
An Ling sedikit mengkerutkan keningnya lalu berkata dalam hati, "Haishh, dasar wanita, sekalinya kecewa sangat merepotkan seperti ini!!, "
Semua orang tengah berlatih, An Ling juga ingin segera menyempurnakan Wilayah Api miliknya di pulau terpencil, "Zao Hua, urusanku belum selesai, aku mungkin akan kembali dalam dua atau tiga hari. Jika kalian sudah selesai, tinggalkan saja aku!!, "
An Ling segera meninggalkan mereka setelah Zao Hua menganggukkan kepalanya
"Sedikit peregangan agar tidak cepat pegal, " An Ling berencana akan berlatih keras selama dua hari kedepan
Waktu yang dia butuhkan sangat singkat ditambah Tetua Xue Jing yang berhasil melarikan diri. Pastinya dia sudah melaporkan kejadian itu kepada ketua Sekte
Tiga hari telah berlalu, hutan yang sangat lebat hampir habis terbakar oleh Api Hitam milik An Ling
"WILAYAH API, " Teriak An Ling dipenuhi dengan semangat yang membara
Kobaran api dengan diameter lima meter, dengan An Ling sebagai pusatnya, membara dengan api yang berwarna hitam pekat
An Ling menghembuskan nafas lega, "Akhirnya, ternyata perkiraanku sedikit meleset. Kupikir hanya membutuhkan dua hari lalu aku bisa tidur seharian setelah itu!!, "
"Baiklah karena sudah selesai, aku akan kembali!!, " Dengan Langkah Anginnya An Ling melesat melintasi danau
Di tepi danau, ternyata teman-temannya masih berada disana, bahkan Jie Yu juga masih terlihat sedang duduk diatas batu
"Dasar anak itu belum pulang juga!!, " Ucap An Ling tersenyum pahit
An Ling menginjakkan kakinya dengan perlahan setelah dia sampai di tepian danau, "Apa kalian belum selesai?, "
Zao Hua menghela nafas, "Yu Nie masih belum selesai. Sepertinya sebentar lagi dia akan naik tingkat?!, "
An Ling melihat sekeliling, dia melihat kapten Chu Leng dengan wajah yang terlihat sangat bahagia, "Kapten, sepertinya kau sudah berhasil naik tingkat lagi!!, "
Kapten Chu Leng tersenyum puas lalu tertawa, "Tuan Putri memang hebat. Dia mengajari kami lebih baik darimu!!, "
An Ling menyipitkan matanya setelah dia mendengar jawaban dari kapten Chu Leng. Bibirnya juga sudah terlihat seperti kerucut. Lalu dia berkata dalam hati, "Awas saja, aku tidak akan membagi harta karun setelah sampai di Pulau Mahkota Dewa!!, "
__ADS_1
An Ling berencana untuk berangkat berlayar setelah mereka beristirahat satu hari
"Jie Yu, ikut aku sebentar!!, " Ucap An Ling sambil berjalan mendekati Jie Yu
Lagi-lagi Jie Yu tidak menghiraukan An Ling. Dia sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun pada An Ling
An Ling menepuk keningnya lalu menarik tangan Jie Yu, "Ikut aku sebentar!!, "
Jie Yu belum sempat menolak, dia sama sekali tidak bisa melepaskan genggaman tangan An Ling yang sangat kuat, "Lepaskan aku. Ka, kau mau bawa aku kemana!!, "
Kali ini An Ling tidak menghiraukannya sama sekali. Tatapannya masih sangat tajam melihat kedepan. Dia membawa Jie Yu untuk pergi ke tempat yang sepi, menjauh dari teman-temannya
Setelah menemukan tempat yang cocok, An Ling segera membalikkan badannya, dia menatap tajam kedua mata Jie Yu yang sudah berkaca-kaca
"Dengar aku, aku akan membaritahumu yang sesungguhnya, " Ucap An Ling serius
Dengan sekuat tenaga, Jie Yu melepas genggaman tangan An Ling. Dia memalingkan wajahnya yang cemberut karena sikap An Ling
Dengan sinis dia berkata, "Cepat katakan. Aku tidak punya banyak waktu berduaan denganmu!!, "
Satu pertanyaan yang membuat Jie Yu sangat penasaran. Dia melirik An Ling yang masih menceritakan masa lalunya, dengan tatapan sinis. Jie Yu berkata dengan dinginnya, "Memangnya apa yang terjadi?, "
Melihat reaksi Jie Yu yang sepertinya tidak mengetahui hal itu, An Ling menatap wajah Jie Yu lalu memberikannya kejadian yang yang sebenarnya
"Sepuluh tahun silam, di Benua Kegelapan. Pembantaian besar-besaran terjadi yang menyebabkan salah satu kota terbesar di Benua Kegelapan, Kota Ruy diratakan menjadi tanah, "
Jie Yu tercengang setelah mendengar penjelasan dari An Ling, "Jangan-jangan, kau...?, "
An Ling sedikit menganggukkan kepalanya. Dia juga sedikit membuka segel Mata Iblis
Bola mata An Ling yang terlihat normal seperti manusia pada umumnya, perlahan berubah menjadi sangat menakutkan
Mata Iblis Merah Darah, Kornea mata yang berwarna hitam pekat. Pupil mata seperti seekor kucing, berwarna kuning gelap
__ADS_1
Dengan nada yang sangat mengerikan An Ling berkata, "Akulah yang meratakan Kota Ruy!!, "
Jie Yu yang semula tercengang kini memejamkan matanya yang sudah berkaca-kaca. Kepalanya ditundukkan
"Ternyata selama ini, aku bertunangan dengan seekor iblis?!, "
Jie Yu sama sekali tidak percaya dengan pemandangan yang ada di depannya, juga cerita yang keluar dari mulut An Ling
Dia berbicara dalam hati, "Ini, apakah ini mimpi, tidak. Perlakuan An Ling sangat tulus kepadaku selama ini. Jika ini mimpi, aku berharap aku segera terbangun!!, "
Ketika tengah merenung, An Ling tiba-tiba saja memanggil namanya. Jie Yu membuka matanya dengan perlahan. Dia memaksakan dirinya untuk tersenyum. Kenyataan pahit ini bukanlah sebuah mimpi
"Aku, sepertinya aku butuh waktu untuk sendiri, " Ucap Jie Yu
An Ling menghela nafas, dia mengeluarkan Bunga Krisan Badai lalu memberikannya kepada Jie Yu, "Aku tidak berharap kau memaafkanku. Tapi aku berharap kau menerima ini!!, "
Jie Yu mengusap air matanya yang sudah membasahi pipi, "I, ini...?, ". Dia sama sekali tidak percaya karena An Ling memberikannya salah satu tanaman herbal yang sangat langka
"Ka, kau. Tidak perlu sebaik itu..., " Jie Yu merasa sangat tidak enak menerima pemberian An Ling. Dia masih merasa kecewa dengan An Ling, akan tetapi dia juga membutuhkan Bunga Krisan Badai agar dirinya bisa kembali berlatih
Melihat Jie Yu ragu-ragu, An Ling segera menggapai tangannya, meletakkan Bunga Krisan Badai diatas telapak tangannya
"Setelah ini, kau bisa kembali berlatih. Aku tidak akan mengganggumu lagi di masa depan!!, "
Jie Yu sedikit terkejut dengan ucapan An Ling. Di dalam hatinya dia masih berharap kepada An Ling. Dia sama sekali tidak mempunyai kata-kata yang bisa dia ucapkan
Tanpa basa-basi, An Ling pergi meninggalkan Jie Yu dengan perasaan sedih yang tertumpuk. Dirinya sudah mengecewakan seorang wanita yang dicintainya, juga identitasnya telah diketahui oleh seorang yang sama sekali tidak ingin dia beri tahu
Jie Yu hanya berdiri, melihat kepergian An Ling dengan air matanya yang mengalir deras
"Kenapa, dunia ini sangat tidak adil..., " Ucap kedua orang itu bersamaan di dalam hati mereka
Setelah ini, Jie Yu memutuskan untuk memfokuskan diri meningkatkan kekuatan. Di dalam hatinya, dia masih berharap untuk berpetualang bersama An Ling
__ADS_1
Dengan ketiadaan An Ling di hidupnya sekarang, niat untuk pergi berpetualang tidaklah hilang. Jie Yu memutuskan untuk berpetualang menjelajahi dunia sendirian