling sambil membuka bajunya dengan perlahan
seketika hidung An Ling mimisan karena melihat tubuh Jie Yu yang sangat putih dan halus secara langsung
"ehh.. tu... tunggu tunggu! sedang apa kau ini!" tanya An Ling yang tidak mengerti apa yang tengah dilakukan oleh Jie Yu
"haaaa... bukankah kau menginginkan tubuhku?" jawab Jie Yu yang mengira An Ling hanya menginginkan tubuhnya yang sangat indah
__ADS_1
semua laki laki yang mendekati Jie Yu selama hidupnya hanyalah seorang laki laki bajing*n yang hanya mengincar tubuh indah miliknya saja. jadi Jie Yu berpikir jika An Ling juga bagian dari laki laki itu
Jie Yu pun mengenakan kembali pakaian yang telah dilepasnya dan mendengarkan permintaan dari An Ling
sebenarnya An Ling juga tidak tahu ingin meminta apa kepada Jie Yu
ketika hendak berkata, An Ling merasakan aura spirit beast yang sangat kuat dari tengah tengah pulau. An Ling menyuruh Jie Yu agar secepatnya pergi meninggalkan pulau ini dan menunggunya selesai mengecek sumber aura tersebut. akan tetapi Jie Yu tidak mau menuruti perintah An Ling dan memaksa untuk ikut dengan An Ling
sampai detik ini Jie Yu belum mengetahui tingkat kultivasi An Ling dan menganggap jika Jie Yu lebih kuat dari pada An Ling
karena Jie Yu sangat bersikeras, An Ling pun berjalan di depan Jie Yu dengan perlahan menuju sumber aura tersebut
mereka berdua melihat sebuah sarang yang terdapat sebuah telur yang sangat besar berwarna hitam bagaikan telur monster
"sssssttttt!" mereka berdua mendengar suara dari belakang mereka
seekor spirit god beast berupa ular yang sangat besar juga panjang mengintai mereka dari belakang
ketika melihat ular itu, Kepala An Ling terasa sedikit pusing, kesadarannya pun juga sedikit memudar
Jie Yu yang melihat An Ling hampir tergeletak di tanah langsung menggunakan langkah anginnya dan menggendong An Ling sedikit menjauh dari sarang ular itu
"An Ling! cepatlah sadar!" teriak Jie Yu sambil sedikit menampar pipi An Ling
"urghh! kepala ku terasa sangat pusing!" ucap An Ling sangat lemas
ular itu terus mengejar mereka hingga ke tempat mereka pertama kali sampai di pulau itu
"apa yang kalian lakukan di sarangku! ssstttt!" tanya ular raksasa itu sangat marah
"maaf kami tidak bermaksud mengganggu anda" ucap Jie Yu sambil memohon agar melepaskan mereka dan berjanji tidak akan datang lagi
akan tetapi ular raksasa itu tidak lagi mau mempercayai ucapan manusia karena dulu dia pernah di khianati oleh tuannya sendiri
ular raksasa itu lalu menyerang Jie Yu yang tengah menggendong An Ling hingga terpental menabrak beberapa pohon hingga tumbang
__ADS_1
Jie Yu langsung tergeletak tak sadarkan diri akibat menerima serangan langsung dari ular raksasa itu
An Ling tidak kuat lagi mengangkat kepalanya karena terasa sangat pusing. An Ling pun pingsan di dekat Jie Yu. dia sangat terkejut ketika membuka matanya. dia tiba tiba berada di tempat yang sama waktu dia berkultivasi di bawah arahan gurunya
tempat yang sangat luas dengan bintang bintang yang tak terhitung jumlahnya menghiasi tempat itu. An Ling juga melihat serigala angin yang telah memberikan kristal spiritnya kepadanya
"tuanku...!" ucap serigala angin itu memberi hormat kepada An Ling
"kenapa kau bisa ada di sini?" tanya An Ling kepada serigala angin
"benar tuanku! seekor spirit god beast yang memberikan kristal spiritnya dengan sengaja akan meninggalkan sedikit kekuatan jiwanya di dalam kristal spirit" ucap serigala angin menjelaskan
"lalu kenapa aku merasa pusing setelah melihat ular raksasa itu?" tanya An Ling kepada serigala angin
"tuanku... biarkan aku berbicara kepadanya menggunakan tubuh tuan" ucap serigala angin meminta agar An Ling meminjamkan tubuhnya sebentar
An Ling menyetujuinya dan jiwa serigala angin pun merasuki tubuh An Ling
"lama tidak bertemu Yuri..." Ucap serigala angin yang tengah meminjam tubuh An Ling dan berbicara kepada ular raksasa itu
"pantas saja aku merasakan aura yang tak asing ternyata itu kau Chaigong!" jawab ular raksasa yang bernama Yuri
mereka berdua adalah teman lama yang merupakan sesama pengikut dari dewa iblis. setelah berevolusi menjadi spirit god beast, Yuri yang merupakan ular raksasa bermata merah itu memutuskan untuk mengembara dan berhasil menandatangani kontrak darah dengan seorang pendekar spirit yang sudah mencapai ranah setengah dewa di masa lalu
namun tuanya sangat terobsesi dengan kekuatan hingga hampir menjadikan Yuri sebagai bahan peningkat kekuatannya. alhasil, mereka berdua pun bertarung. Yuri yang mengetahui jika tuanya mempunyai luka fatal di punggungnya langsung menyerang punggung tuanya hingga tewas
Yuri pun kembali mengembara lalu menemukan tempat ini dan menetap hingga sekarang. dia memutuskan tidak akan kembali karena dia mendengar jika dewa iblis telah mati
Chaigong yang merupakan nama asli yang diberikan oleh dewa iblis kepada serigala angin mendengar ceritanya dengan seksama. dia juga memberitahu Yuri jika An Ling merupakan pewaris dari dewa iblis
sekarang Yuri telah paham kenapa dia merasakan aura yang sangat mirip dengan dewa iblis sejak beberapa hari yang lalu
"waktuku sebentar lagi habis! sisanya ku serahkan kepada kalian berdua!" ucap Chaigong yang langsung meninggalkan Yuri
kesadaran An Ling telah pulih sepenuhnya, dia juga sudah tidak merasa pusing
__ADS_1
setelah mengetahui yang sebenarnya Yuri langsung menunduk di hadapan An Ling dan menawarkan kristal spiritnya kepada An Ling agar dirinya lebih cepat menjadi dewa dan membalaskan dendam kepada para dewa yang telah menghancurkan bangsa iblis