Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 66


__ADS_3

"Auuuuu....!!!, " Lolongan Rubah Bulan Sabit yang sangat menakutkan


Seketika, kabut ilusi menghilang dari Pulau Tangan Dewa. Sedetik setelah Rubah Bulan Sabit melolong


Bulu yang berwarna perak, mata merah, simbol bulan sabit berwarna hitam di keningnya, menandakan jika Rubah Bulan Sabit itu sudah berumur ribuan tahun


"Berani sekali kau membuat keributan di wilayahku?!, " Tanya Rubah itu yang ternyata bisa bicara


Sontak An Ling terkejut, namun dia sama sekali tidak menghiraukannya. Malahan, dia terus memprovokasi Rubah Bulan Sabit itu hingga Rubah itu menjadi semakin kesal dengan An Ling


Rubah itu menggertakkan giginya. Mata merahnya menyala dengan sangat terang. Setelah itu, cakar tajam keluar dari sela-sela di jari kakinya, yang langsung dia gunakan untuk menyerang An Ling yang masih terduduk, berusaha menyeimbangkan tubuhnya


Karena menyadari serangan itu, An Ling langsung memanggil Yuri untuk segera membantunya


Booommm!!!, Sesosok ular raksasa yang berumur sepantaran dengan Rubah Bulan Sabit muncul. Dan sekarang, An Ling tengah berdiri tepat di kening ular raksasa itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yuri


Di saat yang sama, teman-temannya sudah berada di dalam goa. Mereka tengah dilanda kebingungan, ingin menunggu An Ling atau langsung masuk ke dalam ruangan rahasia


"Kapten, bagaimana ini?, " Tanya Xiao Chu kepada kapten Chu Leng. Dirinya meminta penjelasan kepada kapten Chu Leng


Kapten Chu Leng hanya mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Sebagai seorang kapten, dia sudah terlalu bodoh meninggalkan An Ling sendirian, tapi...,


**


"Dengarkan aku, didekat kuil mungkin ada seekor Spirit God Beast yang berusia sepantaran dengan Ular raksasa miliku!!, " Ucap An Ling menjelaskan


Mulut semua orang tercengang, tak ada satupun orang yang dapat menemukan kata-kata untuk bicara. Kening kapten Chu Leng bahkan sudah dipenuhi keringat


Dia sangat tidak ingin untuk pergi meninggalkan An Ling sendirian. Namun, An Ling mendesak mereka agar pergi meninggalkan mereka


Retakan mulai terlihat di dinding Array yang dibuat oleh An Ling


"Semuanya, percayalah padaku...!!, "


**


Swoossh....!!!!, Tiba-tiba saja sebuah tekanan yang sangat dahsyat seperti hembusan angin, mendorong mereka hingga bergeser sedikit dari tempat semula mereka berdiri


"Ada apa ini?, " Tanya Zao Hua keheranan

__ADS_1


Dari pintu masuk kuil, Yu Nie melihat jelas pepohonan yang sangat banyak. Mereka menyadari jika hembusan itu menghilangkan sepenuhnya kabut ilusi


"Teman-teman, lihat!!, " Teriak Yu Nie dengan jari tangannya yang menunjuk kearah luar kuil


Segera, teman-temannya langsung berlari keluar kuil. Mereka melihat ada dua sosok Spirit God Beast yang tengah bertarung


Salah satunya adalah Ular raksasa yang mereka pernah lihat di masa lalu. Dan yang satunya, Rubah yang mempunyai mata merah menyala dan bulu yang berwarna perak. Bulunya berkelip-kelip ketika mendapat cahaya dari bulan purnama


"Lihat, itu An Ling!!, " Ucap Zao Hua histeris yang melihat An Ling berdiri dikening ular raksasa


Kapten Chu Leng menganggukan kepalanya ketika dia bertatap muka dengan Xiao Chu. Pemikiran mereka sama, untuk menunggu An Ling didalam ruangan rahasia. Sebab, pertarungan antara dua ekor Spirit God Beast bahkan bisa menghancurkan satu buah pulau


Booommm!!!, Satu ayunan dari ekor milik ular raksasa, menyebabkan Rubah itu terpental hingga beberapa meter didepan kapten Chu Leng dan yang lainnya


Hal itu membuat tekanan yang sangat besar. Zao Hua bahkan terpental hingga kurang lebih tiga meter. Dan hampir menabrak dinding kuil


"Lebih baik kita segera masuk ke ruangan rahasia!!, " Ucap kapten Chu Leng tegas


Yu Nie mengerutkan keningnya, dia tidak lagi mau meninggalkan An Ling. Dia ingin menunggu An Ling walaupun dirinya sedikit terluka karena mereka tekanan dari pertarungan dua ekor Spirit God Beast


"Tidak, aku akan menunggu An Ling di sini. Jika kalian ingin pergi, pergilah..., " Ucap Yu Nie keras kepala


"Tidak usah keras kepala, kau ingat apa yang sudah dikatakan oleh An Ling?, " Ucap kapten Chu Leng


"Setelah kalian sampai di Kuil Kuno, segeralah masuk kedalam. Pertarungan antara dua ekor Spirit God Beast akan menimbulkan kehancuran yang sangat luar biasa!!, " Ucap An Ling menjelaskan waktu didalam Array


Yu Nie teringat dengan perkataan An Ling yang satu itu. Ekspresi lalu berubah menjadi menyedihkan


"Ta..., Tapi..., " Yu Nie mulai kebingungan dengan semuanya. Dalam hatinya, dia tidak ingin meninggalkan An Ling lagi. Akan tetapi, An Ling juga yang memaksa mereka untuk menunggunya didalam ruangan rahasia


Booommm!!!, Duarrr!!! Semakin lama, pertarungan mereka semakin mendekati Kuil Kuno


Kapten Chu Leng tidak bisa menahannya lagi. Dia langsung menyeret Yu Nie masuk kedalam Kuil Kuno. Dibawah patung mereka meletakkan Pedang Iblis An Ling


Criiinggg!!!, Aksara kuno mulai memancarkan cahaya berwarna kuning keemasan. Pintu bawah tanah segera terbuka. Mereka semua langsung berlari dengan cepat menuruni tangga


Disisi lain, An Ling yang tengah bertarung dengan Rubah Bulan Sabit itu. Dirinya berada diposisi yang menguntungkan karena Yuri dapat menguasai pertarungan


An Ling menyadari jika pertarungan mereka sudah hampir sampai di Kuil Kuno, setelah dia melihat reruntuhan yang mungkin itu adalah rumah dari Sang Rubah

__ADS_1


"Hehehe, kena kalian!!!, " Ucap Rubah Bulan Sabit yang sepertinya sudah mempunyai rencana sejak awal


An Ling mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak menyangka, ternyata Rubah sialan itu menggiring mereka hingga sampai di rumahnya


Simbol bulan sabit dikening Rubah Bulan Sabit itu memancarkan warna hitam keunguan. Seketika, seluruh pulau kembali ditutupi oleh kabut


Untung saja, efek pil yang dibuat oleh An Ling belum habis karena masih beberapa jam. Walaupun pandangannya tidak jelas, dia masih bisa merasakan keberadaan Rubah Bulan Sabit itu


"Auuuuu!!!, " Suara lolongan yang sangat menakutkan


"Di dalam kabut ilusi, tidak ada satu makhluk pun yang dapat menandingi kekuatanku!!, " Ucap Rubah itu menyombongkan diri


Memang benar, setelah Rubah itu selesai bicara, An Ling sama sekali tak merasakan Auranya sama sekali. Atau lebih tepatnya, Aura dari Rubah Bulan Sabit itu berpindah-pindah dengan sangat cepat


"Yuri!!, " An Ling segera berteriak karena merasa ada sesuatu yang melesat dari arah samping


Yuri yang juga menyadari berkat intuisi binatangnya langsung mengelak


Cakar yang sangat tajam. Hampir saja tubuh Yuri tergores cakar tersebut. Satu goresan saja, mungkin akan membuatnya semakin gampang tercabik-cabik oleh Rubah Bulan Sabit


"Hahaha, lumayan cepat juga kau. Kalau begitu, terimalah yang satu ini, auuuuu...!!, " Rubah itu melolong dan langsung melesat dengan cepat dari segala arah


Slatt!!, Slatt!!, Slatt!!, Tiga goresan terlihat ditubuh Yuri


Walaupun sudah sangat cepat menghindar, kecepatan Yuri tetap saja kalah dengan Rubah tersebut


Yuri sudah hampir kewalahan menghadapi Rubah Bulan Sabit yang sangat cepat. Dia sudah hampir ambruk karena menerima beberapa serangan lagi


"Yuri, bertahanlah!!, " An Ling menyuruh Yuri agar bertahan sebentar lagi. Sembari menunggu dirinya memikirkan strategi


Tak ada satupun strategi yang dapat dipikirkan olehnya. Yang tersisa hanyalah, kekuatan dari Mata Iblisblis miliknya


Tentu saja An Ling masih berpikir ribuan kali jika ingin menggunakan kekuatan mata iblis itu. Sejauh ini, An Ling masih belum menemukan petunjuk untuk mengendalikan Mata Iblisnya


Slatt!!, Slatt!!, Slatt!! Seiring berjalannya waktu, goresan di tubuh Yuri semakin banyak. Yuri sudah tidak mempunyai kekuatan untuk berdiri lagi


Tubuhnya ambruk diatas tanah. Gempa ringan segera terjadi


An Ling terpental sedikit jauh. Dirinya mengguling-guling, menabrak puing-puing yang ada direruntuhan

__ADS_1


__ADS_2