
Dengan jurus spesial milik Ratu Jie Han, dia menyembuhkan An Ling hingga pulih sepenuhnya
Hujan yang sangat lebat telah berhenti, Ratu Jie Han membantu An Ling untuk berdiri. Dengan malu-malu ratu berkata, "Aku berhutang banyak kepadamu. Aku bersumpah akan membayarnya ratusan kali lipat!!, "
An Ling tersenyum puas mendengar ucapan sang ratu. Mereka berdua lalu pulang ke istana kerajaan untuk mengumumkan kepada semua orang bahwa Ratu akan mengadakan pesta yang sangat meriah untuk merayakan hari kebahagiannya
An Ling memandangi langit melalui jendela yang terbuka lebar di kamar Jie Yu. Dia berkata dalam hati, "Jie Yu, tunggulah aku. Aku akan menyelamatkanmu!!, "
Keesokan harinya, semua orang telah berada di Istana Kerajaan. Mereka semua menikmati hidangan yang tersedia
An Ling tengah berjalan menuju kamar Sang Ratu untuk membicarakan sesuatu kepadanya
Sang Ratu tengah berdiri didepan lemari. Dia tengah memandangi dirinya melalui cermin yang tertempel di lemari
"Ibunda, ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu!!, "
"Masuklah!!, "
An Ling segera membuka pintu dan berjalan masuk
"Ibunda, aku ingin segera pergi ke barat untuk meningkatkan kekuatanku. Satu tahun yang tersisa ini, akan aku gunakan penuh untuk meningkatkan kekuatan!!, "
Ratu Jie Han menghela nafas dalam-dalam lalu menghembusnya, "Aku minta maaf padamu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa saat mereka mengambil Jie Yu!!, "
An Ling tersenyum pahit, "Ibunda, aku berjanji akan membawa pulang Jie Yu. Setelah itu, aku akan langsung menikahinya!!, "
"Kalau begitu, aku pamit!!, "
An Ling segera berjalan meninggalkan istana. Meninggalkan keramaian untuk melanjutkan perjalanannya menuju benua barat
Samudera yang sangat luas diseberanginya dengan menaiki Naga Air. Siang dan malam telah berganti. Samudera yang sangat luas itu berhasil dia lewati dalam kurun waktu tiga hari. Dirinya kini tengah berada ditengah-tengah hutan yang sangat lebat
**
Dua hari setelah kepergian An Ling di kerajaan Dewa Air. Tepatnya di penginapan teman-temannya
Sepucuk surat yang tergeletak diatas meja makan telah dibaca oleh semua teman-temannya
"Aku akan melanjutkan perjalananku. Kalian jaga dirilah baik-baik. Jangan lupa untuk tetap berlatih. Di masa depan aku membutuhkan kekuatan kalian, An Ling. "
Zao Hua menangis histeris, "Kenapa..., Kenapa kau pergi tanpa pamit. Kau bahkan lupa untuk mencuci piring. Sekarang kau membuat kami kebingungan. Siapa yang akan mencuci piring?!, "
__ADS_1
"Dasar si tukang drama, " Ucap kapten Chu Leng sedikit menyipitkan matanya
"Biarkan saja dia. Lebih baik kita segera pergi ke bar!!, " Sahut Xiao Chu
Yu Nie berjalan meninggalkan mereka sambil berkata, "Kau benar, lebih baik kita pergi ke bar saja sekarang!!, "
**
An Ling tengah memperhatikan sekeliling. Dia sangat heran karena didalam hutan yang sangat luas ini dia bahkan tidak melihat satu ekor pun Spirit Beast
"Ini aneh, kenapa aku merasakan ada sesuatu yang janggal. Entahlah, mungkin perasaanku saja!!, " An Ling lalu melanjutkan langkahnya
Hawa panas semakin dirasakan oleh An Ling. Dia mengkerutkan keningnya, "Jika perkiraanku tepat, ini seharusnya sudah memasuki wilayah Benua Api?!, "
Semakin berjalan memasuki pedalaman hutan, An Ling semakin merasakan hawa panas. Dia tersenyum lega, "Tepat sekali, seharusnya didepan adalah gunung merapi aktif?!, "
"Jika diingat-ingat dari catatan kemarin, Kerajaan Dewa Api terlihat dari puncak gunung?!, "
Karena pepohonan yang sangat tinggi, langit bahkan hampir tidak terlihat. Keadaan siang hari sudah hampir seperti malam. Jika saja tidak ada cahaya yang masuk melewati sela-sela daun, mungkin keadaan didalam hutan akan menjadi malam abadi
Dari jarak tiga kilometer, kaki gunung sudah mulai sedikit terlihat. An Ling tersenyum lega, "Akhirnya, aku sudah hampir sampai!!, "
Menggunakan Langkah Anginnya, dia melesat mendaki gunung yang sangat tinggi itu. Kurang lebih lima kilometer
"Memang pantas disebut Benua Api. Hawa panas ini terasa sangat murni. Sepertinya, aku akan meningkat drastis jika berlatih disini!!, "
Dari belakang terdengar suara raungan Spirit Beast yang sangat kuat. Dengan cepat, An Ling membalikkan badannya untuk menahan tekanan yang diberikan Spirit Beast itu
Dia menyilangkan tangannya tepat didepan kepalanya
An Ling mengkerutkan keningnya, "Cihh, dasar makhluk rendahan. Beraninya menyerang dari belakang!!, "
Setelah tekanan yang sangat kuat itu menghilang. An Ling segera melesat menggunakan Langkah Anginnya untuk menyusuri sekitar karena dia sama sekali belum melihat Spirit Beast apa yang telah menyerangnya
Dia berkata dalam hati, "Di mana dia bersembunyi. Kenapa auranya hilang begitu saja?!, "
Cukup lama An Ling menyusuri sekitaran puncak gunung. Namun dia sama sekali tidak melihat adanya Spirit Beast
An Ling melirik kearah kawah yang ada beberapa meter didepannya. Dia tersenyum pahit, "Sepertinya kau ingin bermain petak umpet denganku!!, ". Dia lalu memusatkan energi air hingga membentuk tiga bola-bola padat. Lalu menembakkannya kedalam kawah yang berisi lahar yang sangat panas
"Keluarlah!!, " Cipratan-cipratan lahar mengenai bebatuan dan tanah tandus yang ada disekitarnya hingga melelehkannya
__ADS_1
Seekor ular piton api raksasa tiba-tiba saja keluar dari dalam kawah. An Ling melompat menjauh, menjaga jarak dari ular itu agar tidak terkena cipratan lahar panas
Percikan lahar mengarah kepada An Ling. Dengan nalurinya, dia menghindari percikan itu dengan memiringkan tubuhnya ke samping
Percikan lahar itu hanya menyerempet sehelai rambut An Ling lalu terjatuh tepat ditengah-tengah batu besar
Batu itu seketika berlubang sangat besar setelah terkena percikan lahar panas
An Ling menghembuskan nafas lalu bergumam, "Fiuhhh, untung saja aku bisa menghindarinya!!, "
Piton Api itu mendesis yang membuat An Ling segera mengalihkan pandangan kepadanya
An Ling tersenyum dingin, "Bagus juga, aku belum sempat mencoba kekuatan Kaisar Spiritual. Majulah!!, "
Piton Api mendesis keras lalu dengan cepat dia melesat kearah An Ling dengan mulut yang terbuka lebar hendak memakan An Ling
Jika itu adalah Ular Raksasa berkepala dua, An Ling akan masuk kedalam mulutnya lalu menusuk dari dalam seperti dulu. Tapi kali ini dia sedang berhadapan dengan Piton Api, yang kulitnya saja bisa membakar segalanya yang bersentuhan dengannya
An Ling menghindarinya dengan Langkah Angin. Piton Api tak menghentikan serangannya, sehingga dia menggigit batu besar yang berlubang tadi itu hingga sepenuhnya meleleh
An Ling tercengang. Dengan wajah tidak percaya dia berkata, "Untung saja serangan Piton Api sangat lambat. Jika tidak._ , "
Ucapan An Ling terhenti karena dia harus menghindari serangan kedua dari Piton Api. Sebuah bola-bola yang terbuat dari lahar panas, lagi-lagi berhasil dihindarinya
An Ling tengah melayang di udara. Dia mengeluarkan Pedang Iblisnya, menghunuskannya tepat diperut Piton Api. Akan tetapi, Piton Api dapat menghindari serangan An Ling yang satu itu
Serangan An Ling melesat sehingga membuat lubah yang berdiameter limameter yang tidak terlalu rata
Melihat An Ling yang sedang diposisi tidak ada persiapan, Piton Api segera mengibatkan ekornya untuk menyerang An Ling
An Ling memang tidak ada persiapan sama sekali, namun naluri bertarungnya sangat kuat sehingga dia dapat menghindari kibatan ekor Piton Api
An Ling tersenyum puas, "Ingin membunuhku, tidak semudah itu kawan!!, "
Dengan Langkah Kematiannya, An Ling melesat untuk menebas Piton Api yang tidak memiliki persiapan setelah menyerang
Pedang Iblisnya berhasil memberikan tiga luka goresan di tubuh Sang Ular. Kulitnya yang berwarna merah itu sedikit mengeluarkan darah yang berwarna hitam
An Ling tersenyum dingin, "Menarik, sepertinya kau tahan terhadap Api Hitamku. Lalu bagaimana jika kau bertarung dengan Naga Air milikku?!, "
Energi Air yang ada di benua air sangat sedikit. Walaupun ada, tetapi energi air itu terasa hangat
__ADS_1
An Ling memusatkan energi air disekitarnya sehingga membentuk wujud Naga Air yang besarnya seukuran Piton Api