
Dalam jarak radius lima meter, mereka masih bisa merasakan Aura satu sama lain. Mereka berjalan berbaris agar tidak terpisah satu sama lain
"Di depan ada sebuah gua!, " Ucap An Ling memberitahukan kepada teman-temannya
Hari sudah mulai larut. Mereka sangat beruntung karena menemukan gua yang bisa digunakan untuk tempat peristirahatan mereka
Seharian berjalan tanpa henti, membuat kaki mereka merasa sangat pegal
An Ling segera menghidupkan api unggun sebab hanya dirinya yang tidak merasa lelah sama sekali
"Kau benar-benar hebat, " Puji Zao Hua kepada An Ling
An Ling tidak menghiraukan ucapannya dan masih fokus menggosokkan batu agar muncul percikan api yang dapat digunakannya untuk membuat api unggun
Walaupun An Ling memiliki elemen api, akan tetapi yang dimilikinya adalah api hitam. Dia tidak bisa menggunakan api hitamnya sebab, kayu bakar itu akan langsung hangus setelah terbakar oleh api hitam An Ling
Di sisi lain, Yu Nie, kapten Chu Leng dan Xiao Chu tengah menyiapkan makan malam mereka. Sementara Zao Hua tengah memulihkan tenaganya. Dia duduk bersila, berkultivasi di dekat api unggun
Tepat disaat Zao Hua tersadar dari pingsannya, An Ling memberikan sebuah pil kepada Zao Hua. Tak disangka, ternyata pil yang dibuat oleh An Ling dapat memberikan efek lain terhadap Zao Hua. Dirinya merasakan jika akan segera naik tingkat. Maka dari itu dia meminta izin untuk berkultivasi
Diantara mereka berlima, Zao Hua lah kultivasinya paling rendah. Saat ini dia masih berada di puncak Ranah Bumi
Xiao Chu, yang kedua setelah Zao Hua. Tingkat kultivasinya berada di Ranah Langit level dua
Yang ketiga adalah Yu Nie, dengan tingkat kultivasi Ranah Langit level lima. Satu tingkat lebih rendah dengan kapten Chu Leng
Mereka tidak terlalu memikirkan untuk meningkatkan kekuatan mereka. Hanya mengikuti alur saja, karena mereka lebih mementingkan untuk berlayar mengarungi samudera. Menjadi pencari harta karun
Satu ekor babi guling, sudah setengah matang. Aromanya sudah tercium sangat wangi di hidung mereka. Namun tidak untuk Zao Hua yang masih duduk bersila memejamkan matanya
Dia sudah merasakan energi yang meluap-luap di dalam tubuhnya. Satu kesalahan saja akan membuatnya cacat permanen
Zao Hua tidak pernah serius dalam menghadapi segala keadaan jika bukan nyawa dan harga diri sebagai taruhan
Kali ini, dia benar-benar merasa akan segera menembus ke Ranah yang lebih tinggi, yaitu Ranah Langit
Tubuhnya bergetar dengan sangat hebat. Menahan segala tekanan yang ada di dalam tubuhnya
Keringat dingin mulai bercucuran di keningnya. Sedikit sentuhan lagi maka, Zao Hua akan naik ke Ranah selanjutnya
Swushhh...!!!, Sebuah tekanan kecil dihasilkan oleh Zao Hua
__ADS_1
Perlahan, Zao Hua membuka kedua matanya. Tubuhnya dipenuhi dengan energi baru. Kekuatan Pendekar Spirit Ranah Langit
"Buwahaha, akhirnya aku berhasil menyusul kalian!, " Tawa jahat Zao Hua meniru ketua Bajak Laut
Dirinya tersenyum puas setelah berhasil menerobos Ranah Bumi
Semua orang juga tersenyum lega. Mereka sangat bangga dengan pencapaian si pemalas Zao Hua
Mereka berpikir dengan sifat Zao Hua yang pemalas. Dirinya akan terjebak di Ranah Bumi sampai tua
"Bagus. Dengan begini, anggota kita sudah tidak ada lagi yang berada di Ranah Bumi!, " Ucap kapten Chu Leng dengan tegas
Walaupun Zao Hua merasa sedikit tersindir dengan ucapan kapten Chu Leng, akan tetapi dia tidak memperdulikannya sama sekali karena sekarang dia sangat bangga dengan pencapaiannya
Tak lama kemudian, Zao Hua mencium bau yang sangat harum berpusat dari babi guling yang sepertinya sudah sepenuhnya matang
Semuanya juga menyadari jika babi guling yang mereka buat telah matang
Air liur mulai bercucuran. Mereka menyantap makan malam mereka setelah Yu Nie memotong rata menggunakan pisaunya
Hanya membutuhkan waktu lima menit saja bagi mereka menghabiskan babi guling yang sangat lezat itu
Bagi mereka yang tinggal di Benua Air, memakan makanan seperti itu sangatlah jarang. Harga satu ekor babi mentah sangatlah mahal di Benua Air yang dikelilingi oleh luasnya samudra
Kali ini, An Ling meminta untuk berjaga terlebih dahulu sebab dia merasa jika teman-temannya sudah sangat lelah berjalan seharian
Karena kondisi pulau yang ditutupi oleh kabut tebal, kapten Chu Leng menyuruh An Ling agar tetap berjaga disekitar api unggun. Takutnya, ada Spirit Beast yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya. Ditambah Spirit Beast itu bisa melihat di dalam kabut ilusi. Yang pastinya akan membuat mereka kewalahan saat melawannya
Di tengah-tengah kesunyian malam, An Ling merasakan Aura yang sedikit aneh, tengah mendekati tempat peristirahatan mereka
Benar saja, seekor ular berkepala dua yang sangat besar mendesis dan melata memasuki goa
An Ling segera mematikan api unggun. Dia tahu jika hewan seperti ular tidak bisa melihat jika tak ada penerangan tidak seperti penglihatan manusia
Walaupun kondisi dalam gua sangat gelap, namun sekeliling masih bisa terlihat jelas oleh An Ling
Ular berkepala dua itu semakin mendekat ke arah An Ling dan teman-temannya
Kapten Chu Leng menyadari ada sesuatu yang mendekat. Dia langsung terbangun dari tidurnya
Ketika melihat An Ling yang memberikan kode untuk tetap diam, kapten Chu Leng langsung menyadari jika ada ular raksasa yang mendekat ke arah mereka
__ADS_1
Tak lama kemudian, Yu Nie dan Xiao Chu juga merasakan ada sesuatu yang aneh. Mereka sangat terkejut ketika melihat ular raksasa berada di dekat mereka
Kedua kepala ular itu terangkat sangat tinggi. Hampir menyentuh langit-langit goa
An Ling menutup mulut Yu Nie yang hendak berteriak karena terkejut menggunakan tangan kirinya. Sedangkan kapten Chu Leng menutup mulut Xiao Chu
Yu Nie melirik ke arah An Ling. Dia melihat jika An Ling memberikan isyarat agar tidak menyebabkan suara sama sekali
Suasana yang sangat hening berlangsung selama beberapa saat
Zao Hua masih tertidur lelap di keheningan malam. Sepertinya dia tidak merasakan adanya bahaya yang mengintai mereka
Salah satu kepala ular raksasa itu mendesis dan mendekati Zao Hua yang masih tertidur pulas. Sepertinya ular raksasa itu menyadari sesuatu yang aneh
Zao Hua segera mencium bau anyir yang keluar dari tubuh ular raksasa itu sehingga dia menggerakkan sedikit tubuhnya. Ular raksasa itu semakin mendekat ke tubuh Zao Hua
Ke empat orang temannya tidak berani bertindak karena ular adalah hewan yang sangat sensitif. Sedikit gerakan saja bisa membuat hewan itu menyadari sesuatu yang ada di sekitarnya
Zao Hua mulai merasa sedikit terganggu dengan bau anyir itu. Dia segera membuka matanya dan duduk untuk melihat kondisi
Sungguh terkejut dirinya ketika melihat kepala ular yang sangat besar tepat didepan matanya. Tubuhnya bahkan sudah bersentuhan dengan kepala ular tersebut
"Waaaaa...!!, Apa ini?!, " Zao berteriak histeris mendapati sesuatu yang sangat mengerikan
Hal itu membuat ular raksasa berkepala dua menyadari keberadaannya. Spirit Beast itu langsung ingat mematuk Zao Hua yang hendak berdiri
Salah satu kepala ular raksasa itu membuka mulutnya dengan lebar hendak memakan hidup-hidup Zao Hua
Tanpa adanya persiapan, Zao Hua hanya bisa pasrah dengan keadaannya. Dirinya bahkan belum sempat berdiri dengan sempurna
Teman-temannya tidak bisa tinggal diam saja. An Ling segera mengeluarkan Pedang Iblisnya dan menahan serangan dari ular raksasa itu
Alhasil, ular raksasa itu menggigit Pedang Iblis An Ling. Gigitannya sangat kuat. An Ling sedikit kewalahan menahan kekuatan ular raksasa itu yang berusaha mengayun ke kanan dan ke kiri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yahahaha, uplodnya Maghrib" nih. Maap ya agak telatan🙏🙏🙏😅😅
Bukan mau sombong atau gimana. Tadi siang aku dapet Win Streak. Jadi lupa waktu 😅😅😁
Tetap support aku yahhh, biar lebih semangat nulisnya 🙏😁
__ADS_1
Jangan lupa buat like, kasih saran di kolom komentar, juga simpan di rak favorit kalian. Biar gak ketinggalan kisah seru An Ling
Makasih buat kakak-kakak semuanya yang udah baca karya pertama aku😘😘