Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 36


__ADS_3

"dasar menyebalkan! bisa bisanya kau menghiraukan sang putri yang sangat cantik ini!" ucap Jie Yu yang kesal dengannya An Ling karena dirinya sama sekali tidak di anggap oleh An Ling


"diamlah jika kau ingin mencicipi makanan buatan ku!" ucap An Ling dengan tegas sambil terus berjalan menuju tepi danau


krutttt...


sebuah suara terdengar dari dalam perut Jie Yu. Jie Yu baru ingat jika dirinya belum makan sama sekali


"hehehe baiklah" Jie Yu pun pasrah karena dirinya memang benar benar sedang dilanda kelaparan


tak lama kemudian mereka pun sampai di tepi danau. An Ling mengeluarkan pancing peninggalan ayahnya dari cincin penyimpanannya


karena hanya ada satu pancing saja dia menyuruh Jie Yu untuk memancing sembari menunggunya selesai menyiapkan api unggun dan juga bumbu


"ini ambillah!" ucap An Ling sambil memberikan pancing peninggalan ayahnya kepada Jie Yu


Jie Yu sangat tidak menyangka karena An Ling menyuruhnya untuk memancing


"kenapa harus aku?" tanya Jie Yu yang sebenarnya tidak mau memancing ikan karena memancing ikan pasti membuatnya mengantuk


"haishh kau ini! aku sangat yakin jika putri kerajaan sepertimu tidak akan bisa meracik bumbu. aku juga yakin jika kau tidak akan bisa membedakan mana lengkuas mana kunyit!" ucap An Ling yang sangat tepat mengenai sasaran


sebagai putri dari kerajaan yang sangat besar, Jie Yu bahkan belum pernah melihat dapur kerajaan sama sekali. hanya sekali saat dirinya masih berumur tiga tahun itupun karena tidak sengaja berjalan jalan


"huh baiklah baiklah..." Jie Yu akhirnya mengikuti apa yang telah dibicarakan oleh An Ling. dia duduk dan sambil memegang pancing, menunggu ikan memakan umpan yang telah dia siapkan


***


di tepi danau tempat dimana kapten Chu Leng dan tiga orang anak buahnya berada, mereka sangat lega dan juga sangat senang dengan kondisi An Ling yang baik baik saja


akan tetapi mereka kebingungan sebab mereka telah meninggalkan tim ekspedisi. kapten Chu Leng sama sekali tidak ada niatan untuk bergabung dengan tim yang diketuai oleh Gu Ying lagi


setelah berpikir keras mereka akhirnya memutuskan untuk bermalam di tepi danau itu


di dalam sebuah kertas yang mereka jatuhkan...


aku baik baik saja...


An Ling


***


"buwahaha..." An Ling tiba tiba saja tertawa terbahak bahak

__ADS_1


Jie Yu tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh An Ling hingga dia bisa sampai tertawa terbahak bahak seperti itu


yang ada dipikiran An Ling saat itu adalah, pesannya yang sangat simpel juga tulisannya yang seperti ceker ayam


tak lama kemudian...


pelampung yang ada di senar pancing tersebut terlihat bergoyang goyang hingga pada akhirnya tenggelam


Jie Yu langsung menariknya sekuat tenaga tanpa pikir panjang


"hiyakkkkk!!" teriak Jie Yu seperti seekor singa yang sedang mengaum


"ternyata wanita itu cukup mengerikan juga ya? sebaiknya aku tidak membuatnya marah." gumam An Ling sangat lirih. An Ling tidak menyangka jika Jie Yu ternyata bisa menjadi sangat garang jika sedang serius


setelah beberapa saat menarik pancingnya, ikan yang memakan umpan yang dia pakai pun berhasil terangkat hingga terlempar ke tepian


"huft... huft...! ternyata cukup melelahkan juga!" ucap Jie Yu dengan nafas terengah engah. Jie Yu pun langsung duduk kembali karena staminanya hampir habis ketika bertarung melawan ikan yang ukurannya dua kali lebih besar daripada badannya


"tangkapan yang bagus sayang!" ucap An Ling dengan sangat percaya dirinya kepada Jie Yu


Jie Yu yang mendengar An Ling memanggilnya dengan sebutan sayang pun tersipu malu. wajahnya memerah sampai sampai dia memalingkan wajahnya dan enggan menatap An Ling


bisa bisanya seorang putri kerajaan terpana hanya dengan mendengar ucapan An Ling itu


sebenarnya An Ling tidak sengaja jika dirinya mengatakan sayang kepada Jie Yu bahkan An Ling tidak menyadarinya sama sekali


"sejak kapan kau memanggilku begitu?" tanya Jie Yu memastikan kepada An Ling rentang ucapan An Ling barusan


"apa... memanggil apa? kamu? memangnya aku mengatakan apa?" An Ling bahkan juga ikut bingung karena Jie Yu terlihat sangat aneh


"huhhh dasar! mengapa aku harus malu menghadapi orang bodoh seperti itu?" batin Jie Yu


Jie Yu pun kembali berdiri. dia berusaha lebih tenang lagi dari sebelumnya dan memperbaiki sikapnya yang aneh itu


"beristirahatlah di sana biar aku yang menyiapkan makan malam kita!" ucap An Ling sambil menunjuk ke arah api unggun yang sudah dia siapkan sejak tadi


Jie Yu langsung berjalan menuruti apa yang sudah di katakan oleh An Ling sembari menunggu makan malam mereka siap


An Ling mulai melepas ikan yang terjerat di kail pancingnya itu dan mulai membersihkan kotoran yang di dalamnya


setelah itu dia mencincangnya menjadi beberapa bagian lalu menusukkan tusuk agar terlihat seperti sate. dia juga tidak lupa mengoleskan bumbu yang telah dia buat


tak lama kemudian An Ling membawa daging yang sudah siap untuk di bakar itu ke api unggun tempat dimana Jie Yu tengah duduk beristirahat

__ADS_1


An Ling mulai menusukkan ujung tusuk sate yang terbuat dari kayu pohon akasia yang berada di dekatnya yang sudah di buat silinder


setelah semua persiapan sudah siap, An Ling pun berjalan mendekati Jie Yu dan langsung duduk di sebelahnya


Jie Yu menyandarkan kepalanya di bahu An Ling


"An Ling.." ucap Jie Yu menyebut nama An Ling


"hmmm?" An Ling hanya menjawabnya dengan deheman saja


dalam hati Jie Yu sangat ingin memastikan dengan An Ling tentang ucapannya tadi, ketika An Ling memanggilnya dengan sebutan sayang. akan tetapi dia tidak berani karena rasa malu yang sangat besar di hatinya


"tidak! tidak apa!" Jie Yu tidak jadi mengatakannya karena rasa malu dihatinya


An Ling yang memang bodoh sejak lahir itu hanya mengkerutkan alisnya saja. dia sangat bingung dengan tingkah laku Jie Yu yang sangat aneh sedari tadi


tak lama kemudian ikan yang sudah dibuat menjadi sate itu pun terlihat sudah menggoda selera


An Ling mengambil satu tusuk lalu mencicipinya. tidak lupa dia juga memberikan sate yang diambilnya itu kepada Jie Yu agar Jie Yu bisa merasakannya juga


"emmm enak banget!!" Jie Yu yang baru pertama kali merasakan masakan An Ling merasa sangat terkejut


dia tidak menyangka jika An Ling ternyata sangat pandai memasak. bahkan masakan koki yang ada di kerajaannya tidak bisa dibandingkan dengan masakan An Ling


"biasa saja!" An Ling merasa jika masakannya terasa biasa saja sebab dirinya sudah sangat sering memakan masakannya sendiri


tanpa memperdulikan ucapan An Ling, Jie Yu terus dan terus memakan sate yang sudah matang itu sampai puas


setelah merasa perut mereka sudah cukup kenyang, An Ling langsung berbaring memandangi langit malam yang dihiasi oleh bintang bintang yang sangat indah


Jie Yu menggunakan lengan An Ling sebagai bantalnya. dia masih kepikiran dengan ucapan An Ling tadi


walaupun mereka sudah sangat sering tidur bersama, namun hati Jie Yu bisa sangat tersentuh ketika mendengar An Ling yang memanggilnya dengan ucapan sayang. Jie Yu sangat berharap An Ling menyatakan cinta kepadanya secepat mungkin


Jie Yu melirik ke wajah An Ling. dia melihat mata An Ling yang sudah terpejam. An Ling sudah tertidur sangat pulas


"selamat malam, An Ling" ucap Jie Yu lirih. dia langsung memejamkan matanya dan tertidur


An Ling ternyata hanya pura pura tertidur. dia mendengar ucapan Jie Yu yang mengatakan selamat malam kepadanya


An Ling langsung menjawab ucapan selamat malam yang keluar dari mulut Jie Yu


"selamat malam..., sayang!"

__ADS_1


mereka berdua pun tertidur lelap di tepi danau di hutan pulau terpencil


__ADS_2