
"emmm begini.... "
Shue Geng lalu menjelaskan kepada An Ling tentang keputusan dari para tetua
"Maaf kepala sekolah sepertinya akan lebih baik jika aku mengembara sendirian saja" ucap An Ling tanpa pikir panjang
Kepala sekolah Shue Geng sangat terkejut dengan keputusan An Ling yang tidak pernah terlintas di pikirannya begitu juga dengan Yao Yao
"Ahh aku... Apakah aku boleh ikut denganmu?" Tanya Yao Yao kepada An Ling
Yao Yao sangat berharap jika dirinya bisa bersama dengan An Ling mengembara mengelilingi dunia
Namun semua tidak seperti keinginannya, An Ling berkata jika dirinya ingin mengembara sendirian agar dirinya bisa tumbuh kuat dengan pertarungan hidup dan mati yang akan dilaluinya nanti
"Ahh kalau begitu..." Ucap Yao Yao dengan perasaan yang sangat kecewa
Yao Yao pun segera membereskan gelas dan mangkuk yang baru saja dia gunakan untuk menyuapi An Ling
Setelah Yao Yao meninggalkan kamar ibunya, Shue Geng membujuk An Ling dengan segala cara agar An Ling berubah pikiran dan masuk ke sekolahnya
Namun keputusan An Ling sudah sangat bulat, An Ling sudah memutuskan dirinya untuk pergi mengembara mengelilingi dunia
"Kalau begitu apa boleh buat.." ucap Shue Geng yang sudah pasrah
Shue Geng berjalan meninggalkan kamar Yao Ning dan bergegas untuk segera bersiap siap kembali ke sekolah api langit
Ketika mencapai pintu kamar Yao Ning, sebuah gempa yang sangat dahsyat tiba tiba mengguncang kota Ruy. Shue Geng segera berlari keluar melihat apa yang sedang terjadi begitu juga dengan An Ling
Mereka semua sangat terkejut karena melihat seekor spirit god beast tengah terbang ke arah kota Ruy
Spirit God Beast itu terlihat seperti seekor serigala angin dan ukurannya hampir menyentuh awan
Spirit God Beast itu terlihat sedang mengejar seseorang yang auranya sangat kuat
__ADS_1
An Ling tidak asing dengan aura milik pendekar spirit itu
Sementara itu Shue Geng dan juga para tetua dan kepala keluarga lainnya tengah mengevakuasi semua warga yang ada di kota Ruy dan membuat array pelindung di sekitar batas kota
Pendekar spirit yang tengah di kejar oleh serigala angin yang telah menjadi spirit god beast itu berhasil masuk ke dalam array sebelum array yang dibuat oleh para tetua telah menutupi seluruh kota
An Ling sangat tidak asing lagi dengan aura dari pendekar spirit itu dan juga wajahnya seperti tidak asing lagi baginya
"Orang itu terasa sangat familiar tapi aku tidak bisa mengingat sama sekali!?" Tanya An Ling di dalam hatinya
Spirit God Beast sangatlah kuat bahkan dengan array yang dibuat oleh puluhan tetua yang berada di tingkat langit dan juga beberapa pendekar spirit tingkat surgawi pun tidak bisa menghalanginya
Semua pendekar spirit yang membantu membuat array terpental dan memuntahkan darah dari mulutnya
An Ling hanya berdiam diri seakan ada sesuatu yang memaksa keluar dari dalam tubuhnya
"Auuuu!!!" Lolongan serigala angin yang membuat semua orang gemetar
"Bajing*n Lu Ye. Beraninya kau menggangguku!!!!" Ucap serigala angin itu dengan sangat kesalnya
"An Lingggg.. argh... larilah selagi sempat!!" Teriak Xiao Ying Ying yang sudah hampir kehabisan tenaga
"Perasaan apa ini!?" Ucap An Ling sambil melamun entah memikirkan apa
Seketika pikiran An Ling pun mengingat sesuatu. Dia seperti melihat masa lalunya yang sangat suram. Dia melihat sesuatu yang tak ingin dia lihat lagi
Dia melihat kejadian yang menimpa keluarganya beberapa hari silam. Dia juga melihat Lu Ye yang tengah bertarung bersama orang tuanya
"Lu Ye...!!!" Geraman An Ling yang terdengar seperti seorang monster
Seketika mata An Ling pun memancarkan warna merah darah aura dewa kematian yang sangat kuat pun keluar dari dalam tubuhnya
Semua orang terkejut melihat apa yang telah terjadi kepada An Ling seakan tidak percaya jika dewa kematian yang dikabarkan telah menghilang dari dunia para dewa ternyata telah menemukan pewarisnya
__ADS_1
"Ahh ini...!?" Ucap serigala angin yang kebingungan
"Tuanku..." Serigala angin yang telah menjadi spirit god beast itu tunduk menyembah An Ling
An Ling pun berubah menjadi seorang iblis yang sangat menakutkan. Kekuatannya pun meningkat sangat drastis bahkan mencapai ranah surgawi mendekati kaisar spiritual
"Aaaaaarrrrrgggghhhhhh!!!!!" Teriakan An Ling yang sangat menakutkan membuat semua orang terdiam
Lu Ye pun menggunakan kesempatan itu untuk segera kabur. Akan tetapi serigala angin mengetahui siasat Lu Ye yang sangat licik itu. Dia pun menyerang Lu Ye menggunakan salah satu ekornya
Lu Ye pun tidak bisa berkutik dan menerima serangan langsung dari serigala angin itu. Lu Ye sekarat terbaring diatas tanah tidak bisa apa apa
An Ling yang sudah termakan oleh kekuatan mata iblis pun mengamuk dan hendak menghancurkan seluruh kota
Tidak ada seorang pun yang bisa menahannya karena kekuatannya yang sangat dahsyat itu
Hal itu membuat tetua dari keluarga Yao, Yao Ming atau nenek dari Yao Yao yang sudah mencapai di ranah kaisar spiritual
Pertempuran yang sangat dahsyat antara An Ling yang sudah menjadi iblis dengan Yao Ming yang merupakan kaisar spiritual membuat seluruh kota hancur akibat tekanan yang mereka berikan
An Ling sudah hampir berhasil ditundukkan oleh Yao Ming. Akan tetapi An Ling mengeluarkan jurus terlarang mata iblis yang bisa menyatukan dirinya dengan seekor spirit beast
"Apapun akan aku lakukan jika itu perintah langsung dari tuanku!!" Ucap serigala angin itu yang hendak menyatu dengan An Ling
Proses penyatuan mereka berlangsung sangat cepat dang menyebabkan tekanan yang sangat dahsyat yang meratakan seluruh kota Ruy hingga tak tersisa sedikitpun termasuk para warga
Tetua Yao Ming pun berhasil dikalahkan oleh An Ling hanya dengan satu serangan yang diluncurkannya
An Ling yang sudah termakan oleh kekuatan mata iblis itu terbang dengan sangat cepat ke arah kota yang berjarak kurang lebih seratus kilometer dari kota Ruy
Hanya membutuhkan beberapa detik saja bagi An Ling yang telah berubah sepenuhnya menjadi iblis menempuh jarak seratus kilometer
Sesampainya An Ling dikota itu dia langsung mengeluarkan sebuah jurus kegelapan yang bernama black hole untuk meratakan seluruh kota menjadi tanah
__ADS_1
Lalu tiba tiba ada sebuah cahaya yang muncul dari langit menuju tempat An Ling yang tengah terbang melayang di udara
Sosok wanita yang sangat mirip dengan ibunya yang mungkin sudah tibak bisa dilihat oleh An Ling