
di rumah Xiao Ying Ying di rumah makan...
mereka berlima tengah asik mengobrol sambil menyantap makan malam yang telah dihidangkan oleh Xiao Ying di meja makan
mereka semua bercanda saling tertawa bersama. mereka sepakat untuk pergi ke alun alun kota bersama sama ketika ujian tahap kedua dimulai
setelah selesai makan malam Lu Ying pun segera pulang kerumahnya yaitu di keluarga Lu. keluarga Lu adalah salah satu dari tiga keluarga besar yang ada di kota Ruy
tiga keluarga besar yang ada di kota Ruy sendiri yaitu keluarga Lu milik Lu Ying, keluarga Xue milik wali kota Xue Jing dan, keluarga Yao yang menduduki peringkat teratas posisi keluarga besar yang ada di kota Ruy
masing masing keluarga memiliki tetua agung yang kultivasinya berada di ranah surgawi bahkan kaisar. tetua agung yang telah mencapai ranah kaisar yaitu mantan kepala keluarga Yao sekarang yaitu Yao Ning. seorang perempuan cantik yang merupakan ibu dari teman seperjuangan Ling Yu dan Xiao Ying Ying yang bernama Yao Shui
sementara itu di dalam kamar An Ling tengah berbaring sambil melihat lihat kalung yang dia temukan ketika ayahnya meninggal
"cincin ini tidak ada isinya sama sekali kenapa ayah tetap menyimpannya?!" tanya An Ling yang tengah kebingungan kepada dirinya sendiri
An Ling terus melihat lihat cincin itu hingga pada akhirnya dia melihat sebuah aksara yang tidak dapat dia pahami tertulis di dalam cincin itu
dia juga melihat gambar mata yang sama seperti miliknya. mata iblis yang sangat menakutkan
An Ling tiba tiba terpikirkan untuk menggunakan mata itu dan melihat isi cincin penyimpanan itu
An Ling sangat terkejut ketika dia melihat banyak sekali resep untuk membuat pil dan juga beberapa tanaman obat di dalam cincin penyimpanannya
lalu An Ling mencoba mengambil salah satu resep dan mempelajarinya. An Ling dengan semangat mengeluarkan tripod yang diberikan oleh ayahnya lalu membuat pil yang baru saja dia pelajari dengan bahan bahan yang ada
beberapa menit telah berlalu, pil buatan An Ling kini telah selesai dibuat. seketika aroma wangi menyebar ke seluruh ruangan rumah. Xiao Ying Ying yang mencium aroma yang sangat wangi dari kamar An Ling pun segera berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi
Xiao Ying Ying sangat terkejut ketika melihat pil buatan An Ling sangatlah sempurna sama persis dengan buatan ayahnya
"darimana kau mempelajari resep pil itu??" tanya Xiao Ying Ying yang keheranan kepada An Ling
"ahhh bibi mengagetkanku saja... ini diajarkan oleh ayahku dulu hehehe.." ucap An Ling yang berbohong kepada Xiao Ying Ying dengan sedikit tertawa
Xiao Ying Ying mempercayai ucapan An Ling karena ayahnya memang benar adalah raja obat jadi tidak heran jika anaknya pun sangat mahir dalam membuat obat
An Ling memberikan pil yang telah dia buat itu kepada Xiao Ying Ying agar memberikannya kepada Xiao Qing Ling untuk meningkatkan kekuatannya
__ADS_1
walaupun sedikit tidak enak menerimanya, Xiao Ying Ying tetap menerima niat baik dari An Ling sebab An Ling memaksanya untuk menerimanya sebagai sedikit kompensasi karena telah mengijinkannya tinggal dan juga telah merawatnya walaupun hanya sebentar
Xiao Ying Ying lalu memasukkan pil pemberian dari An Ling ke dalam cincin penyimpanannya untuk diberikan kepada Xiao Qing Ling keesokan harinya. Xiao Qing Ling lalu menyuruh An Ling agar segera berisi karena hari sudah larut
keesokan harinya Xiao Ying Ying menemani anaknya yang tengah berkultivasi setelah menyerap pil yang diberikan oleh An Ling kepadanya semalam
dengan menggunakan bantuan dari pil yang telah diberikan oleh An Ling kepadanya, Xiao Qing Ling dapat menerobos beberapa level sekaligus dalam beberapa jam saja
Xiao Ying Ying sangat senang karena anaknya kini telah berada di level lima ranah Jidi. di umurnya yang baru sepuluh tahun ini, berada di level lima ranah Jidi merupakan suatu bakat yang bahkan tidak dimiliki oleh ribuan orang
tiga hari kemudian...
sesuai dengan kesepakatan mereka bertiga, mereka pergi bersama ke alun alun kota untuk mengikuti ujian tahap kedua yaitu mengukur tingkat kultivasi mereka di sebuah artefak yang telah disediakan oleh sekolah
peserta ujian yang dipanggil namanya akan naik ke panggung yang telah disediakan lalu menyentuh artefak kuno tersebut. setelah itu sebuah cahaya akan memancar ke arah langit yang menandakan tingkat kultivasi mereka
di tengah artefak kuno itu juga terdapat sembilan buah lubang yang menandakan level mereka
cahaya yang memancar itu diantaranya
coklat ranah Jidi
kuning ranah Gao
hijau ranah Bumi
biru ranah Langit
putih kebiruan ranah surgawi
merah ranah kaisar
putih keemasan ranah setengah dewa
emas ranah Dewa
"hei hei tempat ini tidak disediakan oleh orang rendahan seperti kalian!" ucap Xue Chen dengan nada yang sangat sombong kepada An Ling
__ADS_1
An Ling hanya diam tidak mempedulikan ucapan Xue Chen. Xue Chen sangat geram dengan kelakuan An Ling lalu berjalan bagaikan seorang penguasa menyenggol bahu An Ling bersama dengan kedua anak buahnya Wu Chen dan Ling Gong
selang beberapa menit ujian tahap kedua pun segera dimulai tetua yang membawakan acara akan memanggil nama peserta yang mengikuti ujian untuk naik ke atas panggung untuk diuji kemampuannya
ujian tahap kedua ini dihadiri oleh keluarga keluarga besar dari berbagai kota sekaligus. mereka ingin melihat bakat bakat yang ada di kota Ruy
"heheheh ujian kali ini pasti akan sangat hebat!" ucap salah satu kepala keluarga dari kota sebelah
"tentu saja. aku dengar ada anak yang mendapatkan surat rekomendasi dari seorang pendekar spirit yang berada di ranah surgawi. aku ingin melihat bakat dari anak itu dengan mata kepalaku sendiri!" sahut kepala keluarga yang tengah duduk di sampingnya
"para peserta yang dipanggil namanya dipersilahkan untuk naik ke atas!!" teriak salah satu tetua yang bertanggung jawab atas ujian itu
"yang pertama adalah Xue Chen!!"
Xue Chen dengan sangat sombong pun berjalan menuju panggung dan segera mengukur kemampuannya di artefak kuno yang telah disediakan
artefak kuno itu pun memancarkan sebuah cahaya berwarna coklat dengan lima lubang yang menyala di tengahnya
"Xue Chen... ranah Jidi level lima!!" ucap tetua yang memanggilnya untuk naik ke panggung tadi
Xue Chen pun turun dengan perasaan yang sangat bangga karena merasa dirinya lebih berbakat daripada anak anak yang lain
"hohoho wali kota Ruy sepertinya mendidik anaknya dengan sangat baik!!" ucap kepala sekolah api langit
"terima kasih atas pujian kepala sekolah!" ucap Xue Jing sambil memberi hormat kepada kepala sekolah Shue Geng
"selanjutnya...!"
ujian pun dilanjutkan dan sekarang giliran Xiao Qing Ling untuk mengukur kemampuannya
"kakak Ling aku titip Xiao Lu. dadah akau pergi dulu!!" ucap Xiao Qing Ling sambil berjalan menaiki panggung
cahaya yang dipancarkan oleh artefak itu sama dengan peserta yang lain berwarna coklat dan lubang yang menyala ada lima buah sama persis dengan Xue Chen
"hohoho ternyata gadis ini mempunyai bakat!!" ucap tetua yang berada di samping kepala sekolah
"gadis ini aku pernah bertemu dengannya di masa lalu. waktu itu dia bersama dengan wanita yang berada di ranah surgawi. mungkin dia adalah anaknya!!" ucap kepala sekolah menjelaskan kepada para tetua lainnya
__ADS_1
"hahahaha ternyata wanitaku mempunyai bakat yang sama denganku. memang kita di takdirkan untuk bersama!" ucap Xue Chen menggoda Xiao Qing Ling
Xiao Qing Ling tidak mempedulikan ucapan Xue Chen karena sudah sangat muak dengannya dan mempercepat langkahnya menuju tempat dimana An Ling dan Lu Ying berada