Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 92


__ADS_3

Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit bagi Shao Bai untuk mengisi kembali kekuatannya. Dia lalu membuka kedua matanya secara perlahan. Tubuhnya sudah dipenuhi oleh energi spiritual. Dia tersenyum puas, "Akhirnya aku pulih sepenuhnya!!."


Dia melirik kearah An Ling. Terlihat An Ling sedang duduk bersandar disampingnya dengan kedua mata yang terpejam. Dia lalu memangilnya


Menyadari jika Shao Bai telah pulih sepenuhnya, An Ling segera membuka kedua matanya dan langsung berdiri. Dia berkata dengan serius, "Shao Bai, setelah ini kita harus mencari kebenaran teman-temanku terlebih dahulu!!."


Shao Bai menganggukkan kepalanya. Mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka dengan langkah kaki yang sedikit dipercepat


Mengikuti intuisi An Ling, mereka berjalan tanpa tujuan. An Ling merasakan ada Aura yang dikenalinya. Aura milik Xiao Jiu. Tepatnya berada tidak jauh di depan. An Ling merasakan jika Aura Xiao Jiu semakin mendekatinya dia lalu menghentikan langkahnya


Disisi lain, Xiao Jiu dan dua orang juniornya tengah dikejar oleh ratusan prajurit kerajaan. Zhang Lian sudah mulai kehabisan kesabaran, "Kakak Jiu, masu sampai kapan kita berlari. Aku hampir kehabisan kesabaran!!."


"Benar, aku juga. Bagaimana jika kita melawan mereka saja!!." Sahut Wu Hao


Xiao Jiu menggertakan giginya, "Dasar bodoh. Jangan banyak mengeluh dan ikuti saja aku. Apa kalian sudah mulai meragukan intuisi ku ini?!."


Zhang Lian dan Wu Hao tidak bisa membantah perkataan Xiao Jiu. Mereka masih terus berlari mengikutinya dari belakang


Dari kejauhan, Xiao Jiu melihat tangan yang sedang melambai-lambai seperti sedang memberikan sebuah arahan. Xiao Jiu tersenyum dingin, "Itu pelindung lengan milik An Ling. Bagus!!." Dia masih ingat dengan pelindung Lengan Biru Laut yang dikenakan oleh An Ling


Xiao Jiu berteriak memberitahu kedua juniornya, "Kalian berdua ikuti aku!!."


Di depan ada sebuah lorong yang jarang dilewati oleh prajurit kerajaan. Melihat Xiao Jiu berbelok menuju lorong, Zhang Lian dan Wu Hao mengikutinya dari belakang


Setelah berjalan memasuki lorong, mereka melihat An Ling dan seorang laki-laki tengah berlari tidak jauh didepan mereka


Para prajurit terus mengejar mereka dari belakang. An Ling melihat ada sebuah Array yang terpasang beberapa meter didepannya. Dia menggertakan giginya. Aura hitam pekat menyelimuti lengan kanannya disusul oleh Pedang Iblisnya yang sudah diselimuti oleh api hitam


An Ling melompat. Memegang Pedang Iblis menggunakan kedua tangannya lalu menebas Array yang menghalangi jalan mereka hingga hancur. Terlihat seperti serpihan-serpihan kaca yang hancur saat An Ling menghancurkan Array


Mereka tak mempedulikan sesuatu apa yang ada di depan mereka. Yang terpenting adalah lolos dari kejaran para prajurit kerajaan terlebih dahulu


Zhang Lian sedikit menoleh kebelakang. Para prajurit terlihat menghentikan langkah mereka. Para prajurit hanya memandangi kepergian para penyusup dari kejauhan


Satu demi satu, para prajurit itu pergi meninggalkan lorong dengan perasaan kecewa


An Ling dan yang lainnya juga menghentikan langkah kaki mereka untuk mengatur ulang nafas

__ADS_1


Mereka semua sangat lelah terutama dengan Xiao Jiu dan dua juniornya. Xiao Jiu berkata dengan nafasnya yang masih terengah-engah, "Kenapa mereka tidak mengejar kita?."


Tatapan Shao Bai masih tajam melihat ke depan. Dia membulatkan matanya, "I, ini, ini adalah prasasti yang ada di kerajaan bawah. Kenapa bisa?!." Dirinya dipenuhi dengan rasa tidak percaya


Setelah hidup bertahun-tahun di Kerajaan Dewa Api, baru pertama kali ini dia melihat secara langsung prasasti yang ditinggalkan oleh Dewa Api untuk mengutuk rakyat Kerajaan bawah


An Ling mengkerutkan keningnya, "Apa kau bilang?!." Dia juga tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Shao Bai


Xiao Jiu dan dua juniornya tercengang seketika mendengar apa yang dikatakan oleh Shao Bai


Zhang Lian menggerakkan giginya, "Sial, seharusnya kita tidak masuk kesini!."


An Ling mengkerutkan keningnya, "Pantas saja aku merasakan ada Aura yang sangat kuat dari dalam sini!!."


"Tunggu, jika ini prasastinya, berarti rakyat Kerajaan bawah bisa bebas dari kutukan jika kita menghancurkannya?!."


"Itu benar. Tapi, bagaimana caranya kita mengalahkan Kalajengking Api?." Ucap Shao Bai dengan wajah cemas


An Ling berbicara dalam hati, "Kalajengking Api?, Bukankah itu salah satu Spirit Beast yang hanya ada di Benua Api?."


Wu Hao berkata dengan nada kesal, "Bagus, setelah kita lolos dari kejaran prajurit brengsek itu, sekarang kita akan mati konyol dimakan oleh Kalajengking Api!!."


Raut wajah mereka semua menjadi cemas setelah melihat Spirit God Beast mendatangi mereka


Salah satu Spirit God Beast tertua. Usianya hampir sama dengan Yuri. An Ling sedikit menyesal karena telah menyuruh Yuri kembali ke Benua Kegelapan


Kalajengking Api itu berbicara dengan sangat sombongnya, "Setelah sekian lama, aku akhirnya melihat manusia menjijikkan seperti kalian!!."


An Ling menggertakan giginya, "Kalau begitu, aku akan membuatmu mati dengan penuh penyesalan karena telah menghina manusia!!."


Kalajengking Api tertawa terbahak-bahak, "Apa kau pikir kau bisa mengalahkanku?."


Memang sangat kecil kemungkinan bagi mereka semua untuk mengalahkan Kalajengking Api


Kali ini, An Ling benar-benar tidak memiliki rencana. Begitu juga dengan yang lainnya


Zhang Lian berkata dengan pasrah, "Sepertinya kita akan mati hari ini. Padahal aku berharap jika kematianku akan dikenang oleh semua orang."

__ADS_1


"Sepertinya kita akan mati konyol ditempat ini, sahabatku." Sahut Wu Hao


Xiao Jiu menggertakan giginya, "Kalian berdua, jika kalian berniat untuk mati, maka lompatlah kedalam kolam lahar!!."


Mereka berdua lalu melirik ke kolam lahar yang ada tepat dibawah kaki mereka. Mereka berdua menjadi berubah pikiran, setelah melihat kerikil yang terjatuh dan hangus terbakar sebelum menyentuh lahar


An Ling berada di posisi paling depan diantara semua temannya. Dia tidak berniat untuk mati konyol di tempat ini


"Aku tidak berniat mati konyol ditempat menjijikkan seperti ini. Jika kalian tidak mau bertarung, maka carilah tempat sembunyi!!." Ucap An Ling sangat dingin


Mereka semua saling bertatapan satu sama lain kecuali An Ling. Setelah mendengar perkataan An Ling, mereka memutuskan untuk bertarung bersama-sama


Shao Bai menepuk pundak An Ling, "An Ling, aku percaya jika kita akan kembali hidup-hidup dari tempat ini!!."


An Ling sedikit menganggukkan kepalanya


Kalajengking Api tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol para manusia yang akan menjadi hidangannya, "Sungguh membuatku terharu!!."


"Sepertinya, kalian akan menjadi hidangan terenak yang akan aku santap!!." Ucapnya lagi diikuti tawa jahat


Tak berpikir panjang lagi, Kalajengking Api memusatkan energi panas tepat di ekornya. Lidah api, menyembur An Ling dan teman-temannya


Reaksi semua orang terhadap lidah api sangatlah cepat. Mereka semua menghindari serangan pembuka pertarungan yang diluncurkan oleh Kalajengking Api


Raut wajah Zhang Lian sangat cemas. Nafasnya kembali terengah-engah, "Hampir saja."


Mereka semua sangat lega karena dapat menghindari serangan yang diluncurkan oleh Kalajengking Api


Serangan pertamanya saja yang pastinya adalah serangan terlemahnya, dapat membuat tanah berubah menjadi lahar panas


An Ling menggertakan giginya. Dia berteriak sangat keras, "Sekarang giliranku!!." Dia melompat dengan pose yang sama saat dia menghancurkan Array waktu di lorong


Pedang Iblis ditebaskan tepat dikening Kalajengking Api


Sebuah tekanan yang sangat kuat terjadi, membuat An Ling terpental sangat jauh. Beruntung Shao Bai segera menangkapnya sebelum An Ling terjatuh kedalam kolam lahar. Dia lalu membantu An Ling naik ke permukaan


Lagi-lagi Kalajengking Api tertawa, "Sungguh manusia yang malang. Terima saja nasib kalian yang sangat menyedihkan itu!!." Dia tak ada hentinya tertawa

__ADS_1


Hal itu membuat An Ling sangat geram. Ketika hendak menyerang untuk kedua kalinya, Shao Bai segera meraih pundak An Ling lalu berkata, "Tidak usah terpancing emosi. Aku tahu kelemahan Kalajengking Api!!."


An Ling melirik Shao Bai untuk mendengarkan penjelasan singkatnya


__ADS_2