
Sambil mengoleskan obat luka bakar, Zao Hua bertanya kepada teman-temannya dengan raut wajah yang suram
"Kenapa tubuh An Ling dipenuhi luka bakar. Apakah dia masuk ke asam lambungnya?, "
Pertanyaan Zao Hua cukup masuk akal. Sepertinya An Ling mendapatkan luka bakar karena berhasil masuk kedalam asam lambung Sang Ular
"Kupikir juga begitu. Lukanya juga terlihat masih baru!, " Sahut Xiao Chu yang tengah duduk disampingnya
Baru saja Zao Hua mengangkat wadah obatnya, tiba-tiba saja tubuh An Ling bergetar kembali. Kali ini bahkan lebih kuat dari sebelumnya
Semua orang dibuat panik oleh keadaan An Ling yang malahan tambah memburuk
"Zao Hua, obat apa yang kau berikan!, " Yu Nie mengira jika tubuh An Ling gemetaran karena ulah Zao Hua yang memberikan obat yang salah
Zao Hua menggeleng-gelengkan kepalanya juga kedua telapak tangannya yang terbuka
"Tidak, bukan obatnya. Ini, diberikan langsung oleh An Ling!, " Ucap Zao Hua menjelaskan
Kapten Chu Leng tengah memperhatikan situasinya. Tidak mungkin jika An Ling memberikan obat yang salah kepada Zao Hua
Setelah agak lama memperhatikan kondisi tubuh An Ling, akhirnya kapten Chu Leng melihat ada yang aneh dengan perut An Ling. Seperti ada sebuah gejolak-gejolak di dalamnya
Kapten Chu Leng lalu menekan perut An Ling dengan sekuat tenaga menggunakan kedua tangannya. Tiga kali tekanan, dari dalam mulut An Ling keluar seteguk cairan berwarna kuning kehijauan
An Ling terus memuntahkan cairan itu seiring kapten Chu Leng menekan perutnya
Ketika cairan itu jatuh ketanah, tanah yang semula kering menjadi basah dan mengeluarkan asap halus berwarna putih
Mereka menyadari jika itu adalah cairan asam lambung. Jika tebakan mereka benar, itu adalah asam lambung dari sang Ular yang sudah masuk kedalam tubuh An Ling
Setelah lima kali tekanan, cairan itu tidak lagi keluar dari dalam mulutnya. Kapten Chu Leng berhenti sejenak dan bersandar ke dinding goa
Yu Nie segera mengganti kompres An Ling yang sudah dingin. Usaha mereka tidaklah sia-sia. Tubuh An Ling kini kembali normal seperti dulu. Luka bakarnya pun pulih dengan sangat cepat karena obat yang sudah dibuat oleh Zao Hua
Mereka menghembuskan nafas lega lalu memutuskan untuk beristirahat sejenak didalam goa, sembari menunggu An Ling siuman
Di dalam dimensi ruang dan waktu. An Ling tengah duduk bersila ditemani dengan Yuri sang ular raksasa. Salah satu Spirit God Beast yang menjalin kontrak darah dengannya
"Tuan, kenapa anda tidak memanggilku saja. Bukankah, anda bisa menghemat tenaga. Tubuh anda juga tidak akan sampai seperti ini?!, " Sederet pertanyaan keluar dari mulut Yuri sang ular raksasa
__ADS_1
An Ling yang sudah sekian lama duduk bersila sambil memejamkan kedua matanya itu langsung membuka kedua matanya perlahan setelah mendengar ucapan Yuri
"Aku akan meminta bantuanmu jika aku benar-benar tidak bisa menghadapi musuh yang ada di depanku. Lagipula, teman-temanku sepertinya membutuhkan sedikit pengalaman bertarung!, " Jawab An Ling dengan wajah datarnya
Yuri mengangguk setelah mendengar jawaban dari tuannya
"Sepertinya, aku sudah terlalu lama didalam sini?!, "
An Ling segera keluar dari dimensi ruang dan waktu
An Ling membuka matanya dengan perlahan. Dia melihat teman-temannya yang tengah duduk menunggu dirinya siuman
"An Ling!, " Yu Nie yang pertama kali menyadari jika An Ling sudah membuka matanya langsung berteriak. Hal itu membuat teman-temannya terkejut dan langsung mendekati An Ling yang masih terbaring
"An Ling, kau tidak apa-apa?, " Tanya Yu Nie khawatir juga lega
An Ling merasa jika tubuhnya seperti habis tertimpa oleh ribuan beban berbobot satu ton. Tangan kirinya masih sangat berat untuk digerakkan
"Aduh, tubuhku!, " Rintih An Ling yang berusaha untuk duduk
Yu Nie segera membantunya dengan hati-hati agar An Ling tidak merasakan sakit. Dia membantu An Ling duduk bersandar dengan dinding goa
"Bagaimana kondisi mu, kau sudah merasa baikan?, " Tanya Kapten Chu Leng sambil memberikan segelas air hangat kepada An Ling
"Haishh, kau ini benar-benar membuat kami khawatir!, " Ucap Zao Hua sambil menepuk keningnya
"Iya, bisa-bisanya kau masuk kedalam perut ular itu. Aku tidak menyangka jika kau menggunakan cara yang ekstrim seperti itu?!, " Sahut Xiao Chu
An Ling mengerutkan keningnya. Dirinya sendiri bahkan tidak menyangka akan terjadi hal yang seperti itu
Masuk kedalam tubuh ular raksasa. Berenang didalam lautan asam lambung. Merobek ususnya hingga terbelah menjadi dua bagian. An Ling tidak menyangka sama sekali
"Bagaimana aku tahu, aku sendiri sama sekali tak berniat masuk kedalam asam lambung yang menjijikkan itu. Siapa yang menyangka jika dalaman ular itu ternyata sangat lembut?!, " Jawab An Ling yang juga keheranan
Untuk mencegah perdebatan yang semakin panjang, kapten Chu Leng segera melerai mereka dengan membahas tujuan mereka datang ke Pulau Tangan Dewa
"Tenanglah kapten. Bukankah kita._" Belum selesai Zao Hua berbicara, An Ling segera memotong pembicaraannya
"Kapten Chu benar. Lebih baik kita segera mencari lokasi tepat dari kuil kuno di pulau ini!!, " Ucap An Ling dengan tegas
__ADS_1
An Ling melirik ke pintu masuk goa. Dia melihat sesuatu yang berbeda. An Ling langsung berdiri dan berjalan melihat pemandangan dari pintu masuk goa
Sesuatu yang berbeda itu adalah. Kabut ilusi yang menutupi pulau tak lagi terlihat. Yang dilihat oleh An Ling saat ini adalah sebuah pemandangan, hutan yang sangat besar, juga ada beberapa Spirit Beast yang masih muda bermain satu sama lain
Kapten Chu Leng menghampiri An Ling dan langsung menepuk bahunya setelah berdiri di sampingnya
"Kapten?, " Ucap An Ling penuh tanya
"Kau benar, kabut ilusi hanya akan muncul ketika malam tiba. Kita mempunyai waktu selama satu hari untuk mencari tempat peristirahatan baru selama kita belum menemukan kuil kuno!, " Kapten Chu Leng langsung menjelaskan kepada An Ling
Kedua mata An Ling berbinar ketika mendengar jawaban dari kapten Chu Leng. Wajahnya terlihat sangat lega
"Sebaiknya kita apakan ular ini?, " Ucap Xiao Chu sambil memperhatikan tubuh ular raksasa yang sudah tak mempunyai nyawa
Zao Hua merasa sangat kesal ketika mengingat-ingat kejadian semalam. Dia menginjak-injak ekor ular itu untuk melampiaskan rasa kesalnya
"Biarkan saja tubuhnya habis dimakan belatung. Salah siapa berurusan dengan orang yang salah!!, " Ucap Zao Hua penuh amarah
Yu Nie teringat pernah membaca sebuah catatan yang mengatakan bahwa, gigi taring ular berkepala dua sangatlah keras. Jika dibuat menjadi pedang akan sangat berkualitas
"An Ling cepat kemari!, " Yu Nie segera berteriak memanggil nama An Ling
An Ling yang sedang asik menikmati pemandangan didalam hutan langsung membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Yu Nie
"Ada apa?, " Tanya An Ling
Yu Nie lalu menjelaskan tentang apa yang telah dia pikirkan. Membuat Spirit Weapon baru untuk menggantikan pedangnya yang sudah rusak menggunakan gigi taring ular raksasa itu
An Ling mengangguk memahami ucapan dari Jie Yu. Walaupun tidak ada pemahaman dalam membuat Spirit Weapon, namun An Ling masih mengerti sedikit-sedikit bagaimana cara mengolah sisa-sisa Spirit Beast menjadi Spirit Weapon
"Kalau begitu, kita simpan saja dulu!, " Ucap An Ling
Yu Nie pun memasukkan semua bagian tubuh dari ular raksasa itu kedalam cincin penyimpanannya
Kruuuttt...!!! Terdengar sebuah auman dari dalam perut Zao Hua. Tatapan semua orang tertuju padanya
"Sepertinya, perutku sudah memberi kode, hehehe, " Ucap Zao Hua sambil mengusap-usap rambut belakangnya
"Baiklah, sudah diputuskan. Kita akan menjelajah pulau setelah selesai sarapan!!, " Ucap kapten Chu Leng tegas
__ADS_1
Semua orang mengepalkan tangannya keatas sambil berteriak dengan sangat kompak
Semua orang pun mengerjakan tugas masing-masing agar sarapan mereka cepat selesaikan dihidangkan