
Kelemahan Kalajengking Api membuat An Ling tercengang, "Apakah sesederhana itu?."
Shao Bai menganggukkan kepalanya yang membuat An Ling tersenyum dingin. "Akan tetapi, tekanan air yang dibutuhkan harus sangat besar. Diamana kita bisa mendapatkannya?!."
An Ling tertawa jahat, "Tentu saja aku punya!!."
Xiao Jiu dan dua juniornya sama sekali tidak paham dengan An Ling yang mendadak menjadi sangat tenang. Xiao Jiu segera bertanya, "An Ling, rencana apa yang kau pikirkan?."
Kalajengking Api tak tahu apa yang akan dilakukan oleh An Ling. Dia mengkerutkan keningnya, "Hei bocah, apa kau berencana akan mengalahkanku menggunakan air?." Tebakannya sangat akurat. Benar-benar intuisi binatang
Kalajengking Api tertawa terbahak-bahak, "Kau benar-benar sangat lucu. Bahkan Dewa Air saja kesusahan melawanku. Apalagi bocah bau kencur sepertimu yang hanya Ranah Kaisar!!." Ucapnya sangat angkuh
Perkataan dari Kalajengking Api membuat mulut semua orang tercengang
"A, apa?, Kaisar Spiritual?!." Ucap mereka bersamaan
An Ling tersenyum dingin, "Semua yang dikatakannya sangat tepat. Ternyata binatang rendahan sepertimu memiliki intuisi yang tajam. Apakah kau bisa merasakan malaikat maut akan segera menjemputmu?!." Ucapnya lantang
Lagi-lagi Kalajengking Api tertawa, "Kalau begitu, kita lihat siapa yang akan dijemput oleh malaikat maut?!."
Kalajengking Api meluncurkan serangan yang sama, Lidah Api. Namun kali ini serangannya sedikit lebih cepat dari sebelumnya
"Awas!!." Xiao Jiu berteriak
Mereka semua kembali mengindari serangannya yang sangat mematikan bagi mereka
Raut wajah An Ling menjadi serius kali ini. Dia berkata, "Kalian bersembunyilah. Biarkan aku membungkam mulut angkuhnya!!."
Sebelum teman-temannya membantah perkataannya, An Ling segera membuat Array disekitar mereka agar mereka tidak mengganggu konsentrasinya saat bertarung
Zhang Lian menggertakan giginya, "Apakah dia ingin mati?!."
Xiao Jiu dan Shao Bai menatapnya dari balik Array dengan raut wajah cemas. Namun, mereka berdua dapat melihat pencerahan dalam diri An Ling
Dalam hatinya Xiao Jiu berkata, "Berjuanglah, An Ling."
"Kau benar-benar manusia yang angkuh. Aku menyukai sifat angkuhmu itu. Aku berharap bisa bersenang-senang denganmu!!."
An Ling tersenyum dingin, "Kalau begitu, mohon bantuannya!!." Dia segera melompat, menyerang Kalajengking Api menggunakan pukulan dari Pelindung Lengan Biru Laut
Wujud kepala Naga Air menghantam tepat di tengah-tengah kening Kalajengking Api. Namun sangat disayangkan. Tubuh Kalajengking Api sekuat batu permata. An Ling sama sekali tidak bisa memberikan luka dalam serangan pertamanya
"Apa hanya itu kemampuanmu?!."
__ADS_1
Tujuan An Ling sebenarnya adalah mendekati Kalajengking Api agar dia bisa naik ke tubuhnya
An Ling kini tengah berdiri di tengah-tengah tubuh Kalajengking Api. Dia mengeluarkan Tombak Emas dan dengan cepat dia menusuk bagian tubuh Kalajengking Api yang terlihat lunak
Kalajengking Api berteriak kesakitan setelah An Ling berhasil membuat luka kecil di punggungnya. Dia memukul tubuhnya sendiri dengan sangat keras hingga membuat An Ling terpental
An Ling menggertakan giginya, "Sial, aku belum sempat mengalirkan energi air kedalam tubuhnya!!."
Kalajengking Api merasa sangat marah, "Dasar bocah ingusan. Aku akan membuatmu hangus terbakar!!."
Serangan ketiga yang diluncurkan oleh Kalajengking Api masih sama, Lidah Api. Hal itu membuat An Ling sangat mudah menghindarinya karena sudah melihatnya sebanyak tiga kali
An Ling memprovokasinya, "Apa kau tidak memiliki jurus yang lebih kuat?."
Serangan dari Kalajengking Api melesat hingga menghancurkan permukaan tanah. Permukaan tanah yang tipis itu segera terbelah
Tujuannya menyerang menggunakan Lidah Api sebenarnya adalah untuk membuat An Ling terjatuh kedalam kolam lahar
"Trik murahan!!." Dengan cepat An Ling memusatkan energi air hingga membentuk wujud Naga Air. Dia lalu berdiri di kening sang naga
Penampakan An Ling saat ini sama persis dengan Dewa Air pada saat muda. Hal itu terlintas didalam pikiran Kalajengking Api
An Ling mengeluarkan Aura Dewa Air. Dia memperlihatkan semua Spirit Weapon suci Dewa Air kepada Kalajengking Api
"Kalau begitu, kita lihat apakah kau sekuat itu atau tidak!!."
Kalajengking Api menyerang An Ling menggunakan serangan yang berbeda. Kali ini di menyerang menggunakan capit raksasanya
An Ling menghindari serangan yang dianggapnya sangat lambat itu. "Kau tidak akan bisa menandingi kecepatanku!!."
Kalajengking Api langsung terprovokasi oleh An Ling. Dia menyerang secara asal-asalan dan dengan dipercepat
An Ling menghindari setiap serangan yang datang kepadanya. Naga Air bagaikan air yang mengalir. Sangat lentur dan fleksibel ketika menghindari serangannya
An Ling menggunakan kekuatan dari Mahkota Emas. Seketika, sekumpulan air yang datang entah darimana membuat gelombang ombak yang sangat besar
Tubuh Kalajengking Api yang sangat besar itu menyentuh dinginnya air sehingga tiga kaki raksasanya meleleh
Kalajengking Api berteriak kesakitan. Dia sama sekali tidak bisa menghindari serangan An Ling yang secara tiba-tiba. Bahkan dirinya belum selesai menyerang, An Ling sudah menyerangnya
An Ling tersenyum dingin, "Ternyata sangat mudah. Bisa-bisanya si tua Hui Ji kewalahan menghadapimu. Aku curiga jika kau hanya membual!!."
Kalajengking Api sudah kehabisan kesabarannya, "Kau benar-benar sangat angkuh. Aku akan tunjukkan jika api lebih kuat daripada air!!."
__ADS_1
Tiba-tiba saja bumi berguncang. Xiao Jiu dan yang lainnya sampai terjatuh. Mereka semua tiarap agar tidak terpental hingga terpencar satu sama lain
Beruntung An Ling berada di udara. Dia sama sekali tidak merasakan guncangan yang sangat kuat itu. Namun, dia merasakan Aura yang sangat kuat terkumpul menjadi satu tepat di bawahnya
An Ling mengendalikan Naga Air untuk terbang menjauhi Kalajengking Api
Semburan lahar dari bawah hampir saja mengenai An Ling. Beruntung reaksi An Ling sangat cepat. Jika dia terlambat menyadarinya satu detik saja, tubuhnya pasti sudah meleleh terkena semburan lahar yang sangat panas
An Ling mengarahkan Naga Air untuk terbang mendekati prasasti. Dia berfikir jika Kalajengking Api tidak akan pernah menghancurkan prasasti itu
Namun, dugaannya sama sekali tidak tepat. Kalajengking Api sudah berada diujung kesabarannya. Dia tidak lagi memikirkan tugasnya untuk menjaga prasasti
Energi api mulai terkumpul di sekitar Kalajengking Api. Kini, dia sudah tak lagi memikirkan hidupnya. Dia berniat untuk mati bersama
An Ling menggertakan giginya, "Sialan, kau berniat mati bersama rupanya!!."
Lautan lahar panas mulai membentuk ombak yang sangat tinggi dan juga besar. Kalajengking Api mengendalikannya untuk menghancurkan tempat itu dengan melelehkannya menggunakan gelombang ombak lahar
An Ling tak membiarkan hal itu terjadi. Walaupun taruhannya nyawa, dia tidak akan membiarkan teman-temannya mati di tempat ini
Menggunakan kekuatan Mahkota Emas, dia membuat ombak yang lebih besar dari sebelumnya untuk melawan ombak lahar
Diiringi dengan teriakan An Ling yang sangat keras, kedua ombak yang terbuat dari elemen yang berlawanan itu bertumburan
Asap tebal berwarna putih menutupi pandangan semua orang. Perlahan, retakan mulai terlihat di dinding Array yang kemudian hancur seperti pecahan-pecahan kaca
Mereka semua segera berlari untuk melihat keadaan An Ling
Raut wajah mereka semua sangat cemas karena tidak melihat tubuh An Ling
Zhang Lian mengkerutkan keningnya, "Kenapa kau sangat keras kepala seperti itu?!."
"Benar, kenapa kau tidak menyuruhku untuk membantumu. Kenapa bukan aku saja yang kau gunakan untuk tameng agar nyawamu tidak melayang." Sahut Wu Hao
"Hiksss, itu benar. Kenapa bukan kau saja yang digunakan An Ling sebagai tumbal?!." Ucap Zhang Lian sangat tulus
Wu Hao yang hendak menangis tiba-tiba saja kehilangan mood untuk menangis
Tiba-tiba saja mereka dikagetkan oleh teriakan Xiao Jiu yang memanggil nama An Ling
"Kakak Jiu, apa kau menemukan An Ling?!." Ucap Wu Hao dengan raut wajahnya yang masih cemas
Xiao Jiu tak menghiraukan pertanyaan Wu Hao. Dia langsung terjun karena melihat An Ling tergeletak di bawah
__ADS_1