Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 59


__ADS_3

Rasa sakit yang sebelumnya belum pernah dirasakan oleh kapten Chu Leng. Kini dirinya tengah bertahan mati-matian menghadapi maut yang seperti akan segera menjemputnya


"Bertahanlah, kapten. Aku akan membantumu menekan rasa sakit!, " Ucpa An Ling sangat cemas


An Ling menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung kapten Chu Leng lalu menyalurkan perlahan demi perlahan kekuatan spiritualnya ke dalam tubuhnya


"Uhuhkkk...!!!," Seteguk darah segar keluar dari dalam mulut kapten Chu Leng


An Ling menjadi sedikit panik. Keringat dingin mulai membasahi keningnya


"Kapten?!, " Tanya An Ling dengan lirih dan cemas. Namun kapten Chu Leng masih bisa mendengar ucapannya


"Teruskan, aku, masih, ku..., at!, " Saking sakitnya menahan rasa sakit, kapten Chu Leng tak bisa berbicara dengan lancar


Darah segar mulai keluar setetes demi setetes dari dalam kulit kapten Chu Leng melalui pori-porinya


Kapten Chu Leng meringis kesakitan. Tubuhnya tidak hanya dipenuhi oleh keringat namun juga darah


Semakin lama tubuhnya bergetar semakin kuat. Rasa sakit yang dirasakan oleh kapten Chu Leng juga semakin bertambah. Seakan tubuhnya terasa sudah hampir hancur lebur


"Tidak bisa terus begini!, " An Ling segera memasukkan energi Iblisnya kedalam tubuh kapten Chu Leng. Berharap tubuh kapten Chu Leng dapat bertahan hingga akhir


"Arrggghhh.....!!, "Kapten Chu Leng berteriak kesakitan. Teriakannya itu terdengar oleh Xiao Chu yang berada di bangku nahkoda. Mereka berdua dibuat panik oleh teriakan kapten Chu Leng yang sangat menakutkan itu


Xiao Chu berdoa kepada dewa agar kapten Chu Leng bisa disembuhkan


Sepuluh menit sudah berlalu, tubuh kapten Chu Leng bergetar dengan sangat hebatnya. Membuat An Ling terpental tidak jauh dari tempatnya karena tekanan yang dihasilkan


Xiao Chu juga merasakan tekanan yang disebabkan oleh kapten Chu Leng. Dia langsung turun untuk memastikan keadaannya


"Kapten...?!, " Teriak An Ling dan Xiao Chu bersamaan


Darah segar mulai berhenti menetes dari tubuh kapten Chu Leng


An Ling dan Xiao Chu hanya melihat kapten Chu Leng yang masih terduduk sambil menundukkan kepalanya ditempat semula. Mereka lalu mendekati kapten Chu Leng yang hanya berdiam saja


"Kapten?, " Tanya Xiao Chu dengan lirih dan cemas

__ADS_1


Mereka berdua dibuat terkejut ketika melihat tubuh kapten Chu Leng yang terlihat sedikit bergetar


"He, hehehe, " Bukan keadaan buruk yang dialami kapten Chu Leng kali ini, karena dirinya sedikit terkekeh


"Buwahaha!, " Tak disangka, ternyata kapten Chu Leng tertawa terbahak-bahak bagaikan seorang Bajak Laut


Tubuhnya kini dipenuhi dengan kekuatan spiritual yang sangat besar. Kekuatannya juga meningkat sangat drastis


Terlihat wajah An Ling yang tersenyum lega setelah menyadari jika cara yang dia gunakan ternyata berhasil


Melihat ekspresi An Ling yang tersenyum itu, Xiao Chu juga sudah sadar jika kapten Chu Leng berhasil terselamatkan oleh maut


Kapten Chu Leng lalu mengangkat kepalanya, menghadap ke arah langit sambil mengepalkan tangan kanannya yang juga diangkat ke arah langit


Tatapannya sangat tajam seakan menantang langit yang hampir membawanya ke alam kekal


"Kerja bagus!, " Kapten Chu Leng berteriak dengan perasaan lega. Memberikan pujian kepada kedua anak buahnya yang sudah berusaha keras menolongnya


Bukan hanya kesembuhan yang didapatnya, tapi juga kekuatan yang sangat besar


An Ling mengacungkan jempolnya sambil tersenyum juga menutup satu matanya


Kapten Chu Leng lalu membalas, mengacungkan ibu jarinya kepada An Ling sambil meniru gaya yang sama dengan An Ling


"Hahahaha....!!, " Mereka bertiga tertawa bersama dengan perasaan bahagia di hati mereka


Tingkat kultivasi kapten Chu Leng kini sudah berada di Ranah Langit level enam. Berkat usaha teman-temannya yang berhasil membuatnya naik hingga dua tingkat sekaligus


Beberapa hari kemudian, Pulau Tangan Dewa sudah terlihat dari teropong Xiao Chu. Xiao Chu segera memberi tahu kru kapalnya


"Sudah terlihat, Pulau Tangan Dewa ada sekitar lima kilometer di depan mata!, " Teriak Xiao Chu


Semua teman-temannya tersenyum lega. Setelah perjalanan panjang akhirnya mereka hampir sampai di Pulau Tangan Dewa


"Bagus!, " Ucap kapten Chu Leng


Semuanya tetap berada di tempatnya masing-masing. Karena tugas An Ling sudah lama selesai, dia sekarang bersama dengan kapten Chu Leng berada di bangku nahkoda

__ADS_1


Zao Hua tengah bersiap untuk menurunkan jangkr. Yu Nie berada di bawah menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa. Sedangkan Xiao Chu masih berada di tempat semulanya sambil mengawasi sekitar


"Yoshhh, tidak ada halangan seperti dulu kali ini!, " Teriak Xiao Chu kegirangan


Cuaca juga sangat mendukung hari ini. Laju angin yang sangat mendukung membuat kapal mereka melaju sangat cepat


Hanya membutuhkan beberapa menit untuk mereka sampai di tepi pantai Pulau Tangan Dewa


Mereka berlima bersama menuruni kapal dan mulai berjalan menuju pedalaman hutan


"Hei-hei, bagaimana, apakah kau puas dengan permintaanmu yang dikabulkan oleh dewa?, " Tanya An Ling bercanda kepada Zao Hua sambil menepuk bahunya


Zao Hua hanya cengar cengir mendengar ucapan yang dilontarkan oleh An Ling. Dia merasa sangat malu kepada semuanya. Dirinya yang sangat sombong melah jatuh paling awal


"Hehehe, setidaknya kau bisa bermain dengan mereka kan. Dan juga, bukankah karena doa ku yang dikabulkan, kultivasi kapten Chu Leng meningkat drastis?, " Zao Hua melontarkan kalimat yang memang benar terjadi


An Ling hanya tersenyum setelah mendengar jawaban dari Zao Hua. Walaupun kapten Chu Leng hampir kehilangan nyawanya, namun karena keteguhan hatinya, dia berhasil membantu kapten Chu Leng bertambah kuat


Kapten Chu Leng juga tidak menyalakan Zao Hua. Bahkan dia tidak mengingat jika Zao Hua berkata seperti itu


Ditengah-tengah perjalanan santai mereka, kini mereka dikejutkan dengan kedatangan kabut ilusi yang tiba-tiba saja menghalangi pandangan mereka


Untunglah jarak antara mereka tidak terlalu jauh. Mereka masih bisa mendengar suara satu sama lain juga melihat sesama walaupun agak kurang jelas


An Ling segera menyuruh mereka agar mengkonsumsi pil yang sudah diberikan kepada masing-masing temannya. Masing-masing mendapat tiga butir pil


"Tahan nafas!, Cepat makan pilnya!, " Ucap An Ling


Semua teman-temannya menuruti perintah An Ling tanpa perdebatan sama sekali


Satu butir pil dikonsumsi oleh semua orang. Kini mereka semua sudah kebal terhadap ilusi dan mulai bisa bernafas dengan tenang tanpa ada rasa takut akan terkena ilusi yang disebabkan oleh kabut tersebut


Yang menjadi halangan mereka kini hanyalah pandangan mereka yang tidak terlalu jelas. Mereka berlima hanya bisa mengikuti intuisi mereka saja


Perjalanan kali ini dipimpin oleh An Ling yang memiliki intuisi yang sangat tajam bagaikan intuisi binatang. Bahkan lebih tajam


Kabut tebal itu bukanlah halangan baginya. Namun teman-temannya tidak

__ADS_1


__ADS_2