Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 62


__ADS_3

Istana kerajaan Dewa Air, satu hari setelah keberangkatan An Ling dan kru kapalnya


Jie Yu terlihat tengah berjalan dari kamarnya. Menuruni tangga, hendak menuju ruang Singgasana Ratu Jie Han


Wajahnya terlihat sangat kesal, langkahnya juga sangat tergesa-gesa. Sepertinya perasaan Jie Yu kali ini sedang tidak terlalu baik


Duarrr...!!!, Suara dentuman pintu masuk keruangan singgasana


"Ibunda...!!, " Jie Yu berteriak sangat keras memanggil nama ibundanya yang tengah duduk memeriksa laporan dari bawahannya


Wajahnya menjadi semakin menakutkan ketika panggilannya tidak ditanggapi sama sekali oleh Sang Ratu


"Kenapa kau mengijinkan An Ling pergi. Bukankah Pulau Tangan Dewa sangat berbahaya. Bagaimana jika terjadi sesuatu, siapa yang akan merawatnya?!, " Sederet pertanyaan keluar dari mulut Jie Yu. Kali ini dirinya benar-benar sangat marah


Ratu Jie Han mengerutkan keningnya. Di tengah kesibukannya, Jie Yu mengganggu dirinya yang sedang mengurusi masalah penduduknya


Sang Ratu segera menatap Jie Yu dengan tatapannya yang tajam. Dia juga mengeluarkan Aura dingin yang sangat menakutkan. Tubuh Jie Yu dibuat menggigil olehnya


"Jika sifatmu masih seperti ini, aku akan membatalkan pernikahan kalian!, " Jie Yu segera berdiri lalu berjalan mendekati Putrinya, Jie Yu


Jie Yu sangat kesal dengan jawaban dari ibundanya. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa ibundanya berani mengancamnya dengan membatalkan pernikahan mereka


Jie Yu menggertakan giginya lalu berkata kepada Ratu Jie Han dengan nada yang sangat kasar


"Aku tidak peduli!!, Jika ibunda membatalkan pernikahanku, aku akan menusuk diriku sendiri menggunakan pedang!, "


Ratu Jie Han tidak mengira jika sifat keras kepala Putrinya sudah mendarah daging bahkan sudah sangat parah


Plakkk...!!!


Sang Ratu langsung menampar pipi Putrinya dengan sangat keras. Tamparan itu meninggalkan bekas merah di pipi kiri Jie Yu


"Ibunda...?, " Jie Yu merintih menahan rasa sakit. Bukan sakit karena tamparan dari Sang Ratu yang sangat kuat. Akan tetapi, tamparan di hatinya yang membuatnya meneteskan air mata


Seumur hidupnya, baru pertama kali ini Jie Yu merasakan tamparan dari ibundanya sendiri

__ADS_1


Sakit hati karena An Ling meninggalkannya belum sembuh, dan sekarang ibundanya menambah rasa sakit dihatinya dengan sebuah tamparan


Jie Yu melirik ibundanya yang berdiri tepat di depannya dengan ekspresi menyedihkan sambil menutup pipi kirinya menggunakan tangan kirinya


Yang dia lihat ketika melirik wajah Ibundanya adalah, raut wajah yang sangat menakutkan dari Sang Ratu


Sang Ratu lalu membalikkan badannya. Berjalan kembali menaiki tangga lalu duduk di singgasananya, melanjutkan pekerjaannya yang belum tuntas


Jie Yu segera berlari meninggalkan ruang Singgasana sambil terus meneteskan air mata kepedihan


Dia berjalan menaiki tangga yang menuju ke lantai atas hendak memasuki kamarnya yang berada di lantai atas


Jie Yu membantingkan tubuhnya di ranjangnya. Meluapkan seluruh emosinya dengan terus meneteskan air matanya


Hujan deras mengguyur kerajaan Dewa Air. Ratu Jie Han nampak gelisah di bangku singgasananya


Dirinya sangat menyesal dengan perlakuannya terhadap Jie Yu barusan. Hanya karena emosi semata, dia menampar Putrinya yang memiliki hati yang sangat kecil


Satu perlakuannya itu mungkin akan membuat hati Jie Yu langsung hancur lebur. Ditambah dengan keberadaan An Ling yang sangat jauh dari Jie Yu


Putrinya pasti merasa sangat tertekan sekarang


Jie Yu yang sedang berada didalam kamarnya, tengah memandangi hujan yang mengguyur Kerajaan Dewa Air dari jendela kamarnya sambil terus meluapkan emosinya


Yang ada dipikirannya sekarang hanyalah An Ling. Dia sedang merenungi kesalahannya. Sifatnya yang keras kepala dan posesif, sampai-sampai dia lupa dengan latihannya bahkan juga menghambat latihan An Ling


Jie Yu mengelap pipinya yang dibasahi oleh air mata lalu menutup pintu jendela dan langsung tidur di ranjangnya karena hari sudah mulai larut


Di depan pintu kamar Jie Yu, Sang Ratu tengah berdiri hendak mengetuk pintu kamar untuk meminta maaf kepada Jie Yu atas sikapnya yang keterlaluan


Dia mendengar Jie Yu sudah mematikan lampu kamarnya. Seketika, pikirannya berubah. Sang Ratu tidak memiliki keberanian untuk bertemu dengan Putrinya saat ini. Dia pun pergi meninggalkan kamar Putrinya


Pagi yang cerah di taman Istana Kerajaan, Ratu Jie Han tengah menenangkan pikirannya dengan memandangi sekumpulan bunga yang sangat indah


"Ibunda..., " Sang Ratu mendengar sepatah suara yang sangat lembut memanggilnya dengan sebutan ibunda

__ADS_1


Dia membalikkan badannya dan segera menyembunyikan kesedihannya di depan Sang Putri


"Kenapa kau kemari. Kau sudah merenungi kesalahanmu?!, " Ucap Ratu Jie Han sangat dingin


Dalam semalam Jie Yu melupakan apa yang sudah dilakukan oleh ibundanya kepadanya. Walaupun sikap ibundanya masih sama saja dingin, akan tetapi kali ini dia memasang senyuman di wajahnya


Semalaman dia merenungi kesalahannya dan sekarang dia ingin berubah menjadi lebih baik lagi


"Ibunda, maafkan sikapku yang keras kepala ini. Aku sudah merenungi kesalahanku dan sekarang aku berjanji akan menjadi lebih baik di kemudian hari, "


Ratu Jie Han yang mendengar jawaban dari putrinya itu sontak merasa sangat bersalah juga sangat senang


Dia sama sekali tidak menyangka jika tamparannya kemarin bisa mengubah sifat Jie Yu dalam semalam saja


Ratu Jie Han berusaha menahan emosinya yang sudah memuncak. Air matanya terasa sudah ingin mengalir


"Baguslah!, " Ucap Sang Ratu yang langsung memalingkan wajahnya dari putrinya


Jie Yu pun menanggapinya dengan biasa. Dirinya menyadari kesalahan yang sudah diperbuatnya. Berbicara sangat lancang kepada ibundanya. Terlebih, ibundanya merupakan Ratu yang memimpin suatu kerajaan


"Ibunda, aku ada satu permintaan, " Ucap Jie Yu dengan lembut


"Katakanlah!, " Sang Ratu masih menggunakan nada dinginnya menyahut ucapan dari Putrinya


"Ibunda, sudah lama sekali sejak terakhir kali aku._, " Belum selesai Jie Yu berbicara, Ratu Jie Han tiba-tiba saja membalikkan badannya lagi dan langsung memeluk erat tubuh Jie Yu


Air matanya juga sudah tak tertahankan lagi. Perlahan, pipi Ratu Jie Han terbasahi oleh derasnya air mata yang mengalir


"Putriku, sudah lama sekali sejak ibunda terakhir kali memelukmu. Maafkan ibundamu yang tidak berguna ini. Seharusnya ibunda membesarkanmu dengan penuh kasih sayang. Tapi._, "


Ratu Jie Han sudah tidak tahu lagi akan berkata apa. Dirinya dipenuhi dengan rasa menyesal yang sangat mendalam


Membesarkan seorang anak perempuan yang seharusnya menggunakan kasih sayang dan cinta kasih. Akan tetapi dirinya malah mengajari Jie Yu untuk menempuh jalan yang sangat berliku


Rasa haru mulai dirasakan didalam hati Jie Yu. Air matanya juga mulai mengalir, membasahi seluruh pipinya hingga menetes membasahi lantai

__ADS_1


"Ibunda, aku tidak menyesal sama sekali. Aku merasa sangat beruntung memiliki seorang ibu yang sangat sempurna bagiku, "


Mereka berdua pun saling mengeratkan pelukannya. Keluarga yang harmonis. Bahkan burung-burung yang melihatnya juga meniru adegan Sang Ratu dan Putrinya bersama keluarga mereka


__ADS_2