
Di dalam bar hanya ada sekumpulan orang-orang berotot dengan kostum preman pada umumnya
Yang membuat An Ling mengkerutkan keningnya adalah seorang misterius yang menutupi sekujur tubuhnya menggunakan jubah hitam. Wajahnya pun sama sekali tidak terlihat, apakah dia laki-laki atau perempuan
An Ling berkata dalam hati, "Kenapa aku merasakan sesuatu pada orang itu. Sepertinya dia sedang ketakutan?."
Pelayanan yang diberikan kepada An Ling dan Shao Bai pun sedikit berbeda. Para pelayan Bar sama sekali tidak menyambut mereka. Bahkan ketika An Ling dan Shao Bai duduk di bangku tepat didepan meja pelayan
Aura seseorang misterius itu masih dapat dirasakan oleh An Ling. Kini bahkan terasa semakin kental. Dia hanya berpikir jika seseorang misterius itu takut diganggu oleh sekumpulan laki-laki tampang menakutkan
Segelas wine tersaji di depan An Ling dan Shao Bai masing-masing satu
Salah satu laki-laki berotot yang ada di dalam Bar menghampiri An Ling yang tengah meneguk wine yang sudah tersaji dengan raut wajah yang mengerikan
Laki-laki itu menepuk meja dengan kerasnya. Dia lalu berteriak, "Cepat serahkan apa yang kalian punya. Jika tidak, aku akan menghancurkan kepala kalian!!."
Sekujur tubuh Shao Bai gemetaran. Dengan terbata-bata dia berkata, "A, aku akan memberimu seratus keping koin emas, apakah cukup?."
Raut wajah laki-laki itu berubah menjadi sangat kesal, "Apa maksudmu?. Apakah kau tidak mendengar jika aku menyuruh kalian memberikan semua yang kalian punya?. Jika kalian tidak ingin menuruti perintahku, bersiaplah untuk menghadapi pukulan mematikanku!!."
Kening Shao Bai sudah dipenuhi dengan keringat dingin, "Baiklah-baiklah. Aku akan memberikan semua koin emas yang kubawa kepadamu!!."
Mendadak kedua mata laki-laki berotot itu berbinar setelah melihat banyak sekali koin emas yang dikeluarkan oleh Shao Bai. Dia berkata dalam hati, "Jika dilihat-lihat, sepertinya ada seribu lebih keping koin emas. Setelah ini aku bisa menyewa beberapa wanita cantik sekaligus!!."
Tangan kanan laki-laki berotot itu hendak mengambil sekantung besar koin emas dari tangan Shao Bai. Akan tetapi, tangan An Ling lebih cepat darinya, "Terimakasih untuk semua ini, Shao Bai. Sebenarnya, kau tidak perlu repot-repot memberiku ribuan keping koin emas!!."
Raut wajah laki-laki berotot itu menjadi sangat kesal. Dia menggertakan giginya, "Apa yang kau lakukan?. Cepat berikan itu kepadaku, jika tidak_,."
"Jika tidak, kau akan menghancurkan kepala kami. Aku sudah mendengarnya selama tiga kali. Bahkan aku sampai hafal!!." An Ling segera memotong pembicaraannya
Laki-laki itu benar-benar merasa sangat kesal. Dia mengepalkan tangan kanannya lalu meremasnya kuat-kuat. Dia tersenyum dingin, "Sepertinya kau belum tahu siapa aku?!."
"Aku tidak tertarik sama sekali!!." Ucap An Ling dengan muka datar
"Karena kau sangat menginginkannya, aku akan memberitahumu siapa diriku sebenarnya!!."
Aura dari seorang Pendekar Spirit Ranah Surgawi level lima segera keluar dari tubuh laki-laki berotot itu. Dia lalu berkata dengan sombongnya, "Aku, Nan Ji. Kau sudah salah berurusan dengan seseorang!!."
__ADS_1
Sebuah pukulan dilayangkan oleh laki-laki berotot
Pukulan yang sangat lambat bagi An Ling berhasil menghancurkan meja beserta peralatan kasir yang ada diatasnya
Shao Bai tercengang ketika melihat An Ling menghindari pukulan super cepat yang dilayangkan oleh Nan Ji, "A, apa aku tidak salah lihat. Bahkan dengan kultivasiku yang berada di Ranah Surgawi level tiga pun pasti akan sulit untuk menghindarinya. Sepertinya, aku telah meremehkan An Ling?!."
Dengan nada datar An Ling memprovokasinya, "Apakah hanya segitu kemampuanmu?."
Sambil membalikkan badannya Nan Ji berkata, "Aku suka dengan sifatmu yang angkuh itu. Sayang sekali, kau harus mati hari ini!!."
Nan Ji segera memusatkan energi panas keatas telapak tangannya untuk membuat bola api seukuran dua kali lipat kepala manusia pada umumnya
Tidak membutuhkan waktu lama. Energi padat berbentuk bola raksasa dengan api yang membara disekitarnya, telah berada dalam bentuk sempurna. Nan Ji tersenyum dingin, "Sekarang kita lihat apakah kau bisa menghindari jurusku yang satu ini?!."
Diiringi dengan teriakan, Nan Ji mengendalikan bola apinya kearah An Ling
An Ling hanya tersenyum dingin melihat bola api yang sangat besar juga panas meluncur kearahnya. Dia mengeluarkan Pedang Iblis lalu menghantamkannya ke bola api hingga hancur berkeping-keping
Nan Ji sangat tidak percaya jika An Ling tidak menghindari serangannya bahkan dia dapat menghancurkannya
Kondisi Bar saat ini sudah tidak karuan. Semua orang yang ada disana tengah menyaksikan pertarungan mereka
Tatapan An Ling berubah menjadi tatapan membunuh yang sangat menakutkan. Dia berkata dengan sangat angkuh, "Sepertinya kau lumayan juga. Kebetulan aku belum berolahraga sejak aku datang ke tempat ini!!."
An Ling memusatkan energi api kedalam Pedang Iblisnya. Api hitam mulai membara menyelimuti Pedang Iblis Hitam. Dia mengerahkan dua puluh persen tenaganya untuk menyerang Nan Ji dengan menebasnya
Dengan naluri bertarungnya, Nan Ji memperkuat tubuhnya menggunakan jurus Tubuh Batu. Alhasil, An Ling hanya seperti sedang menebas sebuah batu yang teramat sangat keras
Bahkan Pedang Iblis sama sekali tidak bisa memberikan luka gores. Sebenarnya, An Ling berniat memberikan luka gores kepada Nan Ji lalu membakarnya dari dalam menggunakan Api Hitam
Melihat Nan Ji dapat menahan serangannya walaupun bukan skala besar, An Ling segera menghentikan tebasannya
Dia tersenyum dingin, "Aku tidak menyangka jika kau juga mempelajari Elemen Tanah!!."
Nan Ji tertawa jahat, "Apa kau sudah tahu kemampuanku sekarang?!." Dia berkata dengan sangat angkuh dihadapan An Ling sebab tidak tahu siapa sebenarnya An Ling itu
"Apa kau pikir hanya kau yang bisa mempelajari lebih dari satu elemen?." An Ling sama sekali tidak percaya ada seseorang yang berani berkata seperti itu didepannya
__ADS_1
Nan Ji sama sekali tak menghiraukan ucapan An Ling. Dia mengeluarkan Spirit Weaponnya yang berupa sebuah palu raksasa. Besarnya hampir dua kali lipat tubuh An Ling
Tanpa basa-basi lagi Nan Ji melompat dan dengan sekuat tenaga dia hendak memukul An Ling menggunakan palunya
An Ling hanya diam di tempat. Dia hendak menerima serangan langsung dari Nan Ji menggunakan Pedang Iblisnya
Sebuah tekanan yang sangat kuat terjadi setelah kedua Spirit Weapon itu saling bertemu
Mereka berdua beradu kekuatan selama hampir satu menit. Nan Ji menggertakan giginya, "Mau beradu kekuatan?. Sepertinya kau salah orang?!."
An Ling tak menghiraukan ucapannya. Raut wajahnya masih sama saja, sangat dingin. An Ling menambah tekanan di Pedang Iblisnya
Tekanan yang lebih kuat segera terjadi. Kali ini Nan Ji tidak kuat menahan tekanan yang diberikan oleh An Ling. Tubuhnya terpental menghantam pintu masuk bar hingga menghancurkannya berkeping-keping
Semua orang yang sedang berjalan-jalan di sekitar alun-alun kota melihatnya. Mereka semua lalu lari ketakutan setelah mengetahui jika si gila Nan Ji tengah bertarung dengan seseorang
An Ling berjalan selangkah demi selangkah agar tidak terpaut jarak dengan Nan Ji. Tatapannya menjadi semakin dingin
An Ling berkata dengan tegas, "Apa kau sudah melihat perbedaan kekuatan kita?!."
Nan Ji menggertakan giginya. Dia berkata dengan sangat marah, "Apa kau pikir aku sudah kalah?!."
Nan Ji berteriak dengan sangat keras. Seketika, bumi terguncang karena tiba-tiba seekor Spirit Beast berusia delapan ratus tahun jatuh dari langit
Seekor gorila raksasa. Mempunyai tubuh yang dihiasi oleh pleretan-pleretan lahar merah kecil di sekujur tubuhnya. Kedua matanya berwarna putih dengan pupil mata kucing berwarna emas
Gorila Meteor. Termasuk Spirit Beast yang langka. Seseorang bahkan sangat sulit menjumpainya di Benua Kegelapan di dalam hutan Spirit Abbys
Gorila Meteor mengaum dengan sangat keras sebelum Nan Ji melompat dan berdiri tepat di keningnya
Nan Ji tersenyum sinis, "Apa kau tahu kenapa aku dijuluki si gila?. Itu karena aku berhasil mengalahkan bahkan menjinakkan Gorila Meteor menjadi anak buahku!!."
An Ling mengkerutkan keningnya. Dia berbicara dalam hati, "Sialan si brengsek ini. Bisa-bisanya dia mempunyai Spirit Beast anak buah sekuat itu?!."
"Gorila Meteor, mengamuklah sepuasmu!!." Nan Ji berteriak diikuti dengan tawa jahat
Gorila Meteor mengaum menakutkan lalu memukul secara brutal bangunan-bangunan di sekitarnya
__ADS_1
Semua orang lari kocar-kacir. Shao Bai berteriak dari kejauhan, "An Ling, segera tinggalkan tempat ini. Dia tidak akan berhenti sebelum dia puas, begitulah si gila yang ku ketahui. Lagipula, kau tidak akan bisa mengalahkannya!!."