
"Apa, sebanyak itu?!, " Zao Hua sama sekali tidak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh Yu Nie barusan
Mulutnya tercengang. Habis sudah rencananya untuk mencari pujaan hati. Namun dia percaya jika An Ling tidak akan membiarkan mereka mati ditempat yang tak berpenghuni ini
Tlerappp...!!, Duarrr...!!,
"Ahhh!!!, " Teriakan semua orang serentak setelah sebuah sengatan listrik yang sangat dahsyat hampir menyambar mereka
Semua orang terpental sekitar tiga meter dari tempat semula mereka akibat tekanan yang dihasilkan sengatan listrik tersebut
Beruntungnya mereka karena jarak mereka satu sama lain tidak terlalu jauh. Mereka masih bisa melihat satu sama lain
Ditengah-tengah hutan yang ditutupi oleh kabut ilusi, kondisi mereka sangat tidak menguntungkan
"Cihh, tidak kusangka mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh kabut ini!!, " Ucap An Ling dengan serius. Hatinya dipenuhi dengan rasa jengkel
Tlerappp...!!!, Tlerappp....!!!, Sambaran petir semakin lama semakin banyak. Mereka menghindarinya dan tetap menjaga jarak mereka
Lebah Kilat sama sekali tidak terpengaruh dengan kabut ilusi ini. Entah karena sesuatu apa mereka semua juga tidak mengetahuinya
Tiba-tiba An Ling teringat waktu didalam goa beberapa hari yang lalu. Ketika seekor ular raksasa berkepala dua menyerang mereka. Sepertinya Spirit Beast memang tidak terpengaruh oleh kabut ilusi ini
An Ling segera masuk kedalam dimensi ruang dan waktu untuk menanyakannya kepada Yuri
"Yuri, apa kau tahu tentang kabut ilusi ini?, " Tanya An Ling dengan serius
Yuri mengangguk lalu menjawab pertanyaan An Ling
"Tuanku, bagi kami yang seekor Spirit Beast ini hanyalah kabut biasa. Walaupun penglihatan kami berkurang, akan tetapi kami masih bisa menggunakan intuisi binatang kami, " Jawab Yuri menjelaskan
An Ling menggertakan giginya. Dalam situasi yang sulit ini, An Ling harus memilih antara menggunakan kekuatannya yang belum stabil atau tetap berdiam berdoa agar dewa memberikan jalan
Ketika tengah memikirkan strategi, tiba-tiba saja sebuah sambaran petir mengarah kepada An Ling
"An Ling awas!!, " Teriak Yu Nie sambil mengulurkan tangannya
An Ling menyadari lalu dengan Langkah Anginnya, dia menghindari serangan itu
Ngung!!, Ngung!! Terlihat dengan jelas, ribuan ekor Lebah Kilat sudah mengepung mereka dari segala arah. Walaupun tubuh mereka hanya sebesar setengah tubuh manusia, namun serangan mereka sangat mematikan
__ADS_1
"Cih, dasar lebah sialan terimalah ini!!, " Xiao Chu berteriak dan langsung membalas menyerang menggunakan jurusnya yang juga merupakan sambaran petir
Duarrr...!!!, Satu ledakan terjadi tepat di arah Xiao Chu menyerang
Beberapa ekor Lebah Kilat terjatuh. Tubuhnya remuk, sayapnya terbakar habis oleh sambaran petir Xiao Chu
Walaupun berhasil membunuh beberapa ekor, masih ada ratusan atau mungkin ribuan ekor Lebah Kilat yang masih beterbangan hendak menyerang mereka
An Ling segera memasang Array untuk melindungi mereka semua. Sebab mereka akan sangat kewalahan menghadapi ratusan bahkan ribuan ekor Lebah Kilat
Duarrr!!, Duarrr!!! Ledakan terjadi disekitar Array yang dibuat melingkari mereka
"Bagaimana ini?, " Ucap Zao Hua panik
"Jangan panik!, Segera pikirkan cara untuk mengalahkan Lebah Kilat ini!!, " Ucap kapten Chu Leng memerintahkan bawahannya agar tidak panik
"Aku punya ide!!, " An Ling menggertakan giginya lalu mengatakan sebuah ide yang terlintas dipikirannya
Semua orang memasang ekspresi yang serius. Lalu mendengarkan An Ling yang sedang menjelaskan rencananya
Wajah Yu Nie terlihat tidak senang dengan rencana yang dikatakan oleh An Ling
"Lalu kau ada cara?, " Wajah An Ling terlihat sangat serius. Dia lalu bertanya kepada Yu Nie apakah Yu Nie memiliki rencana atau tidak
Yu Nie hanya terdiam dengan wajah yang murung. Dia tidak ingin An Ling menjalankan rencananya itu. Bagaimanapun, An Ling adalah teman yang berharga baginya. Dia tidak akan sanggup jika kehilangan teman berharga seperti An Ling
An Ling lalu menatap kapten Chu Leng dengan tatapan seriusnya
Kapten Chu Leng juga sama sekali tak bisa berkata apapun. Dia sedikit memalingkan wajahnya dari An Ling
Teman-teman yang lainnya juga sama. Mereka memalingkan wajahnya dari tatapan An Ling
"Kalian..., Percayalah padaku. Aku akan menemui kalian!!, " Ucap An sambil membalikkan badannya. Tatapannya kini berubah menjadi tatapan membunuh
Dia sudah membulatkan tekad untuk membiarkan teman-temannya pergi menyelamatkan diri mereka
Duarrr!!!, Duarrr!!!, Terlihat sebuah retakan dari Array yang dibuat oleh An Ling
Sebelum Array yang melindungi mereka sepenuhnya hancur, An Ling segera mengeluarkan jurus terkuatnya saat ini, Badai Naga Air
__ADS_1
Kumpulan air mulai memusat di satu titik hingga membentuk sebuah wujud seekor Naga yang ukurannya tiga kali lipat dari tubuh manusia
Semua orang menaiki Naga Air itu kecuali An Ling
Duarrr!!!, Array yang melindungi mereka hancur lebur bagaikan sebuah cermin yang terpukul oleh palu
Naga Air yang ditunggangi mereka segera terbang melesat kearah sumber Aura yang sangat kuat. Lima kilometer di arah depan
Beberapa ekor Lebah Kilat hendak mengikuti mereka. Namun sebelum hal itu terjadi, An Ling segera mengeluarkan salah satu jurusnya, Wilayah Api
Dalam diameter lima meter, sebuah kobaran api hitam terjadi dengan An Ling sebagai pusatnya
"Hiyaaaarrrrgggghhhh!!!!, "Teriakan An Ling sangat keras diiringi kobaran api yang menari-nari disekitarnya yang membakar semua ekor Lebah Kilat
An Ling masih belum terlalu mahir mengendalikan jurusnya yang satu itu, sehingga wilayah apinya semakin membesar membakar seluruh makhluk hidup yang berada di dalam areanya
Teman-temannya melirik kearah belakang. Mereka melihat kobaran api yang sangat dahsyat dari tempat mereka berpisah dengan An Ling barusan
Dalam hati, mereka sangat menyesal karena meninggalkan An Ling. Mereka hanya bisa berharap, dikedepannya mereka masih bisa melihat An Ling
Air mata juga tak berhenti menetes dari mata mereka. Kapten Chu Leng yang biasanya terlihat sangat kuat kini juga ikut meneteskan air matanya sambil memandangi Pedang Iblis yang An Ling berikan kepadanya
**
"Aku akan menggunakan Badai Naga Air untuk membawa mereka ke kuil kuno. Aku sangat yakin jika Aura yang sangat kuat itu berasal dari Kuil Kuno!!, "
An Ling lalu mengeluarkan Pedang Iblisnya dan memberikannya kepada kapten Chu Leng
"Kapten, jika kalian sudah sampai di dalam kuil, letakanlah pedangku didekat patung Dewa Air!!, " An Ling memerintahkan teman-temannya agar meletakkan pedangnya dibawah patung Dewa Air didalam Kuil Kuno setelah mereka berhasil memasukinya
**
Blarrr!!!, Blarrr!!!, Kobaran api tak ada hentinya. Semakin lama semakin merembet membakar seluruh hutan
Seketika sebuah tekanan yang sangat kuat dari suatu tempat. Tekanan itulah yang menghentikan Wilayah Api An Ling berhenti
Wajah An Ling terlihat sangat lemas. Dia terjatuh ke tanah dengan posisi tengkurap
"Hehehe, keluar juga kau!!, " Ucap An Ling sambil tersenyum pahit dan tertawa kecil
__ADS_1