
Rubah itu mendekat kearah An Ling. Dia melolong untuk yang kesekian kalinya. Kabut ilusi segera menghilang
Dia menatap An Ling dengan tatapan menghina. An Ling berusaha untuk berdiri, akan tetapi Rubah itu menginjak An Ling menggunakan kakinya
Seteguk darah keluar dari dalam mulut An Ling. Sepertinya organ dalam An Ling sudah terkena
"Manusia lemah sepertimu, tidak pantas menjadi lawanku!!, " Ucap Rubah Bulan Sabit. Suaranya terdengar berat tapi sangat lancar
Melihat An Ling yang tak berdaya terbaring ditanah, Rubah Bulan Sabit itu mengira jika An Ling sudah tak bernafas lagi. Dia hendak menghancurkan tubuh An Ling dengan injakan kakinya yang dipenuhi dengan energi spirit
Kretekkk!!, Kretekkk!!, Patung Dewa Air yang ada didalam Kuil Kuno mendapat retakan hingga hancur seluruhnya
Trisula emas terlihat bersinar terang. Memancarkan cahaya berwarna emas. Trisula itu terbang dengan sangat cepatnya menghampiri An Ling
Ketika kaki Rubah itu berjarak satu meter dari tubuh An Ling. Seketika, ada sebuah Array berwarna emas yang melindung An Ling. Array itu sangat kuat, Rubah Bulan Sabit terpental setelah menginjaknya dengan kekuatan penuh
Tubuh An Ling melayang dengan pancaran cahaya dari Spirit Weapon yang dipakainya
Trisula emas itu melayang disamping An Ling. An Ling yang semula memejamkan matanya, perlahan mulai membuka matanya
Cahaya berwarna emas memancar dari kedua matanya. Aura yang sangat kuat, sangat mirip dengan Aura milik Dewa Air
An Ling memegang Trisula emas itu ditangan kanannya
Swushhh!!, Sebuah tekanan yang sangat dahsyat. Rubah Bulan Sabit bahkan kewalahan menahan tekanan yang sangat kuat itu
Dia melirik kearah An Ling. Tubuhnya gemetaran. Ekspresinya berubah menjadi ketakutan. Dia sama sekali tidak menyangka jika An Ling adalah orang yang dikatakan oleh tuannya dimasa lalu
Dia segera menundukkan kepalanya, memberi hormat kepada An Ling dengan harapan An Ling akan mengampuni nyawanya
"Tu, tuan. Maafkan hamba..., " Ucap Rubah itu ketakutan
An Ling menatapnya dengan tatapan membunuh yang sangat menakutkan. Rubah Bulan Sabit sama sekali tak berani meliriknya
"Pergilah ke Benua Kegelapan. Tunggulah aku di Jurang Abbys!!, " Ucap An Ling dengan dingin
__ADS_1
Yuri segera terbangun dari pingsannya. Dia yang melihat An Ling memegang Trisula emas langsung menundukkan kepalanya memberi hormat seperti biasanya
"Selamat tuan, " Yuri segera mengucapkan selamat kepada An Ling
An Ling melirik kearah Yuri. Melihat Yuri yang sangat lemah, An Ling segera membuka telapak tangannya lalu melayang kearah Yuri dengan perlahan
Dia menempelkan telapak tangannya tepat dikening Yuri. Seketika, kekuatannya pulih sepenuhnya
Ini hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang sudah memiliki kontrak darah dengan Spirit Beast
"Yuri, pergilah ke Jurang Abbys dan tunggu aku disana bersama Rubah itu!, " Ucap An Ling memerintahkan Yuri agar pergi ke Jurang Abbys bersama Sang Rubah
"Tuan, hamba memiliki nama!, " Sahut Rubah Bulan Sabit segera ketika mengingat jika An Ling belum tahu namanya
An Ling segera melirik kearahnya dengan tatapannya yang masih sedingin es
"Namaku, Bi Yuan. Tuan bisa memanggilku BI Yuan, " Sambungnya memberitahukan namanya
"Baiklah, sekarang pergilah ke Jurang Abbys!!, " Segera setalah itu, An Ling langsung menyuruh mereka agar dengan cepat meninggalkan Benua Air. Berjalan kearah timur, menuju Benua Kegelapan. Lebih tepatnya, di Jurang Abbys
Tanpa berbasa-basi lagi, kedua Spirit God Beast itu langsung pergi meninggalkan An Ling
"Urghhh!!, " Tiba-tiba saja An Ling memuntahkan darah. Tubuhnya terasa tidak memiliki tenaga. An Ling segera mengambil pil penambah stamina dan langsung mengkonsumsinya
"Tidak kusangka akan jadi seperti ini?!, " Ucap An Ling dengan senyuman pahitnya
Setelah merasa lebih baikan, An Ling segera berjalan masuk kedalam Kuil Kuno yang letaknya beberapa meter saja didepannya
Pedang Iblis masih tergeletak didekat serpihan-serpihan patung Dewa Air yang sudah hancur lebur
Ketika memasuki Kuil Kuno, dia merasakan sesuatu yang aneh. Ketiga Spirit Weapon itu beresonansi. An Ling segera melihatnya didalam dimensi ruang dan waktu
Dia melepas Pelindung Lengan Biru Laut dan Armor Naga Laut lalu meletakkan ketiga Spirit Weapon secara berderet berdampingan
Ketiga Spirit Weapon itu saling beresonansi. Memancarkan cahaya terang disekitarnya
__ADS_1
An Ling merasakan sesuatu yang tidak biasa. Jantungnya berdetak kencang. Mata Iblisnya juga sedikit mengeluarkan Aura Iblisnya. Begitu juga dengan Pedang Iblis
An Ling merasa jika ketiga Spirit Weapon itu memiliki keterikatan dengan kedua Spirit Weapon yang diberikan oleh gurunya kepadanya
Tidak ada petunjuk sama sekali. An Ling harus memecahkan teka-teki ini di masa yang akan mendatang. Dia segera keluar dari dimensi ruang dan waktu
Sedikit Aura yang dikeluarkan oleh Mata Iblisnya bahkan sudah membuat mata kirinya terasa sangat sakit. Sungguh kekuatan yang sangat luar biasa yang dimiliki oleh Mata Iblis
An Ling segera berjalan untuk menemui teman-temannya yang sudah menunggunya di ruangan rahasia
Di ruangan rahasia, wajah semua orang nampak gelisah. Zao Hua berjalan mondar-mandir karena sangat khawatir dengan keadaan An Ling yang sedang bertarung diluar sana
Kapten Chu Leng sedang bersandar di dinding dengan kedua tangan bersedakep dan kedua matanya yang terpejam. Yu Nie dan Xiao Chu duduk disampingnya
"Teman-teman!!, " Ditengah kekhawatiran mereka, tiba-tiba saja ada seseorang memanggil mereka dengan sebutan teman
Mereka semua langsung menatap kearah tangga dengan wajah yang bahagia. Disitu terlihat An Ling sudah berdiri di atas anak tangga yang terakhir
"Maaf membuat kalian khawatir, aku._, " Ucapan An Ling seketika terhenti karena tiba-tiba saja Yu Nie berlari dan langsung memeluknya dengan erat
"An Ling, syukurlah kamu tidak kenapa-kenapa!!, " Ucap Yu Nie. Hatinya dipenuhi dengan perasaan lega
Setelah itu, Zao Hua juga tiba-tiba melompat dan memeluknya hingga terjatuh ke tanah. Untung saja Yu Nie sudah melepaskan pelukannya
"An Ling!!, " Teriak Zao Hua sambil memeluk An Ling dengan erat
An Ling sesak nafas akibat pelukan Zao Hua yang sangat erat
"Hei, hei. Cepat lepaskan, a..., aku tidak bisa bernafas!!, " Rintih An Ling yang hampir mati kehabisan nafas
Kapten Chu Leng segera meraih kerah baju Zao Hua dan melemparkannya ke tumpukan koin emas yang ada disana
Tubuh Zao Hua terbang dan masuk kedalam tumpukan koin emas. Yang terlihat hanya kedua kakinya yang bergoyang-goyang saja
Kapten Chu Leng mengulurkan tangannya, membantu An Ling berdiri. Dia dengan segenap tenaga, menahan air matanya yang hendak keluar. Namun karena perasaan bahagianya, air matanya tak tertahankan hingga keluar membasahi pipinya
__ADS_1
"Dasar brengs*k!!, Lain kali aku tidak akan meninggalkanmu sendirian!!, " Ucap kapten Chu Leng sambil memukul kepala An Ling
Xiao Chu yang berada dibelakang kapten Chu Leng juga tersenyum melihat An Ling yang terlihat baik-baik saja setelah berhasil mengalahkan seekor Spirit God Beast