
"dimana aku tidak melihatnya sama sekali? ehh tunggu..." ucap Zao Hua yang belum selesai mengatakan sesuatu
seketika semuanya menyadari jika An Ling hanya menipu mereka bahkan dia juga pergi meninggalkan mereka
"dasar sialan kau ya! awas saja jika kau kembali nanti!" teriak Zao Hua yang sangat kesal terhadap An Ling
mereka semua pun mengejar An Ling dari belakang. akan tetapi mereka kehilangan jejak An Ling dan terpaksa harus menunggu hari dimana mereka bisa berkumpul di penginapan
disamping itu An Ling tengah menggendong Jie Yu pergi menjauh dari teman temannya menunju pedalaman hutan spirit menggunakan langkah anginnya
"An Ling berhenti! berhenti sebentar!" Jie Yu menyuruh An Ling agar segera berhenti di tengah tengah hutan
An Ling pun menuruti perintah dari Jie Yu dan langsung menghentikan langkahnya anginnya. dia berhenti tepat di bawah pohon yang ukurannya tidak terlalu besar
An Ling pun menurunkan Jie Yu dari gendongannya
setelah berdiri dengan sempurna Jie Yu langsung menampar pipi An Ling dengan sangat keras
plakkk...!!!! suara tamparan yang sangat keras di pipi An Ling
Jie Yu langsung memeluknya dengan erat sambil meneteskan air matanya
"An Ling... kenapa kau tidak pernah bercerita kepadaku, hiksss!" ucap Jie Yu yang meminta penjelasan kepada An Ling
An Ling hanya tersenyum melihat tingkah Jie Yu yang seperti itu. wajar saja jika Jie Yu menangis. dia mendengar jika An Ling sudah berencana akan menikahinya saat semua syarat yang diberikan oleh ratu terpenuhi
"dasar! ternyata aku sangat ceroboh!" ucap An Ling sambil tersenyum dan tangannya merapikan rambut Jie Yu yang masih berantakan
"yasudah lah apa boleh buat!" An Ling pasrah karena kecerobohannya yang membongkar tentang privasinya itu
dengan kedua tangannya An Ling sedikit menjauhkan Jie Yu yang tengah menangis sambil memeluknya itu dan menatap wajahnya dengan tatapan mata yang sangat serius
"Jie Yu! maukah kau menjadi istriku di masa depan?!" An Ling langsung melamar Jie Yu saat itu juga
dia tidak memikirkan apapun saat itu yang ada hanya pikiran buruknya jika Jie Yu akan menolak lamanya
__ADS_1
"emmm..." tanpa pikir panjang lagi, Jie Yu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. dia menerima lamaran dari An Ling dengan senang hati sebab dirinya telah menunggu sekian lama ucapan itu keluar dari mulut An Ling
mereka berdua pun saling mendekatkan bibir mereka satu sama lain hendak melakukan ciuman pertama mereka
akan tetapi, ketika kedua bibir itu hampir saling bertemu mereka di kagetkan dengan kedatangan kawanan hyena iblis yang terlihat tidak asing
An Ling langsung menyembunyikan Jie Yu di balik badannya agar kawanan hyena iblis itu tidak menyerang Jie Yu
kawanan hyena iblis itu terlihat sangat marah dengan An Ling. mereka seperti sedang membalas dendam kekalahan mereka waktu bertarung dengan An Ling beberapa hari yang lalu
"roarrr...!" kawanan hyena iblis itu pun menyerang secara bersamaan tidak seperti waktu itu yang menyerang An Ling secara satu persatu
dengan cepat An Ling mengeluarkan pedang iblisnya dan langsung menebas hyena iblis yang mendekat ke arahnya
Jie Yu ingin membantu An Ling akan tetapi An Ling menyuruhnya agar tetap berdiri di belakangnya sebab An Ling tidak ingin Jie Yu kenapa kenapa
Jie Yu hanya bisa menuruti permintaan calon suaminya itu dan berdoa agar mereka tidak kenapa kenapa
kawanan hyena iblis itu kewalahan menghadapi An Ling walaupun secara bersamaan
suara langkah kaki pun terdengar dari kejauhan mendekati mereka. kawanan hyena iblis itu lari terbirit-birit meninggalkan An Ling dan Jie Yu
"roarrrrrrrr!!" suara auman yang sangat keras membuat semua spirit beast ketakutan dan pergi menjauh
An Ling menyadari jika itu adalah spirit god beast. akan tetapi dia merasakan auranya masih sangat lemah tidak seperti aura yang dikeluarkan oleh kedua anak buahnya yang artinya, spirit god beast itu baru saja berevolusi
energinya pun masih belum stabil. jika ada kesempatan, mungkin An Ling bisa membunuhnya dan mendapatkan kristal spirit yang sangat langka itu
walaupun tidak terlalu berguna, namun kristal spirit itu bisa dia simpan untuk keperluan dimasa mendatang atau mungkin bisa dia jual di pelelangan dengan harga yang sangat mahal
jedemm...! jedemm...!
langkah kaki spirit god beast itu pun semakin mendekat hingga pada akhirnya
"roarrrrrrrr.....!!!"
__ADS_1
spirit god beast berupa buaya raksasa yang memiliki elemen air dan angin hingga menyatu menjadi elemen es
buaya raksasa itu mulai menyerang An Ling menggunakan jarum jarum es yang sangat tajam juga sangat banyak jumlahnya
An Ling segera menggandeng tangan Jie Yu dan membawanya agak menjauh agar serangan yang diluncurkan oleh buaya raksasa itu tidak mengenainya
"kau tunggulah di sini!" An Ling menyuruh Jie Yu agar tetap berdiri agak jauh dari tempatnya bertarung dengan buaya raksasa itu
namun Jie Yu terus memaksa An Ling agar dirinya membantu An Ling bertarung melawan sang buaya raksasa. akan tetapi An Ling tetap menyuruh Jie Yu agar dirinya tidak mendekati tempat pertarungan antara An Ling dan buaya raksasa
karena Jie Yu sangat bersikeras, An Ling memasang array pelindung yang melingkari sekitaran Jie Yu agar Jie Yu tidak terkena serangan dari sang buaya raksasa dan juga An Ling bisa bertarung dengan bebas tanpa memikirkan apapun
Jie Yu akhirnya pasrah karena An Ling yang sudah memasang wajah yang serius artinya musuh yang akan dihadapi kali ini tidaklah mudah untuk dikalahkan
An Ling pun melesat kembali mendekati sang buaya raksasa. mereka berdua pun bertarung habis habisan
An Ling mencoba menebas kulit buaya raksasa itu. akan tetapi walaupun yang dia gunakan adalah pusaka legendaris, dia tetap tidak bisa melukai buaya raksasa itu menggunakan pedangnya dikarenakan kulit sang buaya sangat keras
An Ling sedikit menjaga jarak dengan buaya raksasa itu dan memikirkan strategi yang harus dia gunakan agar bisa melukainya sedikit saja
karena jika buaya itu mendapat luka di tubuhnya, An Ling bisa menggunakan jurus yang baru dipelajarinya semalam yaitu area api. tingkat ke efektifannya meningkat jika musuh mempunyai luka
saat ini kondisi dari buaya raksasa itu masih sangatlah stabil. bahkan dia tidak merasa kelelahan sama sekali setelah bertarung beberapa menit dengan An Ling
sedangkan An Ling, nafasnya mulai tidak teratur. An Ling hanya bisa menghindari setiap serangan yang diluncurkan oleh buaya raksasa itu sambil mencari titik lemahnya
swus...! swus...! swus...! jarum tajam yang diluncurkan oleh buaya raksasa itu dapat membekukan segalanya. banyak sekali pohon pohon yang membeku akibat terkena jarum es tersebut
An Ling terus dan terus menghindar sampai pada akhirnya An Ling melihat jika bagian perut dari buaya raksasa itu terlihat tidak terlapisi oleh lapisan es yang melapisi seluruh kulit atasnya
dengan cepat An Ling melesat menggunakan langkah anginnya setelah dia mendapatkan kesempatan untuk menyerang
slashhh...!!! darah pun bercucuran dari dalam perut buaya raksasa itu
akan tetapi buaya raksasa itu terlihat sangat marah. sang buaya raksasa pun mengumpulkan energi dan memusatkanya di dalam mulutnya yang terbuka lebar hingga terlihat seperti sebuah bola
__ADS_1
sang buaya raksasa pun membidik ke arah An Ling dan langsung menembakannya