
Karena acara pelelangan telah selesai, semua orang pun meninggalkan aula tengah. Seseorang yang telah mendapatkan barang yang di lelang akan pergi ke tempat pengambilan barang sedang yang berhasil menjual akan pergi ke tempat pengambilan koin
"Wahhh lucu sekali... Mulai sekarang namamu adalah Xiao Lu!" Ucap An Ling sambil memeluk serigala angin yang telah dia berinama Xiao Lu
Ling Yu lalu memperhatikan dahi bayi serigala angin itu. Benar saja dia melihat sebuah tanda berwarna hitam di dahi bayi serigala angin itu
Ling Yu menyadari bahwa kemampuan An Ling dalam menilai sesuatu bahkan lebih hebat daripada dirinya yang merupakan pendekar spirit tingkat surgawi
Setelah menyelesaikan transaksi Ling Yu dan An Ling bergegas untuk pulang ke rumah karena berpikir bahwa Xiao Han pasti sedang mengkhawatirkan mereka
Disamping itu di waktu yang sama
"Hachuuu...!" Xiao Han mengusap usap hidungnya
"Wahhh dunia ini terasa nyaman sekali..!!" Teriak Xiao Han kepada dunia
"Oh iya bagaimana keadaan anak dan istriku ya?" Tanya Xiao Han kepada dirinya sendiri
"Sudahlah siapa yang bisa mengalahkan istriku yang sangat hebat itu..." Xiao Han lalu melanjutkan tidur siangnya di bawah pohon yang berada di tepi air terjun
Sementara itu di kota Ruy...
"Setelah sekian lama tidak bertemu kau akan pergi begitu saja dan tidak mampir ke rumahku!?" Tanya Xiao Ying Ying kepada Ling Yu
"Lain kali saja yaaa..." Ucap Ling Yu sambil tersenyum manis kepada teman lamanya Xiao Ying Ying
"Huhh baiklah... Hei mungkin kita akan berbesan di masa depan!?" Canda Xiao Ying Ying kepada Ling Yu
"Yahhh itu jika anakmu memenuhi kriteria menjadi menantuku...!" Ucap Ling Yu sambil berbisik kepada Xiao Ying Ying
"Huhhh!!" Xiao Ying Ying hanya mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan Ling Yu walaupun itu semua hanya candaan
Xiao Ying Ying mengantar An Ling dan Ling Yu sampai ke pintu gerbang Kota Ruy
"Hati hati di jalan yaa sampai ketemu lagi... Sampaikan salamku pada suamimu!!" Teriak Xiao Ying Ying dari kejauhan sambil melambaikan tangannya
__ADS_1
Ling Yu menggunakan langkah angin agar cepat sampai rumah diikuti oleh An Ling di belakangnya
Pada saat di tengah perjalanan mereka Ling Yu pun menyuruh An Ling agar berhenti sejenak karena Ling Yu merasakan sesuatu
Ling Yu mendengar sebuah tangisan bayi dari bawah suatu tempat. Dia pun segera mendekati sumber suara tersebut
Dari kejauhan Ling Yu melihat keranjang bayi yang berada tepat di bawah sebuah pohon. Ling Yu lalu berlari mendekatinya
Bayi itu seperti dibuang oleh orang tuanya. Di dalam keranjang bayi itu juga terdapat sebuah kalung
"Sepertinya bayi ini sengaja ditinggalkan disini" ucap Ling Yu
Lalu Ling Yu menggendong bayi perempuan itu dan membawanya pulang
Disitu Xiao Han tengah asik tiduran di bawah pohon. Setelah dia menidurkan bayi yang dia temukan itu di ranjang bayi milik An Ling dulu dia pun menuju tempat dimana Xiao Han tengah asik tidur siang lalu menjewer telinganya dan menyeretnya sampai rumah
Xiao terkejut ketika melihat ada seorang bayi di ranjang bayi milik An Ling dulu
"Se.. sejak kapan kau mempunyai anak lagi dan siapa ayah dari anak ini... Oh dewa istriku telah menemukan pengganti ku cabut saja nyawaku ini Dewa!!" Ucap Xiao Han yang tengah bercanda
Lalu Ling Yu menceritakan kejadian yang sesungguhnya kepada Xiao Han. Singkat cerita dia menjelaskan tentang bayi itu dan juga kalung yang ada di dalam ranjang bayinya
"Lihat... Sepertinya dia menyukai ranjang bayi milik An Ling. Ahhhh lucunya!!" Ucap Ling Yu yang sedang menahan diri karena sangat gemas terhadap bayi itu dan ingin mencubit pipinya
"Emm bagaimana kalau kita rawat bayi ini?!" Ucap Ling Yu sambil menggendong dang memeluk bayi itu
"Baiklah kalau begitu mulai sekarang namamu adalah Xiao Yu!" Ucap Xiao Han sambil mengelus elus hidung bayi itu yang terlihat sedikit pesek
Mereka berdua pun sepakat untuk membesarkan bayi itu dan menganggap jika anak itu adalah anak mereka sendiri juga telah memberikannya sebuah nama yaitu Xiao Yu
"Ehh tunggu... Bayi serigala ini!?" Tanya Xiao Han sambil merebut bayi serigala yang di gendong oleh An Ling lalu menggendongnya
Xiao Han memperhatikan serigala angin itu dengan seksama
"Di dahinya terdapat sebuah tanda berwarna hitam. Aku bahkan tidak menyadarinya tapi An Ling.."
__ADS_1
"Sangat imuttt!!!" Belum selesai Ling Yu berbicara Xiao Han telah memotong pembicaraan dari Ling Yu
Ling Yu terlihat sangat marah karena tingkah suaminya yang seperti itu. Lalu dia memukul kepala Xiao Han dengan tangannya
Xiao Han terlihat seperti seekor kucing yang sedang meminta makanan kepada majikannya sama persis seperti An Ling waktu di paviliun pelelangan
"Ekh ekh ekh" bayi mereka yang diberi nama Xiao Yu terlihat sangat senang dengan tingkah laku orang tuanya yang kekanak Kanakan itu termasuk juga dengan An Ling. Mereka semua pun tertawa bahagia
"Lebih baik kau segera buatkan An Ling pil yang dapat membantunya menerobos!!" ucap Ling Yu sambil berjalan keluar menggendong Xiao Yu
"ahh.. benar juga!"
Xiao Han lalu mengajak An Ling untuk pergi ke tepi air terjun dan segera mengajarinya membuat pil api perak yaitu pil tingkat dua yang bisa membantumu An Ling menerobos ke ranah Zhongdeng
"perhatikan baik baik ya nak!" ucap Xiao Han sambil mempraktekkan membuat pil
An Ling pun memperhatikannya dengan serius sampai sampai dia tidak berkedip sama sekali
Sepuluh menit kemudian pil yang dibuat oleh Xiao Han telah jadi. Xiao Han pun menyuruh An Ling untuk mempraktekkan apa yang telah dia lihat barusan
semakin tinggi tingkat pil yang akan dibuat, maka semakin besar pula tekanan api yang harus di gunakan oleh pembuat pil
dalam sekali coba An Ling berhasil membuat pil tingkat dua yaitu pil api perak yang diajarkan oleh ayahnya kepadanya walaupun membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama daripada ayahnya
Xiao Han menyuruh An Ling agar menyimpan pil yang telah mereka buat dan bahan yang tersisa di dalam cincin penyimpanannya karena sebentar lagi An Ling akan naik tingkat ke ranah Zhongdeng
"Ehhh tunggu sebentar!" Xiao Han lalu memperhatikan serigala angin milik An Ling yang tengah duduk di samping An Ling
"Ini bukan serigala angin tapi ini adalah serigala bulan sabit!" Sambungnya
Xiao Han pun menjelaskan kepada An Ling jika serigala bulan sabit adalah serigala tingkat tertinggi dari seluruh serigala. Disaat umurnya mencapai ribuan tahun, serigala bulan sabit bahkan bisa menggunakan wujud sebagai manusia. Serigala bulan sabit bahkan bisa menandingi kekuatan dari hewan kuno legendaris yaitu naga
"Wahahaha... Ternyata aku masih bisa melihat binatang legendaris ini!" Tawa Xiao Han yang terdengar sedikit menjengkelkan
Xiao Han lalu menyuruh An Ling membesarkan serigala bulan sabit itu. An Ling mengangguk anggukan kepala tanda menyetujui permintaan dari ayahnya
__ADS_1