
Entah barang apa yang dia pecahkan. Seketika kapal mereka terombang-ambing karena air laut tiba-tiba tidak tenang seperti sebelumnya
Ketua Bajak Laut itu meloncat dari kapal. Naga Laut yang sangat besar ukurannya tiba-tiba saja muncul dari permukaan laut. Ketua Bajak Laut yang berdiri dikening Naga Laut itu tertawa jahat
An Ling menggertakan giginya, "Jika seperti itu maumu baiklah. Kita lihat naga siapa yang paling kuat!!, "
Perlahan energi spiritual berelemen air memadat disekitar kapal mereka. Wujud naga perlahan mulai terbentuk. An Ling melompat lalu berdiri dikening naga airnya
Ketua bajak laut mengkerutkan keningnya lalu berbicara dalam hati, "A, apa ini. Bocah ini, memiliki jurus legendaris Benua Air?!, "
Ketua Bajak Laut itu sama sekali tidak percaya dengan pemandangan yang ada di depan matanya
An Ling tersenyum dingin. Dia memprovokasi ketua bajak laut yang terlihat cemas, "Ada apa, apa kau takut. Jika kau mau menyerah, bersujudlah sekarang juga. Mungkin aku akan mengampunimu?!, "
Ketua Bajak Laut menggertakan giginya. Satu kalimat yang diucapkan oleh An Ling langsung membuatnya merasa sangat marah. Dia merasa jika dirinya sudah direndahkan oleh seorang bocah ingusan, "Cihh, aku adalah Bajak Laut yang paling hebat di samudera ini. Aku tidak akan kalah dengan naga palsumu itu!!, "
Ketua Bajak Laut itu segera menyuruh Naga Laut untuk menyerang An Ling. Begitu juga dengan An Ling yang mengendalikan Naga Air miliknya untuk menyerang ketua Bajak Laut
Pertempuran antara Naga Laut berusia delapan ratus tahun dengan wujud naga air segera terjadi
Kedua naga itu saling melilit dan mengibaskan ekornya untuk menyerang. Naga Laut tampak kewalahan menghadapi Naga Air
Ketua Bajak Laut mengkerutkan keningnya, "Tidak mungkin, bahkan Naga Laut tidak bisa menandingi kekuatannya. Apakah dia orang yang telah ditakdirkan, tidak tidak mungkin!!, "
Melihat ekspresi ketua Bajak Laut yang terlihat cemas, An Ling dengan cepat mengendalikan Naga Air untuk menyerangnya
Dengan naluri bertarungnya, Sang ketua Bajak Laut juga mengerahkan Naga Laut untuk menyerang An Ling
Kedua naga itu saling beradu kepala. An Ling melompat sambil mengeluarkan Pedang Iblisnya lalu menghunuskannya kearah ketua Bajak Laut
Serangan An Ling sangat cepat. Ketua Bajak Laut sama sekali tidak bisa mengelak. Pedang Iblis An Ling berhasil memotong tangan kanannya yang memegang pedang hingga tenggelam kedalam laut
Ketua Bajak Laut menggertakan giginya, "Si, sialan kau!!, "
__ADS_1
Kini An Ling tengah berdiri dikening Naga Laut. Dia mengambi ancang-ancang untuk menusukkan pedangnya diperut ketua Bajak Laut yang sudah terduduk tak berdaya
Ketika ujung pedang hampir menempel diperutnya, sebuah energi yang sangat kuat membuat An Ling dan Naga Air terpental beberapa meter
Ketua Bajak Laut itu tercengang melihat kejadian barusan. Aura yang sangat familiar. Dia melirik kebelakang, "Ke, kepala suku?!, "
Laki-laki tua renta, rambut dan jenggotnya sudah berubah berwarna putih. Dia menggenggam tongkat untuk membantunya berjalan diatas air
Ketua Bajak Laut dan Naga Laut memberikan salam hormat kepadanya, "Kepala suku!!, "
Kepala suku itu melambaikan tangannya. Memberikan isyarat kepada ketua Bajak Laut jika dia menerima salam hormatnya
Ketua Bajak Laut tersenyum dingin. Dia berbicara dalam hati, "Bagus, dengan kedatangan kepala suku, kalian akan tamat sebentar lagi!!, "
Kapten Chu Leng dan yang lainnya yang melihat An Ling terpental sangat jauh segera melihat kondisinya
"An Ling, kau tidak apa-apa?!, " Teriak Zao Hua
An Ling melambaikan tangannya. Memberikan isyarat kepada mereka jika dirinya tidak kenapa-kenapa
"Tidak tunggu, aku tidak merasakan adanya niat membunuh dari kakek tua itu. Dan juga, sepertinya dia adalah seorang Kaisar Spiritual!!, "
Semua temannya tercengang mendengar penjelasannya
Kapten Chu Leng berkata dengan terbata-bata, "Ka, Kaisar Spiritual. Tidak mungkin?!, "
Kakek tua itu berjalan mendekati An Ling, "Anak muda yang sangat berbakat. Sepertinya takdir telah menuntunmu untuk bertemu dengan Sang Dewa?!, "
"Nak, siapa namamu?, "
Perkataan yang keluar dari mulut Kakek tua itu membuat semua orang terkejut terutama Sang ketua Bajak Laut, "Kepala suku, dia bukanlah orang baik. Dia hanya._, "
Kepala suku segera melambaikan tangannya sebelum ketua Bajak Laut selesai berbicara. Dia lalu memberikan titah, "Kembalilah ke Pulau Mahkota Dewa dan beritahu kepada semua orang untuk menyiapkan jamuan!!, "
__ADS_1
Ketua Bajak Laut tidak bisa melanggar ucapan dari kepala suku. Dia segera kembali bersama Naga Laut
Disisi lain, An Ling tengah berdiri dengan tatapan tajam menatap kakek tua itu
"Tidak perlu takut. Aku tidak akan menyerang kalian!!, " Ucap kakek tua dengan halus
Sejak kedatangannya, An Ling sama sekali tidak merasakan niat membunuh sama sekali. Dia percaya jika apa yang dikatakan oleh kakek tua itu adalah sebuah kebenaran
Wujud Naga Air perlahan memudar, An Ling melompat ke kapal diikuti dengan kakek tua itu
"Kapal yang bagus, " Ucap kakek itu memuji kapal mereka
Dengan sangat canggung Yu Nie bertanya, "Maaf, sebenarnya kenapa anda tidak menyerang kami?, "
Kakek tua itu menjawab, "Sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri, namaku Bai De. Kalian bisa memanggilku kepala suku Bai. Aku merasakan ada Aura Dewa Air yang sangat kuat disekitar pulau. Sepertinya kau anak yang di ramalkan?!, "
Penjelasan Kepala Suku Bai membuat mulut semua orang tercengang, terutama An Ling. Kening An Ling sudah dipenuhi dengan keringat dingin. Dia berbicara dalam hati, "Apa mungkin identitasku telah tersebar sampai kesini?!, "
Entah apa yang dipikirkan oleh Kepala Suku Bai, tiba-tiba saja dia tertawa terbahak-bahak, "Tenang saja anak muda. Identitasmu, aku sama sekali tidak mengetahuinya!!, "
An Ling sangat terkejut, ternyata Kepala Suku Bai dapat membaca pikirannya, "Kepala Suku Bai, ramalan apa yang anda katakan barusan?, ". Untuk menghindari kecurigaan teman-temannya, An Ling segera melontarkan pertanyaan
"Untuk ramalan itu, aku akan memberitahumu saat kita sampai di Pulau Mahkota Dewa!!, "
An Ling segera melirik kapten Chu Leng. Kapten Chu Leng paham dengan apa yang dimaksud oleh An Ling. Dia segera naik ke bangku nahkoda dan mengemudikan kapal kembali
Semua orang kembali ke posisi semulanya, kecuali An Ling. Dia sedang mengobrol dengan Kepala Suku Bai
"Anak muda, kau belum memperkenalkan diri. Siapa namamu?, "
An Ling tersenyum pahit, sambil memberikan salam hormat, dia memperkenalkan dirinya kepada Kepala Suku Bai, "Kepala Suku Bai, perkenalkan namaku, An Ling!!, "
"Apa, marga Ling?, " Kepala Suku Bai sedikit terkejut setelah mengetahui jika bocah yang ada di depannya itu bermarga Ling
__ADS_1
An Ling mengkerutkan keningnya, "Kepala Suku Bai, apakah anda mengetahui sesuatu tentang margaku. Apakah anda bisa menceritakan kepadaku tentang marga Ling ku?, " Sederet pertanyaan keluar dari mulut An Ling
Kepala Suku Bai menghela nafas lalu menceritakan semuanya kepada An Ling sembari menunggu mereka sampai di Pulau Mahkota Dewa