
An Ling sedikit melirik Shao Bai yang ada di belakangnya. Dia berkata dengan tegas, "Tidak usah pedulikan aku. Lebih baik kau cari tempat untuk berlindung!!."
Shao Bai menggertakan giginya, "Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu sendirian disini!!."
An Ling tak menghiraukan ucapan Shao Bai. Dia segera memusatkan energi air untuk membentuk wujud Naga Air karena si gila Nan Ji sudah hampir meratakan seluruh alun-alun kota
Naga Air mengaum keras setelah An Ling mendarat tepat di tengah keningnya. Hal itu membuat Nan Ji dan Gorila Meteor menatap tajam dirinya
Nan Ji mengkerutkan keningnya, "Tidak kusangka kau juga bisa mengendalikan lebih dari satu elemen?!."
Dengan perasaan yang teramat sangat kesal, Nan Ji mengerahkan Gorila Meteor untuk melayangkan pukulan keras kepada An Ling
Dengan cepat An Ling mengendalikan Naga Air untuk menghindari pukulannya
Pukulan itu segera menghancurkan tanah hingga membuat lubang dengan diameter lima meter
An Ling berkata dalam hati, "Dengan tubuh seperti itu, tidak kusangka serangannya cukup cepat?!."
Gorila Meteor terlihat tidak ada persiapan setelah menyerang An Ling. Dengan cepat An Ling memusatkan energi api hingga membentuk bola api hitam sebesar kepala manusia dengan api hitam yang menyelimutinya. Dia lalu menembakkannya kearah punggung Gorila Meteor
Serangan yang sangat akurat. Gorila Meteor terpental sejauh sepuluh meter begitu juga dengan Nan Ji
Nan Ji berteriak kesakitan karena tubuhnya yang menghantam sebuah bangunan hingga hancur
Shao Bai yang masih mengevakuasi warga melihat kejadian itu dengan kedua matanya. Seketika mulutnya tercengang. Dia berkata dengan terbata-bata, "Ti, tidak mungkin. Apakah dia An Ling. Sebenarnya, seberapa jauh kultivasinya saat ini?."
Sebelum Nan Ji dan Gorila Meteor berdiri dengan sempurna, An Ling segera mengendalikan Naga Air untuk melesat mendekati mereka
Dengan Pedang Iblis An Ling yang diselimuti oleh Api Hitam, An Ling melompat dari kening Naga Air kearah Nan Ji lalu menebasnya berkali-kali sedangkan Naga Air melilit Gorila Meteor dengan sangat erat
__ADS_1
Reaksi Nan Ji termasuk cepat. Menghadapi serangan An Ling secara langsung, bahkan dia yang belum berdiri dengan sempurna dapat menangkisnya menggunakan Palu Langit miliknya
Percikan api terjadi karena benturan antara dua buah Spirit Weapon. Mereka berdua kembali beradu kekuatan
Kali ini, Nan Ji dapat membuat An Ling terpental sejauh sepuluh meter. Dia tidak ingin memberikan kesempatan bagi An Ling yang belum memiliki persiapan
Dengan cepat dia melompat, memusatkan seluruh tenaganya di dalam kedua tangannya agar pukulan palunya maksimal. Seiring Palu Langit digerakannya, api membara perlahan menyelimutinya hingga menyebabkan suhu menjadi sangat panas
Kali ini, An Ling benar-benar tidak ada persiapan
Beruntung dia memiliki Armor Naga Laut. Sehingga, setelah Palu Langit berjarak satu meter dari tubuhnya, energi air padat menyelimuti sekujur tubuhnya
An Ling terpental sangat jauh. Menghantam satu bangunan tinggi hingga membuat bangunan itu roboh. Yang tersisa hanya puing-puingnya saja
Asap coklat tebal segera menutupi pandangan semua orang dari tempat An Ling
Wujud Naga Air perlahan memudar. Gorila Meteor segera mengaum keras. Membuat semua orang semakin ketakutan
Kota yang ramai dan damai itu mendadak terlihat sangat sepi karena semua orang telah bersembunyi. Mereka merelakan seluruh hartanya untuk menyelamatkan nyawa mereka, sebab nyawa lebih berharga daripada harta
Asap tebal belum sepenuhnya hilang. Pedang Hitam melayang dari dalam kabut asap dengan sangat cepat mengarah kepada Nan Ji
Serangan yang sangat akurat. Pedang Iblis menusuk tepat dikening Nan Ji. Menembus otak dan tengkoraknya
Darah mulai mengalir melalui seluruh lubang yang ada di kepalanya Nan Ji. Pandangannya semakin lama semakin kabur. Perlahan, dia melihat sosok An Ling yang berjalan selangkah demi selangkah, keluar dari asap hitam
Yang dilihatnya dengan jelas adalah, tatapan membunuh An Ling yang sangat menakutkan
Seiring tubuhnya jatuh, dia berkata dengan sisa tenaga yang dimilikinya, "A, aku kalah. Aku akan mati hari ini. Dasar sialan. Bisa-bisanya aku lengah disaat-saat terakhir?!."
__ADS_1
Tubuh Nan Ji ambruk tak bernyawa. Pedang Iblis Hitam masih tertancap di keningnya. Kedua matanya masih melotot. Sungguh ekspresi meninggal yang tidak bisa dibayangkan
Melihat tuanya mati mengenaskan, Gorila Meteor menjadi sangat marah. Kedua matanya menatap tajam An Ling. Dia mengaum dengan sangat keras sebelum dia melompat dengan telapak tangan yang terkepal erat yang ingin dia gunakan untuk memukul An Ling
Pukulan yang sangat kuat itu berhasil dihindari oleh An Ling. Menggunakan Langkah Anginnya, dia melesat kearah Nan Ji untuk mengambil Pedang Iblis Hitam
Dengan sangat kejam dia mencabut Pedang Iblis dari kepala Nan Ji. Bahkan tubuh Nan Ji juga ikut terangkat beberapa centimeter
Gorila Meteor merasa sangat kesal melihat perilaku An Ling kepada tuannya yang sudah meninggal. Dia melupakan seluruh amarahnya
Suhu udara disekitarnya menjadi sangat panas. Tidak sedikit dedaunan kering yang terbakar karenanya
Energi panas elemen api mulai memusat disatu titik hingga membentuk sebuah meteor yang sangat besar tepat diatas kepala Gorila Meteor
Gorila Meteor mengangkat tangannya. Dengan kemarahannya yang tak tertahan, dia meluncurkan Meteor Api kearah An Ling
An Ling menggertakan giginya, "Sialan, sepertinya dia berniat mati bersama-sama. Jika saja kekuatanku cukup untuk membuat Array!!." Dia sama sekali tidak bisa menemukan cara untuk menahan serangan Gorila Meteor agar tidak menyebabkan kerusakan fatal
Meteor Api semakin dekat dengannya. Percuma saja untuk kabur. Ledakan yang dihasilkan dengan ukuran meteor yang sangat besar itu pastinya tidak kecil
An Ling hanya bisa berharap luka yang dialaminya bisa berkurang setelah dia menggunakan kekuatan dari Armor Naga Laut. Dia memejamkan matanya menerima langsung Meteor Api yang mengarah kepadanya
Sebuah ledakan yang sangat keras terjadi. Hembusan angin yang sangat kencang membuat beberapa bangunan roboh
An Ling sama sekali tidak merasakan sakit. Yang dia rasakan hanyalah tekanan yang sangat kuat. Dia segera membuka matanya setelah hembusan angin sepenuhnya berhenti
Seorang laki-laki yang terlihat berumur lima puluh tahunan. Berdiri didepannya dengan terpaut jarak kurang lebih sepuluh meter
Seorang laki-laki berambut hampir sepenuhnya beruban. Jubah merah tanpa ada penutup kepala dengan simbol api ditengahnya. Tongkat yang terbuat dari logam yang sangat kuat berwarna hitam cerah. Juga, kostum layaknya seorang raja
__ADS_1
Aura yang dikeluarkannya pun sangat kuat. Bulu kuduk An Ling bahkan hampir berdiri semuanya
Dia berkata dalam hati, "I, ini. Aura Kaisar Spiritual!!."