
sudah hampir satu jam An Ling berjalan di dalam hutan namun orang misterius itu sama sekali tidak menyerangnya
An Ling lalu menggunakan mata iblis sambil mengetes kekuatannya sendiri apakah sudah bisa menguasai mata iblis yang diberikan oleh gurunya kepada dirinya
"urghh!!" An Ling merasa perlahan kesadarannya mulai memudar. dia pun menutup kembali mata iblisnya
"tak kusangka aku yang hampir menjadi kaisar spiritual bahkan belum bisa mengendalikan kekuatan mata iblis ini!!" ucap An Ling dalam hatinya
"matilah kau!!!" teriak seseorang yang melesat ke arah An Ling sambil menghunuskan pisau belati yang dia pegang di tangan kanannya
An Ling menyadari gerakan dari orang misterius itu dan langsung menghindari serangan yang diluncurkan oleh orang misterius itu dengan langkah anginnya
"hahahaha! tak kusangka kau cukup cepat!" ucap orang misterius itu yang terkejut karena An Ling dapat menghindari serangannya yang sudah disusun sangat matang
orang misterius itu membalikkan badannya ke arah An Ling. orang itu memakai topeng dan jubah hitam bagaikan seorang pembunuh bayaran
"ada urusan apa kau mengikuti ku sampai kemari!?" tanya An Ling dengan tegas kepada orang misterius itu
"kau tidak perlu tahu!!" ucap orang misterius itu
"hiyakk!!" orang misterius itu pun menyerang An Ling untuk kedua kalinya menggunakan belatinya
serangan yang diluncurkan oleh orang misterius itu sangatlah lambat bagi An Ling. An Ling hanya menghindari serangan yang diluncurkan oleh orang misterius itu sambil menunggu orang misterius itu lengah
"cihh! hanya pengecut yang selalu menghindar!" ucap orang misterius itu memprovokasi An Ling
orang misterius itu pun mengeluarkan jurusnya yang juga merupakan elemen api yaitu bola api. namun serangannya berhasil dihindari oleh An Ling
"sampai kapan kau akan menghindar dasar sampah!" ucap orang misterius itu memprovokasi An Ling untuk kedua kalinya
"jika kau sangat ingin mati baiklah!" ucap An Ling
"cihh! dasar sombong! hiyaaakkk!!" orang misterius itu pun mengeluarkan jurus terkuat yang dimilikinya yaitu hujan meteor api. jurus tingkat tinggi yang dia pelajari dari kerajaan dewa air
__ADS_1
An Ling hanya berdiri di tempatnya menerima serangan yang diluncurkan oleh orang misterius itu kepadanya
orang misterius itu berpikir jika An Ling sudah mati akibat serangan yang dia luncurkan. lalu dia membalikkan badannya untuk segera pergi meninggalkan tempat itu agar tidak ada orang yang mencurigainya
namun serangannya itu tidak berpengaruh sama sekali bagi An Ling. bahkan An Ling sama sekali tidak mendapatkan luka yang serius. hanya luka bakar kecil di pipi kirinya
"ba... bagaimana mungkin!!" ucap orang misterius itu terbata bata karena melihat An Ling yang masih hidup menerima serangan terkuatnya secara langsung
"kau pikir serangan selemah itu dapat membunuhku?!" tanya An Ling dengan sangat sombong
"sudah cukup main mainnya!" ucap An Ling dengan tegas
An Ling yang berjarak kurang lebih sepuluh meter dari orang misterius itu, langsung menggunakan langkah anginnya dan melesat ke arah orang misterius itu berdiri
tepat di depan orang misterius itu An Ling mengeluarkan aura dewa iblisnya yang sangat menakutkan. orang misterius itu sangat terkejut karena An Ling ternyata sudah berada di puncak surgawi dan sebentar lagi akan menjadi seorang pendekar spiritual
dia yang merasa tidak bisa apa apa di depan An Ling lalu memohon dan bersujud didepan An Ling. orang misterius itu meminta maaf dan berjanji kepada An Ling jika dia akan memberikan semua hartanya
orang misterius itu juga membuka penyamarannya yang sedikit mengejutkan An Ling. orang misterius itu adalah pangeran Jie Wu, anak kedua dari ratu Jie Han
Jie Wu lalu memberitahukan semua informasi yang dia ketahui tentang kerajaan dewa air. berkatnya An Ling bisa mengetahui jika ada kuil suci di dalam wilayah kerajaan yang dijaga ketat oleh pasukan kerajaan
An Ling lalu melepaskan Jie Wu dan mengancam akan membunuhnya jika dia mengungkapkan identitas An Ling yang sebenarnya
Jie Wu yang merasa sangat ketakutan hingga hampir mengompol pun pergi meninggalkan An Ling
"cihhh dasar sampah! bisa bisanya dia sangat kuat!?" ucap Jie Wu yang merasa sudah aman karena dirinya sudah pergi meninggalkan An Ling sangat jauh
"dasar bodoh!" ucap An Ling yang tiba tiba duduk di ranting pohon yang berada di depan Jie Wu
Jie Wu sangat terkejut dengan An Ling yang tiba tiba saja sudah menunggu di depannya. Jie Wu bahkan tidak merasakan auranya sama sekali
An Ling lalu mengeluarkan pedang iblisnya dan langsung menebas kepala Jie Wu hingga terpisah dari badannya
__ADS_1
An Ling sebuah cincin penyimpanan di jari manis Jie Wu lalu mengambilnya dan langsung pergi meninggalkan mayatnya agar tidak ada orang yang mengetahui jika dirinya lah yang telah membunuh pangeran kedua Jie Wu
hari sudah larut, An Ling ingin segera pulang untuk istirahat. namun saat di tengah perjalanannya menuju kerajaan, dia merasakan aura yang tidak asing lagi baginya. lalu dia pun mendekati sumber dari aura tersebut
di danau di dalam hutan An Ling melihat seorang gadis tengah berlatih. wanita itu adalah putri sulung dari ratu Jie Han yaitu Jie Yu
Jie Yu adalah satu satunya pendekar spirit di kerajaan dewa air yang mempelajari elemen angin
An Ling melihat jika Jie Yu juga mempelajari jurus langkah angin sama sepertinya akan tetapi gerakannya masih terlalu lambat, sangat jauh di bawah An Ling
"gerakan mu sangat bagus namun terlalu lambat!" ucap An Ling sambil berjalan mendekati Jie Yu
"siapa!!!" teriak Jie Yu sambil menyerang An Ling menggunakan jurusnya yaitu tebasan angin
"tenanglah! aku hanya kebetulan lewat dan melihatmu tengah berlatih" ucap An Ling dengan halus
"ahh kamu... sepertinya aku pernah melihatnya. emmm..." ucap Jie Yu
"iya benar kita pernah bertemu di balai lelang. panggil saja aku An Ling!" ucap An Ling
Jie Yu mengingatnya. karena merasa An Ling bukanlah ancaman baginya, Jie Yu pun memasukkan pedangnya ke dalam cincin penyimpanannya
mereka berdua pun saling berkenalan dan mengobrol di bawah sinar rembulan
"ahh tunggu... apa yang kau lakukan di hutan malam malam begini!?" tanya Jie Yu kepada An Ling
"a.. aku... aku sedang mencari tanaman obat.. ya benar.. tanaman obat hehe!" ucap An Ling terbata bata berbohong kepada Jie Yu
Jie Yu mempercayai ucapan An Ling tanpa mendebatinya. dia benar benar berpikir jika An Ling hanyalah seorang alkemis yang tengah mencari tanaman obat di hutan
"ahh iya... tadi kau bilang jika langkah angin ku masih terlalu lambat?!" tanya Jie Yu kepada An Ling
"benar sekali... jika langkah angin mu ditambahi kecepatannya sedikit maka akan menjadi jurus tingkat menengah, dan jika ditambahi dengan satu jurus yang cocok maka akan menjadi jurus tingkat tinggi!" ucap An Ling menjelaskan kepada Jie Yu
__ADS_1
Jie Yu yang merasa dirinya sudah sangat cepat menyangkal ucapan An Ling. dia menganggap jika An Ling telah berbohong kepadanya