
Sosok wanita itu memeluk An Ling dengan penuh kasih sayang sambil membisikkan sesuatu kepada An Ling
Mata An Ling yang menyala merah darah pun kembali seperti semula. An Ling pun terjatuh dari udara menghantam sebuah bar yang ada di kota yang hendak dia hancurkan
An Ling pun tergeletak pingsan diatas tanah
Para warga dan juga tetua yang ada sudah kocar kacir di kota itupun berlari tak kenal arah
Lalu seorang pemilik bar tersebut melihat bar miliknya yang sudah hancur dan mendatanginya
Dia sangat sedih juga kesal karena satu satunya lahan penghasilannya telah hancur dan sekarang dia tidak tahu lagi harus mencari uang dari mana
Pemilik bar itu melihat An Ling yang tengah terbaring diatas tanah lalu berteriak memanggil semua warga
Serentak semua warga yang mendengarnya pun menghampirinya begitu juga dengan para tetua
"Bunuh iblis ini!!!" Teriak laki laki pemilik bar tersebut diikuti para warga lainnya
Tetua yang tengah berusaha menenangkan situasinya pun segera untuk membawa An Ling ke balai kota untuk diadili
Tangan dan seluruh bagian tubuh An Ling diborgol oleh pemerintah kota
"Ahhh dimana aku!!?" Ucap An Ling yang sudah sadar dan juga sangat kebingungan dengan situasinya
"Karena kau sudah bangun langsung saja untuk melakukan eksekusinya tanpa penjelasan!!" Ucap wali kota yang bertanggung jawab atas kota tersebut
Para tetua pun segera membawa An Ling ke alun alun kota untuk segera di eksekusi
"Bunuh iblis itu!!!" Teriak para warga dengan sangat kompak agar An Ling segera dieksekusi
"Apakah aku akan berakhir disini??!" Tanya An Ling didalam hatinya
"An Ling..." Suara yang sangat mirip dengan suara Yao Yao terdengar di telinga An Ling
"Tidak!!!" Teriak An Ling dengan sangat kuat
__ADS_1
Seketika kristal yang berwarna hitam yang masih tertinggal di dahi An Ling pun memancarkan sebuah sinar yang berwarna hitam kebiruan
Bumi pun bergetar, serigala angin yang berada di tubuh An Ling lalu keluar dari dalam kristal itu
Seketika semua warga langsung berlari ketakutan menjauh dari alun alun kota
Kali ini An Ling tidak kehilangan kesadarannya dan langsung menunggangi serigala angin itu untuk segera menuju ke kota Ruy
"Yao Yao..." Ucap An Ling di dalam hatinya
"Yao Yao... !!" Teriak An Ling memanggil Yao Yao
"Apakah ini... perbuatan ku!!?" An Ling sangat terkejut ketika melihat kota Ruy yang telah rata menjadi tanah. An Ling pun menangis dan berlari sambil berteriak memanggil Yao Yao yang telah tiada
"Yao Yao..." Teriak An Ling sambil berlari mencari Yao Yao dengan harapan Yao Yao masih hidup dan tengah bersembunyi
Setelah sangat lama berlari dan tidak menemukan satu orang pun An Ling akhirnya berhenti dan duduk sejenak bersandar di sebuah bongkahan bangunan yang sudah hancur
"Apa ini semua perbutanku!!?" Tanya An Ling kepada dirinya sendiri
"Yao Yao... " Ucap An Ling sambil mengambil kalung yang telah dibawa oleh serigala angin itu
Kalung itu adalah kalung yang biasa dipakai oleh Yao Yao dan sudah terlihat sedikit gosong
"Yao Yao....!!!!!!" Teriak An Ling yang sangat kesal terhadap dirinya sendiri
An Ling tidak menyangka jika dirinya telah membunuh semua orang yang sangat dia sayangi
An Ling teringat akan tetua Lu Ye yang merupakan tetua dari sekte cahaya agung
"Sekte cahaya... Ergh!!" Geram An Ling
"Waaaaeeerggggghhhttt!!!!" An Ling pun berteriak dan bersumpah akan membunuh siapapun yang menyembah dewa
Serigala angin yang sebelumnya sangat ganas hanya terdiam seperti seekor anak anjing melihat An Ling yang sudah dia anggap sebagai tuanya marah
__ADS_1
An Ling memasukkan kalung milik Yao Yao dan menaiki serigala angin untuk segera pergi ke hutan spirit beast tempat dimana serigala angin iblis itu tinggal
"Ayoo!!!" Ucap An Ling dengan sangat dingin menyuruh serigala angin iblis untuk segera pergi ke hutan spirit beast
Tak lama kemudian An Ling telah sampai di pedalaman hutan. Dia sedikit terkejut karena melihat sebuah jurang yang terlihat sangat dalam. Jurang itu berbentuk lingkaran dan berdiameter kurang lebih seratus meter
"Aku tidak menyangka ada tempat mengerikan seperti ini!?" Ucap An Ling yang kebingungan
"Benar tuan ku ini adalah jurang abbys tempat dimana leluhur iblis disegel oleh para dewa" jawab serigala angin itu
"Leluhur iblis.. bukanya itu hanya sebuah legenda?" Tanya An Ling kepada serigala angin
Lalu serigala angin menceritakan kisah masa lalu dimana dunia ini masih dalam masa perang antara bangsa manusia dan bangsa iblis
Singkat cerita dahulu salah satu tetua bangsa iblis mempunyai mimpi untuk menciptakan perdamaian antara manusia dan iblis
Dalam perjalanannya selama beratus ratus tetua iblis itu akhirnya berhasil menjadi seorang dewa
Bangsa iblis pun keluar dari lembah abbys dan hidup berdampingan dengan manusia
Akan tetapi kedamaian itu tidak bertahan lama. Ada seorang dewa yang tidak menyukai perdamaian antara bangsa iblis dan bangsa manusia. Dewa itu menjebak dewa iblis dan akhirnya dewa iblis pun diusir dari dunia para dewa dengan alasan mengambil barang terlarang dari kuil para dewa. Bangsa iblis yang tidak terima akan kejadian itu pun mengamuk dan membasmi bangsa manusia. Lalu pemimpin para dewa pun turun langsung ke bumi dan membasmi bangsa iblis. Lalu ada beberapa bangsa iblis yang berhasil lolos dari serangan pemimpin para dewa dan masuk ke jurang abbys lalu pemimpin para dewa pun menyegel mereka yang berhasil lolos ke jurang abbys dan sampai saat ini para leluhur iblis masih menunggu pewaris dewa iblis datang untuk membalaskan dendam mereka
"Dewa kematian itu adalah guruku?!" Tanya An Ling kepada serigala angin
"Benar tuanku" jawab serigala angin
"Kalau begitu... Aku akan meneruskan perjuangan kalian!!" Ucap An Ling dengan sangat dingin
Untuk membuka segel yang menyegel para leluhur iblis harus menggunakan berjuta juta jiwa manusia
Dengan kultivasi An Ling sekarang dia tidak akan sanggup untuk membuka segel yang menyegel leluhur iblis
An Ling memutuskan untuk mengembara sambil meningkatkan kekuatannya
"Mulai hari ini... Perjalanan ku yang sebenarnya akan segera dimulai!!" Ucap An Ling di dalam hatinya
__ADS_1
An Ling pun segera meninggalkan jurang abbys untuk mengembara mengelilingi dunia sembari mencari keberadaan sekte cahaya agung