
ditengah tengah lautan kapal yang ditunggangi oleh An Ling tengah berlayar dengan sangat mulus. An Ling berdiri di pinggiran kapal sembari melihat kalung milik Yao Yao yang sedang dia pegang
"Yao Yao maafkan aku yang bodoh ini.." ucap An Ling di dalam hatinya
kapten Chu Leng yang melihat An Ling sedikit murung langsung menghampirinya sambil membawakan sebotol wine
"hei hei anak muda, kenapa kau terlihat menyedihkan begitu, ceritakan saja apa yang perlu kau ceritakan, tidak usah dipendam sendirian seperti itu" ucap kapten Chu Leng sambil memberikan sebotol wine kepada An Ling
Tak ada sepatah kata pun yang dikatakan oleh An Ling kepada kapten Chu Leng. dia hanya mengambil wine yang diberikan oleh kapten Chu Leng kepadanya dan meminumnya
"tidak usah dingin begitu anak muda, mulai sekarang kita adalah saudara.." ucap kapten Chu Leng sambil berjalan meninggalkan An Ling
"saudara... " ucap An Ling di dalam hatinya
setelah mendengar apa yang telah dikatakan oleh kapten Chu Leng kepadanya, An Ling pun merasa sedikit baikan. setelah ini dia pun berniat akan sedikit demi sedikit kembali menjadi dirinya yang dulu
malam yang indah tanpa adanya awan yang menutupi cahaya bulan, mereka semua mengadakan sebuah pesta kecil kecilan di kapal mereka
semua awak kapal termasuk An Ling sangat menikmati pesta mereka bahkan hampir semua awak kapal telah mabuk karena terlalu banyak minum
An Ling lalu mendekati kapten Chu Leng yang sudah hampir tidak kuat lagi
"kapten..." ucap An Ling sambil memberikan sebotol wine kepada kapten Chu Leng
"hahaha sepertinya kau sudah sedikit baikan!?" tanya kapten Chu Leng sambil sedikit tertawa
mereka berdua pun mengobrol sambil melanjutkan minum hingga tak ada awak kapal pun yang sadarkan diri
beberapa hari kemudian...
"pulau dewa laut sudah terlihat di depan!!!" teriak seseorang dari atas sambil melihat menggunakan teropong miliknya dia bernama Zao Hua
"baiklah segera siapkan jangkar!!" teriak kapten Chu Leng kepada seseorang yang bertugas mengurusi jangkar. dia adalah Liu Ming
Liu Ming pun segera berlari ke belakang menyiapkan jangkar dan menunggu perintah dari kapten Chu Leng
__ADS_1
ketika tengah menyiapkan barang barang yang akan dibawa oleh mereka, tiba tiba sebuah kabut hitam muncul sehingga membuat mereka semua tidak bisa melihat
An Ling merasakan ada aura yang kuat sedang mendekati mereka. dia lalu berlari ke tempat nahkoda dan memberikan arahan kepada kapten agar kapal mereka segera menjauh dari kabut itu
akan tetapi sebelum An Ling sampai ke tempat nahkoda, sebuah mahkluk yang sangat mengerikan muncul dari dalam laut dan menabrak kapal mereka
itu adalah spirit beast yang berusia sekitar lima ratus tahun. spirit beast itu berupa gurita raksasa yang mempunyai dua tanduk di kepalanya
"roooaarrr!!!!" suara teriakan makhluk itu yang sangat mengerikan
kapal mereka pun keluar dari jalur dan menabrak batu karang yang ada di tepi pantai di pulau kaki dewa
"semua berenang lah menuju pulau biar yang menahan makhluk ini!!" teriak kapten Chu Leng kepada anak buahnya
semuanya pun melompat ke laut dan berenang dengan cepat ke pulau kaki dewa yang berjarak beberapa meter dari kapal mereka kecuali kapten Chu Leng dan An Ling
"kenapa kau masih disini, pergilah sebelum terlambat!!" perintah kapten Chu Leng kepada An Ling
namun An Ling membantah perintah kapten Chu Leng palahan dia menyuruh kapten Chu Leng mengejar anak buahnya yang sudah berada di pulau kaki dewa karena di pulau itu juga ada ancaman yang menunggu mereka
"roarrr!!" teriakkan gurita raksasa itu sambil menyerang An Ling dengan tentakelnya
"cihhh merepotkan!!" ucap An Ling sambil menghindari serangan gurita raksasa itu
An Ling lalu menyerang gurita api itu dengan sangat kuat menggunakan api hitam miliknya hingga membuat gurita itu terbakar dan menyelam ke dalam laut
walaupun An Ling mengeluarkan aura dewa iblis miliknya dia tidak akan bisa menundukkan gurita raksasa itu karena dia adalah spirit beast tipe air dan tinggal di benua air. gurita raksasa itu hanya akan tunduk kepada penguasa benua air ini yaitu dewa air Shui shen
gurita raksasa itu sangat keras kepala dan kembali menyerang An Ling menggunakan tentakelnya. serangan gurita raksasa itu terlalu lambat bagi An Ling. dia mengeluarkan pedangnya dan langsung menghunuskannya ke arah kepala gurita raksasa itu
gurita itu pun berhasil di bunuh oleh An Ling dan meninggalkan sebuah kristal spirit beast berwarna biru laut
"kristal ini sedikit berbeda..." ucap An Ling sambil mengambil kristal binatang buas yang ditinggalkan oleh gurita raksasa setelah berhasil terbunuh oleh An Ling
sementara itu di tepi pantai di pulau kaki dewa
__ADS_1
"celaka ternyata masih ada spirit beast berusia ratusan tahun disini!!" ucap salah satu awak kapal
spirit beast berusia hampir lima ratus tahun berupa seekor kepiting raksasa dengan capit yang sangat tajam telah menunggu mereka di tepi pantai
keping raksasa itu langsung menyerang mereka semua yang telah sampai di tepi pantai di pulau kaki dewa menggunakan capitnya yang tajam
serangan dari kepiting raksasa itu sangat cepat dan mendadak hingga membuat mereka semua belum sempat mengeluarkan senjata mereka
mereka semua pun terpental sangat jauh. kapten Chu Leng menangkap Zao Hua yang terpental ke arahnya. Zao Hua sedikit memuntahkan darahnya akibat menerima serangan dari kepiting raksasa itu
sementara yang lain masih tergeletak tak berdaya karena serangan dari kepiting raksasa yang terlalu kuat
"Zao Hua bertahanlah!!" ucap kapten Chu Leng sambil memasukkan pil penyembuhan ke mulut Zao Hua
"dasar makhluk rendahan, beraninya menyerang anak buah ku!!!" geram kapten Chu Leng yang sangat marah
kapten Chu Leng mengeluarkan senjata spiritnya yang berupa tombak panjang dan langsung melesat menyerang kepiting raksasa itu
kapten Chu Leng dan kepiting raksasa itu pun saling bertarung cukup lama hingga kapten Chu Leng hampir kehabisan tenaganya
An Ling melesat menggunakan langkah anginnya dan menghunuskan pedang iblisnya ke arah kepiting raksasa itu
kepiting raksasa itu pun berhasil dikalahkan oleh An Ling hingga terbelah menjadi dua. An Ling lalu mengambil kristal spirit beast yang ditinggalkan oleh kepiting raksasa itu dan langsung memberikan pil penyembuhan kepada kapten Chu Leng. kapten Chu Leng memakan pil itu dan langsung menyerap khasiatnya
setelah tenaganya pulih kapten Chu Leng berlari ke arah anak buahnya terpental sambil berteriak memanggil nama mereka
dari sekian banyaknya awak kapal, hanya Zao Hua, dan wakil kapten Xiao Chu yang berhasil selamat. sedangkan semuanya telah terbaring tidak bernafas
mereka semua langsung menguburkan mayat mereka di pulau kaki dewa di dekat sebuah batu karang yang ada di pinggir pantai dan berdoa di atas makam mereka
hari sudah larut mereka beristirahat di dalam goa yang berada tidak jauh dengan pantai tempat pemberhentian kapal mereka sebenarnya
"haishh sudahlah kapten semuanya sudah terjadi dan tidak bakal terulang.." ucap Zao Hua kepada kapten Chu Leng yang terlihat sangat murung di depan api unggun
"kau benar!" jawab kapten Chu Leng
__ADS_1
mereka berlima pun beristirahat dan memutuskan bergantian berjaga