Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 78


__ADS_3

Kepala Suku Bai memandangi samudera yang sangat luas sembari menceritakan apa yang dia ketahui


**


"Guru, aku kembali, " Ucap seorang laki-laki dengan kepalan tangan yang disatukan dengan telapak tangannya


Laki-laki itu mempunyai wajah yang mirip dengan An Ling. Xiao Han muda, pulang ke kampung halamannya, Pulau Mahkota Dewa bersama dengan seorang gadis cantik yang menggunakan pakaian sangat anggun, Ling Yu


Kepala Suku Bai buru-buru menyambut muridnya yang mendadak pulang, "Xiao Han, kau kah itu?, "


Kepala Suku Bai membuka pintu rumahnya yang terbuat dari papan kayu. Seketika kedua matanya berkaca-kaca, "Xiao Han, kemana saja kau. Kau pergi tanpa ijin, semua orang mengira jika kau sudah lama mati?!, "


Xiao Han tertawa kecil sambil mengusap-usap kepala belakangnya


"Oh iya, guru. Perkenalkan dia istriku, Ling Yu. Kami baru saja menikah!!, "


Sontak Kepala Suku Bai mengkerutkan keningnya, "A, apa?, ". Dia sama sekali tidak percaya jika murid satu-satunya yang juga anak angkatnya sudah beristri


Kepala Suku Bai tiba-tiba saja tertawa, "Tidak kusangka sebentar lagi aku akan mempunyai cucu!!, "


Kepala Suku Bai segera memukulkan tongkat kayunya ketanah. Memberikan isyarat kepada seluruh rakyat Pulau Mahkota Dewa untuk segera berkumpul


Kepala Suku Bai segera berteriak memberitahukan semua orang, "Semuanya, Xiao Han telah kembali bersama dengan istrinya. Malam ini, kita akan mengadakan pesta!!, "


Semua orang bersorak-sorai. Mereka berlarian menghampiri Xiao Han. Bergantian untuk mengucapkan selamat atas kebahagiannya


**


"Wajah dan margamu sudah membuktikan semuanya!!, "


An Ling mengkerutkan keningnya, "A, apa?, ". Hatinya dipenuhi rasa heran, "Jadi, ayah dan ibuku, kakek?, "


"Nak, siapa nama orang tuamu?, " Kepala Suku Bai tiba-tiba bertanya kepada An Ling. An Ling merasa sangat kebingungan ketika hendak menjawab


Dengan sangat terpaksa, An Ling memberitahukan nama orang tuanya kepada Kepala Suku Bai, "Xiao Han, ayahku bernama Xiao Han. Lalu ibuku._, "

__ADS_1


Belum selesai An Ling berbicara, Kepala Suku Bai langsung memelukku dengan air mata yang tak berhenti menetes, "Ling Yu, itulah nama ibumu. Dewa, ternyata cucuku sudah tumbuh menjadi anak yang sangat luar biasa!!, "


Mulut An Ling seketika tercengang. Dia sama sekali tidak menyangka jika dirinya masih mempunyai keluarga. Dia sama sekali tidak berkata apa-apa


"Lalu, dimana orang tuamu sekarang?, " Pertanyaan Kepala Suku Bai sontak membuat An Ling murung. Masa silam yang sangat suram. An Ling enggan menceritakan kejadian itu kembali


Namun, didepan kakeknya, mau tidak mau dia harus menceritakannya


"Sepuluh tahun yang lalu, Sekte Cahaya Agung menyerang kami. Ayah dan ibu meninggal karena menyelamatkanku dan adikku, "


Kepala Suku Bai tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh An Ling, "Tidak, tidak mungkin!!!, ". Dia lalu tersenyum dingin dan berkata dengan sangat marah, "Sekte Cahaya Agung, ini sudah yang kesekian kalinya. Aku bersumpah akan membuat kalian hancur!!, "


Petir menggelegar, laut yang tenang mendadak sangat kacau balau. Badai angin yang sangat kencang juga datang tiba-tiba


An Ling segera menenangkan kakeknya, "Kakek, tenanglah. Aku yakin ibu masih hidup. Aku bisa merasakannya. Waktu itu aku sangat polos, "


Kepala Suku Bai meredam amarahnya. Air laut yang tidak karuan kembali menjadi tenang seperti semula


Mendengar jika Ling Yu masih ada kemungkinan hidup, Kepala Suku Bai segera meminta penjelasannya, "Benarkah itu, Ling Yu masih hidup?, "


Kepala Suku Bai tersenyum lega, "Bagus, kalau begitu, kita akan mempersiapkan semuanya untuk balas dendam kepada mereka. Aku bersumpah akan membuat Sekte Cahaya Agung rata dengan tanah!!, "


"Lalu, dimana adikmu sekarang?, "


Wajah An Ling kembali murung, "Sesuatu terjadi kepada kami. Aku tidak tahu keberadaan adikku sekarang?, "


Kapal mereka yang gelap tersinari oleh cahaya Pulau Mahkota Dewa yang sangat terang karena semua orang memasang penerangan ditepi pulau yang tidak terlalu besar itu


"Apa ini, ternyata para bajak laut itu sama sekali tidak jahat. Lalu, kenapa mereka menyerang kita?, " Ucap kapten Chu Leng keheranan


"Tentu saja, kami tidak ingin orang luar menginjakkan kaki di tanah kelahiran kami!!, " Sahut Kepala Suku Bai


Semua orang menganggukkan kepalanya. Mereka lalu berjalan menuruni kapal. Di tepi pantai, sudah ada para gadis cantik berpakaian khas bajak laut menyambut mereka dengan tarian yang sangat anggun


Zao Hua sangat gembira dengan para gadis yang sangat cantik. Dia lalu mendekati salah satu gadis penari dan langsung menggodanya, "Hai nona. Apakah kau mau berdansa denganku!!, "

__ADS_1


Gadis penari itu melayani Zao Hua dengan senang hati. Wajahnya juga terlihat memerah. Mereka berdua pun saling berdansa


Kapten Chu Leng yang melihat Zao Hua mendadak merasa mual, "Cihh dasar. Bisa-bisanya gadis itu mau berdansa dengan pria mesum seperti Zao Hua!!, "


Mereka lalu melanjutkan perjalanan. Meninggalkan Zao Hua menari bersama para gadis


Kepala Suku Bai memandu An Ling dan yang lainnya menuju balai desa. Disana, semua orang telah menyambut kedatangan Kepala Suku Bai, An Ling dan teman-temannya


Sontak kedua mata kapten Chu Leng dan Xiao Chu berbinar. Mereka tidak pernah melihat makanan yang sangat banyak seperti itu. Seumur hidup, mereka tidak pernah menghadiri pesta yang sangat meriah seperti saat ini


Dengan sangat lahap, kapten Chu Leng dan Xiao Chu menghabiskan makanan yang dihidangkan dimeja makan


Yu Nie tidak mau kalah. Dia bersama para perompak bersulang untuk merayakan hari bahagia mereka


Yu Nie membulatkan matanya setelah meneguk segelas wine, "Tidak kusangka, wine disini ternyata lebih enak daripada di kerajaan?!, "


"Nona, sepertinya kau sangat suka minum?, " Tanya seorang berbadan kekar kepada Yu Nie. Wajah serta lekukan-lekukan yang ada di tubuhnya sangat tidak asing


"Nona, sebagai permintaan maaf ku, aku akan menemanimu minum sampai puas!!, ". Laki-laki berbadan kekar itu adalah, Bai Gu. Dia memperkenalkan dirinya kepada Yu Nie, setelah melihat Yu Nie tersenyum dengan kepala yang sedikit terangguk


Yu Nie melirik kearah tangan Bai Gu. Dia merasa bersalah karena An Ling sudah membuatnya cacat. Dia mewakili An Ling untuk meminta maaf, "Bai Gu. Kuharap kau juga memaafkan kami, "


Bai Gu sama sekali tidak menganggap jika lengannya yang patah adalah luka serius. Sebab dia tahu, di masa depan An Ling akan berjuang mati-matian untuk membantunya membalas dendam kepada Sekte Cahaya Agung, sesuai ramalan dari petapa tua


"An Ling, ikut aku!!, " Kepala Suku Bai meminta An Ling untuk mengikutinya. Dia memandu An Ling berjalan menuju kediaman sang petapa tua


"Kakek, rumah siapa itu?, " Tanya An Ling sambil menunjuk kearah rumah yang sangat usang juga tak ada penerangan sama sekali


Kepala Suku Bai mengkerutkan keningnya, lalu menjelaskan kepada An Ling, "Itu adalah rumah petapa tua. Salah satu leluhur Pulau Mahkota Dewa yang masih hidup sampai sekarang!!, "


Kepala Suku Bai segera membukakan pintu yang terbuat dari papan kayu. "Petapa, aku membawakan anak yang kau cari!!, "


An Ling sangat terkejut ketika memasuki rumah yang tidak memiliki penerangan sama sekali. Ketika dia masuk, entah kenapa dia bisa melihat sesuatu dengan jelas


Di dalam rumah yang sangat kecil itu hanya ada sebuah ranjang dan juga beberapa Spirit Weapon

__ADS_1


__ADS_2