Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 50


__ADS_3

Di samping itu, An Ling sudah berjalan jauh bersama dengan Jie Yu


"Apa tidak apa apa membiarkannya seperti ini?" Tanya An Ling kepada Jie Yu yang wajahnya sudah terlihat sangat kesal


Sepertinya Jie Yu sudah sangat kesal terhadap Gue Jin Tong. Pria yang sama sekali tidak disukainya namun terus mengejarnya sampai sekarang. Jie Yu bahkan sudah sangat muak mendengar suaranya, apalagi melihat wajahnya


Sepanjang jalan Jie Yu hanya diam dan terus menarik tangan An Ling. Sepertinya Jie Yu sangat kesal hari ini. Dia bahkan belum menjawab pertanyaan An Ling. Atau bahkan dia tidak mendengarnya sama sekali


"Haishh kau ini!" Dengan cepat An Ling menggendong Jie Yu menggunakan kedua tangannya dan langsung membawanya melesat menggunakan langkah angin untuk pergi ke hutan terpencil


Jie Yu pun tersadar dari lamunannya karena An Ling tiba tiba saja menggendongnya. Jie Yu pun memegang erat tubuh An Ling agar posisinya sedikit nyaman


Dia yang baru tersadar dari lamunannya itu tidak tahu kenapa An Ling tiba tiba saja menggendongnya. Walaupun seperti itu, dia sama sekali tidak memberontak karena yang menggendongnya adalah calon suaminya


Tak lama kemudian mereka pun sampai ke hutan terpencil di tengah tengah danau tempat latihan mereka yang baru


An Ling pun segera menurunkan Jie Yu dengan perlahan agar Jie Yu tidak terjatuh


"Kenapa kau membawaku kesini, apa kau ingin latihan sekarang?" Tanya Jie Yu yang belum mengerti kenapa An Ling membawanya ke pulau terpencil


"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu kenapa kau diam saja dari tadi!?" Bukannya menjawab pertanyaan Jie Yu, An Ling malah berbalik menanyakan kepada Jie Yu mengapa sepanjang jalan dia hanya terdiam dengan raut wajah yang sangat menakutkan


Jie Yu pun tersenyum malu karena tingkahnya tadi. Dia pun mulai menjelaskan kepada An Ling


"Hehehe..., bukankah kau sudah tahu jika aku sudah muak melihat Gue Jin Tong!?" Ucap Jie Yu menjelaskan kepada An Ling


"Lalu kenapa kau membawaku ke pulau terpencil?" Jie Yu pun meminta penjelasan An Ling kembali mengenai An Ling yang tiba tiba saja membawa Jie Yu ke pulau terpencil


"Tidak apa apa, aku hanya ingin berduaan dengan mu!" Ucap An Ling menjelaskan kepada Jie Yu jika dia hanya ingin berduaan dengan Jie Yu


"Dasar! laki laki yang tidak peka ternyata bisa bicara seperti itu ya?" Walaupun sedikit kesal akan tetapi Jie Yu sangat senang karena sekarang mereka hanya berdua di pulau terpencil. Tidak ada bahaya, tidak ada pengganggu, dan juga suasananya sangat tenang. Mereka bahkan bisa berlatih kapan saja


Mereka berdua pun duduk bersandar dengan pohon sambil memandangi sungai yang sangat luas. Jie Yu menggunakan pundak An Ling untuk menyandarkan kepalanya seperti biasa saat mereka sedang berduaan


Jie Yu melirik wajah An Ling. Dia merasa sepertinya An Ling sedang memikirkan sesuatu lagi. Dia pun langsung menanyakannya

__ADS_1


"Kenapa wajahmu begitu, apa yang sedang kau pikirkan, ceritalah! jangan lupa aku ini calon istrimu!" Jie Yu langsung menanyakannya kepada An Ling bahkan dia sampai memaksanya dan mengingatkannya jika dia adalah calon istrinya


"Sebenarnya aku tidak ingin calon istriku diambil orang lain!" An Ling menjawabnya dengan bercanda


Walaupun sangat garing, akan tetapi Jie Yu merasa jika apa yang dikatakan oleh An Ling bukanlah suatu kebohongan. Memang An Ling selalu bercanda ketika tengah serius maupun memang sedang bercanda. Akan tetapi, walaupun dia mengekspresikannya dengan wajah yang bercanda, terkadang ucapannya adalah suatu kebenaran


Jie Yu dapat merasakannya ketika ucapan itu keluar dari mulut An Ling. Dia tidak kecewa sama sekali karena memilih An Ling sebagai calon suaminya. Dan berjanji akan bersama sama sampai akhir hayat nanti begitu juga dengan An Ling


Sebenarnya yang tengah An Ling pikirkan saat ini adalah, setelah dia menyelesaikan misinya di benua air, pastinya dia akan melanjutkan perjalanannya dan pergi ke benua selanjutnya


Dia masih bingung apakah ingin mengajak Jie Yu atau tidak


Dia tidak ingin segera memberitahu Jie Yu sebab jawabannya pasti hanya satu kata yaitu ikut


Setelah itu, mereka berdua pun saling bersenda gurau hingga tak sadar jika hari sudah mulai larut. Sebenarnya Jie Yu sama sekali tidak ingin jauh jauh dari An Ling


Dia pun memaksa An Ling untuk tidur bersama mulai saat ini. Tentu saja An Ling menolak permintaannya yang satu itu


An Ling menjelaskan kepada Jie Yu jika dirinya pernah hampir melakukan sesuatu yang sangat tidak patut ditiru ketika Jie Yu tengah tertidur


Bagaimana mungkin An Ling bisa menahan nafsunya yang sangat tinggi itu ketika mereka tidur bersamaan. Ditambah pasti Ratu Jie Han sangat kecewa terhadapnya jika sampai melakukan itu diluar pernikahan mereka


Jie Yu pun mengerti apa yang dikatakan oleh An Ling. Dia tidak masu hal itu terjadi dan membiarkan An Ling untuk pulang ke penginapannya


Setelah selesai membahas masalah pribadi mereka, An Ling langsung menggendong Jie Yu menggunakan kedua tangannya dan langsung melesat menggunakan langkah angin untuk mengantar Jie Yu kembali ke istana kerajaan


Mereka berdua pun saling berpelukan sebelum berpisah. Tak lupa An Ling juga memberikan kecupan di kening Jie Yu seperti biasanya sebelum mereka berpisah


Wajah Jie Yu terlihat sangat murung ketika dia akan segera berpisah dengan An Ling. Entah apa yang dipikirkan oleh Jie Yu. Sepertinya Jie Yu benar benar tidak ingin jauh dari An Ling walaupun hanya sehari bahkan semalam


An Ling yang melihatnya pun langsung membelai rambut Jie Yu dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang


"Hei hei tenanglah, bukankah kita bisa bertemu lagi besok?" Ucap An Ling mencoba menenangkan Jie Yu


Dia tidak tahu apa yang membuat Jie Yu tida ingin jauh jauh darinya walaupun cuma semalam

__ADS_1


Mungkinkah Jie Yu sudah berfirasat jika An Ling akan meninggalkannya sangat lama suatu saat nanti, An Ling juga tidak mengetahuinya


Jie Yu menganggukkan kepalanya dan segera memberikan ciuman di pipi An Ling sebelum mereka berpisah. Dan berbisik di telinganya


"Mimpi indah ya sayang, selamat malam!" Ucap Jie Yu dengan bisik bisik


An Ling pun mengangguk kepalanya. Dia lalu pergi meninggalkan Jie Yu dan segera pulang ke penginapan. Tidak lupa An Ling juga melambaikan tangannya begitu juga dengan Jie Yu


Pagi pun tiba...


Alun alun kota kini dipenuhi dengan orang orang yang akan menonton pertandingan antara An Ling dan juga anak muda paling berbakat yaitu Gue Jin Tong


Gue Jin Tong sudah nampak berdiri di atas arena pertarungan yang sudah disiapkan oleh Ratu Jie Han


Akan tetapi, An Ling masih belum terlihat sama sekali padahal pertandingan akan dimulai sebentar lagi


semua orang saling berbisik jika An Ling sepertinya ketakutan melawan Gue Jin Tong yang merupakan pemuda paling berbakat di keluarga Gue bahkan di kerajaan Dewa Air


Wajah Ratu Jie Han dan juga Jie Yu terlihat sangat khawatir. Yang ada dipikiran mereka berdua sama yaitu, keluarga Gue berhasil menyerang An Ling diluar dugaan mereka


Padahal sebenarnya...


Di waktu yang sama di penginapan An Ling dan teman temannya


"Banguuunnnn...!" Teriak semua temannya secara bersamaan menyuruh An Ling agar segera bangun dari tidurnya yang sangat pulas itu


Seperti biasa, pagi pagi seperti ini An Ling bahkan belum membuka matanya sama sekali. Dia masih tertidur sangat pulas diatas sofa yang dianggapnya sangat nyaman


Teman temannya harus berusaha keras membangunkannya di pagi pagi buta seperti ini. Sangat mustahil bagi An Ling untuk dirinya membuka matanya setelah sekali atau dua kali pukulan


Paling tidak seluruh temannya memukul An Ling dengan kedua tangannya barulah An Ling bisa terbangun. Akan tetapi itu hanya kemungkinan kecil saja


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tuh aku kasih bonus 🥱🥱 capek juga ya nulis 😅😅

__ADS_1


btw makasih ya yang udah support selama ini. makasih juga yang udah like dan komen. terus dukung author biar lebih semangat yaaa dengan like, comment dan jangan lupa simpan di rak favorit kalian 😁😁


Thanks semuanya😘😘


__ADS_2