
Tak terasa sudah seharian An Ling dan Shao Bai berjalan-jalan menyusuri Kerajaan Dewa Api
Kerajaan Dewa Api adalah kerajaan terbesar kedua setelah Kerajaan Dewa Angin. Tidak seperti Kerajaan Dewa Air yang dikelilingi oleh samudera, Kerajaan Dewa Api dikelilingi oleh gunung merapi yang sangat tinggi
Setelah seharian berjalan, bahkan An Ling belum sampai di alun-alun kota yang letaknya berada di perbatasan antara Kerajaan atas dan Kerajaan bawah
Kerajaan atas dipimpin oleh Raja Shao Wang, sedangkan Kerajaan bawah dipimpin oleh orang kepercayaannya, Shu Gie
An Ling berjalan menuju penginapannya karena matahari sudah memancarkan cahaya merah di langit barat
Dengan malasnya dia bertanya kepada Shao Bai, "Shao Bai, apakah Kerajaan Dewa Api seluas itu. Bahkan aku belum melihat alun-alun kota?!."
Shao Bai menganggukkan kepalanya, "Benar. Apakah kau ingin pergi ke alun-alun kota, jika iya aku akan menemanimu besok."
"Lalu apakah kita bisa pergi ke Kerajaan atas?."
Shao Bai mengkerutkan keningnya, "Untuk apa kesana, jika Raja mengetahui rakyat Kerajaan bawah menginjakkan kaki di wilayah Kerajaan atas, mungkin dia akan langsung memenggal kepalanya?!."
An Ling mengkerutkan keningnya, "Sekejam itukah?." Dia sama sekali tidak percaya jika peraturan di Kerajaan Dewa Api sangat ketat seperti ini
Shao Bai menganggukkan kepalanya, "Kudengar, di masa lalu Dewa Api memberikan kutukan kepada Raja terdahulu. Kabarnya, Raja itu telah menghabiskan malam bersama istrinya, lalu dia memisahkan Kerajaan Dewa Api menjadi dua bagian, Kerajaan atas dan Kerajaan bawah. Tentu saja kerajaan atas adalah keturunan asli dari Dewa Api. Sedangkan Kerajaan bawah adalah keturunan dari Raja terdahulu. Sebagai rakyat Kerajaan bawah, mereka mendapatkan kutukan dari Dewa Api. Untuk selebihnya aku tidak tahu lagi."
An Ling merenung sejenak setelah mendengar penjelasan panjang Shao Bai. Dia sangat yakin jika ada suatu rahasia yang tersembunyi di Kerajaan Dewa Api
"Kalau begitu, sampai jumpa besok!!." Mereka berdua saling melambaikan tangan
An Ling sedikit menggeliat. Dia merasa lelah setelah berjalan seharian
__ADS_1
Tepat pada tengah malam, An Ling masih belum bisa tidur juga. Kedua matanya sudah berwarna merah, "Sial. Niatnya mau tidur lebih awal agar bisa bangun pagi-pagi. Jika sudah begini, lebih baik aku mencari angin saja. Siapa tahu menemukan informasi yang berguna!!."
Cahaya bulan purnama menyinari seluruh daratan dengan bintang-bintang yang bergemerlap. Tak ada seorangpun yang masih berkeliaran
An Ling masih melanjutkan perjalanannya hingga dia sampai di bar tempat dia minum siang tadi
Bar itu terlihat masih terang benderang akibat lampu penerangan di sekitarnya. Raut wajah An Ling menjadi lega. Dia berkata dengan lirih, "Sepertinya aku bisa mencari informasi di sana?!."
An Ling mempercepat langkahnya menuju Bar. Dia sedikit terkejut, setelah melihat keadaan Bar pada malam hari. Ternyata Bar itu masih sangat ramai
An Ling duduk di bangku di depan meja pelayan untuk menanyakan sesuatu. Pelayan wanita yang melayaninya adalah wanita yang dia lihat tadi siang, Xiao Jiu
Xiao Jiu merasa pernah melihat An Ling. Dia segera menanyainya, "Sepertinya kau baru disini, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?."
An Ling menjawabnya dengan muka datar, "Tentu saja. Tadi siang kau melerai kedua adikmu lalu mentraktir semua pelanggan satu botol anggur."
Dengan otak jeniusnya dia memberikan An Ling sebuah pertanyaan untuk menemukan jawaban, "Tuan, apakah kau kesini untuk minum, aku bisa memberikanmu satu gelas anggur gratis. Sebagai pelayan, kami harus memuaskan hati pelanggan, terutama pelanggan baru."
An Ling menganggukkan kepalanya, "Tentu. Kebetulan aku kesini untuk minum."
Xiao Jiu lalu membuatkan An Ling satu gelas anggur spesial. Tidak seperti biasanya, dia duduk di bangku di sebelah An Ling lalu menggodanya dengan menempelkan dadanya yang sedikit besar, "Tuan, kudengar anda adalah seorang Pendekar yang hebat, apakah anda tertarik padaku?."
Tubuh An Ling gemetaran setelah sepasang gumpalan lemak menempel di lengannya. Keringat dingin perlahan mulai membasahi keningnya. Dia lalu sedikit menjauhkan tubuhnya dari Xiao Jiu. Dengan terbata-bata dia menjawab, "Maaf nona, a, aku sudah mempunyai istri. Benar, aku sudah punya satu istri."
Dengan raut wajah kecewa, Xiao Jiu lalu bertanya kepada An Ling tanpa tidak sadar, "Lalu, untuk apa tujuanmu datang kesini. Bukankah kau bisa bermalam dengan istrimu sepuasnya?."
An Ling meneguk habis anggur yang sudah disajikan depannya. Dengan wajah serius dia berkata, "Aku tidak suka berbasa-basi. Langsung ke intinya saja, bagaimana jika kita bertukar informasi?."
__ADS_1
Sontak, jawaban An Ling membuat Xiao Jiu tercengang, "Tidak kusangka ternyata kau bisa begitu. Kalau begitu baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?."
"Beritahu aku informasi detail mengenai Kerajaan Dewa Api. Terutama, rahasia yang ada di sini!!."
Dengan wajah yang menggoda Xiao Jiu berkata, "Informasi yang kau inginkan sangat berkualitas, apa yang akan kau berikan!!."
An Ling melirik Xiao Jiu yang ada di samping kirinya. Dia lalu berkata dengan serius, "Apa yang kau inginkan!!."
Kedua mata Xiao Jiu berbinar. Dia menjawab dengan senang hati, "Tentu saja aku ingin yang sepadan!!."
Mendadak otak An Ling memikirkan hal yang aneh-aneh. Melihat raut wajah An Ling menjadi seperti pria mesum, Xiao Jiu segera berkata, "Tenang saja, bukan itu yang aku inginkan."
"Bagaimana jika kau bergabung dengan kami?!."
An Ling mengkerutkan keningnya, "Maksudmu?." Dia meminta penjelasan kepada Xiao Jiu
Xiao Jiu menganggukkan kepalanya lalu menjelaskan kepada An Ling detailnya. Raut wajahnya berubah menjadi serius, "Sepertinya kau belum tahu rahasia terbesar Kerajaan Dewa Api. Sebenarnya, kami terjebak disini. Setelah seseorang memasuki wilayah Kerajaan Dewa Api, orang itu tidak akan pernah bisa kembali. Maka dari itu, kami memutuskan untuk menetap disini. Selama tiga tahun ini, kami sama sekali belum menemukan cara untuk keluar dari tempat mengerikan ini."
An Ling mengkerutkan keningnya, "Apa kau bilang. Jadi, aku tidak akan pernah bisa keluar dari sini?!."
Xiao Jiu menganggukkan kepalanya setelah mendengar ucapan An Ling dengan nada tidak percayanya
"Tidak usah khawatir. Kudengar ada sebuah segel yang ada di Kerajaan atas dan bawah. Kami telah menemukan letak pasti Segel Kerajaan bawah. Tapi, kami sama sekali tidak bisa membukanya. Aku memiliki firasat jika kau dapat membantu kami."
An Ling menganggukkan kepalanya. Dengan keterpaksaan, dia hanya bisa menyetujui permintaan Xiao Jiu. Di samping itu, intuisi seorang wanita biasanya sangat akurat, "Baiklah, mulai saat ini aku adalah anggota kelompok kalian."
Raut wajah Xiao Jiu menjadi gembira. Dia sama sekali tidak menyangka jika akan mendapat persetujuan dengan sangat mudah. Dia berkata dalam hati, "Sepertinya, dia pria yang bermasalah?!."
__ADS_1