
Akan tetapi itu tidak berguna sama sekali. Kondisi ayahnya sekarang telah berada di ambang batas kematian dan hanya bisa menunggu ajal menjemputnya
"Hehehe uhuk uhuk... Tenanglah nak... Uhuk... Ayah hanya akan menjadi abadi kau tidak perlu khawatir!!" Ucap Xiao Han sambil mengelus rambut An Ling
An Ling tidak bisa berkata apa apa dan hanya bisa menangis melihat ayahnya yang sudah sangat sekarat itu
"Maafkan ayahmu yang tidak berguna ini ya nak... Uhuk... Jadilah kuat agar dimasa depan kau bisa melindungi orang yang kau cintai... Selamat tinggal An Ling..." Xiao Han pun menghembuskan nafas terakhirnya di depan mata An Ling
An Ling menangis sangat kencang hingga membuat tanah di sekitarnya bergetar sambil berteriak...
"Ayahhhhh!!!!!"
Setelah menguburkan ayahnya dengan layak An Ling melihat sekitar, dia tidak melihat bahkan merasakan keberadaan ibunya
An Ling berdoa di depan makam ayahnya dengan serius
"Ayahhh... Aku berjanji akan membalaskan dendam mu!!"
Lalu An Ling pun mengenakan kalung yang di genggam oleh Xiao Han ketika sekarat. Walaupun tidak ada apapun di dalamnya dan sudah terlihat sangat usang hingga seperti barang kuno An Ling tetap menganggap jika ayahnya akan selalu bersamanya ketika dia mengenakan kalung itu
An Ling berjalan menuju gua tempat dimana dia menidurkannya Xiao Yu dan langsung menggendongnya untuk segera pergi ke kota Ruy
Di saat perjalanannya menuju kota Ruy, dia bertemu dengan beberapa spirit beast yang berusia puluhan tahun
Untuk melampiaskan kemarahannya, An Ling membunuh semua spirit beast yang berpapasan dengannya
Obat yang digunakan An Ling untuk menidurkan Xiao Yu cukup kuat sampai sampai Xiao Yu terbangun ketika mereka telah sampai di kota Ruy
An Ling sangat kebingungan di dalam kota. Dia tidak tahu harus pergi kemana lagi
"Kakak... Xiao Yu lapar...!" Rintihan Xiao Yu yang tengah kelaparan
An Ling lalu bergegas menuju pasar yang berada di dekat alun alun kota untuk membeli sepotong roti sesuai dengan sisa uang yang mereka
"Ini sepuluh koin perunggu terima kasih!" Ucap An Ling sambil memberikan koin perunggu miliknya kepada penjual roti
__ADS_1
An Ling pun memberikan sepotong roti itu kepada adiknya yang sudah sangat kelaparan itu
"Emmm bukannya itu An Ling!?" Tanya Xiao Ying Ying kepada dirinya sendiri
"An Ling... !" Teriak Xiao Ying Ying dari kejauhan memanggil An Ling yang merupakan anak dari sahabatnya
An Ling pun menggandeng Xiao Yu dan segera menemui bibi Ying
Selama perjalanan An Ling menceritakan kepada Xiao Ying Ying tentang kejadian yang telah menimpa keluarganya
"Cihh!!! Dasar sekte bajing*n itu!!" Geraman Xiao Ying Ying sambil memukul meja makan yang ada di rumahnya
"Tenanglah ibu...!" Ucap seorang gadis yang berusia sepantaran dengan An Ling sambil mengelus punggung Xiao Ying Ying
Gadis itu adalah Xiao Qing Ling putri dari Xiao Ying Ying. Ayah dari Xiao Qing Ling dan juga suami dari Xiao Ying Ying meninggal dunia ketika Xiao Ying Ying masih mengandung anaknya Xiao Qing Ling akibat berurusan dengan sekte cahaya agung
Sampai sekarang Xiao Ying Ying masih menyimpan dendam dengan sekte cahaya agung
Ditambah sekarang sahabatnya Ling Yu juga telah berhasil mereka kalahkan dan mungkin telah di bawa kembali ke sekte cahaya agung
Akan tetapi Ling Yu tidak menginginkan semua itu dan kabur dari sekte cahaya agung
Di dalam perjalanan kaburnya dia bertemu dengan Xiao Han yang merupakan seorang petualang juga penjarah reruntuhan kuno
Mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Setelah lama bersama Xiao Han memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Ling Yu
Di saat yang bersamaan tempat mereka berada diketahui oleh salah satu tetua sekte cahaya agung yaitu tetua Lu Ye
Saat itu tingkat kultivasi mereka masih berada di ranah surgawi level satu begitu juga dengan tetua Lu Ye
Mereka berdua pun bertarung habis habisan hingga pada akhirnya tetua Lu Ye menyerah dan kembali ke sekte cahaya agung untuk melaporkan apa yang terjadi kepada ketua sekte
Ketua sekte langsung memerintahkan para tetua lainnya agar segera menuju ke tempat tetua Lu Ye bertarung dengan Ling Yu dan Xiao Han
Namun Xiao Han berhasil kabur dengan Ling Yu ke kota Ruy tempat kelahiran Ling Yu
__ADS_1
Mereka berdua pun menikah dan setelah beberapa tahun menikah mereka pun dikaruniai seorang anak laki laki bernama An Ling
An Ling yang mendengar cerita dari bibi Ying langsung meneteskan air matanya karena sangat sedih
"Tidak apa menangis lah sepuasnya.." ucap Xiao Ying Ying sambil memeluk dan mengusap usap kepala An Ling
"Huwaaaaaa ha ha...!!!!" Teriak An Ling yang menangis histeris di pelukan bibinya Xiao Ying Ying
keesokan harinya Xiao Ying Ying mengajak An Ling untuk pergi ke pasar membantunya mencari bahan obat obatan sambil berjalan jalan sembari An Ling menenangkan pikirannya
"ehh Ling er apa kau mau mengikuti ujian dan masuk ke salah satu sekolah?" tanya Xiao Ying Ying kepada An Ling
"hahhh... apakah disana aku akan diajari untuk menjadi kuat?" tanya An Ling kepada Xiao Ying Ying sebab dirinya tidak terlalu mengerti
"emm.. sebentar lagi akan diadakan kompetisi perekrutan murid berbakat dari berbagai sekolah!" jawab Xiao Ying Ying
lalu Xiao Ying Ying menjelaskan kepada An Ling tentang kompetisi perekrutan murid berbakat yang akan diadakan beberapa hari lagi
aturannya sederhana, peserta harus berusia tidak kurang dari sepuluh tahun dan tidak lebih dari lima belas tahun. peserta akan di tes oleh salah satu tetua saat pendaftaran tentang usia dan latar belakang. peserta juga bisa lolos menggunakan surat rekomendasi dari seorang yang kultivasinya sudah mencapai ranah langit keatas. peserta yang lolos akan diberikan sebuah token bertuliskan nama tetua yang telah menguji mereka. lalu peserta yang lolos akan dikumpulkan di alun alun kota untuk diuji kemampuannya setelah sesi pendaftaran selesai
"emmm tapi bibi bilang aku harus merahasiakan latar belakangku!?" tanya An Ling kepada Xiao Ying Ying
"tenang saja kau bisa menggunakan surat rekomendasi dari ku!" jawab Xiao Ying Ying sambil mengelus rambut An Ling
"benarkah bibi?!"
"emm!!"
mereka berdua pun melanjutkan mencari bahan obat obatan untuk meningkatkan kekuatan An Ling dan juga Xiao Qing Ling
beberapa jam kemudian
hari sudah senja Xiao Ying Ying segera menyiapkan makan malam untuk mereka makan. An Ling yang tengah berbaring di kamarnya pun segera membersihkan dirinya sembari menunggu makan malam bersama
setelah selesai makan malam mereka semua pun segera tidur di kamar masing masing agar besok bisa bangun padi pagi untuk mendaftar kompetisi perekrutan murid berbakat
__ADS_1