Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 39


__ADS_3

dengan sangat cekatan An Ling menghindari serangan itu menggunakan langkah anginnya. alhasil, serangan itu meleset dan menghancurkan seluruh pepohonan yang terkena serangan tersebut


An Ling menyadari jika buaya raksasa itu sedang mengumpulkan energinya kembali. dengan cepat An Ling langsung mengeluarkan jurus barunya yaitu area api sebelum sang buaya raksasa pulih sepenuhnya


"roarrrrrrrr....!" buaya raksasa itu mengaum sebelum pada akhirnya api hitam masuk ke dalam luka yang dibuat oleh An Ling dan membakarnya dari dalam


yang tersisa hanyalah kristal spirit yang tergeletak tidak jauh dari tempat buaya raksasa itu berada sebelumnya


An Ling sudah tidak mempunyai tenaga untuk berdiri lagi. dia langsung terjatuh pingsan ditempat itu juga


array yang melindungi Jie Yu pun ikut menghilang setelah An Ling terjatuh tidak sadarkan diri. Jie Yu langsung berlari mendekati An Ling sambil berteriak memanggil namanya


air mata menetes sangat deras dari kedua matanya. dia sangat khawatir jika calon suaminya itu kenapa kenapa


tak lama kemudian, datanglah seorang laki laki yang mengenakan jubah hitam dan juga topeng. orang itu mengawasi mereka sedari tadi


"siapa kau?" tanya Jie Yu kepada laki laki berjubah hitam itu yang mendekat kepada dirinya dan An Ling


laki laki berjubah itu pun membungkukkan badannya. dia memberi hormat kepada Jie Yu yang merupakan anak dari atasannya


laki laki berjubah itu ternyata adalah bawahan dari ratu Jie Han yang ditugaskan untuk mengawasi Jie Yu. dia juga yang melaporkan tentang keadaan Jie Yu kepada ratu Jie Han


Jie Yu pun mengusap air mata yang membasahi pipinya dan langsung menyuruh laki laki berjubah hitam itu untuk segera membawa An Ling kembali ke kerajaan


tanpa basa basi laki laki berjubah hitam itu menuruti perintah dari putri Jie Yu yang merupakan anak dari atasannya dan langsung menggendong An Ling kembali ke kerajaan bersamaan dengan Jie Yu


tak lama kemudian, Jie Yu dan laki laki berjubah hitam itu telah sampai di kerajaan dewa air yaitu rumah dari Jie Yu sendiri


Jie Yu pun langsung menyuruh laki laki berjubah hitam itu agar segera membawa An Ling pergi ke kamarnya dan menidurkannya di sana


setelah menidurkan An Ling di kamar Jie Yu, laki laki berjubah hitam itu pun meminta ijin untuk pamit karena dia harus melapor kepada sang ratu yang merupakan atasannya


Jie Yu memberikan ijin. laki laki berjubah hitam itu lalu meninggalkan mereka berdua bagaikan seorang ninja yang tiba tiba saja menghilang


Jie Yu duduk di samping An Ling dan menggenggam erat tangan An Ling yang tidak bertenaga sama sekali


"seandainya aku lebih kuat lagi, mungkin kau tidak akan seperti ini, An Ling!" gumam Jie Yu dengan nada sedih. dalam hatinya kini dipenuhi dengan rasa menyesal yang sangat hebat


dia berpikir jika waktu itu dia tidak baperan, mungkin An Ling tidak akan sampai terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidurnya

__ADS_1


siang dan malam Jie Yu terus menemani An Ling yang tengah terbaring tidak sadarkan diri di ranjang Jie Yu. mata Jie Yu bahkan sudah seperti seekor panda


walaupun ratu Jie Han sudah memberitahunya jika An Ling hanya kehabisan tenaga saja dan akan bangun setelah beberapa hari, Jie Yu tetap saja merasa khawatir dengan keadaan An Ling sekarang. dia bahkan enggan meninggalkan An Ling sedetik pun jika tidak karena keterpaksaan. dia ingin menunggu An Ling membuka matanya


satu Minggu kemudian...


kapten Chu Leng, Zao Hua, Xiao Chu dan Yu Nie tengah menemani An Ling bersama dengan Jie Yu di kamar Jie Yu


mereka semua juga khawatir karena An Ling yang sudah satu Minggu penuh terbaring di atas ranjang. mereka sangat rindu dengan tingkah bodoh An Ling yang seperti biasanya


tak lama kemudian, kedua mata An Ling terlihat sedikit bergerak. perlahan An Ling mulai membuka matanya


tangis bahagia pun mulai terdengar dari mulut semua teman temannya. mereka semua langsung memeluk An Ling karena sudah merasa sangat rindu dengan An Ling


"An Ling, akhirnya kau bangun juga, hiksss...!" ucap Zao Hua yang tengah memeluk An Ling dengan erat sambil menangis bahagia


"aduh... aduh... tubuhku tidak bisa bergerak!" An Ling merintih kesakitan sebab pelukan dari seorang Zao Hua sangat kuat hingga membuatnya tidak bisa bergerak


Zao Hua pun melepaskan pelukannya yang sangat lebay itu. sebenarnya perasaan mereka biasa biasa saja kecuali Jie Yu yang terus saja menunggu kebangkitan dari An Ling


mereka semua masih merasa sedikit kesal dengan An Ling yang pergi meninggalkan mereka setelah membuat mereka khawatir. dan juga mereka masih merasa penasaran dengan kekuatan An Ling yang sebenarnya


"kau tidak ingin memberikan pelukan kepadaku?" ucap An Ling menyindir Jie Yu agar Jie Yu segera memberikan pelukan kepadanya


Jie Yu pun langsung bangkit dan memeluk An Ling dengan sangat erat. An Ling merasa sangat nyaman saat Jie Yu memeluk dirinya dengan erat


"selamat kembali, sayang!" kali ini giliran Jie Yu yang memanggil An Ling dengan sebutan sayang


An Ling yang mendengar sebutan sayang itu pun merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. pantas saja waktu itu Jie Yu bertingkah aneh ketika dirinya memanggilnya dengan sebutan sayang


"tentu saja, sayang!" An Ling pun memanggil Jie Yu dengan sebutan sayang seperti pada saat itu


"ngomong ngomong, sudah berapa lama aku pingsan?" tanya An Ling kepada teman temannya


akan tetapi teman temannya tidak memperdulikannya sama sekali dan sibuk dengan urusan mereka masing masing


"Zao Hua?" An Ling memanggil Zao Hua yang tengah duduk duduk di sofa yang berbeda di dekat pintu masuk kamar Jie Yu sambil memandangi kuku kuku tangannya


"Xiao Chu?" karena Zao Hua tidak menjawabnya, An Ling beralih ke Xiao Chu yang yang sedang duduk bersebelahan dengan Zao Hua juga melakukan hal yang sama

__ADS_1


"kapten Chu?" Xia Chu juga tidak memperdulikannya. kali ini An Ling beralih bertanya kepada kapten Chu Leng


kapten Chu Leng juga tidak memperdulikannya sama sekali karena dia tengah asik memakan buah buahan yang tersedia di meja yang berbeda di dekat ranjang yang sedang digunakan untuk An Ling istirahat


An Ling sangat keheranan dengan teman temannya yang aneh itu. sekarang hanya tinggal Yu Nie yang tengah berdiri di samping ranjangnya


An Ling pun melirik ke arah Yu Nie mencoba meminta penjelasan kepadanya perihal sikap teman temannya yang sangat aneh itu


"haishh... baiklah! baiklah! sebenarnya mereka masih marah terhadapmu waktu kemarin kau meninggalkan kami!" Yu Nie pun menjelaskan kepada An Ling perihal sikap teman temannya yang aneh itu


"aishhh... dasar bukankah sudah kuberi tahu saat itu! sudahlah! sayang ayo kita jalan jalan, sudah lama aku tidak melihat kota!" An Ling pun mengajak Jie Yu untuk pergi jalan jalan ke alun alun kota


Jie Yu yang sedari tadi memeluknya pun langsung bersemangat karena An Ling mengajaknya untuk berkencan


kapten Chu Leng, Zao Hua, dan Xiao Chu tidak menyangka jika An Ling akan bertingkat seperti itu dan malah membalas tidak memperdulikan mereka


padahal yang ada di pikiran mereka dan juga yang telah mereka rencanakan sangat sangat matang sebelum An Ling terbangun dari tidurnya


yaitu, An Ling yang memohon mohon meminta maaf kepada mereka sambil bersujud mencium kaki mereka masing masing


"ehh tunggu! tunggu! tunggu!" kami hanya bercanda! ini semua adalah rencana kapten Chu. dia yang merencanakan itu semua!" ucap Zao Hua mencoba menjelaskan kepada An Ling dan mencegahnya untuk pergi berjalan jalan


"hei... hei... bukankah itu semua adalah saran dari Xiao Chu?" sahut kapten Chu Leng yang malah melempar kesalahan kepada Xiao Chu


"kenapa jadi aku?" Xiao Chu sangat terheran karena ide gila itu sebenarnya adalah hasil kesepakatan bersama


mereka bertiga pun berkelahi di dalam kamar Jie Yu hingga membuat seisi kamar terlihat berantakan


Yu Nie yang melihat mereka berkelahi pun hanya bisa memasang wajah malasnya sambil menghembuskan nafasnya


"kalian berdua pergilah! aku yang akan mengurus mereka!" ucap Yu Nie menyuruh agar An Ling segera mengajak Jie Yu untuk berkencan


"kau yakin?" tanya An Ling memastikan tentang ucapan Yu Nie


"emmm!" Yu Nie pun menganggukan kepalanya dan menyuruh An Ling agar segera pergi sebelum mereka bertiga yang tengah berkelahi menyadarinya


"ayo sayang!" ucap An Ling kepada Jie Yu yang sedang duduk di sampingnya


"ayo..." Jie Yu pun membantu An Ling bangkit dari tidurnya dan langsung bergandengan tangan berjalan meninggalkan teman temannya yang sedang berkelahi

__ADS_1


__ADS_2